
HAPPY READING...
***
Setelah Galih pamit kepada Tiara untuk mengantarkan Dion beserta anak dan istrinya ke rumah Pradipta, Tiara juga bergegas pergi.
Pikirannya berkecamuk karena pesan yang tadi pagi masuk dalam ponselnya. pesan yang mampu menghancurkan perasaan Tiara hingga membuatnya kembali menangis.
Tiara kira ujian hidupnya telah usai. tapi ternyata salah. bahkan ujian yang kali ini ia dapat justru amatlah berat. Tiara tak tau harus menyelesaikan dengan cara yang bagaimana. kepalanya benar-benar berat dan hatinya tak kuat lagi.
Pasti akan memalukan jika sampai di hari bahagianya, Tiara mendapatkan kado dari mantan kekasihnya. yang mungkin akan menyakiti Galih. atau mungkin seluruh keluarga Galih akan menanggungnya juga.
Dan sesuai dengan pesan yang Tiara baca tadi pagi, inilah yang akan dia lakukan. pergi menemui Andre sesuai permintaan pria itu.
Bahkan dengan Taxi yang membawa Tiara pergi, hanya air mata yang terlihat dari manik mata berwarna cokelat milik Tiara. kekalutan dan rasa takut bercampur jadi satu melingkupi hati dan juga perasaannya.
Hingga Tiara sudah sampai di tempat yang telah di janjikan. taman kecil di pinggiran kota yang mata familiar baginya.
bagaimana tidak, di tempat ini pula Tiara dan Andre pernah berkomitmen untuk menjalin hubungan.
Ya... di taman kecil ini Tiara dan Andre jadian. menjadi pasangan kekasih beberapa tahun silam.
Tiara melangkah menuju ke sebuah bangku besi di depan sana. menemui Andre yang telah menunggunya dengan senyum tak percaya.
Bagaimanapun Andre tak menyangka kalau Tiara akan datang kesini, tapi nyatanya mantan kekasihnya itu cukup berani.
"Selamat da-,"
Plaakkk...
Belum sempat meneruskan ucapannya, Tiara bertindak menampar pipi Andre. membuat pria itu tersenyum aneh dengan tangan yang menyentuh pipinya yang terasa panas.
"Apa maksud lo! jawab gue ndre... apa maksud lo mengirim pesan seperti itu? JAWAB NDRE!" teriak Tiara murka.
"Kenapa? bukankah yang gue bicarakan adalah sebuah fakta?" tanya Andre, merasa tak bersalah sama sekali telah mengirim pesan pada Tiara.
"Bagaimana dengannya nanti? apa lo yakin kalau dia akan menerimamu? gue yakin, lo belum memberitahunya bukan?" tuduh Andre. terlihat sekali dari cara Tiara menyikapi semua ini, Andre yakin kalau Tiara masih menyembunyikan fakta yang ada.
"Apa lo yakin kalau dia akan menerima lo? apa dia terima dengan keadaan istrinya yang tidak lagi per*wan?" tanya Andre.
Tubuh Tiara seperti kehilangan keseimbangan. lututnya secara bergetar mengingat ucapan Andre. Inilah yang ia takutkan selama ini.
Tidak ada jaminan bagi Tiara kalau Galih mampu menerima keadaannya yang sekarang. tapi Tiara juga tak berani mengatakan hal yang sebenarnya terjadi. Tiara takut Galih akan meninggalkannya jika tau Tiara tak lagi suci.
karena... Tiara amat mencintai pria itu.
"Hiks..." hingga tanpa sadar, Tiara kembali menumpahkan air matanya untuk kesekian kali.
hatinya serasa hancur dan Tiara tak punya keberanian untuk menatap lagi masa depan yang pernah ia impikan selama ini.
__ADS_1
"Dia tidak akan menerima mu Tiara... gue yakin hal itu. Apalagi dia bukan orang sembarangan... tentu saja memperhitungkan dengan siapa ibu yang akan melahirkan anak-anaknya nanti... sedangkan dirimu?" tanya Andre. meraih tangan Tiara untuk kembali meyakinkan wanita itu.
"Lo bahkan tidak lagi per*wan Ra... dia tak akan menerima wanita bekas orang lain," hasut Andre lagi.
Sedangkan Tiara semakin menangis. mengingat apa yang telah ia lakukan selama ini. hingga kata seandainya menjadi satu-satunya yang ada dalam pikirannya.
Seandainya Tiara tidak mengenal pria brengs*k seperti Andre, seandainya Tiara tidak menjatuhkan diri karena rayuan Andre. Seandainya ia bisa menjaga diri dan tidak melakukan hal itu bersama Andre. semuanya semakin menyesakkan ketika Tiara dihadapkan oleh takdir semacam ini.
"Kembalilah bersama ku... hanya gue yang bisa menerima semuanya... gue akan menerima lo dan bertanggung jawab Ra..." ucap Andre. karena dengannya lah Tiara kehilangan mahkotanya. karena mulut manis Andre pula Tiara sampai mau melakukan hal-hal di luar batas sebuah hubungan.
"Kenapa lo begitu jahat Ndre... kenapa lo begitu jahat padaku?" teriak Tiara penuh kecewa.
Seharusnya Andre rak lagi mengganggunya bukan? seharusnya Andre tidak kembali datang dan merusak masa depannya.
"Karena gue mencintai lo Tiara..." jawab Andre. mungkin Tiara tidak akan percaya, tapi Tiara adalah cinta bagi Andre.
Walaupun Andre pernah selingkuh bahkan sampai menghamili wanita lain, tapi sungguh Andre benar-benar mencintai Tiara.
buktinya, Andre langsung menceraikan istrinya demi untuk mendapatkan hati Tiara lagi.
tapi siapa sangka, Tiara malah akan menikah dengan pria lain. itulah yang membuat Andre kesal. ia mengancam Tiara agar Tiara tak jadi menikah.
"Gue tidak lagi memiliki rasa apapun terhadap lo, Ndre... justru gue benci melihat lo!" umpat Tiara.
"Gue tau... tapi gue pastikan, besok gue akan datang di pernikahan lo dan bilang pada semua orang tentang bagaimana keadaan lo... bilang kalau mempelai wanita tak lagi suci karena pernah melakukan hubungan badan dengan gue..." ancam Andre terdengar tak main-main.
"Lo benar-benar br*ngsek Andre... benar-benar br*ngsek!" umpat Tiara.
Padahal pernikahan sudah ada di depan mata. Besok Tiara dan Galih akan melakukan pemberkatan di gereja. dan sekarang, Tiara mulai bimbang dengan apa yang harus ia lakukan.
"Ya... gue tau gue br*ngsek, tapi hanya ini cara agar lo tidak jadi menikah Tiara..." jawab Andre.
"Dan lo kira gue akan mau menerima lo lagi? tidak Ndre... walaupun pernikahan gue gagal sekalipun, walaupun Galih benar-benar tak menerimaku, gue tidak akan mau kembali bersama lo! tidak akan pernah..." cerca Tiara.
bodoh jika Tiara mau kembali bersama Andre. pria gila yang menghalalkan segala cara demi kebahagiaannya. Tiara tak mau hidup dengan pria seperti itu.
"Terserah lo Tiara..." jawab Andre.
Sebenarnya ia tak tega melihat Tiara sedih seperti sekarang, tapi mau bagaimana lagi? Andre tak terima melihat Tiara menikah besok.
"Terserah kalau lo tidak mau kembali bersamaku, tak apa... batalkan pernikahan lo besok, sebagai jaminannya gue akan tidak akan lagi mengganggu mu..." ucap Andre. membuat Tiara membulatkan mata karena tak percaya.
"Batalkan pernikahan kalian, gue tak akan lagi mengganggu mu..." ulang Andre.
Setelah mengatakan hal itu, Andre pergi dari sana. meninggalkan Tiara yang langsung terduduk di kursi besi sambil meraung mengeluarkan kesedihannya.
Maafkan gue Tiara... tapi hanya ini cara untuk membalas perlakuan lo dulu yang telah meninggalkan ku... batin Andre.
Walaupun kejadian dulu adalah murni kesalahan Andre yang telah selingkuh dari Tiara hingga menghamili selingkuhannya, tapi tetap saja Andre tak terima. Bahkan Tiara saat itu sama sekali tidak membantah dan justru melepaskan Andre begitu saja.
__ADS_1
itulah yang membuat Andre kecewa.
Langit Ibukota tiba-tiba mendung dan air hujan mulia membasahi bumi termasuk dengan taman tempat Tiara berada saat ini.
"Kenapa Tuhan? kenapa aku tak boleh bahagia? kenapa?" teriak Tiara marah dengan takdir kejam yang membuat dirinya tak berdaya.
"Kenapa berulang kali aku menjadi orang yang menyedihkan? apa aku tak berhak bahagia?" tanya Tiara lagi. meluapkan rasa kekecewaan dan juga ketidakadilan yang ia alami. padahal Tiara mengharapkan masa depan yang indah bersama Galih, tapi nyatanya semuanya hanya impian saja.
Masa depan dengan Galih sama sekali tak terwujud. membuat Tiara ingin mati saja.
***
Di tempat lain, Dion bersama Gadis dan juga Cello telah tiba di rumah Pradipta.
"Halo Cello..." sapa Mami Livia ramah seperti biasanya. menyambut kedatangan tamu paginya yang justru sedikit terkejut karena tidak ada janji sebelumnya.
"Cello ingin bermain dengan Starla lagi Tante..." jelas Dion dengan langkah kaki yang membawanya duduk di sofa ruang tamu. bersamaan dengan itu Mami Livia juga Papi Johan ikut duduk. wajah mereka jelas keheranan karena saat ini Starla tidak ada di rumah.
"Kalian tidak diberitahu Arjun? Starla tidak di rumah..." Papi Johan bersuara.
Membuat Dion dan Gadis saling pandang. kemana mereka?
"Starla ingin ikut Arjun tadi pagi, jadi ya... mungkin mereka masih di Pradipta Group..." sela Mami.
"Akira juga ikut?" tanya Gadis.
"Iya... Akira ikut juga..." jawab Mami.
Tapi Papi Johan berinisiatif, meraih ponsel untuk menghubungi putranya.
"Halo Jun..." ucap Papi ketika panggilannya telah tersambung.
"Ya Pi... ada apa?".
"Kamu masih di Perusahaan kan? Cello datang kesini katanya ingin menemui Starla lagi..." jelasnya.
"Oh benarkah? Ya sudah suruh kesini saja... Starla akan senang nanti..." ucap Arjun senang.
"Ya... Papi akan memintanya ke sana... baiklah,".
"Starla masih di sana, kalian nyusul saja... biar Cello juga melihat Pradipta Group..." ucap Papi Johan.
"Bagaimana?" tanya Dion. karena ia juga harus meminta pertimbangan dari istrinya.
"Aku ikut saja..." jawab Gadis.
Hingga pada akhirnya, mereka menuju ke Pradipta Group. membelah jalanan yang basah oleh guyuran air hujan.
Galih juga mengendarai mobilnya dengan hati-hati karena ada banyak lubang yang menghiasi jalanan Ibukota. dan sangat membahayakan karena tertutup oleh air hujan.
__ADS_1
***