
Daniel memejamkan matanya, dan kemudian terjadi hal yang tidak di duga
BLAR
Pembunuh bayaran yang hampir saya menendang kepala Daniel terpental ke belakang dan membentur meja-meja yang ada di sana, Daniel juga sangat terkejut tidak menduga ada orang yang membantunya dan selamat dari tendangan berbahaya
"Kau tidak apa-apa Niel?
"Alena!"
Ucap Daniel terkejut melihat wanita cantik dengan perut besar sudah berdiri di samping nya
"Kenapa?, cepat berdiri, siapa mereka?" Tanya Alena
"Orang suruhan Cellin, sahabatku yang ingin membunuhku" ucap Daniel sambil mengedarkan pandangannya dan baru menyadari kalau Cellin dan manajernya sudah tidak ada di sana
Para pembunuh bayaran mundur dan saling pandang, mereka sangat terkejut dengan hal di luar nalar yang baru saja terjadi, seorang wanita yang bahkan tanpa menyentuh, mampu menghempaskan tubuh salah satu dari mereka dan sekarang terluka parah, kemudian para pembunuh bayaran itu berusaha menyerang kembali, tentu saja dengan mudah Daniel yang di bantu Alena mengalahkan mereka hingga lari tunggang langgang
"Kamu tidak apa-apa Al?" Tanya Daniel khawatir dengan kehamilan Alena
"Tentu saja tidak, kamu itu yang bagaimana, kena tendang kan kamu tadi?"
"Hehe, Iya, lumayan sakit yang di perut keras banget tendangannya tadi"
"Sudah Yok, ke ruangan ku, biar Edward membantu memeriksa keadaanmu"
Alena membantu Daniel yang berjalan sambil memegangi perutnya, sampai di ruangan, Edward terkejut melihat Alena begitu dekat dengan tubuh Daniel saat memapahnya, dengan menggerakkan tangannya Edward menghempaskan Daniel menjauh dari tubuh Alena, membuat Daniel terkejut hingga menabrak meja dan meringis kesakitan
"Edward!, Keterlaluan sekali kau ini, sshh" ucap Daniel meringis kesakitan
"Mangkanya jangan berani menyentuh Alena" jawab Edward sambil berjalan menuju ke Daniel
"Honey, Daniel terluka, kau ini!" Ucap Alena
"Manja sekali, memangnya apa yang terjadi dengan mu Ed?" Tanya Edward sambil memapah Daniel dan mendudukkan di kursi
Edward kemudian membuka baju Daniel untuk memeriksanya, dilihat luka lebam di perut dan dada Daniel, sedikit bantuan tenaga dalam membuat keadaan Daniel seketika membaik
"Ceritakan apa yang sudah terjadi" Ucap Edward
Daniel kemudian menceritakan semua yang terjadi, kalau Cellin sudah berniat menghabisinya saat kedoknya terbongkar untuk melenyapkan semua bukti kebusukannya, dan sengaja mempersiapkan pembunuh bayaran untuk melakukan rencananya, saat Daniel menceritakan Alena datang tepat waktu membantunya, Edward terkejut dan sangat khawatir
"Kau tidak apa-apa Bee?"
"Tentu saja honey, mereka tidak akan bisa menyentuh ku"
"Kurang ajar, berani sekali mereka" ucap Edward
"Lukaku sudah lumayan Ed, sebaiknya aku segera pulang dan mempersiapkan pembalasanku, tidak akan aku biarkan mereka lolos begitu saja" ucap Daniel
"Hem, pulanglah dan bawa beberapa pengawal ku untuk beberapa hari menjagamu dulu, sampai mereka bisa kamu temukan" ucap Edward
__ADS_1
Daniel mengangguk dan kemudian keluar dari ruangan dengan di ikuti oleh dua orang pengawal Edward, sementara itu Alena kini melanjutkan makannya lagi, Edward menatap Alena dan tersenyum, di dekatkan kursinya di samping istrinya kemudian tangannya mengelus perut Alena
"Kalian habis berkelahi rupanya, apa kalian baik-baik saja di dalam sana?" Ucap Edward sambil mengelus perut istrinya
"Kita baik-baik saja Dady, jangan Khawatir, kami anak-anak mu yang sangat kuat" jawab Alena sambil tersenyum dan mencium kening suaminya
Setelah menyelesaikan makannya, keduanya menikmati pemandangan malam dengan saling pegangan tangan dan berpelukan, disaat malam sudah semakin larut keduanya akhirnya memutuskan untuk segera pulang
*
Keesokan harinya, di sebuah kamar Rumah Sakit, seorang wanita sedang sedang bercerita dan bersenda gurau dengan anak nya, Arini tersenyum bahagia kini anaknya sudah bisa tersenyum dan tertawa bahagia
"Bu, aku kangen sama Ayah Edward, bisakah ibu menghubungi nya, aku pengen ketemu besok" ucap Ambar
"Jangan Ambar, ayah Edward itu juga punya keluarga, gak boleh di ganggu, nanti pasti akan ke sini kalau sudah tidak repot"
"Tapi kapan Bu, hik hik" Ambar menangis dan Arini langsung memeluknya
Tangisan Ambar makin keras dan membuat Arini ikut meneteskan air mata, pengawal yang sedang berada di luar terkejut dan segera masuk kedalam, melihat apa yang sedang terjadi
"Ada apa nona Arini, kenapa Ambar menangis seperti itu, apa dia sedang sakit?"
"Tidak pak, Ambar ingin bertemu dengan tuan Edward, biarkan saja, sebentar lagi juga akan diam"
Pengawal itu tidak tega melihat tangisan bocah kecil itu dan memberanikan diri untuk menghubungi Edward
"Ada apa?" Tanya Edward
"Tidak apa-apa, berikan handphone kamu, aku akan bicara dengan anak itu, aku ubah jadi mode Videocall"
"Baik tuan" sesaat kemudian pengawal itu memberikan handphonenya ke Arini dan Ambar, disana sudah terlihat Edward sedang duduk dan tersenyum saat Ambar sudah terlihat di dalam handphone
"Halo gadis kecil, bagaiman kabarmu?" Tanya Edward
"Aku tidak baik ayah, kangen sama ayah Edward"
"Oh iya, maaf, ayah lagi sibuk banyak pekerjaan, Ambar harus jadi anak yang pintar ya, apa kau menjaga ibumu dengan baik?" Tanya Edward
DEG
Hati Arini yang mendengar perkataan Edward langsung tersentak, antara kaget dan bahagia yang dia rasakan, sungguh kata-kata Edward bagaikan ribuan kupu-kupu yang terbang mengelilingi dirinya, hingga sesaat kemudian dirinya tersadar
"Ya Tuhan, apa yang aku pikirkan, konyol sekali, ingat siapa dirimu Arini" batin Arini
"Ambar sudah menjaga ibu dengan baik, dibantu sama paman, bisakah ayah setiap hari ngobrol denganku lewat handphone?"
"Baiklah, ayah akan menyempatkan menyapamu lewat Videocall"
"Asik, ayahku memang baik" ucap Ambar sambil berteriak senang
Selesai berbincang dengan Ambar, Edward segera memutuskan sambungan handphonenya, pengawal itu tersenyum melihat bocah kecil itu sudah tersenyum bahagia, dan tak lama kemudian Edward mengirim pesan lewat handphone nya agar membelikan sebuah handphone baru buat Ambar dan ibunya , pengawal itu tersenyum dan langsung pergi keluar membeli sebuah handphone sesuai perintah Edward dalam pesannya
__ADS_1
Arini terkejut ketika di beri sebuah handphone baru yang cukup bagus dan lumayan mahal baginya
"Maaf pak, ini untuk apa, saya masih punya handphone, gak perlu yang baru"
"Terimalah, ini perintah dari tuan Edward, beliau akan menghubungi kalian tiap hari untuk mengobrol dengan Ambar, handphone kamu itu tidak bisa buat Videocall, jadi tuan Edward membelikan ini untuk kalian pakai"
"Baiklah pak, terimakasih" ucap Arini sambil menerima handphone barunya
*
Sementara itu Daniel masih tertidur di dalam kamarnya, hari ini dia ijin untuk beristirahat setelah luka yang dialami semalam, Alena semalam mengabari Delia dan menceritakan keadaan yang menimpa Daniel
Terdengar suara handphone berdering dan Daniel segera mengangkatnya
"Halo, siapa?" Ucap Daniel dengan suara seraknya
"Niel kamu sakit?, ini aku Delia, buka pintunya, aku sudah di depan pintu"
Daniel terkejut dan segera memberikan kode akses pintu Apartemennya lewat handphone ke Delia, dan tak lama kemudian Delia sudah berlarian masuk ke dalam kamarnya
"Niel, kamu barusan bangun?, Coba sini aku lihat, ya Alloh, badan kamu demam ini" ucap Delia cemas
Delia segera mengambil tempat air untuk mengompres, setelah itu bergegas ke dapur membuatkan bubur untuk sarapan, dengan telaten Delia menyuapi Daniel diatas tempat tidur kemudian membantu meminum kan obat
"Maksih ya Del?, Kamu sudah sarapan?" Tanya Daniel
"Sudah, tadi jalan ke sini sarapan Roti ma susu, luka memar kamu gimana?" Tanya Delia
"Sudah baikan, kamu tau aku lagi sakit dari mana?"
"Aku sih sebenarnya gak tau kalau kamu sakit, cuman Feeling aja, soalnya tadi malam Alena telpon cerita semua tentang kejadian kamu di Restoran itu"
"Emm, pantesan kamu bisa langsung ke sini pagi-pagi, kamu gak kerja?"
"Ijin, seharian ini aku akan jaga kamu dulu, paling tidak demam kamu biar turun dulu"
"Okey, terimakasih Del" ucap Daniel kemudian menarik tubuh Delia, perlahan Daniel mendekatkan bibirnya, Delia sudah bersiap menerima hangatnya bibir Daniel, begitu juga sebaliknya, hingga kemudian
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE