Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
115. Peringatan Terakhir.


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Akira selalu tersenyum sepanjang hari.


Bahkan senyum itu terlihat tak pudar sama sekali walaupun hari telah berganti sore.


Besok adalah ulang tahun Arjun... aku ingin menjadi yang pertama memberinya ucapan dan juga hadiah ...


"Akira..." panggil Tiara saat sahabatnya baru saja keluar dari kelas.


Akira melambaikan tangan melihat Tiara yang langsung berlari menghampiri dirinya.


Senyum gadis itu semakin berkembang sempurna.


Keberuntungan Akira adalah memiliki mertua yang sebaik Mami dan Papi. Selain itu Akira juga memiliki suami yang begitu baik, perhatian, dan mencintai Akira dengan sepenuh hati.


Tapi Tuhan tidak hanya memberikan anugrah itu bagi Akira.


Nyatanya Tuhan sangat baik dengan menghadirkan seorang sahabat yang amat mengerti Akira.


Tiara... seorang gadis yang tidak terlahir dari rahim yang sama dengan Akira, tapi bisa sehati dengan pikirannya. Gadis yang selalu menjadi teman curhat Akira apapun masalah yang di hadapi.


Tiara bisa menjadi sahabat yang mampu menyelesaikan masalahnya, juga sebagai pendengar yang baik kala Akira curhat mengenai sesuatu hal.


Dan Akira bersyukur memiliki sahabat seperti Tiara.


Ia berharap Tuhan akan selalu menjaga persahabatan mereka sampai tua.


"Apa lo sibuk?" tanya Tiara. Merangkul bahu sahabat nya dan berjalan bersama menyusuri koridor Gedung Keperawatan.


"Tidak juga... ada apa?",


"Aku ingin bantuan mu..." ucap Tiara memohon.


Memang terlambat dih untuk meminta tolong karena biasanya Tiara akan janjian terlebih dahulu lewat pesan singkat.


Tapi karena terlalu sibuk, akhirnya Tiara menemui Akira secara langsung saja.


"Bantuan? apa yang bisa aku bantu?" tentu saja Akira tidak tau harus membantu apa.


"Ayo kita ke Mall, aku ingin mencari hadiah untuk pacarku..." ucap Tiara antusias.


"Ha?"


"Kenapa? pacarku besok ulangtahun... aku harus memberinya kado...".


Kenapa barengan gini sih... hehehe... batin Akira senang. Ia juga berpikiran mencari kado untuk Arjun. Siapa sangka kalau Tiara juga punya niat yang sama.


"Ayo kita sama-sama cari kado," ucap Akira antusias. Bahkan lebih antusias di bandingnya Tiara.


"Sama-sama?" tanya Tiara mengambang.


Akira menganggukkan kepala penuh semangat, "Arjun besok juga ulang tahun...",


Tiara terkejut, "Benarkah? kenapa bisa sama begini sih...". Ada banyak tanggal di kalender tapi entah kenapa pria spesial mereka sama-sama berulang tahun besok.


Takdir bukan?


Setidaknya Akira fan Tiara sama-sama memiliki seorang pria yang memiliki karakter dan sifat yang tidak jauh berbeda karena tanggal kelahiran mereka pun sama.


"Ayo kita ke Mall sekarang..." ucap Akira dan Tiara bersamaan.


Kedua gadis itu berjalan bersama keluar dari Kampus.


"Apa kamu bertemu dengan Dean lagi?" tanya Tiara.


Tak jadi rahasia lagi tentang rencana yang Dean buat untuk membuat hubungan Akira dan suaminya menjadi renggang. Akira telah menceritakan semuanya.


"Tidak, seharian aku tidak bertemu dengannya..." jawab Akira.

__ADS_1


Memang sebaiknya seperti itu, antara Akira dan Dean tak lagi perlu saling akrab seperti dulu.


Karena tidak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan.


"Baguslah... lo tidak sedih kan?" tanya Tiara.


Akira pernah merasakan yang sama seperti sekarang, di abaikan oleh Dean waktu itu.


"Hahah... tidak lah, aku tidak lagi peduli dengannya... karena, suamiku jauh lebih baik dari siapapun..." jawab Akira yakin.


Sekarang Arjun lah pria yang akan menjadi poros kehidupannya.


Tiara tersenyum dengan apa yang di katakan Akira, Iya, aku tau... dan Aku juga ingin seperti dirimu...


Siapa yang tidak iri dengan kehidupan Akira sih, memiliki suami yang sayang kepadanya, mertua yang menyayanginya, dan juga kaya raya... semua perempuan pasti menginginkan hal itu termasuk Tiara.


Di lain tempat, Arjun telah berdiri di depan mobil yang membawanya ke tempat ini.


Bersama dengan Galih, kedua pria itu sedang berdiri menghadapi pria muda dengan motor Sport.


Dari tatapannya kepada pria muda itu, terlihat sekali kalau Arjun menyimpan banyak kemarahan. Ingin sekali rasanya memukul sedikit saja wajah tak tau diri di depan sana sebagai bentuk pelampiasan, tapi Arjun sudah terikat pada janjinya untuk tidak menyakiti sosok itu.


Ya, karena Akira lah Arjun berjanji untuk tidak menyakiti Dean walaupun kemarahan sudah berada di puncak kepala.


"Gue sudah tau semuanya..." ucap Arjun memulai percakapan pada Dean.


Sedangkan Galih hanya terdiam mengawasi sekitar.


Apalagi ini adalah di halaman kampus. Akan sangat beresiko jika Arjun memukul mahasiswa tersebut.


Walaupun sudah di wanti-wanti, tapi Arjun tetap lah Arjun. Pria yang selalu tidak bisa meredam kemarahannya.


"Apa maksud Lo?" tanya Arjun. Pertanyaan yang bahkan ia sendiri sudah tau jawabannya.


Apalagi kalau bukan untuk membuat hubungannya dengan Akira merenggang.


"Justru gue yang harusnya bertanya, apa maksud Lo sekarang?" tanya Dean berusaha untuk bersikap seolah-olah tidak tau apapun.


Anak dari pemilik Pradipta Group selalu saja seperti itu. Menekankan orang lain sambil membawa teman mereka.


Pecundang sekali! apa dia akan memukul lagi bergantian dengan pria di sampingnya? Ck... inilah sifat asli Arjun Pradipta... batin Dean.


"Jauhi Akira!" perintah Arjun.


Jika kamu masih berani mengganggu istriku, aku benar-benar akan menghancurkan dirimu, Dean!


Dean hanya tersenyum dan berpangku tangan di atas motornya.


"Kenapa? kenapa aku harus menjauhi teman kuliahku?"


Sungguh Dean benar-benar berubah dari yang dulu.


"Mau lo apa sih?" tanya Arjun. Kesal sekali dia melihat wajah tidak tau malu di depan sana. Wajah yang seolah menampakkan rasa tidak sukanya terhadap Arjun.


"Berhenti berpura-pura Tuan Pradipta... hentikan sandiwara mu itu," ucap Dean.


Hentikan semua sandiwara mu dengan mengikat gadis tak bersalah untuk berada di sampingmu.


"Gue tau kalau Lo hanya bersandiwara di depan Akira... asal Lo tau, sifat Lo yang seperti itu akan membuat Akira terluka karena terlalu berharap... dia akan sakit hati melihat suaminya yang selalu merasa tidak puas mengencani banyak wanita di luaran sana... hentikan,"


Plaakk....


Suara tamparan tangan seseorang menggema memenuhi sekitar. Arjun dan Galih sama-sama membuatkan mata, sedangkan Dean langsung tak bergerak merasai pipinya yang semakin terasa panas seperti terbakar.


"Akira..." ucap Tiara menjadi satu-satunya suara yang kembali membuat mereka tersadar dengan apa yang telah terjadi barusan.


"Cukup Dean! cukup!" pinta Akira dengan mata memerah.


Hatinya benar-benar sakit mendengar suaminya dijelek-jelekkan oleh pria lain tepat di depan matanya.


Apa yang di katakan Dean sangat keterlaluan.

__ADS_1


"Cukup!".


Jelas sekali kalau Akira kecewa dengan apa yang di lakukan Dean barusan.


Pria itu benar-benar telah berubah bukan seperti Dean yang dulu lagi.


Yang membuat Akira semakin kecewa adalah Dean telah merendahkan suaminya.


"Lo gak berhak berkata seperti itu kepada suamiku. Lo sama sekali tidak tau bagaimana sifat suamiku... jadi sudah cukup! jangan bicara buruk tentang suamiku lagi...",


Di bela Akira di depan semua orang membuat hati kecil Arjun senang, bahagia.


Ia tak menyangka kalau mendapatkan seluruh cinta dari gadis itu. Dan semakin Arjun melihatnya, Arjun merasa semakin bersalah tentang apa yang telah ia lakukan di masa lalu.


Betapa Arjun tidak bisa menjaga diri dari dunia luar yang amat kejam.


"Aku dan Arjun memang salah, memulai pernikahan dengan kebohongan... tapi semakin kesini kami sadar... kami berusaha untuk memperbaiki semuanya. Sedangkan Lo, apakah Lo benar? bersekongkol dengan Lea untuk mengadu domba kami? apa semua itu bisa di benarkan?"


Akira tak berniat berniat berkata seperti itu pada Dean. Tapi tidak ada pilihan lagi selain mengatakannya untuk sedikit membuat Dean sadar kesalahannya.


"Aku sudah tau semuanya..."


"A-ki-ra..." memanggil nama gadis itu saja sudah membuat Dean gugup. Nafasnya seperti tercekat di tenggorokan.


"Seyakin itu Lo berpikir kalau aku akan kembali bersamamu? tidak Dean! aku wanita bersuami sekarang... dan melihat cara kotor yang Lo lakukan, gue tidak sebodoh itu untuk bisa kembali bersamamu... apalagi sekarang, hatiku hanya milik suamiku saja..." ucap Akira.


Akira ingin meludahi wajah pria tak tau diri di depannya.


Cara Dean yang begitu kotor sungguh membuat Akira merasa jijik.


"Walaupun Arjun telah melakukan kesalahan di masa lalu, setidaknya ia tak seburuk dirimu. Menggunakan cara kotor untuk menghancurkan pernikahan seseorang," ucap Akira dan berjalan menuju ke arah suaminya. Juga dengan Tiara.


"Jangan ganggu kami lagi, atau aku akan membiarkan Arjun melakukan apapun..." ucap Akira dan kembali menengok ke arah Dean, "Termasuk menghancurkan keluarga mu!".


Mendengar ancaman yang terlontar dari mulut Akira membuat semua orang ternganga tak percaya.


"Kita pergi sayang..." Ajak Akira pada Arjun.


Dan keempat orang itu pergi meninggalkan Dean yang masih duduk di atas motor nya dengan tak percaya.


Tak percaya kalau wanita yang ia cintai melakukan hal itu.


Aku benar-benar membencimu Dean... sangat benci! batin Akira.


Beda lagi dengan Arjun, "Cie istriku... hebat sekali..." pujinya tanpa ragu. Sedangkan Tiara dan Galih hanya tersenyum melihat kelakuan pasangan muda tersebut.


"Tiara, jadi kan?" tanya Akira ketika mereka sampai di depan mobil.


"Tapi... lo kan?" tentu saja Tiara ragu. Akira telah di jemput Arjun.


"Mau kemana?" tanya Arjun bersuara.


"Ke Mall... aku sudah janjian menemani Tiara... boleh ya sayang..." ucap Akira dengan menunjukkan bola mata penuh harap.


"Lah Aku?" tentu saja ini bukan rencana Arjun. Ia kira mereka akan langsung pulang.


Tapi nyatanya sangat istri telah janjian dengan sahabatnya tanpa memberitahunya lebih dulu.


"Ikut dong..." jawab Akira tanpa ragu.


Dan benar saja, keempat orang itu akhirnya pergi dengan sebuah mobil menuju ke Mall sesuai dengan perintah Akira.


Tiara duduk di depan bersebelahan dengan Galih yang mengemudikan mobil, sedangkan Akira dan Arjun duduk di bangku tengah sibuk dengan dunianya sendiri yang kadang membuat Tiara salah tingkah sendiri mendengar polusi suara yang di ciptakan.


Agghh... gue bisa gila! batin Tiara sambil menyentuh pangkal hidungnya.


***


Beri tepuk tangan pada Akira... hebat sekali membuat Dean tak bisa berkata-kata...


Mo ngingetin, sekarang update wajibnya Senin-Sabtu yes... kalau minggu jangan di tunggu, soalnya banyak sibuknya dirikuh... Oke?? Luv kalian BANYAK-BANYAK...

__ADS_1


__ADS_2