Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
71. Jangan Menangis, Akira.


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Arjun dengan penuh kekhawatiran berjalan mencari keberadaan istrinya. Teringat jelas bagaimana keadaan Akira terakhir kali Arjun menatapnya. Wajah yang biasanya penuh dengan binar bahagia seketika berubah sendu dengan luka robek di bibirnya.


Arjun benar-benar marah mengingat hal itu.


"Seharusnya aku tidak meninggalkannya..." sesal Arjun. Seandainya saja ia tidak mengambil minum dan meninggalkan Akira, tentu saja gadis itu akan baik-baik saja sama seperti ketika acara berlangsung. Di saat itu, Arjun tak henti-hentinya menggenggam jemari Akira.


"Lo kemana aja sih? kalau tidak ada gue disana, entah apa yang akan di perbuat gadis gila itu..." tambah Galih menimpali.


"Kenapa nyalahin gue? Lo saja yang tidak pecus menjaga istriku!" bantah Arjun. Padahal ia melihat Galih tadi. Tapi entah kenapa asisten pribadinya itu sampai kecolongan hingga Akira kena tampar Elsa.


"Tapi Jun, gue benar-benar tidak lihat tadi..." Galih masih berusaha meyakinkan Arjun kalau semua yang telah terjadi bukanlah kesalahannya. Galih sudah berusaha untuk membawa Akira pergi dari taman tadi.


"Jangan bilang aneh-aneh pada Om Johan," tambah Galih.


Ya iyalah Galih harus memastikan hal itu. Kalau Arjun sampai menyebut nama Galih dalam ceritanya, kelar hidupnya. Galih mungkin saja akan kehilangan pekerjaannya dan tentu saja seketika berubah menjadi pengangguran. Mimpi buruk bukan?


Ck... dia hanya memikirkan hidupnya... bagaimana dengan hidup istriku? Ya Tuhan... jangan sampai terjadi apa-apa pada Akira...


Arjun dan Galih telah tiba di depan salah satu kamar di hotel tersebut. "Dimana Akira?" tanya Arjun kepada seorang pria yang berjaga di samping pintu, mungkin saja mereka adalah anak buah Danu.


"Di dalam, Tuan...",


Tanpa menunggu lama, Arjun langsung menerobos masuk ke dalam.


Tidak banyak orang di dalan kamar itu hanya ada Danu, Maya dan Om Bagaskara.


"Akira...",


Tadinya Akira sedang menangis di tenangkan oleh Maya, tapi mendengar dirinya di panggil Arjun seketika tangis Akira kembali pecah.


Arjun langsung mendekati istrinya. Memeluk gadis itu dengan sangat erat, "Jangan menangis... sudah tidak ada apa-apa sayang..." hanya itu ucapan yang bisa Arjun katakan untuk menenangkan istrinya.


"Apa salahku? kenapa wanita itu menyalahkan ku? kenapa dia menamparku? huaa..." sungguh ini adalah pertama kalinya Akira merasa sangat sedih diperlakukan kejam oleh orang tak di kenalnya.


"Sudah, tak apa... dia memang sedikit gila...",


Danu mengalihkan pandangannya ke arah Galih yang berdiri tak jauh dari mereka, "Dimana Elsa?",


Galih langsung bersuara, "Dia sudah dibawa pergi,".


Kembali lagi pada sepasang suami istri yang berpelukan tanpa malu sama sekali,


"Jangan menangis... ada aku disini," ucap Arjun lagi.


Kapan lagi ia bisa memeluk sangat istri selama ini. Kalau biasanya, mungkin Arjun akan mendapat semprot dari sang istri karena memeluknya sembarangan.

__ADS_1


"Sini aku lihat bibirmu..." pinta Arjun mengamati wajah Akira.


"Hei! kenapa kalian diam saja? panggil dokter... lihatlah bagaimana bibir istriku..." teriak Arjun mengomel pada semua orang.


Padahal jelas-jelas istrinya terluka tapi semua orang di dalam kamar terlihat tenang-tenang saja. Bahkan Arjun juga melihat Om Bagas sedang asyik dengan ponselnya.


"Sabar ya sayang... pasti sakit sekali bukan?" celoteh Arjun kembali pada istrinya.


"Galih, cepat panggilkan dokter!" teriak Arjun lagi. Sedangkan yang lain hanya melongo tak percaya dengan tingkah Arjun yang bahkan terlihat heboh sendiri.


Danu hanya tertawa geli dengan kelakuan sepupunya yang terlihat sedikit gila. Aku geli melihatnya seperti itu...


Karena omelan Arjun yang tanpa henti, akhirnya Danu memanggil dokter keluarga untuk datang ke tempat itu, dan Danu dan istrinya kembali ke acara pesta yang sempat berantakan. Padahal tanpa dokter pun luka itu bisa di obati sendiri, tapi ya begitulah sifat pria yang sedang kasmaran tersebut.


Kehebohan tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Saat Dokter telah tiba, Arjun kembali meluncurkan banyak pertanyaan.


"Apa perlu di jahit Dok?" tanyanya khawatir.


"Tidak Tuan,".


"Dokter yakin? lihatlah bagaimana sudut bibirnya... kenapa darahnya tak berhenti?"


Dia itu kenapa sih? memang bibirku robek sampai berapa panjang sampai perlu di jahit...


Bahkan Akira malu sendiri dengan kelakuan suaminya. Akira menepuk pelan tangan Arjun supaya pria itu berhenti berbicara yang akan mengganggu konsentrasi dokter.


Bagaimanapun luka tetaplah luka dimana akan sangat bahaya jika di abaikan begitu saja.


Dokter yang sedang memeriksa luka Akira terlihat tersenyum. Tentu saja hal itu membuat Akira malu. Dasar Arjun benar-benar sudah gila...


"Auu..." keluh Akira saat Dokter mulai membersihkan luka di bibirnya.


Arjun terlihat kembali tegang, "Dokter, pelan-pelan... lihatlah, istriku kesakitan..." protesnya.


Arjun mendengar keluhannya Akira tentu saja sangat khawatir. Jelas terdengar kalau Akira mengaduh tadi.


Ya Tuhan... ternyata ada ya suami yang model begini... batin sang dokter.


Sedangkan Galih benar-benar merasa muak melihat tingkah sahabatnya. Benarkan... apa gue bilang! Arjun sudah berubah bucin...


"Arjun, ayo kita keluar dulu... dokter tidak akan bisa berkonsentrasi jika Lo ganggu!" Galih langsung mendekati sahabatnya. Jika mereka berada di dalam sini, justru akan memperlambat tindakan dokter.


"Mana bisa begitu? gue mau disini menemani Akira..." tentu saja Arjun tidak setuju berjauhan dengan istrinya yang sedang sakit. Apapun yang terjadi dia harus berada di dekat Akira. Siapa tau kalau Arjun keluar, istrinya akan semakin kesakitan.


"Tunggu di luar saja, aku baik-baik saja kok..." saran Akira. Ya akan lebih baik kalau Arjun berada di luar daripada membuat keributan di dalam sini.


Biarpun hanya ada Akira, Dokter dan seorang anak buah Danu setidaknya ia akan lega karena tidak mendengar omelan-omelan Arjun yang tidak berguna sama sekali.


"Kamu yakin?" tanya Arjun memastikan lagi,

__ADS_1


Akira pun mengangguk.


"Baiklah, aku tunggu di luar... kalau ada apa-apa panggil aku," ucap Arjun pasrah.


Yaelah... apa yang akan terjadi padaku sih... jangan aneh-aneh pria gila! umpat Akira dalam hati.


Sebelum meninggalkan Akira, Arjun sempat mencium pucuk kepala istrinya.


Hal itu tentu saja membuat Akira terkejut, sedangkan Galih seperti tak percaya dengan apa yang telah sahabatnya lakukan. Gila...


 


Pesta telah usai, Arjun dan Akira saat ini sedang berbicara dengan pemilik acara.


"Maafkan kami ya Ra... sungguh Aku menyesal melihat apa yang telah terjadi padamu..." ucap Maya kembali meminta maaf kesekian kalinya.


"Aku benar-benar tidak menyangka kalau hal ini akan terjadi," tambah Danu sebagai suaminya Maya.


"Kenapa sih kalian mengundang orang gila di acara seperti ini,".


Lagi, Arjun mengomel tak jelas dan sekarang Danu lah sasarannya.


"Lah mana gue tau kalau Elsa pernah sakit jiwa..." tentu saja Danu tidak mau di salahkan atas semua itu. Ia juga tidak tau kalau ternyata Elsa pernah sakit jiwa di masa lalu.


"Harusnya kalian mengecek semua tamu yang datang, termasuk kejiwaan mereka... lihatlah gara-gara keteledoran kalian, istriku jadi korbannya".


Astaga... ku benar-benar ingin menutup mulutnya agar tak lagi bicara...


"Sudah lah Jun, semua ini bukan salah mereka... aku yang salah karena menuruti permintaan wanita itu untuk menemuinya di taman..." Ya, andai Akira tidak menemui wanita itu tentu saja tidak akan terjadi seperti ini.


Semua juga salah Akira yang terlalu lalai, ia lupa kalau ada sebagian orang yang tidak suka dengannya karena menjadi menantu keluarga terpandang seperti Pradipta.


Bahkan bukan hanya Elsa, mungkin juga masih ada orang-orang lain yang berusaha untuk menyakitinya.


"Biarkan nanti Om yang berbicara dengan Papi mu, Arjun..." timpal Om Bagaskara.


"Iya," jawab Arjun datar.


"Terima kasih atas kedatangan kalian, apalagi kadonya... aku menyukai nya..." ucap Maya dengan tulus.


"Kami pulang ya..." pamit Akira pada sepasang suami istri di depan sana. Juga tak lupa mencium punggung tangan Om Bagas sebagai bentuk hormat.


Sedangkan Arjun, pria itu sama sekali tidak menjabat tangan siapapun. Jangan tanya mengapa! tentu saja Arjun masih kesal karena di pesta ini juga istrinya terluka.


Dasar pendendam!


***


Crazy Update... Berhubung hari ini (20 Okt) adalah Ulang tahun ku, Jadi ada banyak Part yang tayang... semoga terhibur...

__ADS_1


__ADS_2