
Sudah empat hari Delia tidak ingin bicara maupun bertemu dengan Daniel, dirinya ingin memberikan waktu dan ruang untuk berpikir jernih, bagi Delia sebuah hubungan ke jenjang pernikahan bukan main-main, dia tidak ingin mengambil langkah karena di buta kan oleh Cinta, begitu juga Daniel yang lebih banyak diam di kantor, Edward membaca sesuatu yang tidak baik dari sahabatnya itu
"Apa kau baik-baik saja Niel?"
"Entahlah Ed, kau tau Delia mengetahui masalah ku tanpa sengaja"
"Maksud mu masalahmu dengan Cellin?"
"Iya, aku pusing sekarang"
Edward terdiam menatap Daniel, kemudian Daniel menghela nafas dan menceritakan kejadian yang sebenarnya, Edward sangat terkejut dan serius mendengarkan cerita sahabatnya itu sampai akhirnya Daniel terdiam sambil menyandarkan kepalanya ke sofa dengan mata terpejam
"Segera selesaikan masalahmu Niel, berpikirlah dengan jernih, kalau kau menikah dengan hati yang terpaksa, aku yakin itu akan menjadi bumerang rumah tanggamu"
"Aku juga berpikir begitu Edward, aku mencintai Delia tapi rasa tanggung jawab perbuatan ku dengan Cellin juga membuat hatiku menjerit"
"Aku tau, apa kau masih mengenal Cellin dengan baik, sudah bertahun-tahun Cellin tidak mencari mu dan kini tiba-tiba datang, apa kau tidak curiga ada sesuatu?"
"Maksud mu Ed?"
"Ayolah, kamu tau siapa kita, banyak wanita yang akan memanfaatkan apa yang kita punya sekarang ini, bahkan mereka rela melempar tubuhnya untuk kita nikmati dengan gratis asal kita memberikan apa yang mereka mau"
"Kenapa aku tidak berpikir sejauh itu ya Ed, tapi mana mungkin Cellin punya niat sejahat itu, kita sudah bersahabat sejak kecil"
Edward hanya tersenyum dan kembali duduk di kursi kerjanya, melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, sedangkan Daniel baru menyadari kemungkinan yang tidak beres dari sahabatnya Cellin yang sudah lama putus kontak dengannya dan kini tiba-tiba saja datang di kehidupannya
"Aku akan menghubungi seseorang untuk menyelidiki hal ini Ed"
"Bagus, otakmu mulai encer kembali rupanya, gunakan cara yang senyap dan tak terlihat, itu akan lebih efektif"
"Iya, aku tau, seandainya Raka tidak cuti, aku ingin menggunakan jasanya, sayang sekali"
"Bersikaplah biasa saja ke Cellin, agar dia tidak curiga, kalau perlu kau menjauh dulu dari Delia, datanglah kembali kepadanya dengan semua bukti yang sudah kamu punya"
"Aku tidak kuat jauh darinya Ed, apa kau ingin aku mati mengenaskan?"
"Memangnya Delia mau menemui mu?, Targetkan dua Minggu masalahmu harus sudah selesai, jangan terlalu lama"
"Iya Ed, kau ini, memaksa sekali"
"Perusahaan butuh konsentrasi mu Niel, aku tidak ingin kamu kerja dengan otak yang kosong"
__ADS_1
"Dasar kau ini!"
Edward terkekeh saat melihat Daniel jengkel padanya sambil keluar ruangannya dengan wajah yang aneh, di dalam ruangannya Daniel segera menghubungi orang kepercayaan nya untuk mengikuti dan menyelidiki segala sesuatu yang berhubungan dengan Cellin, sementara itu Daniel juga menuruti kemauan Cellin untuk bertemu dan sebagainya, kesempatan itu dimanfaatkan Daniel untuk memasang alat pelacak dan perekam di mobil dan Apartemennya
*
Alena sudah mulai bekerja kembali dengan perut yang sudah kelihatan membuncit, maklum kehamilan kembarnya membuat ukuran perutnya lebih besar dari usia kehamilannya, Ratu tersenyum saat melihat Alena kini tubuhnya tidak selangsing biasanya dan terlihat segar menggemaskan, hingga membuat dirinya menghampiri Alena
"Halo bumil, tambah seger aja nih?"
"Eh Ratu, kok bisa ke sini, udah kelar kerjaannya?"
"Udah dong, IGD sudah teratasi"
"Sama ni, aku barusan kelar, banyak juga pasien poli bedah ya?"
"Jelas, apalagi ada pengumuman dokter idolanya sudah mulai bisa melakukan pelayanan"
"Hehehe, mereka kaget juga lihat perutku yang dah melendung segede gini"
Ratu tertawa mendengar celotehan ibu hamil di depannya, sejenak Alena berbincang dengan Ratu yang menanyakan keberadaan Delia sebagai dokter Baru di Rumah Sakit itu, Alena juga menjelaskan memang benar Delia adalah sahabatnya tapi di terimanya Delia di Rumah Sakit Elite Healthy Hospital tidak ada campur tangan Alena, semua murni dari usaha Delia sendiri, Ratu tersenyum dan percaya akan hal itu
"Begitulah, kak Delia sangat fokus saat sedang bekerja, dia sangat telaten, gak seperti aku yang kadang masih kurang sabar, hehe"
"Apalagi aku Al, masih suka emosian malah"
"Hilangin sifat itu, kita melayani mahkluk hidup lo, lengkap dengan perasaan dan pikirannya, jangan sampai kita menyakiti hati pasien, dampaknya gak bagus buat kita sendiri"
"Siap!, Udah aku balik dulu ya Al" ucap Ratu dan langsung berbalik begitu saja
BYUR
Ratu terkejut saat ada sesuatu yang di tabrak nya menyiram tubuhnya hingga bajunya basah
Alena ikutan terkejut dan kemudian tertawa melihat Kaisar dan Ratu sama-sama tersiram air Es kopyor yang di pesannya hingga basah, Ratu segera mundur dan agak emosi melihat Kaisar, begitu juga dengan Kaisar, namun sesaat kemudian Kaisar seperti melihat sosok wanita yang dilihatnya saat dirinya terbangun dari Coma
"Maaf apa aku mengenalmu?" Ucap Kaisar
"Kau ini, bukannya minta maaf sudah mengotori bajuku, malah tanya aku mengenalmu, tentu saja aku mengenalmu, kalau bukan Alena yang memintaku untuk menjagamu, sudah aku tendang kamu sekarang!" Ucap Ratu kesal
"Jadi kau ini nyata?"
__ADS_1
"Apa kau sudah gila, emangnya aku ini apa, masih tanya apa aku nyata, udah kamu siram gini, sudah aku mau ganti baju dulu, Aku pergi dulu Al, pengawal kamu ini otaknya agak miring rupanya" ucap Ratu
Alena tertawa lagi melihat tingkah Kaisar dan Ratu saat bertemu, Kaisar menoleh masih tidak percaya ke arah perginya seorang wanita yang selama ini di kiranya tidak nyata, hatinya berdesir saat melihat kembali sosok wanita yang dilihatnya pertama kali saat dirinya sadar dari Coma, Alena masih memperhatikan Kaisar sambil tersenyum
"Kenapa, Cantik?" Tanya Alena, membuat kaisar langsung tersadar dan kembali menoleh ke arah Alena
"Iya, eh, maksudnya ,aku menyesal sudah mengotori bajunya" jawab Kaisar gugup
"Dia Dokter Ratu, sama sepertiku, aku meminta tolong dia menjagamu waktu kamu masih Coma di Rumah Sakit, dan dia juga dokter yang memantau mu waktu itu"
"Oh, jadi begitu, waktu tersadar aku melihatnya sejenak, aku kira dia hanya halusinasi ku saja, ternyata dia nyata"
Alena hanya tersenyum dan tau bahwa Kaisar mempunyai rasa terhadap Ratu, namun dia tau Ratu sudah bertunangan dan Alena memperingatkan pengawalnya itu, Kaisar tersenyum dan pamit pergi untuk berganti baju kemudian membeli kembali pesanan Alena yang ingin minum es Kopyor di dekat Rumah Sakit
Saat Kaisar kembali masuk menuju Ruangan Alena, tanpa di sengaja bertemu kembali dengan Ratu, dan kali ini hampir saja bertabrakan kembali, beruntung keduanya langsung bisa menghindar
"Ya ampun, kau ini, suka sekali menabrak ku!" Ucap Ratu terkejut
Kaisar tersenyum dan memajukan tubuhnya sangat dekat dengan Ratu, kemudian dirinya agak mencondongkan wajahnya ke wajah Ratu hingga jaraknya sangat dekat, Ratu terperanjat dan diam mematung
"Sebenarnya aku lebih suka mencium mu dari pada harus menabrak mu" ucap Kaisar singkat dan berlalu melanjutkan jalannya
Ratu yang mendengar jelas perkataan Kaisar langsung melongo terkejut
"Dasar Sinting, seenaknya saja kalau ngomong" ucap Ratu lirih kemudian menenangkan irama jantungnya dan melanjutkan langkahnya
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1