
Kini semua orang berkeliling di hamparan luas halaman sekitar rumah penganten baru, ada yang menggunakan kendaraan kusus yang memang di sediakan oleh Edward untuk berkeliling, Alena memilih berjalan kaki santai bersama dengan yang lainya
"Bee, aku akan mengajak Dady dan Mommy berkeliling, kau mau ikut?"
"Nggak usah Honey, aku akan berjalan kaki bersama dengan kak Alex, kak Rey dan yang lainnya"
"Dan kau Niel, apa yang kau lakukan di situ?"
"Aku akan menemani Alena menggantikan dirimu"
PLAK
Alena langsung memukul Daniel yang ada di sebelahnya
"Sh*it, sakit sekali Alena!" ucap Daniel meringis kesakitan
"Aku gak minta kamu nggantikan Edward, jangan modus" sahut Alena
"Heh, istrimu ini gak bisa diajak kerja sama rupanya Ed, ganas sekali" ucap Daniel
"Hahaha, hati-hatilah dengan Daniel Bee, kau boleh menghajarnya kalau dia berani menggodamu"
"Xixixi, siap Honey, laksanakan!"
Sesaat kemudian Edward langsung mengantar berkeliling
"Dasar, kalian ini memang pasangan serasi, suka sekali menganiaya diriku"
"Gak usah melas gitu, yok ikut aku keliling!" Jawab Alena
"Tunggu!"
"Apa lagi Niel, ayok ah, jangan ribet!"
"Delia, apa sudah punya kekasih?"
"Tanya sendiri ma orangnya"
"Hais, nggak jadi, aku nyusul Edward saja, ma kamu bisa tambah dianiaya mulu nasibku" ucap Daniel yang langsung ngacir menyusul Edward
Selanjutnya Alena segera menyusul yang lainya untuk berjalan berkeliling menikmati pemandangan di hamparan luas halaman rumahnya
"Wah, keren juga tatanan halaman rumah kamu Al, Jenis pohon buah yang ditanam hampir semua ada, kalau berbuah, boleh kakak ke sini ya?" Ucap Reyna
"Tentu kak, kak Rey sering-sering kesini juga gak apa-apa, aku tambah suka, apalagi ngajak kedua bocil ini, wah, rumahku pasti rame kak" ucap Alena yang berjalan santai lebih ke pelan
"Kalau masih belum kuat jalan, jangan di paksa Al, kami bisa keliling sendiri"
"Hehehe, nggak kok kak, asal pelan, masih kuat aku jalan"
Alex menggandeng tangan Reyna dan mencium puncak kepalanya, sedangkan duo bocil berlarian kesana kemari mengikuti langkah orang tuanya
Alena mundur menemani Delia dan Amaya
"Al, emang sakit banget ya?" Tanya Delia pelan
"Apanya?"
"Malam pertama Al, ish, berlagak gak tau pertanyaan ku aja kamu ini ih" ucap Delia jengkel
"Ya sakit Kak dikit, tapi Enaknya banyak, hehehe"
"Hih, dasar wanita mesum!" Sahut Delia
"Eleh, Coba nanti Kak Delia kalau dah ngrasain, pasti minta mulu"
Delia langsung mencubit pinggang Alena sambil keduanya tertawa, berbeda dengan mereka yang tengah asik menikmati hamparan halaman yang penuh dengan Bungan dan pepohonan, Amaya semakin sibuk dengan handphonenya, hingga tanpa id sadari Delia dan Alena juga tengah memperhatikannya
"Ada apa Am, Galau banget dari kemaren?" Tanya Delia
"Aditama dari kemaren gak bisa aku hubungi, pesan juga gak ada yang masuk" jawab Amaya
"Dianya gak hubungi atau kirim pesan ke kamu?" Tanya Alena
"Nggak Al, gak bisanya seperti ini, ada apa ya?" Ucap Amaya
"Mungkin handphonenya lagi rusak kali" sahut Delia
"Masak sih kak"
"Ya bisa saja kan?" Jawab Delia
"Ya sudah, nanti aku bantu cari tau, sekarang kita nikmati dulu kebersamaan kita ni, besok kalian kan sudah pulang" ucap Alena
Keduanya tersenyum dan mengangguk, kini mereka menikmati kebersamaan dengan bahagia dan saing melempar bercandaan seperti yang biasa di lakukan
*
Monalisa makin geram dengan pemberitaan di media masa tentang kabar kebahagiaan Edward dan Alena yang masih sering di muat, bahkan untuk meredakan amarahnya Amaya semakin berperilaku liar
"Faster Beby, come on, pu*askan aku, Ohh" ucap Monalisa di tengah-tengah aktifitas se*ks nya bersama dengan seorang laki-laki yang sering menemaninya aktivitas di ranjang
Laki-laki itu tersenyum dan semakin kasar memperlakukan Monalisa, teriakan dan racauan dari mulut Monalisa semakin membuat sang laki-laki makin ganas menghujamkan batang keperka*saannya ke dalam inti Monalisa, hingga Akhirnya Monalisa menge*rang hebat saat mencapai Klim*aks
Selesai melakukan kegiatan gilanya, Monalisa beristirahat di tempat tidurnya bersama dengan laki-laki bayarannya itu
"Aku punya tawaran menarik untukmu" ucap Monalisa
"Apa itu?"
__ADS_1
"Kau seorang pembalap profesional dan banyak di gandrungi kaum hawa, aku akui pesona mu sangat luar biasa"
"Aku tau hal itu, tidak usah kau jelaskan lagi, katakan saja apa tawaranmu, apa itu akan sangat menguntungkan ku?"
"Tentu saja Beb, ini lihatlah!" Ucap Monalisa memperlihatkan foto Alena
"Hem, Sangat Cantik, Alena Bilqis Nugraha, wow, istri seorang Edward Runcel Eagle?"
"Hem, aku ingin kau membuatnya jatuh di dalam jeratan Asmaramu, apa kau berani?"
"Kau Gila, dia dari keluarga Nugraha, aku sangat tau sebesar apa kekuasaan keluarga itu"
"Jadi kau tidak berani Beb, bayangkan kalau sampai itu berhasil, kau akan menjadi keluarga Nugraha, aku tidak bisa membayangkan sekaya apa nantinya dirimu"
"Hem, Sepertinya ini sangat menarik, tapi juga sangat beresiko"
"Bukannya kau suka mempertaruhkan nyawamu, dari pada di arena balap, misi ini lebih menguntungkan buatmu"
"Oke, aku setuju"
"Good job baby, kau memang yang terbaik, aku akan mendukungmu penuh, minta apapun untuk memuluskan rencana ini, akan aku penuhi"
Keduanya kembali saling memeluk dan melakukan beberapa kali Adegan ranjang kembali
*
Tiba sore hari semuanya segera pamit untuk pulang, kecuali Delia dan Amaya yang masih ingin menginap untuk satu malam sebelum kembali ke Surabaya
Alena merebahkan tubuhnya di kasur, mengistirahatkan kakinya yang lumayan capek setelah lama berjalan mengelilingi halaman
"Capek Bee?"
"Lumayan Honey"
"Mangkanya aku tadi sudah memperingatkan kamu Bee"
"iya honey, aku gak apa-apa, nanti kakiku juga enakan kalau udah istirahat"
Edward hanya tersenyum, duduk di sebelah kaki Alena dan mengambil kaki istrinya di tempatkan di atas pahanya
"Honey, apa yang kau lakukan?"
"Aku akan memijitnya sebentar"
"Hah, nggak, nggak boleh, aku istrimu mana ada membiarkanmu memijit kakiku honey"
"Jangan brisik, sini!"
Edward langsung menahan kaki Alena yang hendak ditarik, kemudian segera memijitnya
"Love you Honey"
"Jangan menggodaku Bee, ini masih sore"
"Oh, jadi sudah berani menggoda sekarang hem"
GREP
"Aah!, Hentikan Honey, Jangan!"
Teriak Alena ketika Edward menghimpit tubuhnya dan menciumi lehernya
Namun suara Handphone Edward tiba-tiba berdering dan mengehentikan semuanya, Edward segera mengambil dan melangkah pergi ke balkon untuk menerima panggilan telponnya, sesaat kemudian Edward kembali masuk ke dalam kamar
"Siapa Honey?"
"Dokter Bagas Bee"
"Ada masalah apa?"
"Tidak ada, hanya mengucapkan selamat atas pernikahan kita, dan aku minta maaf karena tidak bisa mengundangnya"
"Oh, iya, aku kira ada masalah yang serius soal Royal Murrage Hospital Honey"
"Ada sedikit Bee"
"Apa honey?"
"Soal Dokter Aditama"
"Ada apa dengan Aditama?"
"Dia mengundurkan diri dari Rumah Sakit, dan Sudah pergi"
"Maksudnya?"
"Aditama keluar dari Rumah sakit, dan sekarang katanya pergi dari Surabaya, tidak ada yang tau kemana"
"Apa, lalu bagaimana dengan Amaya Honey?"
"Tenanglah Bee, mungkin Amaya sudah di beritahu oleh Aditama"
"Amaya tidak bisa menghubunginya dari kemaren Honey, aku jadi khawatir"
"Sebaiknya segera ceritakan semuanya ke Amaya tentang Aditama Bee"
"Iya honey, aku dan kak Delia sudah punya rencana itu secepatnya"
"Ya sudah, sebaiknya kita segera mandi, ini sudah sore"
__ADS_1
Keduanya segera mandi membersihkan diri setelah seharian melakukan aktivitas yang cukup melelahkan
*
Setelah makan malam sudah tersedia di meja, Alena segera memanggil Edward dan kedua sahabatnya untuk bergabung di meja makan
"Wah, masakannya enak nih kayaknya" ucap Delia
"Aku langsung ngiler kak, maksih Alena ku yang cantik" sahut Amaya
"Makasih sahabat ku yang lebay" jawab Alena
"Ish dasar kamu itu Al, merusak suasana"
"Xixixi, kalian itu bikin aku geli tau nggak, biasa aja ngomongnya" ucap Alena
Semuanya terdiam saat Edward sudah datang dan duduk di samping Alena, Edward hendak memimpin doa dan tiba-tiba saja ada suara seseorang sedang berteriak
"Assalamualaikum, Edward aku datang!"
"Waalaikumsalam"
Sahut serempak semuanya menjawab salam
"Heh, kayaknya Daniel deh itu honey"
"Ngapain itu orang, teriak-teriak dirumah orang"
Edward segera beranjak dan menemui Daniel, sesaat kemudian keduanya sudah ikut gabung di dalam meja makan, Daniel sengaja duduk di samping Delia dan melempar senyumnya sebentar, Delia menatap jengah kelakuan Daniel, Amaya hanya terkikik melihat keduanya
Selesai makan malam, Alena sengaja mengajak Kedua sahabatnya duduk di teras belakang, sedangkan Edward dan Daniel berbincang di depan ruang Tv membicarakan seputar kepindahannya kembali ke Eagle Company yang berpusat di Jakarta
"Am, boleh kita tanya tentang hubunganmu dengan Aditama?" Ucap Alena
"Tentu saja, kalian sahabatku"
"Bagaimana kabar Aditama, apa kau sudah bisa menghubunginya?" Tanya Delia
"Belum kak, entahlah, apa yang terjadi dengannya"
"Am, apa kamu merasa kalau Aditama benar-benar mencintaimu?" Ucap Alena
"Kalian ini semakin aneh, sebenarnya apa yang ingin kalian bicarakan denganku?" Kata Amaya
"Baiklah, kami akan bicara jujur dengan mu tentang Aditama Am, setelah ini terserah apa keputusanmu, Aku berharap yang terbaik untuk dirimu Am" ucap Delia
Alena memulai membuka cerita soal Aditama yang sebenarnya pernah menyatakan cinta ke Alena, sehari sebelum jadian dengan Amaya, Delia juga menceritakan kelakuan apa saja yang sudah tidak pantas dilakukan Aditama kepada Alena
"Apa?, Jadi Aditama hanya memanfaatkan ku untuk menyakiti dan mengancammu Al?"
"Begitulah Am, sebenarnya ada hal yang lebih serius lagi yang aku katakan soal Aditama" ucap Alena
"Katakan Al, katakan semuanya, aku tidak apa-apa"
"Aditama sudah mengundurkan diri dari Royal Murrage Hospital dan pergi keluar negeri katanya"
BRUG
Amaya langsung jatuh pingsan
"Ya Alloh, Am, bangun, Amaya!" Teriak Alena panik
"Al, bagaimana ini?" Teriak Delia makin panik
"Panggil Edward kak, aku gak kuat ngangkat Amaya!"
Delia langsung berlari dan masuk menuju ke arah Edward dan Daniel berada
"Tolong , Amaya pingsan!"
Teriak Delia sambil menggeret tangan Daniel tanpa dia sadari
Daniel langsung ikut berlarian dengan di gandeng oleh Delia, sedangkan Edward mengikutinya dari belakang
"Kak, ngapain nggandeng tangan Daniel?"
"Hah!"
Delia tersadar dan langsung membuang tangan Daniel
"Ini kalian cepat angkat Amaya, bawa masuk ke kamar!" Teriak Alena lagi
"Daniel bawa masuk cepat!" Ucap Edward
"Hah, aku, iya-iya"
Saking bingungnya, bukannya Amaya yang di gotong, Daniel malah reflek mengangkat tubuh Delia
"Ah, apa-apaan sih kamu, bukan aku, itu Amaya!" Teriak Delia sambil memukuli dada Daniel
"Oh, iya, sorry !"
Ucap Daniel, kemudian menurunkan Delia dan segera mengangkat tubuh Amaya untuk dibawa masuk ke dalam kamar
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE