Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
242. Gangguan Masa Lalu.


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Tiara sedang memilih-milih bahan masakan di Supermarket yang dekat dengan Apartemen tempat tinggalnya bersama Galih.


Ya, langit Ibukota telah sedikit gelap karena memang sudah senja.


Kali ini Tiara sendirian karena Galih mendapat telepon dadakan dari Arjun. mungkin masalah tentang Perusahaan yang mengharuskan pria itu kembali ke Apartemen mengambil berkas dan meninggalkan Tiara.


karena biasanya, mereka berdua memang kerapkali berbelanja bersama.


Tapi karena saat ini tak banyak yang Tiara beli, jadi tak masalah nanti ia harus berjalan kaki pulang ke Apartemen tanpa Galih di sisinya. walaupun tadi Galih sudah memesan Tiara agar pulang menggunakan taxi online saja, agar keselamatan gadis lebih terjamin mengingat menggunakan ojek online sedikit membahayakan seperti yang pernah Tiara alami saat itu. saat dimana ia ditabrak pengendara lain dari belakang.


Galih tak mau mengambil resiko. Tiara adalah wanitanya dan keselamatan gadis itu juga tanggung jawab dirinya.


Ya... Secinta itu Galih pada Tiara.


Keranjang belanjaan Tiara akhirnya penuh dengan berbagai bumbu juga beberapa sayur dan bahan masakan lainnya. hingga waktunya abagi Tiara untuk mengantri di depan meja kasir. menunggu belanjaannya dihitung dan pulang.


Supermarket ini juga terlihat sedikit ramai oleh pengunjung lain. membuat Tiara sedikit jenuh dan lelah. mata sembabnya juga masih terlihat jelas. bagaimana tidak, seharian Tiara hanya menangis dan menangis.


Hingga pada akhirnya giliran Tiara tiba juga. belanjaan yang tadinya Tiara kira hanya sedikit, nyatanya membutuhkan 2 kantong besar untuk membawanya.


dan seperti inilah penampilan Tiara ketika keluar dari Supermarket, kedua tangannya sibuk membawa kantong belanjaan dan sungguh merepotlan kalau berjalan kaki hingga Apartemen.


Tiara meletakkan belanjaannya di lantai dan memesan taxi online. Taxi adalah cara tepat agar ia tak lagi kesulitan.


Hingga tanpa sadar, seseorang menyapa dan mengejutkan Tiara.


"Tiara...".


membuat Tiara tersentak dan mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara tersebut. matanya membulat sempurna dengan sosok yang ia lihat saat ini.


Dia? kenapa ada disini? batinnya terkejut.


"Hai... masih ingat gue bukan?" ucap seorang pria yang berdiri tepat di depan Tiara. dari cara menyapa saja sudah membuat Tiara merasa sangat muak. apalagi dmegan senyum menjengkelkan yang melengkung jelas menghias wajahnya.


Ingin sekali Tiara meminta agar Tuhan tak lagi mempertemukan dengan pria itu, tapi entah kenapa pria itu hadir kembali dan merusak mood Tiara malam ini.


"Dari cara lo menatap gue, gue yakin kalau lo masih ingat..." ucap Pria itu menyudutkan Tiara.


"Apa mau lo!" bentak Tiara. sungguh ia tak mau berbasa-basi dengan mantan pacarnya itu.


"Sepertinya lo harus belajar cara bersikap baik di depan orang lain Ti-a-ra..." ucap pria itu. mengomentari ucapan Tiara yang memang selalu sinis ketika mereka tak sengaja bertemu.


"Padahal kita pernah menjalin hubungan bukan? setidaknya bersikap baiklah pada mantan pacarmu..." tambahnya.

__ADS_1


"Ck..." Tiara berdecak. ucapan pria itu benar-benar menggelikan. karena menurut Tiara tidak ada alasan baginya untuk akrab dan baik kepada mantan pacarnya itu?


"Seharusnya lo itu diam di rumah, merawat anakmu dengan ibunya bukan? kenapa berkeliaran seperti ini?" cerca Tiara.


Seharusnya anak dari mantan pacar Tiara sudah berumur sekitar 4 tahun atau mungkin lebih.


"Gue sudah bercerai..." jawab pria itu tanpa ragu sedikit pun. berkata jujur kepada Tiara tentang rumah tangga yang telah pria itu jalani.


"Kenapa? bukankah kalian saling mencintai bahkan sampai memiliki anak dari hubungan itu? seharusnya lo jadi ayah yang baik..." celoteh Tiara terdengar mengungkit kembali pengkhianatan yang pernah dilakukan pria itu.


"Tidak..." tolak Andre. "Sejak dulu, gue hanya mencintai lo Tiara... hanya lo...".


Tiara adalah wanita terindah yang pernah ia miliki saat itu dan mungkin sampai sekarang.


Tiara hanya tersenyum. mengejek ucapan Andre yang terdengar menggelikan dan membuta perutnya mual. Ya... seperti itulah ucapan pria yang hanya menggunakan kemampuan merayunya untuk membuat para wanita luluh. Dulu Tiara memang luluh, tapi sekarang? hatinya seperti telah mati.


Tak ada gunanya lagi Andre mengucapkan kata-kata penuh rayuan. hal itu tak akan berpengaruh pada Tiara. karena sekali kecewa, Tiara tak akan memberi kesempatan kedua.


Karena seorang pria yang selingkuh, mempermainkan perasaan wanita tidak akan berubah. mungkin akan ada waktu dimana mereka sadar, tapi tak butuh waktu lama. kesenangannya itu akan kembali muncul, mencari wanita yang bisa di rayunya lagi. itulah yang Tiara percayai.


"Cukup Ndre... cukup, jangan lagi mencoba untuk mengungkit hubungan masa lalu kita. semuanya sudah selesai sejak dulu... lo punya masa depan, gue pun sama..." ucap Tiara memohon agar Andre tak lagi mengungkit hubungan masa lalu mereka.


Bersamaan dengan itu, sebuah Taxi online memasuki parkiran tempat itu. membuat Tiara bersiap sambil membawa dua kantong belanjaannya.


"Jangan lagi berniat untuk mengganggu kehidupan gue..." ucap Tiara. melangkah melewati Andre dan sejenak berhenti untuk meneruskan ucapannya.


"Gue akan menikah sebentar lagi..." ucap Tiara benar-benar meninggalkan Andre.


"Apa calon suami lo tau?" tanya Andre tiba-tiba. membuat Tiara yang hendak menyentuh gagang pintu Taxi itu kembali terdiam. mencerna ucapan Andre dengan susah payah.


karena ucapan itu mengandung banyak makna.


"Apa dia tau?" tanya Andre berbalik demi menatap punggung Tiara.


"Calon suami lo belum tau bukan?". hanya itu pertanyaan yang keluar dari mulut Andre. sedangkan Tiara hanya berdiri tanpa mengatakan apapun. tapi dari punggung hadis itu yang sedikit bergetar, Andre paham. apa yang ia katakan tadi benar adanya.


"Gue yakin lo belum memberitahunya..." ucap Andre sambil tersenyum penuh kemenangan. bangga karena mampu membuat rasa percaya diri Tiara hilang seketika.


Tanpa sadar, Tiara benar-benar meneteskan air mata. ucapan Andre benar-benar menusuk perasaannya. menghilangkan rasa kepercayaan diri yang selama ini Tiara bangun.


Tenang Tiara... tenang... jangan sedih... batin Tiara meyakinkan dirinya sendiri. apapun yang Andre katakan tidaklah bisa mempengaruhi semuanya.


"Coba tanyakan padanya, gue yakin pernikahan lo tidak akan terlaksana..." ucap Andre dengan percaya diri.


Tiara membalik tubuhnya demi menatap mulut lancang dari pria di belakangnya itu. memperlihatkan rasa sedih dan kecewanya kepada mantan kekasihnya itu.


"Mau lo apa sih Ndre?" tanya Tiara dengan hati yang sesak.

__ADS_1


padahal Tiara sudah berharap, ia akan bahagia setelah semua yang telah dialaminya beberapa tahun belakangan.


Tiara berharap tak ada lagi air mata yang akan ia teteskan lagi mulai sekarang, tapi nyatanya semua itu hanya angan-angan saja.


buktinya malam ini, di saat ini gadis itu kembali menangis. mendapatkan kekecewaan untuk kesekian kalinya.


"Jangan menangis Tiara... dimana rasa percaya diri mu yang tadi jelas terlihat?" tanya Andre dan berjalan maju hendak menyeka air mata di pipi Tiara tapi segera di cegah Tiara.


menyentak kasar tangan Andre karena Tiara tidak sudi.


Membuat Andre tersenyum tak percaya sambil menatap tangannya sendiri.


"Pulang lah gadis manis... ini sudah malam..." ucap Andre. mengacak rambut Tiara dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


***


Sepanjang malam, Tiara mengunci kamarnya. menangis tanpa mengeluarkan suaranya agar Galih tak sampai mendengar kesedihannya.


Tiara mengutuk semuanya. rasa bodoh dan juga takutnya. bagaimana ia akan menjalani hidup setelah ini. apa mungkin Tiara akan seperti Alya? yang sampai nafas terakhirnya selalu sendirian.


"Tuhan..." gerutunya menahan sesak di dada.


"Sayang..." panggil Galih, mengetuk pintu dari luar untuk membangunkan Tiara.


Malam ini, Galih tiba-tiba terbangun karena lapar dan tak menemukan makanan apapun. jadi ia memutuskan untuk membangunkan Tiara, berharap calon istrinya itu mau memasakkan sesuatu untuk malam ini.


"Lo sudah tidur...?" tanya Galih. Pria itu sempat kebingungan karena pintu kamar Tiara terkunci dari dalam, padahal Tiara selalu lupa mengunci pintu itu.


"Tiara..." panggil Galih, tapi masih tak mendengar jawaban apapun dari Tiara. "Buka pintunya atau gue benar-benar mendobraknya!" ancam Galih. ia percaya kalau Tiara mendengar teriakannya.


Sedangkan di dalam kamar, Tiara tergesa-gesa menyeka air matanya. menghapusnya dengan air agar Galih tak menyadari nantinya.


hingga Tiara segera membuka pintu kamarnya, terlihat Galih yang berdiri tegak di ambang pintu seperti tengah melototi dirinya.


"Kenapa di kunci?" tanya pria itu.


"Gue ngantuk..." jawab Tiara. masih sibuk menyembunyikan wajahnya di depan Galih. takut pria itu menyadari kalau Tiara baru saja menangis.


Tangan Galih seketika menarik tubuh Tiara. memeluk gadis itu tanpa ragu sedikitpun.


"Kenapa tiba-tiba memelukku?" tanya Tiara. walaupun hatinya senang karena Galih memeluknya seperti itu, seperti sedikit mengurangi beban dalam hati Tiara.


"Seharian gue belum memelukmu sama sekali bukan?" ucap Galih. membuat Tiara tak bertanya lagi, tangannya terulur untuk membalas pelukan Galih sama eratnya.


"Aku mencintai Gal..." ucap Tiara.


***

__ADS_1


Konflik terakhir dan setelah masalah ini selesai, ceritanya juga selesai... hehehe...


semoga syuka...


__ADS_2