Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
248. Siapa Andre?


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Masih dengan memakai gaun pengantin, Tiara duduk seorang diri. menatap ombak menggulung memecah batu karang di depan sana. tangis yang ia rahan sepanjang perjalan tadi, akhirnya bisa di keluarkan.


"Whaaaa...." jerit Tiara tak tertahankan. sebagai bentuk ungkapan rasa ke kekecewaan yang sejak pagi membalut hatinya.


"Kenapa takdir selalu mempermainkan ku Tuhan? kenapa? apa aku tidak berhak bahagia?" teriak murka. berharap Tuhan juga mendengar akan hal itu. mendengar keluh kesah Tiara yang begitu menyesakkan dada.


Tidak ada orang yang terlihat menyedihkan selain Tiara. berulang kali Tiara dihadapkan pada sebuah masalah yang semakin lama semakin besar hingga membuat Tiara menyerah.


Padahal dia amat mencintai Galih. pria yang akan mempersuntingnya hari ini. tapi Tiara seperti rendah, ia tau diri kalau tak pantas bersanding dengan pria itu. karena... Tiara telah hancur. Dia bukanlah wanita yang suci lagi, wanita yang tidak bisa menjaga mahkotanya untuk sang suami.


Dan siapa yang mau menjadikan tiara ratu? bukan hanya Galih, mungkin semua pria juga menginginkan wanita yang baik untuk menjadi ibu dari anak-anak nya.


Sedangkan Tiara? entahlah...


Sebuah fakta memang, di negara ini banyak wanita yang tersudutkan. di pandang sebelah mata hanya karena telah kehilangan mahkotanya. dihujat bahkan diasingkan dari masyarakat. sedangkan apa ada sanksi bagi si pria dalam masyarakat...?


Para pria akan mudah menjalani kehidupan selanjutnya. tak di beri sanksi padahal mereka juga terlibat. apa itu adil? tapi inilah yang terjadi.


Mereka, para pria memilih wanita yang baik untuk masa depannya. sedangkan selama itu, beberapa kali menghancurkan wanita lain...


Tiara masih terisak. mengalami hal buruk seperti ini, ia kembali teringat dengan kisah hidup Ibu. diasingkan di singkirkan dan di jauhi hanya karena hamil di luar nikah.


"Apa penderitaan Ibu juga seperti ini?" gumam Tiara pelan sambil menatap langit di atasnya.


Ibunya menderita karena harus hidup dengan gunjingan orang lain. sedangkan Tiara, menderita karena batal menikah hanya karena takut calon suaminya tak menerima keadaan Tiara yang seperti ini.


Padahal Tiara belum sekalipun membicarakan hal ini pada Galih. tapi tetap saja, kalaupun ia bicara mungkin saja Galih tak menerimanya. dan hal itu akan jauh menyakitkan bagi Tiara jika Galih mengatakannya langsung. mengatakan kalau ia tak menerima Tiara hanya karena Tiara tak lagi suci.


"Gue mencintai lo Gal... sangat mencintai Lo..." ucap Tiara dengan dirinya sendiri.


***


Di tempat lain, Dion berusaha untuk menghubungi ponsel Galih. juga dengan Akira yang mencoba menghubungi sahabatnya. tapi nihil, keduanya sama-sama tidak mendapat jawaban dari keduanya.


Masih di depan Gereja, Ibu menangis melihat semuanya. walaupun Bella tetap menenangkan beliau, tapi Bella juga sedih. masih tak percaya kalau Tiara sampai melakukan hal itu, mengecewakan semua orang di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya.


"Pasti ada alasan Tiara melakukan itu bukan? pasti dia tak sengaja... pasti ada seseorang yang menghasut Tiara bukan? iya kan Yon?" celoteh Gadis tanpa henti. karena Gadis yakin, Tiara tidak mungkin membatalkan pernikahannya dengan Galih karena keinginan nya sendiri. Gadis yakin, Tiara pasti di hasut orang lain.


"Atau jangan-jangan Tiara di culik?" tanya Gadis lagi. berkaca pada pengalaman pribadinya saat dimana Gadis pertama kali datang ke Ibukota, juga ada kejadian seperti itu. Gadis yang di culik untuk datang ke rumah orang tua Dion waktu itu. mungkin saja Tiara juga seperti itu bukan? apalagi Galih adalah orang penting dalam Pradipta Group.


"Jangan aneh-aneh deh sayang..." tolak Dion. kali ini ia tak percaya dengan dugaan istrinya.


"Mana mungkin Tiara di culik sampai sempat meninggalkan pesan?".


Kalaupun Tiara di culik, Tiara tidak mungkin sempat menulis pesan untuk Galih. sangat mustahil bukan?

__ADS_1


"Tapi lo ingat kan? kemarin Tiara seperti tertekan dan berbeda dari biasanya... dia menjadi sangat pendiam..." ucap Gadis lagi.


ia sangat yakin kalau Tiara memang dalam tekanan seseorang.


Kali ini Dion setuju dengan ucapan istrinya. Ya... kemarin Tiara memang terlihat berbeda dari biasanya. bahkan tidak merespon ucapan Gadis beberapa kali seperti tengah melamun.


"Apa Tiara pernah bercerita tentang sesuatu padamu Ra?" tanya Dion pada Akira. karena selain akrab dengan Gadis, Tiara adalah sahabat Akira. jadi mungkin saja Tiara pernah bercerita tentang masalah-masalah yang mungkin saja ia hadapi.


"Tidak... Mbak Gadis juga pasti tau kan kalau Tiara itu sedikit tertutup tentang apapun yang terjadi padanya? dia tak mau merepotkan orang lain..." jawab Akira mencari dukungan dari Gadis. dan otomatis Gadis mengangguk setuju. kalau tidak di paksa Gadis berulang kali, Tiara tidak akan pernah membagi masalahnya sedikitpun.


Bersamaan dengan itu, salah satu anak buah Arjun menghampiri mereka. "Ada apa?" tanya Arjun.


"Ada seseorang yang seperti mengawasi Anda, Tuan muda sebaiknya masuk ke dalam mobil..." ucap anak buah itu memperingati.


karena keselamatan Arjun adalah hal penting.


"Seseorang? siapa?" Dion bersuara. mengamati sekitaran Gereja untuk mencari orang yang dimaksud.


"Dia... pria yang duduk di taman depan sana..." jawab anak buah itu.


Seketika pandangan semua orang tertuju pada sosok yang dimaksud. menajamkan mata untuk mengenali siapa pria itu. tapi Arjun maupun Dion sama sekali tak tau. selain jarak, pria yang duduk disana juga terlihat tidak familiar bagi mereka.


"Sepertinya gue kenal..." ucap Akira sedikit ragu.


membuat Dion, Arjun dan Gadis beralih menatap Akira mencari jawaban.


"Sepertinya dia Andre... iya tidak sih?" gumam Tiara.


"Dia... benar! dia Andre, mantan pacar Tiara... Ya... gue yakin..." teriak Akira penuh semangat.


"Lo ingat dengan kejadian Tiara putus saat hari ulang tahun lo kan sayang?" tanya Akira kepada Arjun.


Saat awal pernikahan mereka, ada insiden dimana Tiara putus dengan Andre. dimana ulang tahun Andre dan Arjun adalah sama.


"Mantan pacar Tiara?" gumam Gadis.


"Kenapa dia di sini?" gumam Dion.


Masing bertanya-tanya, Arjun ikut bicara "Apa ada hubungannya dengan kepergian Tiara?". membuat semuanya saling pandang.


"Jangan biarkan dia lepas!" teriak Dion memberi komando dan langsung berlari ke arah pria yang duduk di taman diikuti oleh Arjun.


Anak buah Arjun juga langsung sigap, tau apa yang akan mereka lakukan. apapun yang akan mereka dapat, ada atau tidaknya pria itu dengan kepergian Tiara semuanya akan terjawab nanti. setidaknya pria itu tertangkap lebih dulu baru bisa dimintai keterangan.


"Akira, lo yakin kalau dia mantan pacar Tiara..." tanya Gadis.


"Iya mbak... gue yakin... dia Andre..." jawab Akira.


Dengan susah payah, Arjun dan Dion mengejar Andre. apapun yang akan mereka lakukan tidaklah penting. yang penting adalah bisa menangkap Andre lebih dulu.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan br*ngsek!" teriak Andre tak berkutik sama sekali. bagaimana tidak? akhirnya ia tertangkap oleh Dion bahkan kedua tangannya di pegang erat oleh kedua anak buah Arjun.


"A-pa lo An-dre?" tanya Dion dengan nafas yang tersengal. sungguh jarang olahraga benar-benar membuat tubuh Dion terasa lemah. berlari sebentar saja, nafasnya mulai terlihat berantakan.


Ck... umur benar-benar mempengaruhi kesehatan gue!


"Kalian kenal gue?" tanya Andre juga dengan nafas yang berantakan.


"Tidak... tapi jika benar Lo Andre, gue punya beberapa pertanyaan buat lo!" ucap Arjun yakin.


"Dimana Tiara?".


Andre menyentak kasar tangan Arjun ketika hendak menarik kemeja tepat di bagian lehernya. "Gue tidak tau..." jawab Andre kasar.


"Lagian kenapa lo tanya pada gue? gue bahkan tidak pernah bilang kalau kenal dengan Tiara bukan?".


Darah Arjun serasa mendidih mendengar ucapan Andre yang terdengar menjengkelkan. pria itu segera menarik kemeja Andre membuat pria itu tercekik, mengangkat tangan bersiap melayangkan pukulan.


"Kalau lo tidak kenal, lo tidak akan lari ketakutan dan menjawab pertanyaan gue, Br*sek!".


Bukkkk....


pukulan mendarat sempurna di wajah Andre, membuat pria itu meringis kesakitan. bagaimana tidak, pukulan Arjun benar-benar mengenai sasaran.


"Jawab gue! dimana Tiara!" tanya Arjun untuk terakhir kalinya. andai Andre juga tak mau menjawab, Arjun benar-benar akan menghajar pria itu hingga babak belur dan mengakui semuanya.


"Pasti ada campur tangan lo disini, yang membuat Tiara pergi dan membatalkan pernikahannya..." tambah Dion bersuara.


tapi ucapan Dion justru membuat Andre tersenyum yang menambah kekesalan pada mereka berdua.


"Dimana Tiara, JAWAB GUE SI*LAN!" teriak Arjun dan kembali hendak memukul Andre, tapi sekarang teriakan Akira menghentikannya.


"Jangan Jun! jangan..." teriak Akira. "Jangan pukul dia..." pintanya. Akira hanya tak mau Arjun terkena masalah nantinya.


"Jangan..." mencegah tangan Arjun yang sudah terlihat urat-urat kekesalannya.


----


"Lo dimana?" tanya Arjun di seberang sana. setelah beberapa kali mencoba menghubungi Galih, akhirnya pria itu mengangkat teleponnya juga.


"Di jalan..." terdengar jawaban Galih yang begitu frustasinya. siang telah berganti malam, tapi Galih sama sekali belum menemukan keberadaan Tiara.


"Kembalilah... gue membawa seseorang yang mungkin saja bisa lo tanyain..." jawab Arjun.


"Siapa?".


"Pulanglah dulu... gue tunggu lo di proyek baru Pradipta Group!".


Seketika Galih memutar arah laju kendaraannya. dalam hatinya berharap kalau Arjun tidak sedang bergurau di saat-saat seperti ini.

__ADS_1


***


Konfliknya cuma bentar kok...


__ADS_2