
HAPPY READING...
***
Sampai di hotel mewah yang tak jauh dari Klub malam, Arjun dan Galih sama-sama pergi menuju ke kamar yang telah mereka pesan dengan pasangan masing-masing.
Tujuan mereka kesini hanyalah untuk bersenang-senang dan menghabiskan malam bersama.
Arjun masuk ke sebuah kamar hotel bersama dengan Lea. Tak lupa mengunci pintu terlebih dahulu dan berjalan masuk sambil memeluk satu sama lain.
"Berapa nomor Rekening lo?" tanya Arjun memulai percakapan. Setidaknya Arjun tidak memakai Lea dengan gratis.
Jangankan untuk semalam saja seperti sekarang, Dulu Arjun bahkan memberikan apapun yang kekasihnya minta. Dari tas, sepatu, pakaian tentu saja dengan Brand keluaran Luar negeri yang harganya cukup menguras kantong.
"Kenapa sekarang? gue percaya sama Lo..." jawab Lea yang kini duduk di pangkuan Arjun. Menatap pria di depannya sambil menyusuri garis kokoh milik Arjun dengan jari telunjuknya.
"Cara bicara Lo seperti itu, membuat gue terlihat seperti seorang pel*cur..." tambah Lea.
"Bukan itu maksud gue... setidaknya Lo tidak akan berpikiran buruk nanti..." bantah Arjun.
Walaupun kenyataannya memang Arjun tak pernah melihat seorang wanita dengan cara berbeda. Di matanya semua wanita akan selalu suka dengan yang namanya uang.
"Baiklah..." jawab Lea dan langsung menyebutkan nomor rekeningnya.
Segera Arjun mengetik nomor itu dan juga beberapa digit nominal angka yang akan dikirimnya kepada Lea saat ini juga.
Notifikasi seketika masuk ke dalam ponsel Lea, tapi gadis itu tidak beranjak sedikit pun.
"Kenapa tidak di lihat?" tanya Arjun penasaran.
"Gue percaya sama Lo..." jawab Lea yakin.
Perlakuan Lea yang begitu lembut, langsung mampu menaikkan hasr*t Arjun sebagai seorang lelaki.
Tangan pria itu juga tak henti-hentinya menelusuri setiap jengkal punggung Lea yang terbuka karena gaun yang dikenakan gadis itu memiliki potongan yang sangat rendah dimana mampu mengekspos tubuh bagian belakangnya.
Apalagi Lea memiliki warna kulit yang putih bersih. Semua pria akan memuji hal itu.
Masih nyaman duduk di pangkuan Arjun, tangan Lea terus bergerak turun menuju ke kemeja yang Arjun gunakan. Dengan telaten, jari jemarinya mampu melepas satu demi satu kancing baju itu hingga membuat d*da Arjun benar-benar terbuka.
"Lo rajin ke Gym?" tanya Lea tanpa mengalihkan pandangannya dari sana.
"Akhir-akhir ini jarang..." jawab Arjun. Dari nada bicaranya, pria itu benar-benar sedang menahan sesuatu.
"Tidak ada bedanya kok..." puji Lea karena tubuh Arjun yang menurutnya sangat indah dan menawan.
Biasanya Arjun lah yang mengendalikan semua permainannya setiap kali berhubungan badan, tapi kali ini terlihat berbeda.
Lea lah yang terlihat lebih agresif.
__ADS_1
Lea merebahkan tubuh Arjun yang setengah telanj*ng. Berdiri di depannya dan langsung menurunkan resleting di gaunnya dengan pose yang menggoda hingga tubuhnya benar-benar tanpa penghalang.
Arjun tersenyum melihat kemolekan tubuh wanita itu. Segera Arjun menarik tangan Lea agar berbaring di ranjang. "Auu..."
Arjun benar-benar tidak sabar lagi.
Saat bibirnya sibuk menjelajahi leher Lea, Tiba-tiba kepala Arjun berdenyut nyeri.
Arjun langsung menghentikan aktifitasnya.
Entah kenapa di kepalanya berputar sebuah adegan dimana Akira tengah berjalan di atas karpet merah menuju ke Altar pernikahan. Sama persis seperti saat dulu ketika merek menikah.
Bukan hanya itu, bayangan saat pertama kalinya Arjun mencium kening istrinya kembali teringat.
Lea yang tau perubahan wajah Arjun langsung bertanya, "Jun, ada apa?" tanya wanita itu penasaran.
Padahal tadi mereka benar-benar akan menghabiskan sisa malam ini bersama, tapi semuanya terhenti karena Arjun yang tiba-tiba melamun.
Ada apa dengan Gue? kenapa tiba-tiba gadis itu muncul di kepala saat ini? batin Arjun bertanya-tanya.
"Jun," panggil Lea lagi karena Arjun masih tidak bersuara seperti tadi.
Seketika Arjun bangun dari ranjang. Memungut kemeja yang tadi sudah teronggok di lantai dan kembali mengenakannya.
"Arjun, ada apa?" tanya Lea semakin penasaran karena sikap Arjun yang tiba-tiba berubah seperti itu.
Entah kenapa bayangan tadi membuat dirinya benar-benar merasa aneh.
H*srat Arjun untuk berhubungan badan tiba-tiba menghilang begitu saja.
Dengan tergesa-gesa Arjun memakai kemejanya. Meraih jas tapi tak di kenakan nya.
"Sorry Lea... gue gak bisa..." ucap Arjun kembali meminta maaf pada calon teman tidurnya barusan.
Arjun meminta maaf karena ia tidak bisa meneruskan semuanya.
Arjun segera meraih kunci mobil yang tadi diletakkannya di atas nakas dan berniat keluar dari kamar hotel itu.
"Arjun!" panggil Lea. Wanita itu benar-benar bingung dengan sikap Arjun yang berubah tiba-tiba.
"Lo tidak bisa seenaknya pergi seperti ini..." tambahnya marah.
Lea benar-benar merasa malu dan juga kecewa. Lihatlah dirinya sekarang... Lea sudah tidak memakai apapun tapi seenaknya sendiri Arjun membatalkan hal itu.
Lea benar-benar merasa terhina. Walaupun dirinya telah menerima uang dari Arjun, tapi setidaknya Arjun tidak meninggalkannya seperti itu.
"Lo yang memintaku tadi untuk menghabiskan malam bersama. Tapi apa yang lo lakukan sekarang?" tanya Lea.
Arjun juga bingung pada dirinya sendiri. Saat ini yang ingin dilakukannya adalah pulang dan menemui Akira.
__ADS_1
Arjun ingin melihat gadis itu saat ini juga.
"Sorry Ya, gue benar-benar tidak bisa meneruskan nya..." ucap Arjun sangat menyesal.
"Jangan khawatir, gue akan menambah uang dan mentransfernya sekarang juga... berapa yang lo inginkan?" tanya Arjun kembali merogoh ponselnya.
Mendengar perkataan Arjun barusan, harga diri Lea benar-benar hancur. Lihatlah bagaimana dia segampang itu menyelesaikan semuanya dengan uang...
"Katakan, berapa yang kamu inginkan..." tanya Arjun lagi. Tapi melihat Lea tak bersuara, Arjun kembali berinisiatif untuk mentransfer sejumlah uang yang nilainya sama seperti tadi.
Hingga tak berapa lama, ponsel Lea kembali berdering menandakan bahwa uang yang ditransfer Arjun telah masuk.
"Maafin gue," setelah mengatakan hal itu Arjun keluar dari kamar hotel. Meninggalkan Lea yang berdiri dengan penuh tanda tanya.
---
Sampai di rumah Pradipta, Arjun langsung berlari menuju ke kamarnya.
Membuka pintu itu dengan sangat pelan karena tidak mau mengganggu Akira yang mungkin saja telah tertidur.
Seperti dugaan Arjun, istrinya itu benar-benar tertidur di kursi belajar. Dia belajar sampai tertidur seperti itu... batin Arjun bicara.
Perlahan Arjun mendekati Akira. Mengamati wajah gadis di depan sana yang terlihat damai.
Hanya melihat Akira saja, kegundahan hati Arjun hilang sepenuhnya.
Dengan sangat yakin, Arjun memindahkan tubuh gadis itu menuju ke ranjang. Menidurkan Akira yang sama sekali tak terganggu.
Dia tidur seperti seekor badak... ejek Arjun karena Akira sama sekali tidak terbangun.
Tanpa menunggu lama, Arjun juga ikut naik ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping sangat istri. Menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.
Entah sihir apa yang Lo lakuin hingga tiba-tiba membuat ku terlihat bodoh... batin Arjun masih tak percaya kalau dirinya benar-benar pulang hanya karena ingin melihat Akira.
"Baiklah karena ini kemauan ku sendiri... mari kita tidur bersama... Akira, Lo adalah teman tidur gue malam ini..." ucap Arjun pada Akira walaupun pada kenyataannya Akira tak mampu mendengar ucapan pria itu.
Arjun langsung memejamkan mata sambil memeluk tubuh Akira. Membenamkan wajahnya di ceruk leher gadis itu untuk merasai wangi parfum persik yang melekat pada tubuhnya.
"Tidur yang nyenyak..." bisik Arjun dan ikut tertidur.
***
Jeng jeng jeng...
Plin-plan sekali Abang Arjun ini... hehehe...
Nikmati Alurnya dan Tinggalkan Like serta komentar... oke???
See You...
__ADS_1