Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
48. Ciuman Atau Kecupan?


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Akira berlari mengejar Arjun sambil membawa sebuah bantal yang ada di sofa.


"ARJUN!" teriaknya marah.


Sungguh Akira tidak terima dengan perlakuan Arjun barusan.


Bagaimana pria itu dengan tidak tau malunya telah merampas sesuatu yang sangat Akira lindungi.


Brengs*k! beraninya dia mencuri ciuman pertamaku... kurang ajar!


"Apa yang mereka lakukan?" tanya Papi Johan. Bahkan dalam kamar, beliau mampu mendengar jelas teriakan menantunya itu.


"Biarkan saja Pi," jawab Mami Livia sama sekali tidak penasaran dengan apa yang terjadi di luar sana.


Karena semua itu tentu saja karena ulah Arjun yang mungkin telah mengganggu Akira hingga membuatnya marah.


Arjun berlari menuruni anak tangga dan masuk ke kamar. Tak lupa menutup kembali pintu itu meninggalkan Akira yang jauh di belakang.


Jangankan untuk menyamai lari Arjun, Akira benar-benar tertinggal jauh.


"Arjun... buka pintunya..." teriak Akira di depan pintu.


Tapi, Eh... pintunya tidak terkunci... batinnya keheranan saat tak sengaja memutar gagang pintu itu.


Segera Akira masuk ke dalam.


Yang Akira lihat saat ini adalah Arjun yang meringkuk dengan selimut yang membungkus tubuhnya bahkan sampai menutupi kepalanya.


Awas lo ya!


Akira semakin mendekati Arjun dan naik ke ranjang bersiap untuk memukul pria itu.


Bukk...


Akira telah melayangkan pukulan pertamanya.


"Lo benar-benar kurang ajar ya..." gumamnya pelan. Dan kembali lagi memukul tubuh Arjun hingga ke dua kalinya.


"Cukup Ra..." teriak Arjun di dalam sana.


"Ck, tidak... ini belum cukup atas apa yang telah lo curi dariku..." jawab Akira tak mau mengalah. Kali ini sengaja ia menduduki tubuh Arjun yang memukul pria itu lagi.


Bukk... Bukk...


Bahkan lebih keras dari yang tadi, "Rasakan... rasakan ini..."


Senang sekali Akira bisa membalas semuanya.


Salah sendiri Arjun beraninya mencium bibirnya tanpa ijin.


Padahal Akira sangat menjaga hal itu, bahkan kepada Dean yang notabene nya adalah kekasih Akira saat ini.


"Cukup Ra... oke, gue minta maaf..." ucap Arjun.


Mana tau dia kalau ternyata tadi adalah ciuman pertama bagi Akira. Kalau Arjun tau, tentu saja ia akan melakukan yang lebih romantis agar sampai di ingat gadis itu sampai kapanpun.


Hahahaa... tau gini, gue bikin dia untuk mengingat ciuman pertamanya...


"Minta maaf? terlambat... lo sudah mencuri ciuman pertama gue... huaaa..."


Akira masih memukul tubuh Arjun dengan bantal.


Busett... ni bocah, kenapa duduk di tubuhku sih? gue yang merasa aneh...

__ADS_1


Tentu saja, saat ini Arjun membayangkan bagaimana Akira duduk di atasnya. Menggoda bukan?


Parahnya lagi, sudah sangat lama Arjun tidak menyalurkan hasr*tnya. Hal ini benar-benar membuat dirinya tak nyaman.


Karena udara yang kian panas, Arjun membuka selimut yang menutupi kepalanya dan mengubah posisi tidurnya menjadi telentang. Tentu saja hal tiba-tiba itu membuat Akira sedikit terhuyung dan jatuh tepat di dada Arjun.


"Auu..."


Seketika pandangan mereka bertemu di satu garis lurus. Ini adalah posisi paling intim bagi mereka. Terlihat vulgar memang, hehehe...


"Lo tidak mau pindah?" tanya Arjun yang langsung membuat Akira salah tingkah.


Bodoh sekali... kenapa gue melakukan itu? Akira mengutuk dirinya sendiri karena dengan bodohnya duduk di tubuh Arjun seperti tadi.


Segera ia turun dan duduk di samping Arjun. Melempar pandangannya ke arah mana saja asal tidak menatap pria itu. Malu sekali rasanya berhadapan dengan Arjun saat ini.


"Kenapa turun? gue malah lebih suka lo duduk di atas gue seperti tadi..." goda Arjun.


Di goda seperti itu tentu saja membuat Akira tambah salah tingkah. Agghh... malunya...


Bahkan mungkin saat ini pipi Akira telah berubah warna menjadi merah seperti sebuah tomat.


"Sini..." pinta Arjun meraih tangan Akira agar gadis itu mau berbaring di setelahnya.


"Tidak," tentu saja Akira menjaga gengsinya.


Memang siapa yang mau tidur di sebelah mu...


Akira tidak mau melakukan hal itu setelah apa yang telah di lakukan Arjun kepadanya tadi.


"Kenapa marah?" tanya Arjun, "Gue kan tidak tau kalau lo belum pernah ciuman..."


Tentu saja Arjun tidak mau di salahkan.


"Lagian, kita sudah menikah... jadi tidak dosa bukan?"


Akira sedikit tidak suka dengan alasan Arjun yang mengatakan sudah menikah. Walaupun kenyataanya memang iya, tapi tidak bisa seperti itu juga.


"Itu sangat berarti bagi gue... dan Lo, telah merusaknya..." ucap Akira kesal.


Yaelah... lebay banget nih bocah...


"Lagian tadi hanya kecupan kok, gue gak benar-benar mencuri ciuman pertama Lo..."


Masih aja ngeles pria itu.


Dan sekarang Akira yang tidak paham dengan paa yang barusan dikatakan oleh Arjun.


Apa dia bilang? tidak mencuri ciuman pertamaku?


"Iya, gue hanya mengecup singkat bibir Lo..." tambah Arjun.


"Apa bedanya kecupan dan ciuman?" tanya Akira nyolot. Menurutnya semua itu sama saja. Sama-sama mendaratkan bibir di bibir lainnya.


Jadi di mana bedanya?


Akira ingin tau dimana letak perbedaan kata tersebut.


"Ya beda lah..." jawab Arjun. Karena menurut pria itu, antara Kecupan dan Ciuman benar-benar berbeda. Baik dari ucapan maupun tindakan.


Tidak bisa orang-orang menyamakan antara kedua kata itu.


"Dimana letak bedanya? sama-sama pakai bibir..."


Kini Akira melipat kedua tangannya menantang Arjun untuk menjelaskan kedua kalimat tersebut.


Jika Arjun tidak bisa menjelaskan semua itu, Akira berniat untuk memukul pria itu lagi. Bahkan kali ini menggunakan guling biar lebih berasa rasa sakitnya.

__ADS_1


Berani sekali pria itu macam-macam pada Akira.


"Lo mau tau bedanya?"


Tentu saja seringai di sudut bibir Arjun menandakan kalau pria itu sedang merencanakan sesuatu untuk mengerjai Akira.


"Hm," jawab Akira dengan polosnya.


"Yakin?" tanya Arjun dengan sedikit menaikkan satu alisnya hingga membuat wajahnya terlihat jenaka bagi Akira.


Apa-apaan dia itu? lihatlah wajah bodohnya itu... gerutu Akira dalam hati.


"Gimana? mau tau tidak?"


"Iya-iya... apa bedanya?" tanya Akira masih tetap duduk di samping Arjun.


"Ingat ini baik-baik! kalau kecupan, sama seperti yang gue lakukan tadi... singkat,"


Akira benar-benar mendengarkan penjelasan Arjun dengan seksama. Walaupun ia juga bingung kenapa harus repot-repot melakukan hal itu.


"Kalau ciuman, identik pakai lidah..."


Akira tentu saja tidak paham dengan perkataan Arjun barusan.


Apa maksudnya? begitu ekspresi yang di tunjukkan gadis itu saat ini.


"Gue gak paham maksud lo! Lo pasti ngada-ngada kan?" tuduh Akira.


Mana paham ia akan hal begituan. Dan Akira mengira kalau Arjun hanya membohonginya saja.


"Kenapa tidak paham? penjelasan gue sudah sangat jelas bukan?" gantian Arjun yang kesal.


Nih bocah benar-benar lugu sekali sih? Bahaya sekali kalau sampai kenal dengan orang asing, bisa habis dia...


Akira masih menunjukkan wajah bodohnya hingga membuat Arjun frustasi.


"Biar paham, sini gue praktek in..." kesal sekali Arjun.


Segera Arjun ikut duduk, menyentuh kedua pipi Akira dengan tangannya. Dengan sedikit memiringkan kepala, Arjun berniat untuk mencium bibir gadis itu lagi.


Tapi belum sampai terjadi, Akira sudah mendorongnya.


"Lo mau apa?" tanyanya ketakutan.


"Apa lagi? mengajari Lo tentang perbedaan ciuman dan kecupan lah..." jawab Arjun tanpa dosa sama sekali.


Aiisss... padahal hampir kena...


Bagaimana tidak? tinggal jarak beberapa centi saja, Arjun benar-benar kan mencium gadis itu lagi.


"ARJUN!" teriak Akira lebih murka lagi.


Gadis itu segera meraih kembali bantal dan memukulkannya kepada Arjun.


"Beraninya kau!"


"Aa... ampun Ra..." teriak Arjun masih berusaha menghindar dari pukulan Akira.


Buk... Bukk... (Suara pukulan bantal)


Begitulah situasi di dalam salah satu kamar yang ada di kediaman Pradipta.


Bahkan mereka tak menyadari kalau malam benar-benar telah datang.


***


Hahahah.... Ada yang paham penjelasan Arjun?

__ADS_1


Tinggalkan Like dan Komentar...


See You...


__ADS_2