
Perbincangan mengalir asik dengan berbagai topik pembicaraan, Kaisar dan Kirana segera pamit untuk beristirahat karena kondisi badannya masih belum sehat, sesaat kemudian Raka masuk dan membawa kabar bahagia
"Maaf semuanya, ini saya membawa undangan pernikahan, semoga semuanya bisa hadir di hari bahagia saya"
"What, selamat Raka, cepat sekali gerak mu ha?" Ucap Daneil menggoda
"Untuk hal yang baik bukannya harus disegerakan pak Daniel?"
"Benar juga katamu Raka" ucap Daniel sejenak sambil berpikir
"Kamu sendiri Niel, percepat ruang gerak mu, sebelum terlambat" sahut Alena sambil tersenyum menatap Suaminya
"Jangan sampai kau menyesal" kata Edward
"Jadi Daniel belum resmi menjadi kekasih Delia?" Ucap Alfaro
"Memangnya siapa yang bilang aku kekasih Daniel?" Jawab Delia
Daniel menatap tajam ke arah Delia, sedangkan Delia hanya bersikap Cuek, Edward dan Alena beranjak dari tempatnya, begitu juga dengan Raka
"Faro, sebaiknya ikut aku, atau kau akan terbakar disini" ucap Edward
Alfaro menghela nafas dan langsung berdiri seolah sudah ngerti apa maksud dari perkataan Edward, ketiganya pindah ke kursi teras belakang, Alena tersenyum ke arah Alfaro saat melihatnya memijit kepalanya
"Kenapa, pening?" Ucap Alena
"Kehidupan teman-teman kalian itu rumit, masalah begitu saja di bikin susah" ucap Alfaro
"Itu karena semua tentang rasa dan cinta Faro" ucap Alena
"Kamu dulu juga gitu Al, muter-muter dulu sebelum dapat Edward?"
"Nggak lah, ngapain muter-muter, bikin pusing" jawab Alena
"Lalu?"
"Tanya sama Edward" ucap Alena
Edward tersenyum mengingat bagaimana dulu dirinya mengejar cinta Alena, perlahan Edward menceritakan masa lalunya hingga akhirnya menikah dengan Alena, Alfaro sempat terkekeh mendengar kisah cinta saudaranya
"Anjir, bisa juga kamu mengerjai Alena dan membuatnya menderita bertahun-tahun Ed"
"Kalau ingat hal itu, rasanya aku ingin mencincang mu honey"
"Bukannya setelah kita menikah setiap malam kamu mencincang ku di ranjang Bee?"
"Kalian jangan mulai, risih kupingku dengan ke mesuman kalian" ucap Faro
Edward dan Alena tertawa melihat wajah Alfaro yang sudah penuh dengan amarah, sementara itu di ruang tengah terjadi hal romantis antara Delia dan Daniel
"Jadi, apa maksud perkataan mu tadi Del?"
"Apanya, kita memang tidak ada hubungan apa-apa kan?"
"Apa kamu sudah lupa, aku pernah berpesan padamu untuk menjaga hatimu"
"Iya, aku sudah jaga hatiku, lalu?"
"Itu artinya kamu harus menjaga hatimu untukku Delia"
DEG
__ADS_1
Delia terdiam mendengar perkataan Daniel, kemudian tanpa di sadari Daniel sudah duduk di dekat Delia, tatapan keduanya kini saling terpaut, detakan jantung Delia semakin keras saat wajahnya hanya beberapa senti dari Daniel
"Katakan, apa kau tidak menerima kehadiranku di hatimu?"
"Aku tidak tau, Aku_"
CUP
Satu kecupan mendarat di bibir Delia hingga membuatnya sangat terkejut, tubuhnya diam mematung seakan tidak bisa bergerak, pacuan irama jantungnya semakin cepat berdetak, Daniel menatap lekat wajah wanita yang baru saja di kecup nya
"Katakan, apa kau sudah bisa menerimaku?" Ucap Daniel
Delia masih terpaku dan perlahan menganggukkan kepalanya, Daniel tersenyum tipis dan mengusap bibir Delia lembut dengan jarinya, Delia merasakan ada sengatan listrik di tubuhnya saat kemudian Daniel menciumnya kembali, kali ini ciuman yang diberikan sangat berbeda, ada lum*atan yang dalam dari bibir Edward hingga membuat Delia berusaha mengimbanginya, Daniel merengkuh tubuh Delia agar tidak bergerak saat saling menikmati ciuman panasnya, hingga kemudian
"Ehem, kalau mau dilanjut jangan disini, pinjam kamar Alena" ucap Alfaro
Sontak keduanya langsung menghentikan aksinya dan dengan tersenyum malu malu kuda keduanya merapikan duduknya
"Bang*sat, apa tidak bisa kau lewat jalan lain?" Ucap Daniel jengkel
"Memang kenapa, ciuman seperti itu aku sudah biasa melihatnya, kalian tidak usah sungkan, ayo, lanjutkan!"
"Diam, dasar Casanova sia*lan" ucap Delia kemudian beranjak pergi mencari Alena untuk pamit pulang
Sedangkan Alfaro hanya terkekeh melihat Daniel menatapnya tajam, Daniel segera berjalan mencari keberadaan Delia setelah kepergian Alfaro, ketika mendapati Delia sedang berbincang di teras belakang bersama dengan Alena, Daniel ikut bergabung duduk di samping Delia
"Apa ada yang sudah terjadi dengan kalian?" Tanya Edward
"Delia sudah menjadi milikku sekarang"
Ucap Daniel
"Entahlah, aku sepertinya terpaksa" goda Delia
"Hei, apa maksudmu Del?" Teriak Daniel
"Kamu menghipnotis ku tadi, jadi aku gak sadar" ucap Delia lagi
"Siapa yang menghipnotis mu, Aku hanya menci_" jawab Daniel tertahan saat tiba-tiba saja tangan Delia membungkamnya sambil melototkan matanya memberi peringatan
Alena dan Edward saling pandang, penasaran apa yang sebenarnya telah terjadi, hingga kemudian Delia menyeret Daniel untuk pamitan pulang, Alena tertawa bahagia dan lega melihat Delia sepertinya sudah menempatkan Daniel di hatinya
*
Hampir seminggu Kaisar dan Kirana sudah tinggal dirumah Alena, hingga kini keadaan keduanya sudah pulih kembali, setiap hari Kaisar dan Kirana melihat beberapa orang pengawal Edward melakukan latihan bela diri, panah dan tembak di halaman rumah yang ada di belakang rumah induk
"Kalian ikutlah berlatih disini, kekuatan ilmu tenaga dalam mu juga harus terus di asah, apalagi lama kalian sudah beristirahat" ucap Edward mengagetkan keduanya
"Kau ada dirumah Edward, apa tidak bekerja?" Tanya Kaisar
"Aku mengambil sesuatu yang ketinggalan dan kebetulan melihat kalian ada di sini, jadi berlatihlah, gunakan waktu kalian dengan baik" ucap Edward
"Bolehkah?" Tanya Kaisar
"Tentu saja, tempat latihan disini untuk siapapun yang mau berlatih untuk hal yang positif" jawab Edward
Keduanya langsung tersenyum sumringah, dan tak beberapa lama kemudian ikut latihan bersama dengan yang lainya, banyak yang kagum dengan bela diri dan tenaga dalam yang dimiliki oleh kaisar, apalagi saat dirinya bisa mengeluarkan awan hitam dan mengendalikan nya
Sesaat kemudian Alena menghampiri Edward untuk meminta izin keluar rumah mumpung sekarang dirinya masih belum belum mulai bekerja, tentu saja Edward tidak membolehkan karena Raka yang bertugas mengawalnya sudah mengambil cuti untuk acara pernikahannya
"Honey, ayolah, boleh ya, aku bosan dirumah terus, lagian aku cuman bentar kok"
__ADS_1
"Gak bisa Bee, aku gak ingin kamu kenapa-napa lagi, titik"
"Honey!, Aku hanya bentar"
"Gak boleh!" Bentak Edward lagi
Alena terdiam dan berjalan kembali masuk ke dalam rumahnya dengan wajah ditekuk dan ingin menangis, Kaisar melihat apa yang tengah terjadi antara Edward dan Alena
"Biar aku untuk sementara menjadi pengawal Alena menggantikan Raka" ucap Kaisar mengagetkan Edward yang hendak melangkahkan kaki menyusul istrinya
"Apa?!" Ucap Edward
"Biarkan aku sementara menjaga Alena, jangan khawatir, aku memang sangat menyukainya, tapi sudah berubah saat Alena berada denganku di dalam pulau itu, aku lebih menyayanginya sebagai seorang Adik, tidak lebih"
Edward berpikir sejenak dan tersenyum ke arah Kaisar, di tepuk nya pundak Kaisar
"Ide yang bagus, kekuatan tenaga dalam mu lumayan Dahsyat, aku lebih tenang kalau kamu yang menjaga istriku"
"Terimakasih atas kepercayaannya, aku akan menjaga Alena dan anak-anak nya dengan nyawaku"
"Terimakasih Kaisar, aku akan memberitahu Alena dulu, tadi seperti nya dia sedang menangis"
"Baiklah, aku akan bersiap" ucap Kaisar
Edward segera melangkah kembali masuk ke dalam rumahnya dan mencari keberadaan Alena di dalam kamar, dilihatnya Alena sedang menagis sesenggukan, Edward tersenyum dan memeluknya dari belakang
"Maaf Bee, aku bicara sedikit kasar tadi, aku hanya takut terjadi apa-apa denganmu dan anak-anak kita"
"Iya, tapi kenapa harus ngelarang aku ini itu, aku bosan di rumah terus Honey"
"Iya aku, tau, kamu boleh kemanapun mulai sekarang"
"Benar kah?, Aku tidak percaya" ucap Alena ragu
"Beneran Bee, tapi di dampingi oleh pengawal barumu"
"Hah, siapa?!"
"Kaisar"
"Benarkah honey, Keren, aku di jaga orang2 ganteng , hehe"
Alena berteriak kegirangan, sambil kemudian memeluk dan menciumi suaminya, sesaat kemudian dirinya sudah bersiap keluar bersama pengawal barunya Kaisar
Bersambung
Kisah Alfaro dan Kirana akan ada sendiri ya, jadi jangan berharap banyak di perjalanan novel yang ini
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1