Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 268


__ADS_3

Ethan,Evan dan teman satunya tersenyum senang karena Kaisar akan mengikutkan lomba Bela Diri Sekolahnya, setelah mengambil layangan dan memberikan ke Ethan dan Evan, semuanya segera bergegas kembali ke sekolah dan melanjutkan pelajaran terakhir siang itu


Pelajaran berakhir dan Kaisar segera mengantar pulang ketiga bocah kembar itu kerumah, lalu lanjut menuju ke perusahaan Edward, ternyata di sana sudah ada Alena dan Ratu yang ingin mengajak makan siang bersama


Sampai di sebuah Resto mereka langsung memesan makanan, sambil menunggu Kaisar menceritakan sesuatu


"Aku berencana mengikutkan murid-murid sekolah itu lomba Bela Diri" ucap Kaisar


"Lalu, siapa yang kamu ikutkan, jangan bilang anak-anakku, aku akan menghajar mu kalau sampai kau lakukan itu Kai" ucap Edward serius


"Tentu saja tidak, aku tidak segila itu sampai harus mengikutkan mereka, yang ada bonyok semua anak orang sekali hempas" jawab Kaisar sambil tersenyum


"Oh, syukurlah, aku sampai gak bisa nafas mengira si kembar yang kamu ikutkan Kai" sahut Alena menghela nafas lega


Sedangkan Ratu terkekeh melihat Edward dan Alena sempat memasang wajah cemasnya, Kaisar menoleh ke arah istrinya ikut tertawa


"Kau itu suka sekali membuat jantung mereka berolah raga Yang" ucap Ratu


"Mereka saja yang terlalu parno" jawab Kaisar


"Kamu juga, suka sekali ngomongnya bikin kita jantungan" ucap Alena kesal


"Sudah-sudah, yang jelas kita mendukungmu Kai, dan pastikan mereka dapat juara, itu bisa membantu sekolah itu di perhitungkan di dunia pendidikan dan tidak di pandang sebelah mata"


"Tentu saja, itu memang salah satu tujuanku Ed"


Lalu obrolan mereka terhenti saat makan siang yang di pesan sudah tersaji kan di atas meja, dan mereka menikmati makan siang dengan tenang


*


Siang itu Bu guru Aisyah di bonceng naik sepeda oleh pak Fajar menuju ke sebuah tempat pendaftaran lomba 'Cerdas Berbakat' di sebuah gedung perkantoran yang kebetulan letaknya ada di tengah kota, lomba yang diikuti kali ini setingkat kecamatan dan hampir semua sekolah Dasar ikut berlomba di sana


Bu Aisyah dan pak Fajar masuk dan kebetulan berpapasan dengan beberapa guru sekolah lain yang juga baru saja mendaftar


"Eh, tumben ikutan lomba pak, ingat lo ya, harus pakai pakaian yang bagus, pakek sepatu juga loh ya, jangan kayak murid bapak yang dulu masih suka ada yang pakek sendal ke sekolah, hahaha" ucap salah satu pengurus dan beberapa orang yang ada di sana ikut tertawa


Pak Fajar dan Aisyah saling pandang dan kemudian melempar senyum saja, hinaan dan cacian sudah biasa mereka dapatkan, dan kali ini mereka akan bertekad mendapatkan nomer kejuaraan di lomba ini, untuk membuktikan bahwa murid-murid mereka juga bibit unggul yang layak di banggakan


"Berapa saya harus membayar ikut lomba ini pak?" Tanya pak Fajar ke panitia


"Berapa kelas yang diikutkan pak, satu kelasnya 500 ribu, jadi kalau enam kelas ya tiga juta, bapak dari MI Al-Hikmah yang gak punya murid itu kan?"


"Maaf pak, bicara anda itu lama-lama kurang pantas di dengar ya!" Ucap Aisyah mulai Emosi


"Sudah-sudah, Aisyah yang sabar, niat kita daftar ikut lomba demi anak-anak disini, jangan terpancing emosi, kendalikan dirimu" ucap Pak Fajar mengingatkan Aisyah


"Iya pak, maaf" ucap Aisyah duduk kembali


Pak Fajar segera maju dan ingin membayar admistrasi pendaftarannya


"Kami ikut semua kelas, jadi tiga juta ya pak?"


"Yang bener, semua ini pak, tiga juta loh ya, gak boleh di cicil atau di hutang, harus Cash hari ini juga" ucap salah satu panitia


"Iya pak jangan terlalu memaksa, apalagi sampai jual isi rumah, gak lucu kan, daftar satu sajalah, 500 ribu kan sudah banyak bagi bapak" sahut panitia yang lain


BRAK


Semua di kagetkan dengan segepok uang yang di hempasan keras di atas meja pendaftaran oleh wanita cantik yang semua orang tentu sudah sangat mengenalnya


"Nyonya Alena!"


Ucap Pak Fajar dan Aisyah mendapati Alena sudah ada di dekatnya

__ADS_1


"Ambil uang itu, hitung!" Ucap Alena dingin dengan tatapan mata yang menusuk ke arah para panitia


"I iya, ma maaf nyonya Edward"


Ucap panitia itu segera menghitung uang itu dengan tangan gemetar dan takut


"Sudah nyonya, ada lima juta" ucap panitia itu dengan wajah takut


"Bagus, matamu masih jeli melihat uang, tapi terlalu buta untuk melihat orang, sisa dua juta bonus untuk ketua panitia kalian dan pastikan mereka membuang anak buah macam kalian, atau kalian semua angkat kaki dari gedung ini segera" ucap Alena


"Maaf nyonya Edward, saya mohon maafkan kami, tolong jangan pecat kami, saya mohon nyonya" kedua panitia itu berlari dan segera bersujud di kaki Alena


Pak Fajar dan Aisyah sampai melotot dan menelan ludah melihat pemandangan di depannya, sedangkan orang-orang yang masih ada di sana mulutnya diam, terbungkam dengan wajah yang sangat tegang


"Mari pak Fajar, kita pergi dari sini, saya kira urusannya sudah selesai" ucap Alena sopan sambil tersenyum kemudian mengajak pak Fajar dan Aisyah keluar tanpa memperdulikan yang lain


Sampai di luar, pak Fajar bertanya


"Maaf nyonya, bagaimana anda ada disini?"


"Saya memang berniat kesini pak, Kaisar menceritakan kalau sekolah akan ikut lomba cerdas Berbakat, jadi saya segera kesini bersama teman saya untuk membantu mendaftarkan"


"Oh jadi begitu, maaf jadi merepotkan nyonya Alena"


"Tidak pak, kebetulan Edward suami saya, salah satu Donatur di acara ini, dan kakak saya Reyna salah satu pengelola dan pendiri kegiatan ini"


"Oh, jadi begitu, pantas semua orang di sana sangat ketakutan melihat anda nyonya Alena" ucap Aisyah


"Mereka takut karena mereka salah Bu Aisyah, baiklah saya pergi dulu, pak Fajar dan Bu Aisyah hati-hati naik motornya, jalanan rame!" teriak Alena kemudian masuk ke dalam mobil mewahnya bersama dengan Ratu di dalamnya


Belum lagi pak Fajar dan Aisyah naik diatas motor, tiba-tiba saja ada suara memanggil nama mereka sambil berlari tergopoh-gopoh


"Pak Fajar kita mohon maaf, sungguh pak, tolong anda bicara dengan Nyonya Edward untuk mengampuni kami pak, saya mohon" ucap salah satu panitia tadi


"Maaf, kami tidak bisa membantu apapun, sebaiknya anda ini langsung menemui Bu Alena saja ya, sungguh kami tidak bisa membantu" ucap Bu Aisyah


Pak Fajar hanya menggelengkan kepala menyesalkan sikap mereka, sedangkan Aisyah mengajak Bapaknya segera pergi dari tempat itu


Kedua panitia itu berjalan masuk ke dalam gedung dengan wajah layu dan tubuh yang gontai


Aisyah dan pak Fajar tersenyum lebar sambil menikmati perjalanan naik motornya, hari ini sangat lega karena bisa di pastikan murid-murid nya bisa mengikuti lomba tanpa halangan apapun juga


*


Alena segera menghubungi Reyna dan menceritakan semua kejadian yang dialaminya, tentu saja Reyna langsung mengambil tindakan tegas dengan memberikan peringatan keras kepada ketua pengurus even lomba


"Memang separah itu mereka Al?" Tanya Ratu


"Begitulah, untung aku sendiri yang pergi ke sana dan melihat semuanya secara langsung, menghina orang sampai segitunya, beruntung mereka orang yang sabar, coba saja kalau aku_"


"Aku jamin porak poranda mereka" sahut Ratu sambil tertawa


Detik berikutnya terdengar suara panggilan dari handphone nya, Alena terkejut saat melihat panggilan dari Kirana


"Assalamualaikum Kiran"


"Waalaikumsalam salam Kak, aku baru saja nyampek rumah, sorry gak ngasih kabar dulu sebelum pulang ke ke indo"


"Apa!, Oh oke-oke, kok mendadak sekali, bukannya projek kamu kontraknya 6 Bulan, ini masih 3 bulan kok sudah balik?"


"Aku gak betah kak, kangen terus sama kalian semua, udah ya kak, aku mau istirahat dulu, nanti kita sambung lagi ngobrol nya dirumah, Assalamualaikum"


"Ok Kiran, Waalaikumsalam"

__ADS_1


Sambungan terputus


Alena terdiam sesaat dan merasakan ada yang aneh dengan Kirana, tak biasanya wanita yang satu ini menyerah begitu saja dengan keadaan, apalagi dengan alasan kangen dengan keluarga, rasanya membuat Alena tak percaya, dan semakin yakin kalau ada yang di rahasiakan oleh Kirana


"Kiran Al?" Tanya Ratu yang juga terkejut


"Iya, tiba-tiba pulang saja itu anak, apa Kaisar sebelumnya di kasih tau?"


"Nggak, aku juga kaget barusan, coba nanti aku tanyakan Kaisar" jawab Ratu


Keduanya kini terdiam dengan pikirannya masing-masing dan berharap tidak terjadi hal buruk dengan Kirana


Malam ini suasana rumah Edward semakin rame dengan kedatangan Kirana dari Paris, baik Alena dan Edward Tidak berani menanyakan apapun tentang kepulangan mendadaknya ke Indonesia, walaupun Alena sangat bisa merasakan ada raut kesedihan yang sengaja di tutupi oleh Kirana


Si kembar berguling-guling mengeroyok Kirana di lantai, mereka terus menindih dan menggelitiki Kirana sampai tertawa tiada henti dan membuatnya menyerah


"Ampun Aunty Kalah, Aunty nyerah sama kalian!" Teriak Kiran


"Asek!!, sesuai janji , kalau Aunty kalah, harus ngasih upeti sekarang juga!" Teriak Ethan menagih janji ke Kirana


Kirana segera masuk kamarnya dan keluar sambil membawa bingkisan untuk ketiga ponakan kembarnya, Ketiga bocah itu langsung berlarian dan mengambil hadiah itu, betapa senangnya mereka saat melihat sepatu keren yang modelnya sama tapi berbeda warna, ketiganya langsung mencium pipi Kirana dan segera pergi ke kamar mereka untuk mencoba sepatu barunya


Alena dan Edward tersenyum ke arah Kirana sambil mengucapkan terimakasih, perbincangan ketiganya mulai bergulir, Kirana menceritakan Alasan kepulangannya karena persaingan di sana sangat tidak sehat, belum lagi pergaulan bebas yang sudah seperti kebiasaan di dunia model di Paris, membuat Kirana memutuskan untuk balik lagi ke Indonesia


"Kalau itu keputusan mu, kita mendukung Kiran, asal itu terbaik bagimu, dan tidak ada ganjalan di hatimu" ucap Edward


"Makasih" jawab Kirana


"Apa kau yakin hanya itu alasannya?" Tanya Alena


"Iya kak, memangnya apa lagi, sepertinya sudah malam dan aku ingin beristirahat dulu kak" ucap Kirana


Alena tersenyum dan mengangguk, Kirana segera bangkit dan masuk ke dalam kamarnya, sementara Edward segera menggandeng istrinya masuk ke dalam kamar anak-anaknya yang tenyata sudah tidur dengan nyenyak, keduanya segera keluar dari kamar dengan sebelumnya memberikan ciuman di kening ketiga anaknya


Alena masuk ke dalam kamar mandi membersihkan dirinya, Edward menyusul dan berbuat usil dengan istrinya


"Honey, jangan pegang-pegang gitu ih, geli!, Masih sikat gigi ini aku" ucap Alena melanjutkan aktifitasnya dan pelukan Edward dari belakang dengan kondisi tangan yang tidak terkendali


"Nyaman Bee, Rasanya kenyal gini ya, jadi gemes" ucap Edward sambil mere*mas kedua bukit kembar istrinya


"Minggir honey, aku sudah selesai, mau keluar dulu!" Teriak Alena kesal dengan kelakuan suaminya yang sudah membuat tubuhnya merinding


Edward terkekeh dan semakin mengeratkan pelukannya hingga membuat istrinya tidak bisa berkutik


"Lihat di cermin Bee, kamu sadar kalau kamu cantik sekali hem?" Tanya Edward yang membuat Alena merasa suaminya itu semakin konyol


"Aku kan memang dari dulu gini honey, kamu itu ngomong apa sih, Aneh, baru sadar kalau punya istri cantik?" Ucap Alena


Edward hanya tersenyum dan makin manja menggigit leher istrinya, Alena memekik lalu mendorong tubuh suaminya kemudian berlari keluar dari kamar mandi, sementara Edward tertawa melihat istrinya melesat pergi saat lolos dari dekapannya


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2