Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 223


__ADS_3

"Iya Honey, aku tidak tau apa yang terjadi dengan mereka berdua, tapi aku melihat luka yang dalam dari Kirana saat Alfaro memutuskan kontak dengan Kirana dan memohon pada kita untuk merahasiakan apapun tentang dirinya dari Kirana"


"Aku juga tidak mengerti kenapa Alfaro sebodoh itu bisa menghamili model itu, dan lebih tragis lagi, Alfaro harus kehilangan anak yang masih berada dalam kandungan dan juga istrinya itu"


"Takdir kadang juga sangat mengerikan honey, Kasian Alfaro harus menikah dengan wanita yang tidak dia cintai dan disaat dia mencoba berubah menjadi sosok suami yang baik, dia malah kehilangan anak dan istrinya"


"Mungkin ini juga peringatan buat Alfaro, aku dengar dia sekarang sudah banyak berubah, perusahaan di Paris juga semakin berjaya" jawab Edward


"Iya, Alhamdulillah honey, aku berharap yang terbaik untuk mereka berdua, kalaupun berjodoh"


Edward menarik tubuh Alena ke dalam pelukannya dan mereka pun tertidur


*


Beberapa waktu yang lalu, Ambar ikut membantu membersihkan ruangan setelah acara pesta selesai, begitulah Ambar yang selalu cekatan membantu semua orang tanpa harus di perintah, setelah semuanya selesai dirinya kini ikut duduk bersama Raka dan Anggel


"Selamat ya Ma, sudah ada adik Ambar di dalam perut Mama" ucap Ambar


"Iya Alhamdulillah sayang, terimakasih ya, apa Ambar senang Mama hamil?"


"Tentu saja Ma, Ambar nantinya akan punya teman, Ambar janji akan menjaga adik nantinya"


"Makasih ya sayang, papa sama Mama janji akan memberikan kasih sayang yang sama besarnya pada kalian" ucap Raka


"Makasih pa, ma, Ambar sangat bahagia sekali, akhirnya mama bisa hamil dan Ambar akan punya saudara"


"Oh iya Ambar, kita sudah satu bulan tidak menjenguk ibu Arini, bagaimana kalau besok hari Minggu kita kesana?" Ucap Anggel


"Asiik, kita buatkan masakan kesukaan ibu Arini ya Ma, aku mau kita masak bareng kayak dulu, ibu Arini suka lo masakan Mama Anggel"


"Iya sayang, pasti kita masakan sesuatu buat ibu Arini"


"Papa juga ikut kan?" Tanya Ambar


"Tentu saja, papa yang akan ngantar kalian"


"Yee, makasih pa"


"Ya sudah, ini sudah malam, yok Ambar tidur dulu, Mama antar ke kamar ya"


"Siap ma, yok, nanti kasih baca buku cerita sampai Ambar tidur ya Ma, Ambar pengen dengarkan cerita dari Mama sebelum bobok"


"Iya, ayok"


Keduanya kini sudah menuju ke kamar Ambar, setelah membersihkan diri dan menggosok gigi, Ambar segera naik di atas kasur di temani oleh mamanya di samping dirinya tidur, Anggel membacakan sebuah cerita yang sangat di sukai Ambar, tak lama kemudian Ambar pun tertidur pulas


Perlahan Anggel membenarkan posisi Ambar agar merasa nyaman dalam tidurnya, dikecupnya kening Ambar lalu kemudian beranjak dari tempat tidur menyusul suaminya yang sudah merebahkan badannya di tempat tidur

__ADS_1


Sebelumnya Anggel masuk ke dalam kamar mandi lalu membersihkan diri dan kemudian menyusul suaminya yang terlihat sudah tertidur, merasakan ada sebuah gerakan, Raka akhirnya terbangun


"Ambar sudah tidur?" Tanya Raka


"Sudah yang, baru saja"


"Sini, aku ingin mengelus anak kita, dia pasti sudah tidur juga ya" ucap Raka sambil tangannya masuk kedalam baju istrinya dan membelai lembut perutnya


"Geli yang, sudah ah, jangan lama-lama" ucap Anggel


"Sebentar lagi, aku diamkan saja tanganku yang" ucap Raka


Keduanya kini terdiam dalam kehangatan hati masing-masing, rasa haru dan kebahagiaan yang dilimpahkan membuat hidup keduanya semakin terasa lengkap


"Makasih sayang, sudah mendampingiku dalam suka dan duka selama ini" ucap Anggel


Raka menatap istrinya dengan tersenyum kemudian memeluknya erat, mencium keningnya dan keduanya kini tertidur


*


Sementara itu Kirana masih termenung di kamarnya, matanya sulit sekali untuk terpejam, semakin dekat waktu untuk dirinya pergi ke Paris, pikirannya kadang terasa kalut dan tertuju pada sosok laki-laki yang pernah masuk ke dalam hatinya dan membuat luka


"Apa mungkin aku akan bertemu dengan Alfaro si Casanova brengsek itu ya?" Ucap Kirana dalam hati


"Ya Alloh, kenapa aku jadi ngurusi tu manusia brengsek sih, lebih baik aku buat sholat malam dulu aja deh, bikin pusing aja" ucap Kirana lirih berbicara sendiri


Setelah dirasa hatinya tenang kembali, Kirana segera kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, beberapa menit kemudian akhirnya Kirana bisa tertidur dengan lelap


*


Daniel terbangun di jam 3 dini hari saat mendengar suara pesan masuk dari handphone nya yang ternyata dari Natasya yang mengabarkan bahwa dirinya sudah sampai di negara Belanda dan siap menunggunya datang di acara pesta pertemuan perusahaannya


"Siapa honey?" Tanya Delia yang ikut terbangun


"Natasya, ngasih kabar kalau sudah nyampek Belanda"


"Oh, ya sudah"


Kemudian keduanya terlelap kembali


Satu jam kemudian Daniel terbangun kembali dan menoleh ke sekeliling tempat tidur mencari istrinya yang ternyata sudah tidak ada di sampingnya, sejenak dirinya melihat ke kamar mandi dan terdengar suara gemericik air, Daniel tersenyum kemudian beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi


"Honey, kamu didalam?" Tanya Daniel


"Iya!" Jawab Delia


Daniel segera ikut masuk ke dalam, dan dilihatnya Delia sedang mencuci muka dan menggosok giginya di depan closed, perlahan Daniel mendekat dan memeluk istrinya dari belakang, wajah Daniel di benamkan di ceruk leher Delia sambil menghirup bau harum tubuh istrinya

__ADS_1


Tangan Daniel mulai beraksi mere*mas lembut kedua bukit kembar Delia, terlihat jelas di dalam cermin saat Delia memejamkan mata menikmati sentuhan tangan suaminya, Daniel mencium, melu"mat dan menggigit kecil tengkuk istrinya, di saat itulah mulai terdengar desa*han dari bibir Delia


"Honey, aku menginginkanmu" ucap lirih Daniel sambil menciumi telinga istrinya


Bathrob yang di kenakan Delia mulai tersingkap, tangan suaminya kini membelai lembut miliknya, sensasi yang luar biasa mulai dirasakan oleh Delia hingga dirinya mend*esah berkali-kali, sebuah kain yang menutupi bagian int*im nya sudah di buang oleh suaminya entah kemana


Terdengar pekikan kecil saat Daniel mulai memasukkan jarinya ke dalam in*tim istrinya


"Honey!, Sshh, ooh"


Perlahan Daniel mulai mengganti jarinya dengan memasukkan pusakanya dari belakang, tubuh Delia sedikit condong kedepan, Daniel mendorong keluar masuk pusakanya memenuhi ruangan inti*m milik Delia


Tak berapa lama Daniel teringat posisi yang mempercepat kehamilan, hingga kemudian dirinya langsung melepaskan miliknya, Delia terkejut saat Daniel tiba-tiba saja melakukan hal itu


"Ada apa honey?" Tanya Dalia


Daniel hanya tersenyum dan segera menggendong istrinya, lalu membaringkan di atas tempat tidur dengan tubuh yang sudah sama-sama polos, diganjalnya pan*tat Delia hingga lebih tinggi, Delia tersenyum mengetahui maksud suaminya


Kembali Daniel menyusuri milik istrinya dengan bibirnya, perlahan melu*mat, menye*sap dan terkadang menggigitnya pelan, tubuh Istrinya seketika menegang dan bergerak tidak karuan, Daniel tau kini istrinya sangat menginginkan penyatuannya


Delia menarik tubuh Daniel dan kemudian mel*umat bibirnya, tangan Delia mere*mas pelan dan berulang pusaka suaminya yang sudah tegak berdiri, dengan satu kali hentakan Delia merasakan pusaka suaminya kini sudah masuk sesak memenuhi miliknya


Daniel mendorong kuat miliknya melesak ke dalam in*tim istrinya, lalu mengguncang tubuh istrinya berulang-ulang, keduanya saling mende*sah merasakan kenik*matan penyatuan, hingga kemudian teriakan dari keduanya memenuhi ruangan saat mencapai puncak kenik*matan dan kepuasan bersama


Peluh bercucuran dari keduanya, aktifitas pagi itu cukup menguras energi dan sejenak mereka saling mengatur nafas kembali


"Nikmat honey?" Tanya Daniel


"Sangat" ucap Delia


"Mau lagi?" Tanya Daniel


"Dah hampir subuh honey" ucap Delia memperingatkan


Daniel terkekeh saat Delia menarik selimut dan segera menjaga jarak dengan dirinya


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2