Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
111. Cari Perhatian.


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Matahari telah terbit beberapa menit yang lalu.


Cuaca dingin yang mampu menusuk tulang berangsur-angsur berubah menjadi hangat. Menjadikan suhu tubuh kembali seperti semula.


Burung-burung pun mulai bertengger di ranting-ranting pohon sambil bernyanyi ria menyambut pagi.


Dan di sinilah Arjun berada. Duduk sambil berpangku tangan di teras depan rumah yang berada di kawasan kompleks perumahan.


Di bawahnya tercecer beberapa puntung rokok menandakan kalau pria itu benar-benar bergadang untuk menghilangkan kantuknya.


Bahkan cuaca semalam yang terasa dingin tak juga membuat Arjun menyerah.


Tekadnya sudah bulat untuk menunggu sang penghuni rumah membukakan pintu untuk dirinya.


"Sayur... Sayuur..." suara Abang sayur menjadi satu-satunya suara yang paling di tunggu oleh ibu-ibu kompleks tersebut.


Ketika motor buntut yang telah dimodifikasi Abang sayur sudah berhenti, seketika ibu-ibu mulai datang dan mengerubungi dagangannya sampai tak terlihat wajah si penjual itu.


Arjun, pria yang biasanya tak pernah melihat kejadian itu langsung berdiri sambil sesekali melihat karena penasaran.


Wow... Artis sih kalah tenar dengan Tukang Sayur itu... batinnya terpukau.


Para ibu-ibu itu langsung mengerumuni si penjual sayur mencari bahan masakan untuk keluarga mereka, mengalahkan seorang penggemar yang meminta foto serta tanda tangan dari seorang artis.


Arjun masih mengamati keadaan Tukang sayur yang mulai sibuk menghitung belanjaan para pelanggannya. Hingga tak menyadari kalau di belakang sana, pintu sudah terbuka dengan seseorang yang menampakkan diri tepat di ambang pintu sambil berkacak pinggang.


"Lo?"


Astaga, Kaget gue! batin Arjun sampai terperanjat dan menyentuh dadanya, memastikan kalau jantungnya masih berada aman di tempatnya.


Bagaimana tidak terkejut, suara dari Akira seperti suara malaikat pencabut nyawa yang terdengar menggelegar.


Memang bagaimana suara Malaikat pencabut nyawa? entahlah Arjun juga belum pernah menemuinya. hehehe..


"Sayang..." di detik selanjutnya, Arjun menghampiri istrinya sambil merentangkan kedua tangan. Kali aja istrinya mau untuk memeluk dirinya yang kedinginan semalam suntuk. Mungkin saja Akira mau memberi sedikit kehangatan untuk Arjun agar tidak mati konyol karena kedinginan.


"Mau apa?" bentak Akira dengan mode galaknya.


Ya Tuhan! galak benar istri gue...


Entah kenapa Arjun malah suka dengan cewek-cewek seperti Akira. Galak dan sulit untuk di dapatkan.


Ada sensasi tersendiri menghadapi gadis seperti itu.


"Mau peluk..." jawab Arjun dengan polosnya. Bahkan sampai menggoyang-goyangkan bahunya serentak.


"Ck," Akira berdecak.


Dasar tidak tau diri! memang siapa yang mau di peluk olehnya?


Rasa kesal Akira sudah berada di ubun-ubun tapi dengan entengnya pria di depannya berlagak seperti tidak pernah melakukan kesalahan apapun.


Padahal semalaman Akira menangis. Tentu saja menangisi pria itu yang telah bermain hati dengan wanita lain.


Mata pria itu tak henti-hentinya menatap tubuh Akira mulai dari atas sampai ke bawah dan kembali ke atas lagi beberapa kali.


"Apa lihat-lihat? mau gue colok mata Lo?" tanya Akira sambil mengarahkan jari telunjuk dan tengahnya ke diri Arjun. Seperti benar-benar ingin mencolok kedua mata pria itu secara bersamaan.


"Sayang... kenapa kamu galak sekali sih," goda Arjun. Tapi Akira sama sekali tidak peduli, gadis itu tak berniat menjawab sedikitpun ucapan Arjun.

__ADS_1


Melihatnya memakai pakaian itu, gue jadi gemes... ingin sekali memakannya,


"Haeemm..." ucap Arjun sambil tangannya seolah sedang membawa sebuah apel dan menggigitnya.


Sedangkan Akira langsung bergidik ngeri, Dasar sinting! umpatnya pada perilaku Arjun yang seperti orang gila.


"Jangan dekat-dekat! gue mau beli sayur..." usir Akira sambil menuding Arjun tanpa dosa sama sekali.


Setelah mengatakan demikian, Akira berjalan menuju ke depan rumah hendak bergabung dengan Ibu-ibu lain membeli sayur dan ikan.


"Mau apa Lo?" teriaknya lagi ketika mengetahui Arjun berlari menuju ke pagar rumah.


"Bukain pintu buat istriku..." jawab Arjun dengan senyum yang entahlah... Akira saja geli melihatnya seperti itu.


Arjun benar-benar membuka pagar besi di depannya, "Silahkan sayang..." ucapnya dengan halus.


Ck... aku tau kalau dia mencoba untuk membujukku... tidak akan terpengaruh bedebah!


Akira hanya melengos sambil berjalan mendekati Abang Sayur. Mulai membaur bersama dengan Ibu-ibu lain.


Tapi saat Akira sibuk memilih sayur, salah satu ibu di sampingnya bersuara "Akira... dia suami mu ya?" tanyanya hingga membuat Akira langsung menatap ke arah pagar rumahnya.


Ck, apa-apa dia itu? menempel di pagar seperti seekor cicak! ledek Akira dan kembali lagi memilih sayur.


Ia hanya tersenyum sebagai bentuk jawaban atas pertanyaan ibu-ibu di sampingnya.


"Tampan sekali ya..." puji lainnya.


"Iya, Akira beruntung sekali telah menikah dengannya..." tambah lainnya.


Sedangkan si pencari perhatian itu hanya sesekali tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah istrinya. Apa dia gila?


Karena hanya orang gila yang bersikap seperti Arjun.


"Kemari lah, bantu istri mu...",


Tentu saja Arjun bersedia. Dengan penuh semangat juga senyum aneh yang mengukir bibirnya, pria itu berlari mendekati istrinya.


"Sayang... kamu bingung memilih sayur?" tanya Arjun kepada Akira.


"Wow... manis sekali sih,"


"Iya... Suami Akira benar-benar perhatian,"


Bahkan ibu-ibu yang lain lebih heboh lagi. Ada yang tanya apakah Arjun memiliki saudara yang sama tampannya. Hal itu tentu saja membuat Akira tak nyaman.


Dasar tukang Caper! umpatnya dalam hati.


"Bu Ida, belanjaannya sudah belum? biar saya hitung..." sela Tukang Sayur sebal. Karena para pelanggannya malah hanya memuji ketampanan seseorang dan mengabaikan dagangannya.


"Sabar dikit napa sih Bang! berapa semuanya? " jawab Bu Ida sewot.


"Ikan setengah kilo, 2 ikat bayam, cabai.. 45 ribu Bu..." ucap Abang Sayur dan mulai menghitung belanjaan pelanggannya.


"Biar saya yang bayar..." ucap Arjun menyela pembicaraan antar pembeli dan penjual tersebut.


Bahkan sampai Akira menatap suaminya dengan rasa tak percaya.


Apalagi Tukang sayur itu, membuka mulutnya syok.


"Biar Saya borong semuanya... berapa?" tanya Arjun yakin.


"Se-mua-nya?" tanya Tukang Sayur masih tak percaya dengan apa yang dikatakan pria muda di depan sana.

__ADS_1


"Iya semuanya... biar saya yang membayar semua dagangan Anda..." jawab Arjun sambil menatap istrinya.


Benar-benar gila! begitu hati Akira bicara.


Tukang Sayur itupun kegirangan karena ada seseorang yang sangat baik hati seperti itu. Bukan hanya itu saja, Ibu-ibu yang tidak jadi mengeluarkan jatah uang belanjanya juga bahagia.


"4 juta saja Pak..." jawab Tukang Sayur yakin.


Untung dikit juga tak masalah baginya yang penting dagangannya habis. Karena beberapa hari terakhir Tukang Sayur itu selalu pulang dengan membawa sisa sayur dan juga ikan yang tak terjual dan itu sangat menyesakkan dada.


Apalagi dia harus membiayai sekolah anaknya yang berjumlah 3 orang.


"Pegang ini, tunggu sebentar..." ucap Arjun menyerahkan sejumlah uang dan pergi dari kerumunan tersebut.


Pria itu berlari menuju ke dalam mobil, hingga beberapa saat telah kembali dengan setumpuk uang.


"Ini sisanya... coba hitung dulu," perintah Arjun.


Dengan wajah kebingungan antara senang dan terharu, Tukang sayur itu mulai menghitung lembar demi lembar uang dengan pecahan berwarna merah.


Bahkan menghitung dengan air mata yang mengalir karena terharu.


"Apa kurang?" tanya Arjun.


Seketika Tukang Sayur itu ambruk dan hendak mencium sepatu Arjun tapi Arjun sudah mundur lebih dulu. Dia bukanlah Tuhan yang harus di sembah seperti itu.


"Terima kasih Pak... Terima kasih..."


"Jangan seperti itu," tolak Arjun juga gugup melihat pemandangan yang sama sekali tidak terpikirkan.


"Bangunlah..." perintahnya.


"Belanjaan mu sudah sayang?" kini Arjun ganti bertanya pada Akira.


Sedangkan Akira langsung mengangguk dengan bodohnya.


Tukang sayur itu langsung membungkus semua belanjaan Akira bahkan sambil memasukkan beberapa aneka sayur dan ikan lainnya yang tidak di pilih Akira.


"Bilang saja pada semua orang, kalau dagangan ini gratis..." pinta Arjun dan Tukang Sayur itu pun mengangguk setuju.


"Terima kasih ya Akira... Terima kasih Nak..." ucap Ibu-ibu yang ada di sana.


"Mari Bu..." pamit Arjun sambil menggandeng tangan istrinya kembali masuk ke dalam rumah.


Dan tiba di rumah Akira seperti tersadar atas apa yang telah terjadi barusan.


Apa-apaan dia itu? bahkan memborong semuanya tanpa ragu sedikitpun...


"Sayang..." panggil Arjun.


"Apa Lo!" teriak Akira.


"Apa yang salah denganku?" tanya Arjun tak paham. Tadi gadis itu sangat galak, tiba-tiba bengong seperti orang kesurupan dan sekarang kembali lagi pada mode galaknya.


"Ck, dasar CAPER!" umpat Akira dan langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan Arjun sendirian.


***


Hahaha...


Emang bener Caper banget nih orang...


Semoga syuka dengan Part ini...

__ADS_1


Love kalian...


__ADS_2