Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 140


__ADS_3

Pertarungan kedua saudara itu akhirnya berhenti juga, tentu saja Edward yang lebih unggul dan berhasil mengalahkan Alfaro, ada memar di sudut bibir sepupunya itu, Alena hanya menggelengkan kepala dan memberikan tatapan peringatan ke Edward


"Maaf Faro, apa kau baik-baik saja?" Tanya Alena cemas dengan keadaan sepupu suaminya


"Aku sakit Al, bagaimana kalau kau merawatku hem?"


PLAK


Alena langsung memukul lengan Alfaro


"Awh, kalian benar-benar kompak kalau suruh menyiksaku ya" ucap Alfaro meringis kesakitan


Sementara Edward tertawa senang melihat istrinya sudah memukul saudaranya yang agak somplak, namun bagaimanapun juga Alena tidak tega melihat luka lebam di wajah Alfaro dan akhirnya mengobatinya dengan pelan, Edward mendampingi Alena saat melakukan perawatan luka di wajah Alfaro


"Ish, gak enak aku kalau di obati sama di pelototi suami kamu itu Al" ucap Alfaro


"Jangan berisik, diam, ini hampir selesai, lagian kalian ini kurang kerjaan banget, ngapain juga pakek adu kekuatan segala" ucap Alena kesal


"Ya kita kan sekalian latihan Bee"


"Besok aku ikut latihan kalian kalau gitu, biar makin seru, gimana?" Ucap Alena sambil menajamkan tatapannya kearah Edward dan juga Alfaro


"Kamu hamil Bee, gak perlu ikutan bertarung, gimana kalau aku ganti latihannya di kamar saja hem?"


"Siap, ayok, sekarang?" Jawab Alena bersemangat sambil tersenyum manis ke arah Edward


"Berapa kali kau menginginkannya Bee?"


"Emh,3 kali ya honey?"


"Okey, di ranjang, di sofa dan terakhir di bathtub ya Bee, sekalian mandi habis itu"


"Bang*sat kalian ya, dasar pasangan me*sum!" Teriak Alfaro sambil berlalu pergi


"Hahaha"


Edward dan Alena tertawa melihat tingkah kesal Alfaro


*


Keesokan harinya, Alena segera menuju ke tempat perawatan mama Delia setelah tugasnya selesai, saat akan masuk Alena mendengar pembicaraan kedua orang tua Delia, mereka sangat khawatir dengan usia Delia yang jauh dari matang tapi belum juga terlihat memiliki pasangan, Alena menghentikan langkahnya dahulu untuk mencari waktu untuk masuk ke dalam


"Al, ngapain kamu diam disini?"


"Eh, kak Del, aku mau jenguk Tante Arumi di dalam"


"Ya udah, yok masuk Al, papa juga ada di dalam tu"


"Baiklah"


"Eh tunggu, kemana Raka, kok gak ada di dekat kamu?"


"Lagi ke kamar mandi, aku udah bilang tadi mau kesini, bentar lagi pasti dia nyusul, Edward bentar lagi juga nyampek sini, sekalian mau jenguk mama kamu kak"


"Oh ya, kita kedalam dulu aja"


Alena segera masuk bersama dengan Delia, orang tua Delia menyambut hangat kedatangan Alena, mereka juga sudah tau siapa sebenarnya sahabat dari anaknya, perbincangan mengalir begitu saja diantara mereka, pembahasan tentang masa depan Delia yang tak kunjung berkeluarga juga tak luput dari percakapan kedua orang tuanya


Delia hanya tersenyum dan sesekali menjawab dengan santai tentang hal itu, hingga tak lama kemudian perbincangan terhenti saat Edward dan Daniel masuk dan menyapa semuanya


"Terimakasih karena pak Edward dan Pak Daniel sudah bersedia meluangkan waktunya untuk menjenguk istri saya" ucap Bagas Papa Delia

__ADS_1


"Sama-sama pak Bagas" ucap Edward sambil merangkul istrinya


"Kebetulan kami baru saja selesai rapat, jadi sekalian pulang mampir ke sini" ucap Daniel sambil berjalan mendekat ke arah Delia


Arumi dan Bagas saling menatap dan tersenyum melihat apa yang tengah dilakukan Daniel


"Aku dengar Alena sedang mengandung bayi kembar ya, apa benar begitu Al?" Tanya Arumi


"Alhamdulillah Tante"


"Wah pasti senang ya, bentar lagi keluarga kalian akan lengkap dengan lahirnya si kecil yang pastinya sangat lucu"


"Tentu saja tante, aku kadang gak sabar ingin segera melihat mereka lahir" jawab Alena


"Sayang sekali, Delia masih belum mau berkeluarga" ucap Arumi sedih


"Ma, siapa yang tidak mau, Delia hanya belum bertemu jodoh saja, jangan mulai deh Ma"


"Tapi umur kamu sudah berapa Delia, lihat Alena, bahkan masih berumur dua puluhan sudah hamil"


"Ma, jangan bahas soal gini kenapa sih?" Ucap Delia kesal


"Tentu saja mama pengen bahas masalah ini, mama takut kamu punya kelainan, setelah dulu salah bergaul dengan teman kamu yang lesbian itu"


Deg


Daniel langsung kaget mendengar hal itu, namun tidak dengan Alena yang sangat tau kisah itu sebelumnya


"Ma!, Bisa nggak tidak mengungkit masa lalu seperti itu"


"Mama hanya khawatir Del, apa mama salah?"


"Mama tidak salah, tapi jangan mengungkit masalah seperti itu di depan banyak orang!" Suara Delia mulai meninggi


Ucap Daniel menyela


Mau tak mau akhirnya Delia terdiam dan mengantarkan Daniel, sedangkan Alena dan Edward masih di dalam ruangan Arumi, Alena segera duduk di samping Arumi dan menjelaskan semuanya, bahwa sebenarnya tidak ada yang perlu di khawatirkan dari Delia, Arumi meneteskan air mata sedih melihat keadaan Delia yang belum pernah mengenalkan satu orang laki-laki pun kepada orang tuanya


Sementara itu, Delia sudah duduk di kursi kantin sambil sesekali mengusap air matanya yang jatuh tak terbendung, Daniel duduk di sebelah Delia sambil mengusap punggungnya dengan lembut


" Hal ini yang terkadang membuatku ingin menjauh dari kedua orang tuaku, mereka selalu mengungkit masa lalu yang ingin aku lupakan"


Delia tanpa sadar menceritakan masa lalunya saat berteman dengan sahabat wanitanya yang ternyata mempunyai kepribadian yang menyimpang, hingga terjadilah insiden dimana sahabatnya tidak terima Delia menjalin hubungan dengan seorang laki-laki hingga sahabat wanitanya itu melukai laki-laki itu dan bunuh diri, Daniel tersentak mendengar cerita Delia, dan kemudian memeluknya


"Sabarlah Del, mereka berbuat seperti itu karena menghawatirkan mu, mereka menyayangimu Del"


"Aku tau, tapi cara mereka membuatku bertambah sakit"


"Iya aku tau, mungkin perlu waktu untuk kalian bicara baik-baik" ucap Daniel


Delia menatap Daniel sesaat, ada perasaan aneh saat dia berada dalam pelukan Daniel, rasa aman dan nyaman yang tidak pernah dia rasakan, Delia segera membenarkan duduknya dan keluar dari pelukan Daniel


"Maaf Niel, aku malah curhat dan merepotkan mu"


"it's okay, everything is good" jawab Daniel sambil tersenyum


Keduanya segera kembali lagi ke kamar perawatan Arumi, keadaan sudah biasa kembali dan tidak ada ketegangan, Alena, Edward dan Daniel segera pamit untuk pulang karena sudah sore, Daniel tiba-tiba memeluk Delia dan menepuk punggungnya pelan, kemudian berjalan keluar menyusul Edward dan Alena


"Dihalalkan dulu Niel, jangan main peluk anak orang" ucap Edward


"Bentar lagi Ed, tenang saja"

__ADS_1


Alena langsung menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Daniel, menatapnya dengan lekat, Daniel terperanjat saat melihat wajah Alena berada sedekat ini dengannya


"Sh*it, Alena sangat cantik, pantas Edward bisa gila karenanya" batin Daniel


"Kamu serius dengan ucapanmu Niel?" Ucap Alena kemudian


"I, iya, maksudku, iya, aku serius" ucap Daniel gelagapan


Edward menyadari kalau Daniel otaknya lagi oleng karena begitu dekat melihat wajah istrinya, langsung menarik Alena ke dalam pelukannya hingga menjauh dari Daniel


"Kendalikan dirimu Niel" ucap Edward


"Kenapa dengan Daniel Honey?" Tanya Alena bingung dan melanjutkan langkahnya sambil di rangkul pinggangnya oleh Edward


"Kamu terlalu dekat dengannya tadi Bee, dia jadi konslet"


"Ha, hehehe"


Alena tertawa kecil melihat Daniel berdecak kesal berjalan dibelakangnya


*


Alena dan Edward segera ke Mansion Edoardo dan bersiap membawa Dady nya beserta paman dan Alfaro ke Mansion keluarga Nugraha, malam ini semua ingin berkumpul untuk membicarakan hal penting tentang klan hitam yang membuat masalah dengan Alena dan Edward


Kini semua orang-orang berkekuatan dahsyat sudah berkumpul di Mansion keluarga Nugraha, Saat Aliardo dan Alfaro bersalaman dengan Reyna dan juga Alex mereka terkejut karena bisa merasakan kekuatan luar biasa dari sepasang suami istri itu, belum lagi saat memeluk kedua bocah cilik anak dari keduanya, Alfaro menatap Dady nya karena kaget dengan kekuatan kedua bocah itu


"Apa Dady merasakannya?" Ucap Alfaro


"Luar biasa, keluarga Nugraha memang mempunyai calon-calon pewaris yang sangat hebat" jawab Aliardo


"Sayang aku tidak bisa merasakan kekuatan anak kembar Edward yang masih dalam kandungan, seandainya aku diperbolehkan memeluk Alena, mungkin aku bisa merasakannya Dad"


"Jangan mencari masalah, kau bisa di cincang Sama Edward"


"Hehehe, iya Dad, keponakan Dady yang satu itu memang sudah gila kalau soal istrinya"


Kedatangan kyai Rahmad disambut oleh semuanya, keluarga Eagle pun berdiri menyambut kedatangan kyai Rahmad, tanpa di duga oleh Aliardo, kyai Rahmad segera bersalaman dan memeluknya


"Bagaimana kabar keluarga Eagle, maaf aku merepotkan kalian" ucap Kyai Rahmad


"Kami baik, tidak merepotkan, kami justru sangat senang bisa mendapatkan kehormatan bertemu langsung dengan kyai Rahmad"


"Kita sudah menjadi keluarga, jangan terlalu sungkan, apa dia Alfaro Rich Eagle anakmu?"


"Oh iya, saya Alfaro Rich Eagle"


"Ke sinilah, apa kau tidak ingin memeluk kakek mu?" Ucap Kyai Rahmad


Alfaro terperanjat, dan menoleh ke arah Edward yang sudah tersenyum dan memberikan kode untuk segera memeluk Kyai Rahmad


"Kenapa, Edward sudah aku anggap cucuku sendiri, jadi kau juga cucuku, kalian semua juga anggota keluarga Nugraha" ucap Kyai Rahmad


Alfaro langsung mendekat dan memeluk Kyai Rahmad dengan erat, rasa yang luar biasa dapat dirasakan saat menyentuh tubuh Kyai Rahmad, sesuatu yang tenang, nyaman dan Aman


Bersambung


Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2