
HAPPY READING...
***
Langit Ibu kota terlihat sangat cerah dengan cahaya matahari yang tidak terlalu terik karena masih ada angin yeng bertiup menyegarkan suasana.
Di sebuah Ballroom hotel milik Pradipta Group, terlihat ramai oleh tamu undangan dengan berbagai usia.
Hari ini adalah hari keempat setelah insiden waktu itu. karena campur tangan Arjun yang mampu meng-handle media, tak ada yang tau tentang kejadian yang sebenarnya. karena yang semua orang tau, Galih sengaja mengundur pernikahannya karena suatu hal. bukan karena dibatalkan karena mempelai wanita tak datang.
Di Ballroom yang sudah dihias dengan sangat indah dengan dominasi warna berwarna putih, Orang tua Galih berdiri di samping Galih. menyambut tamu yang datang. tak begitu banyak tapi mampu memenuhi tempat itu nantinya.
Juga dengan Arjun, yang ikut menyambut tamu siang ini. sesekali berbicara dengan mereka karena sebagian besar tamu adalah orang yang dikenalnya.
Senyum mereka benar-benar terpancar indah menggambarkan suasana hati mereka. juga dengan sahabat terdekat Galih, doa dan harapan akan rumah tangga yang tentram menyertai langkah Galih nantinya.
"Selamat datang..." ucap Ibu pada teman-teman beliau.
Beda lagi di salah satu kamar hotel tersebut. tempat dimana Tiara duduk ditemani oleh Gadis dan juga Akira.
"Kalian tidak pergi?" tanya Tiara. setidaknya saat tidak ada siapapun disini, Tiara bisa mengontrol dirinya. sedikit menetralkan detak jantungnya yang sedikit menggila karena sebentar lagi Tiara akan mengucapkan janji di depan Pendeta dan juga Tuhan.
"Tidak, gue disini untuk menjaga lo..." jawab Akira.
"Kenapa?".
"Sesuai permintaan Galih tadi," tambah Gadis. "Jangan sampai lo kabur lagi kali ini..." guraunya. membuat Akira juga tersenyum karena ucapan Gadis barusan.
"Hehehe... tidak akan..." jawab Tiara.
"Lo terlihat cantik Tiara..." puji Akira.
"Makasih..." jawab Tiara. walaupun gaun yang di pakainya saat ini bukanlah gaun yang ia impikan. karena pernikahannya batal waktu itu, jadi Tiara dan Galih memutuskan untuk membeli langsung gaun pernikahan yanga ada di toko. tapi tetap tak mengurangi kecantikan Tiara sendiri.
Wanita itu benar-benar terlihat memukau dan tentu saja membuat semua orang iri melihatnya.
"Jangan menunda punya akan Tiara..." pinta Gadis. karena kehadiran anak dari pernikahan akan mempererat hubungan mereka.
"Gue sih sedikasihnya saja mbak..." jawab Tiara.
"Ayo barengan... sepertinya Arjun juga ingin menambah anak... hahaha..." gurau Akira. sebenarnya Arjun malah tak ingin punya anak lagi. pria itu takut melihat prosesi melahirkan sama seperti Akira waktu melahirkan Starla waktu itu.
"Benarkah? syukurlah kalau Arjun sudah berubah pikiran..." jawab Gadis antusias.
"Hahaha... gue hanya bercanda mbak..." ucap Akira. membuat Tiara dan Gadis keheranan walaupun tersenyum lucu.
__ADS_1
Hingga tawa mereka terhenti ketika pria berjas hitam nan gagah masuk ke ruangan itu. beliau adalah Ayah dari Galih.
"Sudah siap?". Ayah bertanya pada calon menantu yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri. seperti itulah sosok Tiara di keluarga Galih. sama seperti Bella yang selalu di manja siapa saja.
"Sudah Yah..." jawab Tiara. bahkan Tiara sudah terbiasa memanggil dengan panggilan Ayah, sama seperti Galih dan juga Bella.
"Baiklah... kami duluan ya..." pamit Akira dan Gadis. mereka akan menuju ke dimana suami mereka berada. menjadi saksi pernikahan Galih dan Tiara nantinya.
Penata rias Tiara mulai mengamati apakah ada yang kurang dari mempelai wanita kali ini. hingga Tiara telah siap dan berdiri di samping Ayah sambil menggandeng bahu Ayah tanpa ragu.
"Jaga langkahmu dan jangan gugup..." perintah Ayah dengan tulus. bagaimanapun Ayah juga membayangkan jika seandainya Bella yang berada di posisi Tiara saat ini. Bella juga akan segugup Tiara.
Mereka berdua berjalan sebagai seorang anak perempuan dan Ayah. melangkah mengantarkan Tiara menuju ke Altar Pernikahan.
"Kamu gugup?" tanya Ayah ketika merasakan tangan Tiara yang terasa dingin.
"Iya..." jawab Tiara sejenak menatap para tamu undangan yang seperti mengamatinya tanpa berkedip sekalipun.
"Jangan gugup... tetaplah berjalan tanpa memperdulikan semua orang..." pinta Ayah. dan Tiara berusaha untuk melakukan hal itu. membuang nafasnya berulang kali untuk menetralkan detak jantungnya yang berpacu cepat.
"Mau Ayah beritahu satu rahasia Galih?" tanya Ayah. mungkin sedikit mengobati rasa gugup Tiara saat ini.
"Rahasia? apa Yah?" tanya Tiara penasaran.
Sejenak Tiara kaget, Bagaimana mungkin? begitu hatinya bicara. Tiara pikir dengan hubungan Galih dan Alya yang seperti itu, terlihat mustahil bukan?
tapi tidak mungkin juga Ayah membohongi Tiara hanya untuk membuat hatinya tenang.
dan rona bahagia terpancar dari wajahnya, Tiara tak menyangka kalau Galih seperti itu.
Hingga tatapan Tiara terfokus pada pria memakai Tuxedo berwarna putih yang tengah berdiri di depan Altar menunggu Tiara dengan senyum indahnya. siapa yang tak terpana dengan ciptaan Tuhan yang amat sempurna itu, bahkan membuat Tiara tak memperdulikan rasa gugupnya. bahkan tak menyadari dengan tatapan semua tamu yang tertuju padanya.
Tuhan... Terima kasih... Terima kasih telah menghadirkan sosok pria yang amat mencintaiku... pria yang tak pernah sekali pun memandang rendah. tak pernah sekalipun menuntut kesempurnaan ku...
Semua tamu menyaksikan pemberkatan Galih dan Tiara. bahkan Ibu dari Galih sesekali meneteskan air mata karena terharu. mengingat bagaimana sulitnya hidup putranya itu di masa lalu. hamparan batu kerikil yang siap menghadang langkah putranya. bertubi-tubi angin menerpa impiannya, Ibu sangat mengingat hal itu.
Tapi sekarang, anak laki-laki kebanggaannya itu berdiri dengan gagah bersama dengan wanita pilihannya. tidak ada hal yang lebih indah melihat pemandangan itu. melihat putranya bahagia dan tersenyum lebar di depan semua orang.
"Ibu... Bella terharu..." ucap Bella sesekali menyeka air mata di sudut matanya dan langsung mendapat pelukan dari sang Ibu. kakak yang menjadi panutannya akhirnya merasakan rasanya berbahagia bersama dengan wanita yang sangat baik seperti Tiara.
mulai sekarang tak akan ada lagi air mata yang akan Galih dan Tiara rasakan.
"Kakakmu telah bahagia Bel," ucap Ibu. membelai pucuk kepala putrinya dengan penuh kasih sayang. "Kapan kamu akan mempertemukan Galih dengan kekasihmu...?" goda Ibu.
"Ibu... apaan sih, Bella belum siap... hehehe..." jawab Bella dengan nada manja sama seperti biasanya. gadis bergelar S2 itu sama sekali tak berubah. masih bertingkah seperti anak kecil di hadapan orang tuanya.
__ADS_1
"Sekarang kalian boleh mengucapkan janji pernikahan..." ucap Pendeta.
Galih dan Tiara sama-sama berdiri berhadapan dengan sebuah mic yang tergenggam dalam jemari.
Sejenak Galih berdehem, mempersiapkan diri untuk mengucap apapun yang ingin ia ucapkan kepada Tiara.
"Tiara..." ucap Galih membuat Tiara mengangguk.
"Terima kasih telah menerima cintaku... Terima kasih tetap bertahan selama ini. Aku mencintaimu Tiara... sangat mencintaimu... tetaplah berjalan bersamaku... tetaplah menjadi wanita yang selalu mendukung semua keputusanku. Ayo... kita berjalan bersama menggapai setiap mimpi indah kita... membangun sebuah rumah tangga yang indah,".
Semua tamu undangan bertepuk tangan mendengar ucapan tulus dari Galih. bahkan Tiara yang mendengarnya juga ikut terharu.
Sekarang gantian Tiara yang akan mengucapkan jani pernikahannya.
"Galih..." ucap Tiara dengan nada yang sedikit bergetar menahan tangis.
"Terima kasih..." air mata Tiara lolos begitu saja.
membuat tamu undangan juga merasakan apa yang Tiara rasakan. bahkan Gadis sampai menghapus air mata dengan tissue di tangannya, juga dengan Akira yang menangis dan bersandar pada bahu Arjun.
"Terima kasih telah memilihku... Terima kasih telah menerima segala kekuranganku, memperjuangkan ku hingga saat ini... mungkin kamu begitu mencintaiku, tapi kamu tak akan tau bahwa cintaku jauh lebih besar dari apa yang kamu rasakan... Aku mencintaimu Galih...sangat... aku akan tetap bersamamu, berada di sisimu sampai kita menua... aku akan mendukung mu dan menjadi orang yang selalu mempercayai mu... Ayo, kita wujudkan semua mimpi-mimpi kita... Aku sangat mencintaimu Galih...".
Setelah mengatakan apa yang ingin Tiara katakan, hatinya begitu lega. inilah janji yang dibuat keduanya. di depan Pendeta dan semua tamu yang menjadi saksi janji pernikahan Galih dan Tiara.
***
Pesta masih berlanjut. para tamu bergantian memberi ucapan selamat kepada pengantin baru itu. juga dengan pasangan Dion-Gadis dan juga Arjun-Akira. mereka turut berbahagia dengan pernikahan sahabat karibnya itu.
"Lo cukup jauh di belakang kita nyet..." gurau Dion.
Maksudnya? membuat Galih bertanya-tanya apa yang dikatakan Dion barusan.
"Kalau bisa langsung buat Galih junior twins... hehehe... biar kita imbang..." tambahnya.
Dan rona malu langsung menghiasi wajahku Tiara. membayangkan kalau ia akan mengandung anak Galih setelah ini.
"Ck..." Galih hanya berdecak dengan ucapan Dion.
"Jangan lupa minum jamu, seperti nya lo sudah terlihat tua..." tambah Arjun semakin membuat Dion tertawa tapi beda lagi dengan Galih yang semakin kesal. bibirnya bergerutu seperti tengah mengumpati dua sahabatnya itu.
"Sudah-sudah... jangan mengejek pengantin baru ini... doakan yang terbaik untuk Galih dan Tiara..." lerai Gadis dan memang selalu jadi penengah atas keributan yang selalu saja terjadi jika Dion, Arjun dan Galih disatukan.
"Selamat ya Om Galih dan Tante Tiara... semoga selalu berbahagia..." ucap Akira menirukan Starla yang memang saat ini berada di sampingnya.
***
__ADS_1