
Beberapa waktu yang lalu di perusahaan Eagle Company, Alex bersama dengan Ethan dan Evan memasuki gedung dan segera menuju ke ruangan Edward, setelah sampai disana ternyata Edward dan yang lainya baru juga sampai
Semuanya memberi salam, dan saling berpelukan, sementara Ethan dan Evan langsung berlari memeluk Daddy nya
"Aku merasakan Alena juga sudah berhasil mereka bawa, apa instingku kali ini salah?" Tanya Alex saat baru saja duduk di sofa
"Benar sekali Lex, maaf aku tidak bisa memprediksi hal ini, aku kira mereka tidak akan bergerak secepat ini"
"Hem, mereka Anggota Mafia yang kau ceritakan dulu Ed?" Tanya Alex
"Iya Lex, mereka benar-benar keterlaluan!" Ucap Edward
Masih dengan wajah yang tenang Alex hanya mengamati Ethan dan Evan yang hanya terdiam seperti melakukan sesuatu, begitu juga dengan Edward yang kemudian melihat apa yang tengah dilakukan oleh kedua putranya
"Apa kalian sudah menemukan Ailina dan Mommy kalian?" Tanya Alex
"Sebentar lagi pa, sepertinya Ailina sudah tersadar, ikatan batin kami mulai tersambung kembali" jawab Ethan
Kekuatan langka ikatan batin keluarga Nugraha memang luar biasa dan sayangnya itu tidak ada dalam keluarga Eagle, kemampuan ikatan batin yang dimiliki Edward dengan anak-anaknya itupun hasil dari sebuah reaksi dirinya menjadi ayah dari ketiga anak kembar bersama dengan Alena
Anggota keluarga Nugraha bisa merasakan satu dengan yang lainya, dan yang paling tajam adalah kekuatan batin Alex, rupanya dari semua anak Alena Ethan yang paling peka dan itu berarti kekuatan batinnya hampir mirip dengan Alex
"Aku menemukan mereka Dad!" Pekik Ethan
Semuanya berdiri terkejut dan juga senang dengan kabar gembira dari Ethan
"Siapkan diri kalian, kita langsung berangkat sekarang juga" ucap Edward
"Kita ikut Dad" ucap Ethan
"Iya, aku juga ikut Dad!" Ucap Evan
"Tidak bisa, kalian masih terlalu kecil, Daddy pasti akan membawa pulang Mommy dan Ailina" ucap Edward
Ethan dan Evan langsung memasang wajah sedihnya, kedua anak itu ingin menangis, namun sebuah suara membuat mereka langsung tersenyum bahagia
"Biarkan mereka ikut, aku yang akan menjaganya, aku pastikan mereka tidak akan membuat repot kalian" ucap Alex
"Tapi Lex, disana nanti akan banyak kekerasan, itu tidak baik buat anak sekecil mereka" bantah Edward
"Anak-anakmu itu bukan anak biasa, setiap hari kau latih dan kau tendang, apa itu juga bukan kekerasan, aku nanti yang akan menjaga mereka" ucap Alex lagi
Kali ini Edward terdiam dan berfikir sesuatu "Benar juga apa yang di katakan Alex, baiklah aku akan mengajak mereka" batin Edward yang kemudian menyetujui perkataan Alex
__ADS_1
*
Di tempat yang lain, Alena merasakan bahwa ikutan batin dengan anak perempuannya mulai tersambung, itu berati Ailina sudah sadar dan dalam keadaan baik-baik saja
"Ya Alloh syukurlah, kali ini aku percaya tidak ada yang bisa menyakiti anakku lagi, putri kecilku pasti bisa melindungi dirinya" batin Alena
Segera dirinya bangkit dari duduknya, di periksa satu persatu jendela dan pintu yang mungkin saja bisa di buka dengan kekuatannya, dan rupanya ruang Rahasia itu benar-benar di desain sangat kuat, Akhirnya Alena mundur dan duduk kembali sambil terus mencari cara
Sementara itu di Mansion yang sama namun dengan ruangan yang berbeda, Janeta sudah memantapkan hatinya untuk menyelamatkan Ailina dan membawanya keluar dari sana
"Aku akan keluar dulu melihat keadaan Sayang, kau tetap saja disini, jangan berbuat yang macam-macam, sampai aku datang kembali, apa kau mengerti ?" Tanya Janeta dan diikuti oleh anggukan dari Ailina
Janeta segera keluar dari kamar lalu menuju ke kamar yang di tempati oleh Natasya, dirinya juga ingin membawa Natasya ikut pergi meninggalkan tempat itu
"Nat, bangunlah, kita akan pergi dari sini" ucap Janeta lirih dan kemudian Natasya menoleh ke Janeta dengan wajah terkejut
"Kau, sedang apa disini?" Ucap Natasya
"Sstt, pelan kan suaramu Nat, kita akan pergi dari ini, ayo ikut denganku" ucap Janeta sambil membantu Natasya untuk bangun
"Apa yang kau lakukan Janeta, kenapa dengan sudut bibirmu yang membiru itu, apa Kak Nickel memukulmu?"
"Sudahlah, segera bersiap Nat, ikuti aku dari belakang" ucap Janeta sambil menarik pergelangan tangan Natasya dan berjalan keluar dengan langkah yang sangat pelan untuk menghindari Cctv
"Sekarang bantu aku Nat, kakakmu sudah gila, dan bahkan tadi hampir saja melukai Ailina"
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Pikirkan baik-baik apa kira-kira kode pintu rahasia yang dipunyai kakakmu, aku yakin Alena ada di sana" ucap Janeta
"Jadi Mommy ada disini, pantas saja aku merasakannya" batin Ailina
Natasya berpikir sejenak dan kemudian segera memberitahu Janeta untuk lanjut bergerak menuju kamar rahasia yang biasa di pakai oleh kakaknya itu, ketiganya kini perlahan mengikuti langkah Janeta dengan sangat berhati-hati, dan sampailah di depan pintu kamar itu, Janeta menekan beberapa tombol akses masuk seperti yang di ucapkan Natasya, setelah beberapa kali di coba akhirnya berhasil terbuka
Alena yang sedang duduk langsung beranjak dari tempatnya dan waspada, saat melihat siapa yang masuk dirinya sangat terkejut, Ailina berlari memeluk Alena dan menangis, bagaimanapun sisi ketakutan anak kecil Ailina masih mendominasi dan Alena pun berusaha menenangkannya
"Tenanglah sayang, Mommy ada di sini, tidak akan ada yang menyakiti Ailin okey?"
Ailina terdiam dari tangisnya dan mengangguk dalam pelukan Alena, Janeta bersujud di kaki Alena, dia menjelaskan dengan jujur kejahatan apa yang sudah di lakukan terhadap Ailina, Natasya memeluk Janeta dari belakang dan Ailina juga membujuk Mommy nya agar memaafkan kesalahan Janeta
"Sudahlah, yang penting kita keluar dulu dari tempat ini, disini sangat berbahaya" ucap Alena
"Aku akan membantu, ikuti aku saja dan tetap waspada, kita akan berusaha menghindari Cctv" ucap Janeta
__ADS_1
Mereka bersiap untuk keluar dari kamar perlahan, namun saat semuanya sudah mendekati pintu, tiba-tiba seseorang muncul dan menghadangnya dengan beberapa orang yang sudah siap dengan senjata yang diarahkan ke mereka
"Bagus sekali Janeta, kau menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya, Penghianat!" Teriak Nickel langsung menarik Janeta dan memukul wajahnya dengan keras hingga jatuh ke lantai dan menendangnya
"Hentikan kak!, Apa yang kau lakukan!" Teriak Natasya ingin menolong Janeta yang meringkuk kesakitan
"Breng*sek, jangan ikut campur urusanku!"
PLAK
Nickel menampar Natasya dengan keras, ikatan darah antara mereka sungguh hal yang tidak penting lagi bagi Nickel, melihat kekerasan yang dilakukan didepan mata, Alena segera mendekap dan menutup mata anaknya dengan pelukannya
"Cukup Nickel, hentikan tindakanmu, mereka adik dan orang mu sendiri!"
"Jangan mengaturku!, Bunuh mereka berdua, tembak sekarang juga!" Teriak Nickel menyuruh anak buahnya membunuh Natasya dan Janeta
Tembakan langsung meledak di udara, peluru yang keluar sudah berhamburan menuju titik tubuh Janeta dan Natasya, keduanya saling memeluk dan pasrah menerima nasip
Namun sesuatu terjadi, Alena mengeluarkan perisai dan melindungi kedua wanita itu, sedangkan Ailina melompat dan menendang semua senjata yang ada di tangan mereka dengan gerakan yang cepat, hingga terlempar semua ke lantai
Nickel segera mundur dan keluar dari pintu kamar, Alena menolong Kedua wanita yang masih shock dengan apa yang sudah dilakukan olehnya dan Ailina
"Kalian berdirilah, cepat, ini kesempatan kita keluar!" Ucap Alena berusaha menyadarkan mereka
Janeta dan Natasya tersadar dari keterkejutannya dan segera berdiri, keduanya saling memapah, Ailina berjalan maju di belakang Alena yang masih mengeluarkan perisainya
Saat keluar dari kamar, Alena sangat terkejut melihat di depannya kini sudah berdiri Nickel dengan banyak pasukan di belakangnya
"Sialan, aku harus menghadapi orang sebanyak ini dan menanggung resiko akan keselamatan mereka bertiga, tugasku kali ini sangat berat" batin Alena sambil berpikir keras dan mengatur strateginya
Di tengah kekhawatirannya, semuanya di kejutkan dengan meledaknya pintu utama di Mansion itu dan hancur berkeping-keping
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE