Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 244


__ADS_3

Teriak pelayan toko membuat Ailina dan seorang wanita itu terkejut, belum lagi melihat semua pernak pernik aksesoris itu sudah berhamburan ke lantai


Ailin tersenyum takut dan kemudian meminta maaf ke pelayan toko itu, saking emosinya pelayan itu hendak menjewer Ailina


"Mana kuping kamu ha!, Lagian masih kecil juga ngapain pakek hijab segala, Bikin susah orang saja!"


Belum sampai tangan pelayan itu menyentuh Ailina, terdengar suara memperingatkan dari seorang wanita yang di tabrak oleh Ailina


"Jangan berani berbuat kasar sama anak kecil, atau aku patahkan tanganmu!"


Sontak pelayan itu langsung mundur dan Ailina kini sudah ada di belakang tubuh wanita yang belum di kenalnya itu


"Hitung semua kerugian kamu, aku yang akan mengganti semuanya!"


Pelayan itu tidak berani bersuara dan di bantu teman yang lain segera membereskan barang-barang yang berjatuhan, lalu masuk dan melihat barang-barang yang mungkin rusak


"Maaf nona, semua barang-barang kami kebetulan tidak ada yang rusak, jadi_"


"Ini ambil" wanita itu menyerahkan uang seratus ribuan 3 lembar, "itu ongkos uang lelah kalian sudah membereskan semua, apa masih kurang?"


Semuanya terdiam dan menunduk, wanita itu segera menggandeng Ailina keluar dari toko itu


"Makasih Tante" ucap Ailina


"Iya sama-sama cantik, siapa nama kamu?"


"Ailin Tante, Tante siapa?"


"Panggil Tante Janet saja ya, Ailin sendirian?"


"Nggak, sama kakak dan orang tua Ailin, itu mereka!" Teriak Ailina


Tak lama datanglah Edward dan Alena, Ailina tersenyum dan langsung berlari ke arah orang tuanya


"Dady, Mommy ayo ikut Aku ke Tante itu, dia sudah nolong Ailin tadi!" Ucap Ailina dan langsung menyeret tangan orang tuanya


"Tante, ini Mommy dan Daddy ku"


"Nona Janeta!" Ucap Alena terkejut


"Nyonya Edward?" Sahut Janeta gak kalah kagetnya, hati Janeta bergemuruh seketika, baru saja dia sangat bahagia bertemu dengan sosok kecil Ailina yang bisa meluapkan kasih sayangnya, dan sekarang tiba-tiba saja mendapati kenyataan bahwa gadis cilik itu yang akan menjadi target kejahatannya

__ADS_1


"Mommy kenal sama Tante Janeta?" Tanya Ailina


"Iya, kebetulan Tante Janeta ini teman kerja Daddy juga"


Edward menyapa dan menyalami Janeta, sementara itu Ailina semakin senang ternyata orang tuanya kenal baik dengan orang yang sudah menolongnya, Janeta menceritakan kejadian bagaimana bisa bertemu dengan Ailina, kemudian Edward dan Alena mengucapkan terimakasih atas bantuan Janeta terhadap putri kecilnya


"Lain kali jangan sembarangan masuk toko orang sayang, kalau Ailin menginginkan sesuatu harus nunggu Mommy dulu ya"


"Iya Mom, sorry Ailin salah udah berantakin barang orang"


"Eh itu juga gak salah Ailin sepenuhnya kok, Ailin kan gak sengaja melakukan hal itu" sahut Janeta kasian melihat wajah melas Ailina


"Makasih Tante, tapi Ailin tetap salah juga, nanti mau minta maaf ke sana, Mommy anterin ya, soalnya mbak yang jaga tokonya galak" ucap Ailina


Alena tersenyum sambil menganggukkan kepala, Janeta juga tersenyum melihat bagaimana hati bocah kecil itu sangat baik, dia bahkan bertanggungjawab dengan perbuatannya walaupun dia sebenarnya sangat bisa untuk berbuat seenaknya sendiri


Setelah kepergian Janeta, Ailina segera mengajak Mommy nya untuk mengantarkan dirinya meminta maaf, Edward dan kedua kakaknya juga mengikutinya, Alena dan Ailina segera masuk ke dalam toko, sementara yang lain menunggu di luar


Saat Alena masuk, semua pelayan toko langsung berdiri gugup, tidak ada yang tidak mengenal siapa Alena karena hampir seluruh stand penjualan mengetahui siapa Wanita cantik yang ada di depannya, seorang istri Edward Runcel Eagle, pemilik saham terbesar Mall yang mereka tempati


Seorang pelayan wanita yang tadi hampir berbuat kasar dengan Ailina tubuhnya langsung bergetar dan tidak berani menatap sosok gadis kecil dan ibunya, semuanya terdiam dengan keringat yang bermunculan di permukaan


"Hai mbak, aku datang lagi mau minta maaf, tadi sudah merepotkan semua" ucap Ailina


"Nyonya Edward, selamat datang di toko saya, ada yang bisa saya bantu?"


"Tidak, aku hanya mengantar putri kecilku meminta maaf karena tanpa sengaja menjatuhkan barang-barang di toko ini"


Pemilik toko itu sangat terkejut dan kemudian menyambut niat baik gadis kecil itu, setelah keduanya pergi, sang pemilik toko menatap tajam satu persatu pegawainya lalu meminta penjelasan tentang apa yang terjadi, tentu saja pemilik toko itu murka saat mengetahui kejadian yang sebenarnya


Sementara Edward dan Alena kembali melanjutkan perjalanannya


"Tadi Ailin gak di sakiti kan sama mbak-mbak nya?" Tanya Alena yang sebenarnya curiga saat melihat respon para pelayan tadi


"Nggak kok Mom, ada Tante Janeta yang nolongin" jawab Ailina


"Memang kenapa Bee?" Tanya Edward


"Nggak ada, aku takut salah satu diantara pelayan toko itu ada yang mungkin saja menyakiti Ailin"


"Mana mungkin, Ailin sudah pandai menjaga dirinya, yang ada mereka akan menyesal saat di hajar sama anak perempuan kita"

__ADS_1


"Emm, iya juga sih" ucap Alena


Saat di pusat permainan, Ethan dan Evan segera berhenti, mereka meminta ijin ke Daddy nya untuk tinggal dulu di sana untuk bermain, Edward menyuruh penjaga ikut mengawasi mereka, sementara Edward dan Alena masuk ke pertokoan yang dekat dari tempat itu


Ethan tertawa senang saat bermain dan berkejaran dengan Evan, tanpa sengaja keduanya menabrak seorang laki-laki yang tidak di kenalnya, sekilas Ethan berhasil menatap mata laki-laki itu dan sangat terkejut saat dirinya mampu menembus alam pikirannya, di sana terlihat sekilas bayangan wanita yang tak lain adalah Mommy nya


"Sialan, apa yang kau lakukan bocah kecil, jalan pakai mata, jangan berlarian dan menabrak orang!" Teriak Laki-laki itu


"Sorry Om, kita gak sengaja" ucap Evan meminta maaf, sementara Ethan masih terbengong tak percaya dengan penglihatan yang baru saja dia dapatkan


Laki-laki itu tidak menyambut permintaan maaf dan segera berdiri membenahi bajunya kemudian berlalu begitu saja


"Kak Eth, kak!" Teriak Evan menyadarkan Ethan yang seperti sedang tertegun


Ethan segera tersadar dan kemudian berjalan keluar mengajak Evan untuk mencari Mommy nya, sementara Evan sudah mendengus kesal karena masih ingin bermain ditempat sebelumnya


"Kak, ngapain sih nyariin Mommy, kita main dulu, aku masih ingin main di sana kak, lagi seru?!" Rengek Evan


"Diam, tadi aku melihat Mommy ada dalam pikiran laki-laki yang kita tabrak barusan"


"Hah, beneran kak, terus, apalagi yang kakak lihat?"


"Cuma itu, tapi perasaanku gak enak, aku juga gak ngerti, mangkanya kita cari Mommy yok!"


"Iya kak"


Kedua bocah itu segera memasuki pertokoan tempat di mana terakhir mereka lihat Mommy dan Deddy nya masuk kesana, tak berapa lama keduanya bernafas lega karena sudah menemukan kedua orang tua dan adik perempuannya


Seorang laki-laki sedang mendengus kesal saat bagian tubuhnya terasa nyeri setelah terjatuh karena tertabrak oleh dua bocah kecil yang sedang berlarian dan melintas di didepannya


"Tuan baik-baik saja?"


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2