Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
209. Petuah.


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Tak perlu menjadi orang lain agar terlihat hebat. tetaplah menjadi dirimu sendiri, karena Dokumen Asli akan lebih berharga daripada Fotocopy.


---


Dion tak henti-hentinya menatap langkah kaki Mama yang berjalan ke arahnya.


Wanita berpakaian kebaya modern itu terlihat sangat anggun. bahkan cantik walaupun usianya telah memasuki 55 tahun.


Gadis yang berdiri di samping Dion sejenak mengamati tangan calon suaminya yang bergetar hebat. ia tau apa yang dirasakan Dion saat ini. rasa cemas, sedih itu berubah menjadi kebahagiaan oleh kedatangan Mama di hari bahagia mereka.


"Apa Mama terlambat?" tanya Mama ketika langkah kakinya sampai di depan Dion dan Gadis.


Mulut Dion ternganga tanpa mengeluarkan kata apapun. hingga air mata di pelupuk matanya lolos begitu saja diikuti dnegna tubuh Dion yang seketika terduduk tepat di depan kaki Ibunya.


"Mama..." ucapnya lirih seiring dengan tatapan harus tamu undangan siang ini. Ya tau alasan dibalik tidak adanya keluarga Dion ikut menahan tangis, sedangkan tamu lain yang tidak tau apa-apa menampakkan wajah penuh kebingungan. apa yang terjadi? kenapa pengantin pria terlihat menyedihkan? begitu hati mereka bicara.


Tanpa memikirkan tatapan orang lain, Dion masih terduduk sambil menyentuh kedua kaki Mama. membuat Mama terenyuh dan Gadis ikut menitikkan air mata.


Tak ada yang tau memang kalau Dion begitu berbakti nya pada Mamanya. bahkan Bapak saja tak menyangka kalau calon menantunya itu sampai begitu nya melihat kedatangan Mama.


"Kenapa sedih begini sih..." keluh Tiara. menyeka air mata dengan tissue yang ia bawa sejak tadi. membuat Galih yang berdiri di sampingnya mengalihkan pandangannya. bukan hanya Tiara saja yang tersentuh, mata Galih juga sempat memanas melihat pemandangan itu.


"Hapus air matamu, wajah mu akan jelek nanti..." perintah Galih sambil menyerahkan sapu tangannya kepada Tiara.


Biasanya adegan begitu terlihat romantis bukan? tapi tidak bagi Tiara. yang dilakukan Galih malah terdengar mengejek dirinya.


Ck... sama sekaki tidak ada manis-manisnya... umpatnya dalam hati.


Kembali lagi pada Dion.


Mama segera meraih tangan anaknya, "Bangkitlah Dion..." pintanya dengan suara khas yang selalu Dion dengar. lembut dan penuh dengan kasih sayang.


Dion bangkit, pandangannya masih tertunduk karena masih ada kesedihan dalam matanya.


"Bukankah Mama telah menepati janji Mama? Mama tidak akan meninggalkan putra kesayangan Mama sendirian.." ucap Mama membelai kepala Dion.


"Mama..." masih terdengar isak tangis dalam mulut Dion. perasaan yang ia rasakan saat ini begitu aneh. dadanya terasa membuncah dan lega.


"Menikahlah... Mama akan jadi saksi pernikahan kalian..." ucap Mama sambil menyentuh pipi Gadis. seperti memuji penampilan calon istri anaknya itu yang benar-benar seperti seorang Puteri dari negeri dongeng.

__ADS_1


Suara MC kembali terdengar kembali. Dan setelah Bapak memberitahu, MC itupun memberitahukan kepada seluruh tamu undangan siapa wanita yang baru saja datang tersebut. semua orang terlihat bahagia mendengar semuanya.


Mama dengan bantuan Galih, akhirnya ikut duduk di baris pertama tempat duduk tersebut. Berdekatan dengan orang tua Gadis dan mengikuti Pemberkatan siang ini.


Acara siang ini terlihat sangat tenang. Semua tamu mendengar janji yang diucapkan Dion dan Gadis. Sesekali Mama menyeka air mata yang entah kenapa mengucur tanpa henti dan tak mampu di cegah.


putra bungsu yang dulu sangat manja, kini telah siap berumah tangga. menjadi kepala keluarga untuk istri dan anak-anaknya kelak.


Mama berharap, Dion tidak seperti Papa nya. Dion akan bertanggung jawab dan tak akan terpengaruh dengan keadaan di masa depan. karena jantung sebuah rumah tangga ada di pihak wanita. ketika wanita itu terluka atau tersakiti, percayalah... rumah itu akan terasa mati.


Setelah pemberkatan selesai, Gadis dan Dion bersamaan menuju ke tempat duduk orang tuanya. Gadis bersimpuh di depan sang Ibu sedangkan Dion di depan Bapak.


"Ibu... maafkan Gadis...". entah kenapa kat yang Gadis pilih malah meminta maaf. ia merasa selama ini, Gadis selalu menyakiti orang tuanya, jadi anak yang kadang membangkang perintah mereka.


"Restui pernikahan kami Pak," ucap Dion.


Tangan kanan Bapak berada di pundak Dion. menepuk nya pelan dan berucap, "Semua orang tua juga berharap untuk kebahagiaan anak-anaknya... juga dengan Bapak,".


Bapak menghela nafasnya berat, "Dion... kamu pasti sudah pernah mendengar kalau Gadis tak pantai memasak bukan? dia juga tidak pandai berdandan cantik...".


Dion mengangguk akan hal itu. Ya... ia tau kalau Gadis memang tidak bisa memasak.


"Bapak cuma ingin mengingatkannya lagi... apapun kesalahannya, jangan pernah melukai fisiknya...". karena hanya seorang pengecut yang melakukan hal itu.


"Iya Pak... Dio janji..." jawab Dion.


"Dion...". Dion masih mendengarkan Bapak bicara.


"Majuo tanpo Nyingkerke... munggaho tanpo Nyeblokke... dadio apik tanpo ngelek-ngelek... dadio bener tanpo nyalahke...". ucap Bapak.


Petuah Jawa yang berarti :


"Majulah tanpa menyingkirkan orang lain... bangkitlah tanpa menjatuhkan sesama... jadilah baik tanpa menjelekkan yang lain... jadilah benar tanpa menyalahkan lainnya...".


Semua tamu termasuk Arjun, Galih, Akira, Tiara dan Dion juga paham makna itu dari MC yang menyerjemahkannya dalam bahasa indonesia.


Gila... keren sekali... batin Arjun. Pertama kalinya ia mendengar petuah dari orang Jawa asli. dan bukan hanya untuk Dion saja. Arjun juga akan mengingat itu dalam setiap langkahnya.


Tapi beda lagi dengan Galih, ia adalah keturunan Jawa. Kedua orangtuanya dari daerah Jawa dimana paham apa yang dikatakan Bapaknya Gadis.


Pria itu tersenyum kecil dan membuat Tiara yang duduk di sebelahnya ikut paham. "Itu juga berlaku untukmu... jangan gunakan kekuatau untuk menindas orang lain!" ucap Tiara kepada Galih.


"Ck...". Galih hanya berdecak. kapan gue menindasnya? batinnya kesal.

__ADS_1


Sekarang gantian Dion dan Gadis yang berlutut di depan Mama. Sejenak hanya diam yang Dion lakukan. karena tanpa berkata sekalipun, Mama sudah paham apa yang akan Dion katakan.


"Mama... maafkan Dion dan Terima kasih...". ucapnya dengan nafas yang tercekat di tenggorokan.


"Maafkan Dion yang selalu membuat Mama dalam kesulitan... maaf Dion jadi anak yang pembangkang dan selalu menyakiti Mama..." adu Dion.


Sedangkan Mama ikut menangis mendengar semuanya.


"Maafkan Gadis juga Mama..." tambah Gadis.


"Dan terima kasih Mama... terima kasih telah datang kesini. terima kasih telah menemani Dion siang ini, terima kasih untuk semua yang Mama berikan untuk Dion...".


"Sayang...". "Berbahagia lah anakku, Dion Gadis... doa Mama selalu bersama kalian... jadilah pasangan yang selalu mengingatkan satu sama lain... saat dimana salah satu dari kalian bosan, ingatlah selalu perjuangan awal kalian untuk meminta restu... itu akan mempererat hubungan kalian..." pinta Mama. karena badai dalam rumah tangga itu pasti ada. tapi semua itu akan bisa terlewati kalau Dion dan Gadis saling mempercayai satu sama lain.


Pesta pernikahan Dion dan Gadis berlanjut. semua tamu undangan satu persatu memberikan ucapan dan doa tulus mereka.


Juga dengan Pasangan Arjun dan Akira.


Mereka terlihat lebih akrab dari terakhir kali bertemu.


Sedangkan Tiara, entah takdir atau hanya kebetulan di tempat inipula ia bertemu dengan teman kuliahnya yang waktu itu.


"Haha... gue tak percaya kalau kita bertemu di sini juga..." ucap teman pria Tiara yang memang datang ke acara pernikahan ini karena orangtuanya mengenal orang tua Gadis.


Bahkan Tiara juga baru tau kalau pria itu berasal darinkita tak jauh dari kota ini.


"Iya... gue kira Lo temennya MC juga..." gurau Tiara. tak memperdulikan tatapan pria yang cukup jauh darinya tapi mampu membunuh Tiara hanya lewat matanya saja.


"Hahaha...kalau iya, lucu juga ya..." jawab sang pria.


Tiara benar-benar tidak memperdulikan Galih, bahkan gadis itu sengaja ingin tau bagaimana reaksi Galih nantinya.


Ck... pasti mulutnya akan rame nanti... batin Tiara.


Hidup dengan Galih benar-benar membuta Tiara tau bagaimana sifat pria itu.


Memang... Galih tidak pernah menunjukkan bagaimana moodnya di depan semua orang, tapi setelah sendirian pria itu akan memperlihatkannya. entah itu marah, kesal ataupun senang.


Dan Tiara sering melihatnya.


Br*ngsek! umpat Galih dalam hati. bahkan gelas kaca yang dipegangnya tiba-tiba pecah begitu saja.


***

__ADS_1


Nah Lo Tiara... macannya dah ngamuk...


Oh iya, maafkan Authornya ya gara" nyelipin bahasa daerah dikit di dialog Bapaknya Gadis. mungkin kalian akan kesulitan bacanya... bisa juga langsung baca terjemahannya biar paham... Lov Kalian banyak-banyak... bye


__ADS_2