Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
70. Salah Apa Aku?


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Akira pergi mengikuti pria berseragam keluar dari acara pesta. Walaupun sedikit ragu, tapi tak mengurungkan niatnya untuk menemui seseorang yang ingin bertemu dengan dirinya.


Padahal di pesta malam ini tidak ada siapapun yang dikenal Akira.


Sepanjang jalan, Akira selalu bergumam dalam hati, Siapa yang ingin menemui ku?


Hingga langkah kakinya tiba di sebuah taman kecil tepat di samping hotel. "Silahkan..." pria itu hanya mengantarkan Akira sampai di jalan setapak. Sehingga Akira berjalan sendiri menuju ke bangku besi yang di duduki oleh seseorang, Apa dia wanita yang tadi? batin Akira bertanya-tanya.


Dari gaun memang sama berwarna merah maroon, tapi Akira ragu apakah orang yang ingin menemuinya itu adalah wanita yang sama saat bertemu di toilet tadi.


Apalagi wanita itu duduk dengan membelakangi Akira, jadi Akira tidak mampu melihat wajahnya untuk saat ini.


Dengan langkah pasti, Akira terus mendekat "Permisi," ucapnya dengan sangat sopan.


Wanita bergaun merah itu langsung bangkit, memutar tubuhnya dan langsung melangkah mendekati Akira.


Dari tinggi tubuh saja sangat jauh berbeda walaupun sama-sama mengenakan sepatu dengan Heels tinggi.


"Aku tidak menyangka kalau gadis muda yang memberikanku tissue wajah adalah menantu Pradipta, keluarga paling tersohor di negara ini..." ucap wanita itu untuk pertama kalinya.


Sebenarnya Akira sedikit takut menghadapi wanita itu. Apalagi sorot matanya benar-benar tak bersahabat sama sekali. Entah apa yang diperbuat Akira hingga wanita itu membencinya.


"Ada maksud apa Anda meminta saya datang kesini?" Akira masih berkata sopan kepada wanita itu.


"Apa memang seperti itu cara mu berbicara kepada orang lain? atau setelah menjadi menantu Pradipta saja?" sindirnya dengan tawa penuh mengejek.


Sebenarnya Akira kesal menghadapi wanita yang bahkan namanya saja ia tak tau. Tapi kalau Akira pergi, sampai kapanpun ia tak akan pernah tau siapa wanita yang mencari masalah terhadapnya itu.


"Saya benar-benar tidak paham apa maksud Anda,".


"Jangan memahami ku Nyonya Arjun, jangan pernah memahami diriku..." ucap wanita itu.


Apa sih maunya? apa dia sedikit kurang waras? tapi apa yang membuatnya begitu? kebanyakan harta? ck... alasan yang lucu... Akira ingin tertawa dengan dugaannya sendiri.


"Bagaimana mungkin seorang menantu Keluarga Pradipta peduli pada orang lain? Jangan pernah melakukan hal itu... hiduplah sama seperti anggota keluarga lainnya... hiduplah se menjijikkan itu...",


Akira semakin tak terima dengan cara bicara wanita itu yang sudah sangat keterlaluan dengan menghina keluarga suaminya. "Maksud Lo apa?" teriak Akira. Akira tidak terima keluarga Pradipta di bicarakan seperti itu. Memang apa kesalahan keluarganya?


"Hahaha... akhirnya sebutir kerikil keluar juga dari tumpukan emas... jadi seperti ini sifat asli Lo?" tanya wanita itu mempertanyakan sifat asli Akira.


Bagaimana mereka bisa menjadikan jal*ng ini sebagai menantu mereka?


"Mau Lo apa sih? Gue sama sekali tidak mengenal Lo, tapi Lo berbicara seolah-olah Lo sangat mengenal gue dan keluarga gue..." geram sekali Akira. Ingin sekali ia menjambak wanita kurang ajar itu.


"Oh, gue lupa memperkenalkan diri... kenalkan, nama gue Elsa..." ucap wanita yang ternyata bernama Elsa. Menggantung tangannya cukup lama tapi Akira tak menjabat nya sama sekali.


Akira justru melempar pandangannya ke arah lain.


Hingga Elsa menarik tangannya dengan perasaan tak percaya.


Jadi namanya Elsa?


Belum sempat berbicara cukup lama, tiba-tiba Galih datang mendekati Akira.


"Nona Akira... kenapa Anda disini?" tanya pria itu entah dari mana datangnya.


Sejenak Galih menatap wanita yang sedang berdiri di depan Akira. Ngapain mereka disini?

__ADS_1


batin Galih bertanya-tanya.


Apa Galih mengenalnya? Akira kebingungan karena dari cara Galih menatap wanita itu, Galih langsung menampakkan wajah tak sukanya.


"Lebih baik Anda kembali masuk..." perintah Galih.


Setidaknya menghindar lebih baik daripada meladeni Elsa tang mungkin saja akan mengeluarkan kata-kata kotor demi untuk menghina Akira.


Akira hendak berjalan kembali dengan Galih, tapi segera di cegah Elsa. "Apa yang lo lakukan sampai bisa menjadi istri Arjun?" tanya Elsa dengan lantang.


"Lo sengaja membuka kaki lebar-lebar untuk membuat Arjun terpesona? Ck... pasti benar," tambahnya.


Akira yang tadinya sudah kesal dengan mulut Elsa, kali ini bertambah kesalnya. Mulut perempuan itu benar-benar sudah merendahkan harga dirinya. Akira tidak menerima semua itu. Walaupun Akira bukan berasal dari keluarga kaya raya, tapi tidak pernah sekalipun ia di didik dengan ucapan yang mampu membuat orang lain merasa hina. Akira lahir dari keluarga baik-baik.


Saat diminta menjadi menantu keluarga Pradipta, orang tua mereka juga bertemu secara baik-baik.


"Nona, jangan!" cegah Galih. Bagaimanapun ia tak mau istri dari bosnya terlibat kekacauan disini.


Tadinya Akira ingin sekali menampar mulut wanita itu, tapi karena di cegah Galih Akira hanya terdiam.


"Oh jadi dugaan ku benar?" tanya Elsa merasa kalau ucapannya itu adalah sebuah kebenaran.


"Nona Elsa, sebaiknya Anda tidak membuat keributan..." perintah Galih.


Elsa tentu saja tak terima. Memang siapa Galih hingga berani memerintah nya?


"Hei, tutup mulutmu! siapa Lo sampai berani memberi perintah terhadap ku?".


Elsa kembali beralih menatap Akira dengan tatapan penuh kebencian, "Bagaimana bisa Keluarga Pradipta yang tersohor di negara ini memilih menantu yang seperti itu? lihatlah bagaimana penampilannya! bukankah dia terlihat seperti seorang j*lang yang -"


Belum sempat meneruskan kalimatnya, Akira berteriak, "Jaga bicara Anda Nona! sejak tadi saya hanya diam saja mendengar semua omong kosong yang Anda bicarakan... sejak tadi saya hanya diam karena saya tidak berhak mencari masalah dengan Anda..."


Sebenarnya Akira malu karena di taman ini, mulai banyak orang yang datang dan melihat bagaimana dirinya di permalukan. Yang membuat Akira lebih sedih adalah tidak ada Arjun disana.


Elsa masih memperlihatkan wajah tak sukanya, "Lo mau tau alasannya?". Elsa mendekati Akira, tapi tentu saja Galih menjadi orang yang bersedia berdiri di depan Akira untuk melindungi gadis itu.


"Karena Lo telah merampas kebahagiaan gue! Lo adalah satu-satunya sumber masalah bagi gue..." ucap Elsa sambil menunjuk Akira dengan telunjuknya.


Tentu saja Akira tidak paham dengan apa yang sedang Elsa bicarakan. Akira tidak mengenal gadis itu tapi kenapa ia bisa di salahkan atas semuanya?


"Gara-gara Lo, Arjun menolak lamaran gue... gara-gara Lo, Arjun tidak mau memilih gue menjadi istrinya! brengs*k!"


Galih kecolongan, tanpa di duga sama sekali Elsa menampar keras wajah Akira hingga membuat Akira terhuyung ke belakang.


"ELSA!" teriak seseorang menggema memenuhi tempat itu.


Untung saja Arjun cepat datang dan langsung menangkap tubuh istrinya. Jika terlambat sedikit saja, Akira sudah benar-benar terjatuh.


"Kamu tak apa-apa?" tanya Arjun mengamati wajah istrinya. Seketika mata Akira mulai menggenang. Pipinya terasa panas akibat tamparan wanita bernama Elsa itu.


Arjun melihat sudut bibir Akira yang mulai mengeluarkan darah. Hal itu membuat Arjun murka. Mata pria itu langsung memerah,


"Biar Akira bersamaku..." pinta istrinya Danu kepada Arjun.


Maya juga merasa bersalah karena istri sepupunya sampai mengalami hal seperti ini di pesta yang Danu dan Maya adakan.


Akira di bantu Maya pergi dari taman itu. "Hiks..." tangis Akira mulai pecah. Ini adalah pertama kalinya ia di permalukan di depan umum. Lebih parahnya oleh orang yang tak di kenalnya sama sekali. Akira benar-benar merasa sakit. Di tambah sudut bibirnya yang sedikit robek dan mengeluarkan darah.


"Maafkan Aku Akira..." ucap Maya menyesal.


Entah kenapa penjagaan di tempat ini terlihat sangat longgar. Seharusnya Danu meminta untuk memperketat penjagaan terhadap anggota keluarga Pradipta.

__ADS_1


"Bawa Akira ke kamar," kali ini Danu yang bersuara.


Maya dan Danu langsung membawa Akira ke kamar hotel.


Di sana juga ada Om Bagaskara, ayah dari Danu yang tak lain adalah adik dari Papi Johan.


"Mas Johan akan marah melihat ini..." keluh pria itu. Tentu saja Om Bagas khawatir tentang semuanya.


"Pah, jangan beritahu Om Johan. Saat ini beliau sedang di luar negeri..." saran Danu.


"Iya, Papa tau...".


Di lain tempat, Arjun masih berdiri menatap wanita tak tau diri di depannya.


"Berani sekali kamu menggunakan tangan mu untuk menyakiti istriku!" ucap Arjun dengan gigi bergerutu menahan kemarahan.


Wanita di depannya telah melukai Akira tadi, dan hal itu yang membuat Arjun tak terima.


"Kenapa? gue hanya ingin memberi pelajaran pada dia! karena dia, Lo menolak lamaran yang di tawarkan keluarga gue Arjun! gara-gara dia lo membuat malu keluarga gue!" teriak Elsa.


Ya, keluarga Elsa telah menawarkan putrinya agar dinikahkan dengan Arjun, tapi semua itu di tolak langsung oleh Arjun. Di depan keluarganya, Arjun terang-terangan menolak Elsa. Tapi tak butuh waktu lama, tiba-tiba terdengar kabar kalau Arjun menikah dengan seorang gadis yang bukan dari keluarga kaya raya. Hal itulah yang membuat Elsa marah dan juga kecewa.


"Kalau Lo berpikir seperti itu, lo salah besar Elsa! karena alasan gue menolak lamaran dari keluarga Lo bukan karena Akira, yang saat ini sudah resmi menjadi istri sah ku. Alasan gue menolak lo karena Lo sakit jiwa. Lo pernah sakit jiwa dan di rawat di rumah sakit di Amerika. Bagaimana bisa gue menikah dengan wanita gila seperti itu?"


Mendengar ucapan Arjun, Elsa langsung terdiam. Elsa memandang sekelilingnya, semua orang terlihat berbisik-bisik membicarakannya.


"Tidak... tidak... TIDAK!" teriak wanita itu histeris.


Gue tidak sakit jiwa... tidak... gue waras...


"Elsa sakit jiwa?"


"Dia gadis gila?"


"Jadi dia pernah dirawat karena gila? hahaha"


"Tidak, gue tidak gila... gue tidak gila... Gue waras BRENGS*K!!"


 


Arjun berlari mencari keberadaan istrinya. "Dimana Akira?" tanyanya pada salah satu anak buah Danu.


"Di dalam Tuan Arjun,"


Tanpa menunggu lama, Arjun langsung masuk ke dalam kamar tersebut. "Akira..."


"Arjun... hiks," Akira kembali menangis melihat suaminya.


Sungguh hati Arjun seperti hancur melihat istrinya menangis seperti itu, "Jangan menangis..." pinta Arjun sambil memeluk Akira dan menenggelamkannya dalam dada.


Tak peduli pakaian yang di kenakan nya mungkin terkena darah dari mulut istrinya, tapi yang jelas Arjun ingin membuat gadis itu berhenti menangis dan sedikit tenang. "Jangan menangis, ada aku disini...".


"Apa salahku Arjun? Apa salahku menjadi istrimu? hiks hiks..." hanya itu yang keluar dari mulut Akira.


***


Semoga syuka dengan Part ini...


Love kalian banyak-banyak...


Besok ada Crazy Up dari Authornya... Siap-siap ya... (Hadiahnya maksudnya... hehehe)

__ADS_1


Wajib ngucapin selamat ulang tahun hehehe (Gak tau diri emang Nih Author)


__ADS_2