
HAPPY READING...
***
Aku pernah di patahkan, dan aku juga tak sengaja mematahkan...
Aku pernah di buat sedih, aku juga pernah menjadi alasan orang lain bersedih...
Mungkin aku terlalu egois, meminta kebahagiaan tapi terkadang aku masih jadi alasan orang lain kehilangan kebahagiaannya..
GALIH.
---
Galih termenung dengan secarik kertas di tangannya. goresan tinta dari seseorang mulai mengalihkan perhatian Galih dari apapun. bahkan tak memperhatikan kalau banyak ruangan di Apartemen nya yang masih gelap karena lampu yang tidak dinyalakan.
Dengan saksama, Galih mulai membaca tulisan tangan Tiara.
"Gue tidak tau harus memulainya dari mana, bagaimana dan apa yang telah terjadi.
semuanya terasa mimpi bagiku. saat dimana lo datang tiba-tiba dalam kehidupan gue, mengulurkan tangan ketika gue dalam kesulitan, membantu saat gue terpuruk karena kehilangan ibu, sungguh gue masih bingung untuk itu.
Ya... tidak ada yang tau kalau lo mempunyai sifat yang hangat seperti itu. mungkin gue adalah salah satu orang yang mengetahuinya setelah keluarga lo...
walaupun kadang juga masih menyebalkan, bahkan hingga saat ini...
Tapi Gal, gue sudah bahagia melalui semuanya bersama lo. tertawa dan banyak berbagi cerita.
Menangis dan ikut sesak ketika mendengar cerita masa lalu Lo...
walaupun gue tak berhak melakukan itu tapi, sungguh gue ikut kesal dengan ketidakadilan yang pernah lo rasakan.
Gue juga tak tau sejak kapan gue merasa aneh. seringkali mengharapkan lo tetap berada di dekat gue. senyum yang dulu jarang terlihat, mungkin itulah yang membuat gue semakin penasaran dan ingin melihatnya lagi dan lagi.
Dan terima kasih untuk semua yang telah lo lakuin buat gue. gue tidak akan bisa membalasnya sampai kapanpun.
tapi berada di dekat lo, semakin hari semakin membuat gue tersiksa Gal...
Sedikit egois memang, tapi gue ingin semuanya dari lo. cinta, perhatian, gue ingin semuanya. Tapi gue tak berhak bukan?
Ya... gue cukup tau diri. untuk itulah gue memilih mundur. karena banyak bulan yang telah gue lalui bersama lo, berharap lo bisa sedikit lebih tegas.
tapi nyatanya... semuanya hanya impian yang tidak bisa gue genggam.
Gue seorang pencemburu ketika telah menempati suatu hati. sebab gue pernah kehilangan karena sebuah pengkhianatan, dan mati rasa karena terlalu percaya.
*Dan inilah keputusan ku Gal... gue pergi. menjauh dari lo untuk membuat jiwaku tetap waras. Karena bersama lo, gue tidak ada bedanya dengan pel*cur. yang mau dan menuruti semua permintaan lo hanya karena gue suka sama diri lo*.
Untuk kedepannya, tidak lagi. jangan cari gue, karena gue akan bisa hidup setelah ini. apapun yang pernah terjadi pada kita, jangan pernah lupakan. karena bagaimanapun, apapun hubungan ini, lo pernah menjadi bagian yang membahagiakan dalam hidup gue...
Berbahagialah... Terima kasih untuk semuanya.." TIARA.
Galih meremas kuat kertas di tangannya menjadi sebuah bulatan yang tak berbentuk.
matanya memerah seiring dengan guratan-guratan otot di wajahnya.
Hingga di detik selanjutnya, kertas itu jatuh ke lantai. Galih menutup wajahnya dengan kedua tangan. menahan kesedihan dan kemarahan karena kehilangan seseorang. dengan sekali gerakan, botol air dingin di depannya jatuh dan pecah terbentur lantai.
__ADS_1
pecahan botol beserta air membasahi lantai ruangan itu.
Apa yang bisa Galih lakukan jika memang pergi adalah kemauan Tiara sendiri. bahkan jelas tertulis di suratnya kalau Galih tak perlu mencari keberadaan Tiara.
membuat Galih semakin terluka karena hadis yang ia harapkan, gadis yang ia ikat selama ini justru menderita karenanya.
Dan rasa sakit dalam hati Galih, jauh lebih menyakitkan dari yang dulu ketika di tinggalkan Alya. cara Tiara meninggalkannya kembali membuka luka lama Galih.
Ya... tanpa disadari, adanya Tiara dalam kehidupannya mampu mengamati trauma Galih. tapi nyatanya, gadis itu juga pergi. meninggalkan Galih sama seperti wanita di masa lalunya.
Tali yang selama ini mengikat Tiara, seperti terlepas begitu saja.
Seharusnya lo sedikit bertahan Tiara... sedikit bersabar... tapi nyatanya lo juga sama, pergi meninggalkan ku... bagaimana gue setelah ini? bagaimana gue bisa berani menghadapi semuanya?
***
Malam semakin larut. Tiara sudah berbaring di atas ranjang. suasana terlihat begitu asing baginya. karena malam ini, mulai malam ini lebih tepatnya gadis itu akan membiasakan diri di tempat baru.
tempat kost yang akan jadi rumah bagi Tiara untuk beberapa waktu yang akan datang.
Walaupun tak ada yang ia pikirkan, dadanya terasa sesak. bahkan untuk menghela nafas saja rasanya masih berat hingga tak bisa cegah, sudut matanya kembali mengeluarkan air mata.
Biasanya, di jam segini Tiara pasti duduk di kursi makan. menikmati makan malam bersama seseorang. tapi malam ini, Tiara bahkan tidak keluar sama sekali. Bahkan ia hanya mengisi perutnya dengan sepotong roti itupun tak dihabiskan sepenuhnya.
Sekeras makan tiara seperti hilang entah kemana.
---
Tepat pukul 10 malam, Galih mengendarai motor sport milik Dion untuk membelah jalanan Ibukota. Dengan jaket kulit lengkap dengan helm Galih menuju ke suatu tempat.
Hingga setelah 30 menit berlalu, Galih tiba di sebuah kompleks perumahan dimana Bella dan orang tuanya tinggal.
Memasukkan motornya di carport dan berjalan sambil mengamati sekitar.
Biasanya rumah ini juga terdengar ramai ketika Bella tertawa dengan Ibu dan juga Tiara. tapi malam ini, suasana rumah juga terlihat sepi.
Bahkan ketika Galih berdiri di ambang pintu, tak ada sosok yang ia cari.
Ya... kecewa memang, karena Tiara tak ada disana. padahal sepanjang jalan, Galih berharap ada gadis itu disini. berkumpul bersama dengan kedua orang tuanya dan Bella.
Hingga keberadaan Galih disadari oleh Ibu. wanita berdaster itu bangkit dan bersuara, "Galih... kenapa malam-malam begini?", hingga Bella dan Ayah sama-sama mengalihkan pandangannya menatap Galih.
Juga terkejut karena sudah malam tapi Galih justru baru datang.
Galih masih tak bersuara. pandangannya masih terarah ke dalam rumah. menyapu seluruh ruangan mungkin saja ada keajaiban bahwa Tiara muncul dari dalam sana.
Ya, sebesar itu harapan Galih saat ini.
Hingga beberapa saat kemudian, pria itu terduduk di sofa ruang tamu tanpa mengatakan apapun. membuat Ayah, Ibu dan juga Bella semakin tak paham. apa yang telah terjadi pada anak pertama keluarga itu?
"Kakak..." panggil Bella menjadi pertama yang berani bersuara.
Mendekati kakak laki-lakinya dan duduk di samping Galih.
"Dia tak disini," ucap Galih lirih bahkan bibirnya menampakkan senyum aneh, bukan seperti senyum bahagia tapi senyum penuh kesedihan.
"Si-siapa?" tanya Bella penasaran.
__ADS_1
Tak ada jawaban apapun yang terlontar dari mulut Galih.
"Mau Ibu buatkan kopi?" gantian Ibu yang bersuara. karena setiap kali Galih datang, ia selalu meminta minuman pekat itu.
"Tidak usah Buk..." jawab Galih dan langsung bangkit dari duduknya. membuat anggota keluarga itu semakin kebingungan.
Bagaimana tidak? Galih terlihat aneh. Datang malam-malam tanpa kabar dan juga diam tanpa mengatakan apapun.
"Galih pulang saja..." pamit Galih dan langsung berbalik menuju ke pintu dan keluar dengan langkah gontai.
Tepat sebelum naik ke atas motor, Bella mengejarnya. "Kakak...".
Menyentuh motor itu agar kakaknya tak pergi lebih dulu. "Apa ada sesuatu yang telah terjadi?".
Mungkin semua orang bisa dibohongi Galih, tapi tidak untuk Bella. gadis pintar itu sangat peka tentang semua hal yang terjadi di sekelilingnya.
"Kalian bertengkar kan?" selidik Bella. Karena hanya itu kemungkinan yang telah terjadi pada Galih.
Ditanya seperti itu, Galih sama sekali tak menjawab. membuat Bella semakin percaya kalau memang ada sesuatu yang terjadi pada kakaknya itu.
"Apa sih yang kakak lakukan?" tanya Bella kesal. padahal ia adalah pendukung pertama hubungan Galih dan Tiara.
"Dia pergi..." Galih mengakui.
"Apa?" Bella tak menyangka tentang jawaban kakaknya itu.
Pergi? Tiara pergi dari Apartemen kakak? kenapa?
"Kakak... apa yang kakak lakukan? kenapa Tiara bisa pergi? bukankah kakak menyukainya? pasti kakak berbuat jahat padanya..." desak Bella.
Bagaimanapun semua orang tau tentang kelakuan Galih yang kadang menyebalkan juga keras kepala. sedangkan Bella tau bagaimana sifat Tiara, gadis itu selalu mengalah bahkan tak enakan pada siapa saja.
Jika Tiara sampai pergi, berarti hanya ada satu alasan dimana pasti Galih telah berbuat buruk pada Tiara. Ya... Bella yakin akan hal itu.
Di tuduh Bella seperti itu, Galih tak bisa berkata-kata. Ya... gue telah begitu jahat...
"Apa karena wanita itu?" desak Bella lagi. wanita yang Bella maksudkan adalah mantan pacar Galih di masa lalu. wanita yang telah begitu jahat dan menghancurkan kehidupan Galih.
"Bella...".
"Apa kakak gila?" teriak Bella. kesal karena dugaannya memang benar. ternyata semua yang terjadi memang karena Alya.
Dengan sangat berani, Bella menarik tangan kakaknya. membawanya sedikit jauh dari pekarangan rumah takut orang tuanya bisa mendengar pembicaraan mereka nantinya.
Dan disinilah mereka berada. Di seberang jalan di bawah pohon rindang.
"Kakak bertengkar dengan Tiara karena Alya? apa sih yang kakak inginkan?" tanya Bella.
Kecewa, hanya itu yang ada dalam hati Bella saat ini. padahal Bella selalu mendukung kakaknya. menjadi panutannya selama ini. tapi inilah yang membuat Bella kesal, Galih sellau bertindak bodoh.
"Bel-,".
***
Nih, 2 Part untuk hari ini... ayo bilang apa?? hehehe...
Selamat berakhir pekan... besok gak ada Up ya... kita ketemu hari senin... See you and Lop kalian banyak-banyak...
__ADS_1