Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
139. Pelajaran Dari Galih.


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Tiara masih berdiri mematung dengan mata yang membulat sempurna.


Nafasnya seperti ikut berhenti bersamaan dengan langkah kaki seorang pria yang semakin mendekati tempatnya berdiri.


Ada kebingungan dalam hati Tiara. Apalagi ini adalah pertama kalinya ia kembali bertemu dengan pria itu.


"Bagaimana kabarmu?"


Sebuah pertanyaan yang kembali menyadarkan Tiara akan sosok di depannya.


Kenangan, kekecewaan yang di dapat darinya kembali masuk dan berputar di dalam kepala Tiara. Bagaikan sebuah film drama.


Rasa sesak yang berusaha Tiara lupakan kembali datang tanpa aba-aba. Membuka kembali luka yang bahkan belum sepenuhnya mampu disembuhkan oleh waktu.


"Ngapain lo disini?" tanya Tiara dengan nada bicara yang amat dingin. Menandakan bahwa pria itu bukan lagi orang spesial untuk Tiara.


Melainkan hanya seorang pria pengecut yang mempermainkan hatinya.


Dan Tiara juga tidak tau apa maksud pria itu datang dan berbicara dengannya saat ini.


"Gue ... gue tak sengaja melihat lo disini," jawab pria itu dengan pandangan terus mengamati wajah gadis di hadapannya.


Beda lagi dengan yang di tatap. Tiara merasa jijik di tatap pria itu saat ini.


Toh, tidak ada tempat apapun yang bisa menerima pria itu kembali dalam hatinya.


"Tiara..."


Tiara merasa muak walaupun hanya berdiri di dekat mantan kekasihnya. Ingin sekali dia pergi. Karena, melihat pria itu lagi sama saja membuka luka Tiara dan bahkan memperdalam luka yang beberapa hari terakhir amat menyakitinya.


"Tidak ada hal penting yang perlu kita bicarakan bukan?" tanya Tiara dan berniat untuk pergi.


Tapi seketika pria itu menggenggam tangan Tiara dengan paksa. Membuat gadis itu mau tak mau terdiam di tempat.


"Gue mau ngomong sesuatu padamu," ucap mantan kekasih Tiara.


"Bicara apa lagi sih Ndre... semuanya sudah jelas. Apa yang mau Lo bicarakan lagi?" tanya Tiara kesal.


Semuanya sudah jelas saat hari ulang tahun Andre.


Malam itu juga Tiara sudah memutuskan untuk meninggalkan Andre agar bisa hidup dengan wanita yang telah mengandung anak dari pria itu.


Malam itu juga, Tiara pergi membawa luka hatinya di bawah guyuran air hujan.


Tapi setelah 2 minggu lamanya, Andre tiba-tiba datang di hadapannya. Kembali berdiri dengan tak tau malunya menemui Tiara dan mengingatkan akan kenangan mereka dulu.


"Tetaplah bersama ku Tiara... tetaplah berada di sampingku sampai kapanpun," pinta Andre tanpa ragu sama sekali.


Tiara hanya bisa menatap pria itu dengan pemikirannya sendiri. Jika dia adalah Andre yang dulu, mungkin Tiara akan merasa sangat bahagia. Pujaan hatinya meminta untuk berada di sisi sampai kapanpun.


Tapi Andre bukan lagi pria yang di cintai Tiara.


Bahkan pria itu juga yang telah mematahkan hati Tiara hingga tercipta luka di hatinya sampai saat ini.


"Tidak..." tolak Tiara. Kewarasannya masih mengontrol diri Tiara. Meyakinkan bahwa ia tidak bisa bersama dengan pria yang telah menghamili gadis lain.


Tiara tidak mau bodoh karena cinta.


"Gue tidak mencintainya Ra... gue hanya mencintai Lo... sungguh," ucap Andre berusaha untuk menggenggam jemari tangan Tiara.


Meyakinkan gadis itu kalau Andre tidak mencintai gadis lain selain Tiara.


"Tidak mencintainya tapi bisa sampai tidur dengannya? Ck..." tanya Tiara tak percaya.

__ADS_1


Betapa kotornya mulut pria di depannya saat ini.


Sedangkan Andre tak bisa lagi bersuara. Ucapan dari Tiara benar-benar membuat lidahnya terasa kelu.


"Pergilah Dre... gue gak bisa bersama dengan Lo lagi. Dan satu hal lagi... bertanggung jawablah atas semua perbuatan yang Lo lakukan..." ucap Tiara.


Takdir Andre adalah menikahi gadis yang saat ini telah mengandung darah dagingnya. Suka tidaknya Andre terhadap gadis itu, ia harus bertanggung jawab demi bayi mereka.


Karena bayi dalam kandungan itu sama sekali tidak bersalah.


Dan Tiara juga tau bagaimana rasanya hidup tanpa seorang ayah.


Semua orang seperti memandangnya sebelah mata saja.


"Gue tidak akan membiarkanmu pergi Ra..." Andre dengan kasar menggenggam tangan Tiara. Membuat Tiara meringis kesakitan merasai pergelangan tangannya yang memerah.


"Lepas Ndre!" teriak Tiara sambil terus meronta.


Hingga Andre membisikkan sesuatu di telinga Tiara, membuat gadis itu sejenak membeku dengan mata membulat sempurna.


Tanpa terasa air mata gadis itu lolos begitu saja. Dadanya amat sesak dengan ucapan Andre yang benar-benar mengingatkan tentang siapa Tiara sebenarnya.


Hiks...


Plaakk...


Dengan sedikit kesadaran yang masih menguasai diri Tiara, sebuah tamparan keras mengenai wajah Andre. Anggap saja sebuah balasan tentang ucapan jahat yang di lontarkan pria itu beberapa saat yang lalu.


"Lo!" teriak Andre dan ikut mengayunkan tangannya hendak membalas perbuatan Tiara.


Tapi sebelum tangan itu menyentuh wajah Tiara, seseorang lebih dulu mendekat dan mencegahnya.


Tiara yang sempat memejamkan mata, terkejut karena tidak merasakan tangan itu menyentuh wajahnya sama sekali. Membuat dirinya memberanikan diri melihat apa yang tengah terjadi.


Galih? batinnya terkejut.


Pria itu benar-benar berdiri di samping Tiara dengan tatapan tajam memandang Andre seperti menahan kemarahan.


"Memukul seorang wanita itu hanya dilakukan oleh pecundang!" umpat Galih dengan gigi bergetar.


Di detik selanjutnya, tangan Andre dihempaskan nya dengan sangat kasar. Membuat sang pemilik tangan itu tak terima.


"Siapa Lo?" tanya Andre menantang.


Karena ini semua tidak ada sangkut pautnya dengan pria di depannya.


Andre hanya ingin bicara dengan Tiara saja, tapi tiba-tiba ada pria lain yang mencegahnya.


"Berani sekali Lo mencampuri urusan orang lain! brengs*k!" umpat Andre. Seketika tangannya mengepal dan mengayun ke arah Galih.


"Awas!" teriak Tiara memberitahu Galih.


Dengan sangat tenang, Galih menangkap kepalan tangan itu. Menggenggamnya dan di detik selanjutnya memutarnya untuk sedikit memberi pelajaran kepada pria pecundang di depannya.


"Aaw..." teriak Andre kesakitan.


Entah terbuat dari apa pria di hadapannya. Genggaman tangan Galih begitu kuat seperti hendak menghancurkan tangan Andre.


"Jadi hanya seperti tenaga Lo?" ejek Galih.


Pria yang hanya berani pada seorang gadis adalah pecundang.


Ck... tidak sebanding dengan gertakannya tadi! batin Galih.


Karena tampa Tiara sadari, Galih sudah memperhatikan keduanya di pintu Mini market. Karena tidak terjadi apa-apa, Galih memutuskan untuk menjadi penonton. Tapi nyatanya, pria itu hendak memukul Tiara hingga mau tak mau Galih harus ikut campur tangan.


Melihat Tiara hendak di pukul seorang pria, Tiba-tiba Galih ingat dengan Bella. Bagaimana kalau sampai Bella mendapat perlakuan buruk dengan sorang pria.

__ADS_1


Tentu saja ia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.


"Aaww... lepas!" teriak Andre memohon. Jemari tangannya seperti akan hancur sebentar lagi.


Galih pun mengabulkan permohonan dari Andre. Melepaskan tangan Andre lalu menepuk kedua tangannya seperti sedang menghilangkan debu. Tentu saja dengan senyum penuh ejekan.


Membuat darah Andre semakin mendidih dan marah.


Mereka tidak saling kenal tapi jelas sekali kalau Galih tidak menyukai Andre.


Galih memang tidak suka dengan pria yang suka memukul kekasihnya.


Karena menurutnya, mereka tidak berhak melakukan hal itu.


"Jangan jadi pengecut! Lo tidak berhak memukul anak perempuan dengan seenak jidat Lo!" ucap Galih dan langsung menggandeng tangan Tiara meninggalkan Andre.


Hingga saat Galih dan Tiara sampai di dekat mobil, Buukkk....


Sesuatu mengenai tengkuk Galih hingga membuat pria itu sedikit terhuyung. Sedangkan Tiara menjerit karena terkejut sekaligus ketakutan atas apa yang telah menimpa Galih barusan.


"Galih... lo tidak apa-apa?" tanya Tiara penuh kekhawatiran.


"Rasakan itu B*jing*n!" ucap Andre dengan rasa puasnya. Puas karena telah membalas apa yang Galih lakukan pada dirinya tadi.


Tatapan mata Galih dan Tiara bertemu di garis lurus. Menciptakan seperti aliran listrik yang menyengat ke dalam hatinya,


Perasaan apa ini? batin Galih dan lebih dulu memutuskan kontak mata tersebut.


Walaupun sedikit pusing dan nyeri, Galih kembali bangkit. Memposisikan dirinya tepat menghadap Andre yang tersenyum mengejek ke arahnya.


"Gue sudah diam sejak tadi..." ucap Galih menahan kemarahan.


Sejak tadi ia sudah berusaha untuk tidak menyakiti Andre, tapi nyatanya keputusannya itu adalah salah.


Luka di balas dengan luka! itulah prinsip yang di pegang Galih selama ini.


Apa yang membuatnya merasa sakit, Galih akan melakukan hal yang sama terhadap lawannya.


Dan sekarang lawannya adalah Andre.


Dengan sangat yakin, Galih mendekati Andre. Mencekik leher pria itu tanpa ragu dan langsung mengayunkan kepalan tangannya hingga mengenai wajah Andre.


Bukan hanya sekali, bahkan bertubi-tubi.


"Galih, cukup..." teriak Tiara bahkan sampai memeluk tubuh Galih dari belakang.


Sudah cukup apa yang telah Galih lakukan pada Andre.


Apalagi wajah Andre benar-benar berubah lebam dengan darah segar yang mengucur dari bibirnya.


Tiara tidak mau ada hal buruk terjadi di keduanya. Apalagi kalau sampai di kepolisian.


"Cukup Galih..." pinta Tiara masih memeluk perut Galih dari belakang. Membuat Galih seketika menghentikan pukulannya dan mengatur nafas ngos-ngosannya.


"Cukup...",


Detak jantung Tiara bahkan mampu di rasakan oleh Galih dari punggungnya.


Membuat tubuh pria itu membeku kebingungan.


Kenapa rasanya aneh...


***


Ada yang penasaran sama apa yang di bisikin Andre ke Tiara? hehehe...


Duh... Galih gentle banget sih...

__ADS_1


__ADS_2