
HAPPY READING...
***
Akira mengikuti mata kuliahnya hari ini dengan semangat penuh. Memperhatikan dosen yang mengajar dan sesekali mencatat yang perlu di catat. Berbeda sekali dengan Akira semasa SMA dulu, yang hanya bengong, melamun tanpa ada pelajaran yang masuk di dalam otaknya.
Sekarang Akira telah menemukan alasan untuk membuat dirinya berguna.
Ia ingin menjadi seorang perawat dan bekerja di rumah sakit.
Semangat ini tentu saja Akira dapat dari kondisi Ibu Arum yang menyedihkan juga dari Dean, kekasihnya yang selalu memberi semangat kepadanya.
Akan menyenangkan bukan jika suatu hari Dean menjadi seorang Dokter sedangkan Akira menjadi perawat.
Mereka akan bekerja di RS yang sama.
Terlihat seperti pasangan yang romantis bukan?
Itu adalah impian Akira. Tentu saja setelah ia bercerai dari Arjun suatu hari nanti.
Bercerai? baik Akira maupun Arjun belum membahas tentang hal itu.
Setelah jam kuliah usai, aku tunggu di parkiran...
Ucapan Dean tadi masih teringat jelas di ingatan Akira. Dan tentu saja Akira tidak membuang kesempatan itu. Entah kemana mereka pergi nanti, setidaknya Akira senang bisa bersama dengan Dean.
Di hatinya hanya ad Dean seorang. Cinta pertama sekaligus pacar pertamanya.
Tak terasa jam kuliah telah usai. Akira mengemas semua buku-bukunya dan langsung berlari keluar menuju ke parkiran dimana Dean pasti sudah menunggunya disana.
"Gue duluan ya..." pamitnya pada teman sekelasnya.
"Oke,"
Akira adalah gadis yang mudah bergaul. Maka itulah di Universitas, Akira memiliki banyak sekali teman. Bukan hanya perempuan tapi juga pria. Bahkan Akira juga akrab dengan teman-teman Dean dari Fakultas Kedokteran.
Saat menyusuri koridor, Akira tak sengaja bertemu dengan Tiara. Gadis itu tentu saja langsung mendekati Akira dengan senyum ramah. "Kelas Lo udah selesai?" tanya Tiara.
"Hm,"
"Bagaimana kalau pulang bersama?" Tiara berinisiatif untuk pulang bersama Akira.
"Pulang bersama?" tanya Akira sedikit bingung untuk menjawab apa karena ia sudah janjian dengan Dean tadi pagi.
"Kenapa? lo ada janji?" tentu saja Tiara menyadari perubahan wajah sahabatnya tadi.
"Dengan Dean?" selidik Tiara. Karena hanya pria itu yang mungkin berani mengajak Akira. Tiara juga telah mendengar dari seseorang kalau Dean menjalin hubungan dengan Akira.
Akira tersenyum di buat-buat, "Hehehe... lain kali saja ya kita pergi... gue benar-benar punya janji dengannya..." ucap Akira meminta maaf.
"Mau sampai kapan lo berbohong Ra?" tanya Tiara mencemaskan sahabatnya. Ia tau kalau kelakuan Akira saat ini adalah sebuah kesalahan. Bagaimanapun pernikahannya, fakta yang ada adalah Akira telah bersuami.
"Tiara... jangan membahas itu lagi ya... gue mohon..." pinta Akira bahkan sampai mengatupkan kedua tangannya memohon.
Belum sempat Tiara bersuara, Akira kembali berucap "Gue buru-buru... duluan ya..."
Akira segera pergi meninggalkan sahabatnya.
Di sana hanya Tiara yang masih terdiam sambil menatap kepergian sahabatnya. Apa saran gue dulu adalah sebuah kesalahan?
__ADS_1
Bagaimanapun Tiara ingat kalau dirinya lah yang menyarankan Akira untuk melanjutkan sekolah. Hingga Akira bisa bertemu dengan Dean lagi disini, itu juga karena Tiara.
Tuhan... maafkan aku... sesal Tiara.
Akira telah tiba di parkiran. Di sana sudah ada Dean yang duduk di atas motor sambil sesekali menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Maaf ya menunggu lama..." ucap Akira.
"Tidak apa-apa..." jawab Dean lembut.
"Jadi pergi?" tanya Akira penasaran.
"Tentu saja, ayo naik..." Dean langsung menyerahkan 1 helm untuk Akira dan memakai helm untuk dirinya juga. Setelahnya Akira bergegas naik dan motor sport itu melaju meninggalkan Universitas.
"Kita mau kemana?" tanya Akira sangat penasaran. Karena Dean sama sekali tidak memberitahu Akira tentang tujuannya saat ini.
"Nanti juga tau..." jawab Dean masih merahasiakan.
"Iss..."
Dean meraih tangan Akira agar memeluk pinggangnya. Dan otomatis tubuh gadis itu sedikit menempel di punggung Dean.
Hampir 1 jam lamanya, akhirnya Dean mulai memelankan laju kendaraannya.
Eh ini kan...? tentu saja Akira terkejut tentang keberadaan nya saat ini.
"Ayo turun..." pinta Dean kepada Akira.
Walaupun Akira masih terkejut tapi gadis itu langsung turun dari motor dan melepas helm yang melindungi kepalanya sejak tadi.
"Tidak," elak Akira.
Dean dan Akira bergandengan tangan dan mulai masuk ke tempat wisata itu setelah membayar tiket masuk.
"Kamu sudah pernah kesini?" tanya Dean kepada Akira untuk memastikan saja. Karena Dean sama sekali belum pernah melihat postingan Akira berada di tempat ini sama sekali.
"Iya," jawab Akira.
"Jadi sudah pernah kesini?" Dean juga terkejut dengan jawaban Akira barusan.
Akira selalu memposting kegiatannya Jangankan di rumah, di manapun gadis itu tak lupa membagikannya dalam akun sosial media.
"Sudah, tapi belum sempat foto karena Aku dan Tiara tiba saat siang..." jawab Akira.
Benar sekali. Akira pernah datang ke tempat ini. Taman dengan banyak sekali bunga dan jenisnya. Taman bunga X, itulah nama tempat ini.
"Kalau begitu, kita akan ambil foto banyak di sini..." jawab Dean.
Akira tersenyum tapi bukan sebuah senyum yang tulus. Entah kenapa tiba-tiba hatinya terasa aneh semenjak tiba di tempat ini.
Akira berjalan bersama dengan Dean. Menyusuri jalanan setapak di depannya. Hingga tiba-tiba Akira berhenti melangkah.
Kilasan kejadian dulu kembali memenuhi kepalanya. Kejadian saat dirinya bersama dengan Tiara sedang menertawai seorang pria yang dulu juga tepat berdiri di tempatnya saat ini. Saat itu Akira sangat senang karena pria di depan sana di tampar oleh 3 orang wanita.
Dan Akira kembali tersenyum tanpa sadar.
"Ra... ada apa?" tanya Dean sambil menyentuh bahu kekasihnya.
__ADS_1
Eh, astaga... Tentu saja di sentuh Dean barusan membuat Akira tersadar dari lamunannya.
"Ahh.. tidak..." elak Akira.
"Tadi kamu tersenyum... apa ada yang lucu?" tanya Dean memastikan. Mungkin saja Akira melihat sesuatu yang lucu di depan sana.
"Tidak..." jawab Akira lagi. Mana mungkin dia bilang kepada Dean tentang kenangan itu.
Kenangan yang sangat lucu sekaligus menegangkan untuk dirinya.
Ck... gue benar-benar gila... ngapain teringat dengan pria sinting itu! Akira mencoba untuk mengusir ingatannya tentang Arjun kalau itu.
Akhirnya Dean dan Akira duduk di sebuah saung dari bambu. Memesan minuman serta makanan kecil untuk menemani mereka mengobrol.
Tapi sepertinya hanya Dean lah yang banyak berbicara daripada Akira. Karena Akira hanya terdiam dan kembali lagi membayangkan saat itu. Saat dimana dirinya dengan susah payah berlari menghindari kejaran Arjun dan bersembunyi di bawah meja.
Bagaimana kalau dulu gue tertangkap ya? apa yang terjadi setelah itu? Apa gue akan di cekik sampai mati? Atau di bunuh dan di kuburan di taman ini? Agghh... menakutkan sekali...
"Akiraaa!" panggil Dean lagi.
"Eh, ya?"
"Kamu melamun lagi ya?" tanya Dean.
"Tidak... mana mungkin aku melamun," jawab Akira berbohong.
"Kalau tidak sedang melamun, aku tadi bicara tentang apa coba?" tanya Dean menggoda Akira.
Tentu saja Akira gugup bukan main. Karena memang sejak tadi dirinya sama sekali tidak mendengarkan apa yang sedang Dean bicarakan.
Akira tenggelam dalam lamunannya sendiri.
"Tuh kan, kamu tidak tau..." jawab Dean sedikit kesal.
Pria itu segera mendekati Akira. Menyentuh kedua pipi Akira dan mendekatkan wajahnya ke wajah Akira.
Dean ingin mencium Akira saat ini tapi saat bibir pria itu semakin mendekat, Akira tambah bingung karena kepalanya mulai diisi oleh kilasan-kilasan saat dirinya berdiri di Altar Pernikahan bersama dengan Arjun.
Sama seperti sekarang, Arjun juga mendekati Akira dan mencium kening gadis itu.
Secara spontan, Akira mendorong tubuh Dean agar jarak mereka sedikit menjauh.
"Akira?" panggil Dean juga terkejut dengan tindakan Akira barusan.
"Maafkan Aku Dean..." ucap Akira dengan nafas yang masih tak beraturan. Ia benar-benar tidak sengaja mendorong Dean seperti tadi.
Ada apa dengan Gue? kenapa tiba-tiba Arjun kembali muncul dalam kepala gue...?
Tentu saja Akira terheran-heran akan hal itu.
***
**Nah... gagal ciuman kan? hahaha...
Ayo tebak-tebakan... yang bakal jatuh cinta Duluan Arjun atau Akira?
Komentar banyak-banyak... Karena komentar kalian penting untuk mood Authornya...
Love kalian banyak-banyak**...
__ADS_1