
HAPPY READING...
***
2 Bulan Kemudian.
Pagi hari, Mami Livia berada di ranjang kamar Arjun dan Akira. bibirnya tak lepas menciumi pipi kanan dan kiri Starla bergantian. membuat bayi mungil itu menggeliat mungkin karena geli. tapi tak membuat Mami menghentikan aksinya.
Beliau bahkan tak memperdulikan Arjun yang sedang mandi sedangkan Akira terlihat duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambut.
"Kamu akan meninggalkan oma sayang?" gumam Mami Livia pada cucu kesayangannya itu. Walaupun Starla masih berumur 3 bulan, tapi bayi itu terlihat merespon dengan cara tersenyum sambil mengayunkan kakinya bergantian.
"Oma akan sangat rindu nanti.." tambahnya. Sedangkan Akira hanya tersenyum mendengarkan keluhan Ibu mertuanya itu.
Ya... ini adalah pertama kalinya bagi Starla pergi dari rumah Pradipta. Bahkan bayi mungil itu belum sempat di ajak pergi ke rumah Ayah Adam, tapi kali ini Starla, Akira dan Arjun akan melakukan perjalanan ke kota lain.
"Kami hanya pergi 3 hari kok Mi..." Akira bersuara.
"Tapi tetap saja, Mami rindu dengan cucu kesayangan Mami ini..." jawab Mami kembali mengajak bicara Starla hingga bayi itu kembali tersenyum dan mengoceh tanpa henti.
Adanya Starla benar-benar memberi nuansa baru pada rumah mewah ini. Tangis Starla mampu membuat semua penghuni rumah sangat panik bahkan tak jarang Mami rela terbangun dan menghampiri kamar anak dan menantunya untuk membantu menenangkan cucunya itu.
Ya... Starla sering menangis ketika Akira mengganti popok di tengah malam.
Tapi semua itu tak membuat Akira merasa lelah ataupun kesal. justru ibu muda itu sangat menikmati perannya sebagai orang tua baru. karena ketika pulang dari kampus, senyum Starla yang menyambut nya benar-benar menjadi pengobat rasa lelah.
Agghh... rasanya benar-benar membahagiakan ada orang yang menunggu Akira di rumah ini.
siapa lagi kalau bukan Starla, putri kesayangannya dan kesayangan semua orang.
Starla benar-benar tumbuh dengan kasih sayang banyak orang. Bahkan Papi yang sekarang telah pensiun dari jabatannya menjadi orang pertama yang kerap menggendong Starla saat di rumah. walaupun ada pengasuh untuk Starla, tapi peran Mami dan Papi lebih penting.
Bahkan di akhir pekan ketika Arjun dan Akira di rumah, Starla juga tetap menjadi hak milik Opa dan Omanya.
Sungguh hubungan Akira dan Arjun tidak berubah walaupun ada Starla di antara mereka. Arjun dan Akira masih seperti pengantin baru setiap harinya.
"Kenapa Mami tidak ikut sekalian?" tanya Arjun yang ikut nimbrung. pria itu baru saja keluar dari kamar mandi.
"Tidak... perjalanan itu terlalu jauh buat orang tua seperti Mami..." keluh Mami. Sebenarnya bukan itu alasannya, Mami hanya tidak mau ikut campur urusan anak muda.
"Baru punya satu cucu loh Mi... kenapa sudah loyo?" goda Arjun. sedangkan Akira tertawa dengan gurauan suaminya itu.
"Omong kosong... Mami masih kuat untuk merawat anak-anak kalian..." jawab Mami sewot. Jangankan merawat Starla, tambah 3-4 anak sekaligus juga Mami rasa tak masalah.
"Iya-iya... Arjun percaya," jawab Arjun dan berlalu pergi menuju ke ruang ganti pakaian.
---
Di tempat lain, Galih dan Tiara telah menyiapkan koper mereka masing-masing dan bersiap meninggalkan Apartemen tempat tinggalnya.
"Yakin tidak ada yang tertinggal?" tanya Galih memastikan sebelum mereka keluar dari sana. karena biasanya ada saja yang tertinggal ketika hendak pergi. entah itu ponsel, dompet ataupun benda lainnya.
__ADS_1
Karena perjalanan kali ini cukup lama, jadi harus di persiapkan secara matang.
"Sepertinya sudah semua..." jawab Tiara sambil mengingat-ingat lagi.
"Baiklah...".
Galih dan Tiara akan menuju ke rumah Pradipta. setelah itu mereka kaan sama-sama pergi ke Bandara untuk memulai perjalanan.
Karena ada Starla dalam perjalanan mereka, sehingga telah disepakati untuk memilih jalur udara saja yang lebih singkat dibandingkan jalur darat.
Ngomong-ngomong sampai sekarang, Akira belum tau kalau Tiara tinggal bersama dengan Galih. Arjun benar-benar bisa menyembunyikan semua itu. Beda lahir dengan Dion dan Gadis yang sudah tau sejak pertama kali mereka datang ke Ibukota. Mereka juga tidak punya hak untuk memberitahu semua itu pada Akira.
Di dalam mobil menuju ke rumah Pradipta, ponsel Galih terdengar berbunyi beberapa kali.
Membuahkan Tiara bersuara, "Kenapa tidak Lo angkat?".
"Tidak..." jawab Galih datar. bahkan membuat Tiara sampai menatapnya lama karena tidak terlihat risau sama sekali dengan suara panggilan dari seseorang.
"Angkat dulu kenapa sih?" protes Tiara lagi.
"Lo mau mengangkatnya?" malah Tiara yang bingung dengan respon Galih barusan.
Kenapa? batin gadis itu terkejut.
Terlihat aneh bukan kalau Galih sampai menawarkan Tiara mengangkat telepon di ponselnya.
Padahal ketika dulu dengan mantan pacarnya, Tiara bahkan tidak berani mengecek ponsel milik Andre. tapi Galih benar-benar beda. Dengan mudahnya pria itu menyuruh Tiara menjawab telepon yang masuk.
Tiara masih ragu apakah ia harus menjawab telepon itu atau menolaknya saja. ia takut dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nanti.
"Tidak..." sehingga Tiara memutuskan untuk menolak perintah Galih. membiarkan ponsel itu terus berdering sepanjang jalan.
Gue tidak bisa selancang itu bukan?
Bahkan pilihan Tiara mungkin saja tepat. karena Galih tidak marah ataupun mengatakan apapun setelahnya. pria itu terlihat tenang mengendarai mobil pagi ini.
Ya... sepertinya pilihanku tepat.
Setelah 30 menit berada di jalanan, mobil hitam itu mulai memasuki kediaman Pradipta dan berhenti tepat di depan teras rumah tersebut.
Terlihat 3 koper sudah siap, yang Galih duga adalah milik Arjun, Akira dan koper bayi mereka karena warna merah muda yang sangat mencolok.
"Apa gue ikut turun?" tanya Tiara.
"Tidak usah... tunggu disini saja," ucap Galih dan segera keluar dari mobil.
Tiara pun paham, gadis itu tetap duduk di dalam mobil sedangkan Galih langsung masuk kedalam rumah tersebut.
Cukup lama Tiara menunggu. hingga koper-koper yang tadinya berada di Teras telah diangkut dengan sebuah mobil yang terparkir tepat di belakang mobil Galih.
Supir juga telah siap dengan berdiri di samping mobil tersebut tapi anehnya tidak ada orang yang keluar dari dalam rumah sama sekali. membuat Tiara kebingungan dan bertanya-tanya.
__ADS_1
Kenapa mereka tak kunjung keluar?
Rasa penasarannya semakin bertambah ketika ponsel Galih kembali berbunyi. membuat Tiara celingukan bingung harus melakukan apa.
Apa yang dia lakukan di dalam sana? batin Tiara.
Entah dapat keberanian darimana, Tiara penasaran dengan siapa yang tengah menelpon Galih. Dengan yakin Tiara meraih ponsel pria itu dan melihat nama yang tertera di layar tersebut.
Alya?
Satu nama yang mampu membuat ingatan Taira tersadar kembali. Ya... nama itu sudah tak asing lagi baginya. pemilik nama itu tak lain adalah mantan kekasih Galih.
Apa yang harus gue lakukan? batin Tiara.
walaupun Tiara tidak memiliki hubungan apapun dengan Galih, tapi melihat ada wanita lain yang menelpon sungguh mampu membuat hatinya terusik.
Apalagi hari demi hari, Tiara benar-benar memiliki perasaan pada pria yang telah menolongnya itu. Ya... Tiara mulai jatuh cinta dengan Galih. pria yang bahkan jarang tersenyum dan terlihat dingin tapi mampu membuat perasaannya campur aduk.
Setelah melihat ke arah pintu dan tak ada tanda-tanda Galih akan keluar, tanpa pikir panjang Tiara mengangkat panggilan tersebut dan menempelkannya pada telinga kirinya.
Terdiam hingga di seberang sana Alya menyapa lebih dulu,
"Halo Galih...".
Tiara masih tak bersuara.
"Galih... bisa mendengar ku kan? apa kamu sedang dalam perjalanan ke Perusahaan?".
"Maaf, aku yang mengangkat teleponnya..." ucap Tiara.
tanpa ia sadari, ucapannya itu mampu membuat Alya membulatkan mata karena terkejut.
"Oh maaf, aku kira Galih tadi..?".
"Apa ada hal penting? Galih sedang - em... dia di kamar mandi, nanti aku sampaikan..." bohong Tiara. entah apa maksud perkataannya itu.
Tapi memang sengaja, bahkan Tiara tak bersalah telah berkata seperti itu.
"Oh, tidak... tidak ada hal penting kok..." jawab Alya cukup tau diri.
karena memang sebenarnya tidak ada hal penting yang perlu ia bahas dengan Galih. hanya saja beberapa hari terakhir Galih jarang membalas pesan singkat yang ia kirimkan.
"Oh begitu ya...".
Alya mematikan panggilan teleponnya secara mendadak. bersamaan dengan itu Tiara juga melihat Galih keluar dari dalam rumah bersama Arjun dan Akira.
aahhh... untung saja tidak ketahuan...
***
Siapa yang nunggu kisah Galih dan Tiara???
__ADS_1
Tapi setelah Dion nikah ya... baru kita bahas Mereka...