Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
32. Kejahilan Arjun.


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Matahari sudah terbit sejak 1 jam yang lalu.


Tapi sepasang suami istri di dalam sebuah kamar di lantai 2 masih terlihat tenang dan tertidur lelap.


Mereka adalah Arjun dan Akira.


Yang pertama membuka mata adalah Arjun. Mengerjapkan matanya, Arjun merasa ada sebuah benda yang sedikit berat berada di tangannya. Apa ini? batinnya kebingungan, apalagi tangannya juga sedikit mati rasa.


Perlahan Arjun melihat ke arah samping, dan matanya langsung membulat sempurna. Eh, Akira? tentu saja Arjun terkejut dengan sosok gadis yang tertidur di sampingnya.


Bukan hanya itu, gadis itu tertidur sambil memeluk tubuhnya yang...


"Sejak kapan gue melepaskan kaos ku?" gumam Arjun pelan. Saat ini dirinya benar-benar setengah telanjang.


Arjun mencoba untuk mengingat kejadian semalam. Dan tentu saja ia ingat kalau semalam dirinya bertemu dengan Dion dan juga Galih.


Lalu kenapa gue bisa disini? batinnya mencoba untuk mengurai kejadian semalam.


"Benar! gue datang kesini semalam..." Arjun ingat akan hal itu.


Tapi yang tidak ia ingat adalah bagaimana mereka bisa tidur berdua dalam kondisi seperti ini, sangat intim bagi siapa saja yang melihat.


Bukannya protes ataupun menolak, Arjun malah ingin menikmati hal itu sedikit lebih lama. Baiklah... ayo lakukan sampai siang... batinnya penuh kemenangan.


Arjun sengaja kembali memejamkan mata dan tertidur kembali. Tak lupa ia memeluk sang istri dengan sangat erat.


Hahaha... nikmati saja apa yang ada saat ini...


---


Ayah Adam sudah bangun sejak tadi dan bergegas membuka setiap jendela, berjalan ke pintu depan dan membukanya untuk sedikit membuat udara segar masuk.


"Ahh... segarnya..."


Tapi belum sepenuhnya menikmati udara segar pagi ini, tatapan Ayah Adam penuh tanda tanya saat sebuah kendaraan berwarna hitam terparkir tepat di depan pintu pagar.


"Mobil siapa itu? kenapa parkir tepat di depan pagar?" gerutu pria berperut buncit di ambang pintu rumahnya.


Bukan hanya Ayah Adam yang kesal melihat pemandangan tidak mengenakkan di depannya. Jika itu terjadi pada orang lain tentu saja akan marah. Apalagi mobil di depan sana benar-benar menutupi pintu gerbang rumah mereka dimana Ayah Adam tidak akan bisa mengeluarkan motor nantinya.


Tanpa mengecek mobil milik siapa di sana, Ayah Adam kembali masuk dan hendak menemui putrinya.


Ya, setidaknya beliau ingin memberitahu hal itu kepada Akira agar nanti ada saksi lain yang melihat kejadian tidak mengenakkan itu selain Ayah Adam seorang.


Ayah Adam bergegas naik menuju ke kamar putrinya. Menyentuh gagang pintu di depannya dan kembali terkejut, "Bukannya tadi malam pintunya terkunci?" gumam Ayah lagi.

__ADS_1


Ayah Adam sangat ingat kalau kamar putrinya itu terkunci tadi malam. Semalam Ayah ingin memberikan Akira segelas susu hangat sebelum tidur, tapi di urungkan nya saat pintu kamar Akira telah terkunci dari dalam.


Ayah pun tidak jadi memberikan susu kepada anaknya takut Akira akan terganggu.


Mendorongnya perlahan, Ayah Adam membuka pintu kamar itu. Jantungnya seperti kembali tersengat sebuah aliran listrik bertegangan tinggi karena pemandangan di dalam sana.


Mata Ayah melotot melihat putrinya tidur sambil memeluk seseorang, yang ternyata adalah Arjun.


Arjun?


Tentu saja Ayah Adam terkejut. Sejak kapan pria itu datang dan tidur di kamar putrinya seperti itu? begitu hatinya bicara.


Ayah Adam memutar tubuhnya dan langsung keluar dari kamar itu. Memalukan sekali bukan jika dirinya berada di sana dan melihat putrinya tidur berpelukan mesra dengan suaminya.


Ayah Adam kembali turun menuju ke lantai dasar. Pikirannya kembali pada sebuah mobil yang terparkir di depan pagar tadi.


Mengecek nomor yang tertera pada mobil itu, seketika Ayah Adam sadar. "Ternyata mobil Arjun..." ucapnya.


Untung saja Ayah Adam tidak gegabah dengan langsung marah-marah dan merusak mobil yang ternyata adalah milik menantunya sendiri.


Jika itu terjadi, beliau akan benar-benar merasa malu.


Tepat pukul 9 pagi, Akira terperanjat kaget dan langsung bangun dari tidurnya. "Astaga..." ucapnya melihat apa yang telah terjadi.


Segera Akira bangkit dari posisinya serta merapikan pakaiannya.


"Untung saja dia belum bangun..." gumamnya pelan.


Akira segera membersihkan baskom dan sapu tangan yang ia gunakan untuk meng kompres kening Arjun semalam. "Untunglah, demamnya sudah turun..." ucap Akira bersyukur setelah telapak tangannya menyentuh kening Arjun sama seperti semalam.


Padahal semalam Akira sangat ketakutan karena suhu tubuh Arjun sangat panas dan pria itu mengigau beberapa kali.


Sejak pukul 3 dini hari, Akira terjaga demi Arjun.


Akira pergi meninggalkan kamar dengan membawa baskom sisa air.


"Pagi Ayah..." sapa Akira ketika sampai di dapur.


Terlihat ayahnya sedang memasak air untuk menyeduh teh.


"Pagi nak.."


Ya, Ayah Adam selalu meminum teh di pagi hari.


Dulu, menyeduh teh adalah pekerjaan istrinya. Tapi sejak Ibu Arum sakit, Ayah Adam yang melakukannya sendiri.


"Biar Akira saja..." pinta Akira ketika melihat ayahnya melakukan hal yang sudah sepantasnya dilakukan seorang wanita.


Gadis itu segera meraih gelas dan menuangkan air panas ke dalamnya.

__ADS_1


"Kapan Arjun datang kesini?" itulah pertanyaan yang Ayah Adam tanyakan saat Akira bangun.


Akira berubah gugup, tentu saja hal itu normal karena Ayah Adam tidak melihat Arjun semalam dan tiba-tiba ada pria itu di pagi hari.


Jangan-jangan Ayah tadi masuk ke kamarku? Ahhh... bagaimana ini? Akira sangat malu.


"Em itu... Arjun..." bingung sekali Akira menjawabnya.


"Tadi malam Yah... Arjun demam dan tidak ada Papi dan Mami di rumah, jadi dia kesini..."


"Demam?"


Dari nada bicaranya, Akira tau kalau sang Ayah sangat khawatir dengan kondisi pria itu.


"Jangan khawatir Yah, Demamnya sudah turun tadi..." tambah Akira.


Ya, tadi ia sempat mengecek suhu tubuh Arjun dan benar-benar sehat pagi ini.


Ekspresi Ayah juga berubah mendengar Arjun baik-baik saja.


"Ayah mau sarapan apa pagi ini?" tanya Akira mengalihkan topik pembicaraan.


"Terserah kamu... lagian kamu juga harus merawat Arjun bukan?"


Tentu saja Ayah tidak mau Akira repot disaat suaminya sedang sakit seperti sekarang.


Akhirnya Akira memasak untuk sarapan keluarga itu. Tidak ribet karena ia memasak apa yang ada di dalam lemari pendingin.


Ya... ikan goreng lengkap dengan sambal dan juga lalapan.


Sedangkan untuk Arjun, Akira membuatkan bubur agar lebih mudah dicerna untuk orang yang sedang sakit.


Setelah semuanya siap, Akira kembali ke kamar untuk mandi dan juga melihat apakah Arjun sudah bangun atau belum.


"Dia masih tidur..." gumamnya pelan saat melihat Arjun yang masih terbaring dengan posisi miring.


Segera Akira meraih handuk dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tanpa Akira sadari, Arjun tersenyum aneh. Pria itu sudah bangun sejak tadi pagi. Hanya saja ia sengaja untuk memejamkan mata dan berpura-pura tidur.


Arjun juga mendengar semua perkataan Akira tadi pagi, entah kenapa perkataan gadis itu membuat hati Arjun merasa bahagia.


Aku akan mengerjainya... batinnya penuh rencana.


***


Hallo... bagaimana kabar kalian? sehat kan?


Tinggalkan Like dan Komentar banyak-banyak... Karena Authornya suka loh baca komen kalian...

__ADS_1


See U next Time...


__ADS_2