Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 175


__ADS_3

Delia membelalakkan mata tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang, sebuah jamuan mewah di meja makan yang lumayan luas, disana sudah duduk kedua orang tua Daniel dan juga kedua orang tuanya, semuanya segera menoleh ke arah Delia dan tersenyum menyapanya


"Niel, apa ini ?" Tanya Delia dengan wajah yang kebingungan


"Acara lamaran sekaligus merencanakan pernikahan kita" ucap Daniel lirih sambil menggandeng tangan Delia menuntunnya masuk ke dalam


"Apa!, Kau ini, kenapa tidak cerita dulu?" Ucap Delia lirih dan kini sudah duduk di samping Daniel


"Surprise Baby" jawab Daniel sambil tersenyum kearah Delia


Dan malam itu menjadi malam yang sangat berarti buat Delia, dimana semua keluarga berkumpul dengan membawa kabar kebahagiaan, Rendra Kusuma ayah Daniel memulai pembicaraan dimana dirinya Memohon ijin melamar kan anaknya Daniel untuk meminang Delia, keluarga Delia yang di wakili oleh Bagas Damawangsa papanya menyambut maksud baik keluarga Kusuma dan keputusan terakhir ada di tangan Delia


"Bagaimana Delia, apa kamu menerima bertunangan ini tanpa paksaan dari manapun?" Tanya Papanya


Delia menoleh ke arah Daniel sambil tersenyum dan kemudian mengangguk pelan, semua orang yang ada disana langsung mengucap syukur dan tersenyum, Cincin pertunangan kini segera disematkan di masing-masing jari manis keduanya


Acara lamaran berjalan lancar, dan disaat itu pula Daniel mengutarakan maksut yang lain


"Mohon maaf, saya memutuskan untuk mempercepat acara pernikahan kami, apa papa Bagas dan mama Arumi setuju?"


"Secepat apa maksudmu nak Daniel?"tanya Bagas


"Satu bulan ke depan pa" ucap Daniel


"APA!!"


Ucap semua orang yang ada disana kecuali orang tua Daniel yang sudah tersenyum bahagia


"Niel, apa tidak terlalu cepat?" Ucap Delia masih shock dengan keputusan Daniel


"Aku malah pengen seminggu lagi beb"


"Apa!, Dasar kau ini" ucap Delia di sambut dengan gelak tawa dari kedua keluarga yang sedang berkumpul


Keputusan akhirnya disetujui oleh kedua belah pihak, pernikahan akan dilangsungkan satu bulan lagi, semua urusan pernikahan sudah di serahkan kepada jasa profesional wedding ternama, kini kedua keluarga menikmati makan malam dan berbincang hangat untuk mendekat kan diri satau sama lain


Daniel mengajak Delia pergi ke balkon yang sudah di hias indah dengan banyak lampu kelap kelip disana, aroma Bungan hidup yang ditata disana juga tercium harum dan menyegarkan


"Makasih beb, kamu sudah menerimaku menjadi calon suamimu" ucap Daniel


"Sama-sama, makasih juga kamu sudah memilihku menjadi calon istrimu, boleh aku minta sesuatu Niel?" Tanya Delia


"Katakan saja, kamu menginginkan apa?" Tanya Daniel


"Panggil aku yang lain, jangan bab beb gitu, kayaknya aku ngerasa gimana gitu lo" ucap Delia dan langsung disambut tawa oleh Daniel

__ADS_1


"Memang kamu pengen di panggil apa?" Tanya Daniel


"Ya apalah asal jangan Beb gitu" jawab Delia


"Em, kalau honey?" Tanya Daniel


"Boleh, aku rasa itu terdengar umum lah, jadi kalau di manapun aku nggak risih kamu manggil aku gitu" ucap Delia


"Siap, jadi mulai hari ini, jangan panggil aku Daniel, tapi kita sama-sama panggil honey ya" kata Daniel


Delia tersenyum dan mengangguk, kemudian keduanya saling berbincang-bincang, Daniel memegang sambil menciumi tangan Delia berkali-kali, dirinya sangat merasa bahagia makam ini, akhirnya sebentar lagi melepaskan masa lajangnya, saat malam mulai merangkak naik, acara lamaran di Restoran mewah itupun segera berakhir


Orang tua Delia dan Daniel saling berpamitan dan berpelukan, kemudian pergi meninggalkan Restoran menuju tempat tinggalnya masing-masing, begitu juga dengan Delia yang kini sudah ada di mobil Daniel untuk di antar pulang kembali ke Apartemennya


"Honey, tidurlah kalau kau ngantuk" ucap Daniel


"Nggak usah, nanti yang nemani kamu siapa?" Tanya Delia


"Aku belum ngantuk kok, Aman honey"


"Baiklah" jawab Delia


Saat Delia hampir tertidur dia dikejutkan dengan keadaan ramai di depan sana, ada suara sirine polisi dan ambulan, juga tenaga medis berlarian untuk melakukan bantuan, keadaan makin membuat Delia penasaran ketika dilihatnya ambulan dari Rumah Sakitnya, Daniel segera memelankan mobilnya dan berhenti dipinggir jalan untuk mencari kabar kejadian yang sedang terjadi di depan sana


"Pak, ada apa?" Tanya Daniel


"Iya pak, saya Daniel"


Polisi itu melanjutkan tugasnya menata lalu lintas kembali, sedang kan Delia menyusul Daniel dan kemudian mendekat ke arah kejadian, jantung Delia dan Daniel berdetak kencang ketika melihat mobil korban yang sepertinya sangat mereka kenal


"Ya Alloh honey, bukannya itu mobil Raka?" Ucap Delia yang sangat terkejut hingga tubuhnya seolah tidak bisa digerakkan


"Tenanglah dulu Honey, biar aku mendekat dan memastikannya dulu, kamu tunggu disini saja" ucap Daniel


Daniel segera berlari menembus kerumunan, betapa terkejutnya saat Daniel melihat Raka berteriak memanggil nama istrinya Anggel yang terluka parah di bagian perut dan kakinya, Daniel segera mendekat ke arah Raka dan memanggilnya


"Ka, Raka!, Ini aku Daniel!" Teriak Daniel


Raka langsung menoleh dan menubruk Daniel


"Pak Daniel, Istri saya Anggel pak, apa yang harus saya lakukan" teriak Raka


"Tenanglah, biarkan petugas medis menanganinya dengan baik" ucap Daniel


Tak lama kemudian Anggel sudah berhasil di angkat di dalam brankar, kemudian segera di masukkan ke dalam Ambulan, Raka berlari mengikutinya dan ikut dalam ambulan menuju ke Rumah Sakit Elite Healthy Hospital

__ADS_1


Daniel segera berlari ke arah Delia yang sudah sangat panik menunggu kedatangannya


"Bagaimana, siapa honey?"


"Seperti dugaan kita, Raka dan Anggel"


"Astagfirullah, honey, mereka gimana?" Ucap Delia langsung menangis


"Tenanglah, kita ikuti mobil ambulan ke rumah sakit tempatmu kerja"


Daniel dan Delia langsung masuk ke dalam mobil dan kini meluncur dibelakang mobil ambulan, Daniel menceritakan keadaan Raka yang hanya luka ringan, namun Anggel terluka cukup Parah di bagian kaki dan perutnya, darah yang dikeluarkan juga cukup banyak hingga keadaan Anggel sekarang benar-benar kritis, Delia berusaha menenangkan dirinya dan menelpon Alena


*


Alena yang sedang berada di depan TV bersama Edward dan Daniel langsung berdiri mendengar suara handphone nya, saat Alena mengangkat panggilan dari Delia yang sudah bicara sambil menangis, Alena sangat terkejut


"Ada apa Kak Del, kenapa menangis gini?" Tanya Alena, Kaisar langsung mematikan Tv nya dan ikut mendengarkan percakapan Alena, Edward segera berdiri mendekati istrinya sambil mengelus perut dan mencium pipi Alena agar anak-anaknya tidak ikut tegang disana


"Raka Al, Raka kecelakaan, dan Anggel terluka sangat parah"


"Apa!, Astagfirullah, Kapan kak, dimana?" Tanya Alena panik


Kaisar langsung menyenggol Edward memberi kode untuk mengambil alih handphone Alena, agar tidak membuat Alena semakin cemas


Edward langsung mengambil Handphone Alena dari tangganya, dan kini Edward yang bicara dengan Delia


"Baik, kita akan kesana sekarang juga, kabari aku saja kalau ada apa-apa Del, jangan telpon ke nomer Alena, dia sedang hamil besar sekarang" ucap Edward


Akhirnya panggilan segera ditutup oleh Edward dan memeluk Alena sambil menggosok pelan punggungnya untuk memberikan ketenangan, Alena sempat menangis sebentar kemudian terdiam kembali saat Edward mengingatkan dirinya akan keberadaan anak-anaknya di dalam kandungan


"Kai, siapkan mobil, kita akan segera ke Elite Healthy Hospital sekarang juga"


Kaisar langsung beranjak dan menyiapkan mobil dan beberapa pengawal untuk ikut bersamanya menuju ke Rumah Sakit


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2