
HAPPY READING...
***
Acara makan malam dengan salah satu rekan bisnis Perusahaan Arjun berjalan dengan lancar. Sesuai rencana, Arjun dan Galih tidak langsung pulang ke rumah mereka masing-masing.
Mereka akan menghabiskan malam ini di Klub malam dan berlanjut ke hotel dengan wanita yang akan menjadi teman tidurnya.
Dengan mengendarai mobil Arjun, Galih terlihat sibuk mengemudi di jalanan yang sesak dengan kendaraan lain. Apalagi malam ini adalah akhir pekan dimana banyak sekali pasangan muda-mudi yang berboncengan memenuhi jalanan ibukota.
Beda dengan Galih, Arjun yang duduk di bangku belakang sesekali memejamkan mata untuk mengusir penat akibat seharian bekerja dan melihat layar Laptop tanpa henti.
"Dion ikut kan?" pertanyaan Galih seketika membuat Arjun membuka matanya.
"Lo tidak memberitahunya tadi?" Arjun balik bertanya. Karena ia sama sekali tidak menghubungi sahabatnya yang satu itu.
"Belum," jawab Galih.
Arjun merogoh saku jasnya untuk mengambil ponsel. Ya... pria itu akan menghubungi Dion untuk mengajaknya ke Klub malam seperti biasa.
Setelah mendapat jawaban dari Dion, Arjun langsung mematikan ponselnya. Ia tidak mau ada yang menggangu dirinya malam ini.
Tiba di Klub malam, Arjun dan Galih langsung di sambut dengan dentuman musik yang menghentak serta aroma minuman keras yang langsung menguar di udara.
Galih berjalan menuju ke ruangan biasa, tapi beda dengan si pemilik mata elang di belakangnya. Ya... Arjun. Pria itu langsung menemukan mangsa yang cocok untuk dirinya malam ini.
Pria itu terdiam sambil mengamati pergerakan wanita di jarak yang lumayan jauh darinya.
"Ngapain lo diam saja?" tanya Galih yang keheranan. Gara-gara Arjun, Galih juga ikut berhenti dan menunggu sahabatnya.
"Lo naik duluan... gue menemukan seseorang," jawab Arjun yakin.
Mau tak mau Galih pergi duluan dari sana. Menuju ke ruangan VIP yang selalu mereka pesan setiap kali datang ke tempat ini.
Sedangkan Arjun berjalan ke arah lain menuju ke gerombolan wanita di ujung sana.
"Hai..." bisik Arjun tepat di telinga wanita berambut panjang di depannya.
Otomatis wanita itu menjingkat dan memutar tubuhnya melihat siapa yang mengejutkannya barusan.
"Lo?" ucap wanita yang tak lain adalah Lea. Wanita yang pernah di temui Arjun tempo hari di tempat ini juga.
"Kenapa? terkejut?" tanya Arjun sambil terus menatap wanita di depannya seolah sedang menelanj*ngi Lea.
"Tidak..." bohong Lea. Walaupun sebenarnya ia terkejut dengan keberadaan Arjun yang tiba-tiba berdiri di belakangnya.
"Lo sendirian?" tanya Lea mengedarkan pandangannya mencari sosok lain yang mungkin saja datang bersama dengan Arjun.
"Tidak... ada temen gue di atas..." jawab Arjun.
Lea pun mengangguk mendengar jawaban Arjun.
__ADS_1
Apa ini takdir ku? bisa bertemu dengannya lagi di tempat ini? batin Lea sedikit kegirangan.
Siapa sih yang tidak suka dengan Arjun, pria itu sangat tampan. Arjun juga memiliki tubuh yang bagus dengan garis wajah yang kokoh dan menawan. Semua wanita juga akan tertarik padanya. Begitu juga dengan Lea.
"Mau gue traktir minum?" tanya Arjun tanpa berbasa-basi. Itulah kehebatan pria itu. Arjun mampu mengatakan apapun yang ia inginkan tanpa bertele-tele.
"Tentu saja..." jawab Lea. Wanita itu juga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk lebih dekat dengan Arjun.
"Ayo..." ajak Arjun.
Lea pun mengangguk, "Gue duluan ya..." pamitnya pada teman-teman Lea. Dan setelahnya Lea pergi bersama dengan Arjun meninggalkan lantai dasar tempat itu.
Arjun menggandeng tangan Lea menuju ke ruangan yang dimaksudkan. "Salah satu ruangan ini adalah tempat pribadi kalian?" tanya Lea.
"Anggap saja begitu..." jawab Arjun. Toh pada kenyataannya memang seperti itu. Galih, Dion dan Arjun memiliki 1 ruangan VIP yang selalu terbuka untuk mereka.
Mendengar jawaban Arjun membuat Lea tersenyum lucu.
Hingga mereka tiba di sebuah pintu ruangan. Arjun langsung membuka pintu itu dan mempersilahkan Lea masuk.
Baru Lea menginjakkan kaki di ruangan itu, matanya langsung membulat sempurna.
Nafasnya terasa tercekat di tenggorokan.
"Kenapa?" tanya Arjun penasaran.
"Tidak..." elak Lea. Wanita itu berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
Ck... cepat sekali dia bertindak... batin Dion yang tak percaya kalau Arjun telah menemukan seseorang untuk menemaninya malam ini.
Sedangkan Galih, mimik muka pria itu langsung berubah. Galih tak henti-hentinya menatap wanita yang masuk bersama dengan Arjun barusan. Gue seperti tidak asing dengan wanita itu...batinnya bicara.
Mungkin karena Galih telah menenggak beberapa gelas minuman keras, pria itu menjadi sulit untuk mengingat-ingat.
Lea duduk di samping Arjun. Wanita itu sesekali menundukkan pandangannya entah karena malu atau karena apa, hanya Lea yang mengetahuinya.
"Kenalkan... dia Lea..." ucap Arjun memperkenalkan wanita di sampingnya.
"Dion," ucap Dion memperkenalkan diri lebih dulu.
"Galih," ucap Galih datar.
Sejenak Lea berdeham untuk sedikit membuat tenggorokannya nyaman, "Lea,"
Benar kan, gue kayak mengenal wanita itu... suaranya sangat familiar... batin Galih lagi.
"Jadi, lo sering kesini?" tanya Dion mencoba untuk mengakrabkan diri dengan wanita di depan sana.
"Tidak... hanya beberapa kali saja..." jawab Lea.
Ya, bisa di bilang kalau Lea masih baru di tempat ini. Lebih tepatnya 1 bulan yang lalu dia mulai datang ke Klub malam ini untuk sekedar bertemu dengan teman-temannya.
__ADS_1
"Lo bukan warga asli sini?" tanya Dion lagi.
Diantara ketiga pria di sana, hanya Dion lah yang selalu gampang akrab dengan siapa saja.
Sifat Dion yang periang tentu saja membuat orang yang baru di kenalnya tidak merasa sungkan untuk diajak bicara.
"Gue lahir di sini, tapi beberapa tahun belakangan tinggal di NY..." jawab Lea.
"Kuliah?" tanya Arjun.
"Tidak..." jawab Lea.
"Lalu?" gantian Galih yang bersuara.
Setidaknya pria itu sedang memikirkan sesuatu yang cukup mengganggu pikirannya.
Duh... apa perlu gue jawab? batin Lea ragu.
"Em... itu,"
Arjun yang tau perubahan wajah Lea langsung menyela, "Gak perlu di jawab kalau Lo keberatan..." ucapnya.
Lea tersenyum, Syukur lah...
"Ayo minum lagi, biar gue yang menuangnya..." ucap Lea mengalahkan topik percakapan diantara mereka.
Waktu berjalan begitu cepat. Yang tadinya ruangan itu diisi dengan Arjun, Dion, Galih dan juga Lea kini terlihat ada orang lain yang ikut.
Mereka adalah wanitanya Galih dan satunya adalah wanita yang sudah di pesan oleh Dion.
Mereka benar-benar menikmati malam di temani dengan minuman keras yang entah sudah berapa banyak botol yang habis.
Arjun berjalan ke luar bersama dengan Lea, Galih dan juga wanitanya.
Karena Galih tadi menjadi supir bagi Bosnya, ia juga harus pergi bersama bukan?
"Kami duluan ya..." ucap Arjun kepada Dion dan teman kencannya.
"Oke, have fun..." jawab Dion dengan mata yang sedikit memerah.
"Lo masih bisa nyetir kan?" tanya Arjun kepada Galih untuk memastikan. Bagaimanapun ia tidak bisa mengendarai mobil itu dengan kondisi mabuk dimana akan membahayakan nyawa orang lain.
"Bisa kok..." jawab Galih yakin. Setidaknya ia masih dalam kondisi yang cukup sadar.
Akhirnya Lea dan Arjun duduk di bangku tengah sedangkan Galih dan teman kencannya duduk di bangku depan.
Mobil itupun melaju di jalanan menuju ke sebuah hotel yang tak jauh dari Klub malam tersebut.
***
Haduhh... bingung ama sikap Arjun, hehehee...
__ADS_1
Jangan lupa Like dan tinggalkan komentar...