Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 117


__ADS_3

Sampai juga pada akhir balapan yang ternyata sesuai dugaan di menangkan oleh pembalap favorit pujaan para penonton yaitu Valentino Ramos, setelah melakukan selebrasi Valentino turun dari sepeda motornya, terlihat di sana ada seorang wanita berlari dan langsung memeluk Valentino, tentu saja banyak mata yang melihat kejadian itu dan di buatnya iri


"Oh, jadi wanita itu kekasihnya?" Ucap Delia


"Cantik ya kak" sahut Amaya


"Jadi rupanya benar yang diberitakan kalau Anggel itu salah satu teman dekatnya juga"


"Hah!"


Semu kaget mendengar Alena menyebut nama wanita itu


"Kamu kenal Al?" Tanya Raka kepo


"Kenal, kebetulan kolega Edward di perusahaan"


"Oh, jadi dia_?" Ucap Raka


"CEO Perusahaan perhiasan wanita"Beautiful Gold Company" Anggel Luna Mahira, kini berusia 27 tahun" sahut Alena


"Wow, ternyata nyonya Edward sudah mengantongi semua informasi para wanita yang bekerja sama dengan suaminya" ucap Delia


"Harus, aku gak mau kecolongan seperti wanita-wanita yang lain, yang ujung-ujungnya hanya bisa nangis doang di tinggal main belakang sama suaminya, jadi gak akan aku biarkan satu wanita pun menyentuh Suamiku"


"Widih, mantap, biar aku saja yang menyentuh wanita ini" ucap Raka


PLAK


Delia langsung menabok Raka


"Aduh, sakit Del, main tabok aja" ucap Raka


"Gak lihat tu si Anggel milik siapa, main sentuh milik orang aja, jangan Sampek kamu jadi pebinor ya"


"Udah terlanjur, tadi udah aku cium tuh cewek!"


"Apa!"


Teriak Delia, Amaya dan Alena


BUK BUK PAK


Raka merasakan pukulan dari ketiga cewek jagoan di dekatnya


"AW AW, Dit tolongin napa, diam aja kamu tu melihat KDRT depan mata" teriak Raka


"Sorry, urusan kali ini aku gak bisa apa-apa, hehehe"


Terjadilah adu kekuatan antara Raka melawan pukulan ketiga trio jagoan yang bernafsu memukulinya, hingga di hentikan oleh suara keras dari podium


"Thanks untuk semuanya, dan aku ucapkan beribu terimakasih kenapa wanita spesial yang sudah hadir melihatku saat ini "My ALENA"


DEG


Alena dan kelompok huru haranya langsung terdiam membeku di tempat, Delia dan Amaya sontak melotot ke arah Alena, setelah itu sorotan kamera dan sebuah lampu penunjuk meluncur ketempat Alena dan teman-temannya berada, kini suara gemuruh riuh tepuk tangan dan jeritan bersorak menyebutkan nama Alena


Alena hanya tersenyum dan mendapat tatapan tajam dari semua sahabatnya


"Apa?"


"Jadi kau kenal dekat?" Ucap Delia


"Nggak"


"Lah itu tadi apa?" Sahut Amaya


"Tau, ketemu aja baru 2 kali ini"


"Beneran?" Tanya Aditama


"Sumpah"


"Awas bohong, aku laporkan sama pak Bos" ucap Raka


Langsung terdengar suara dering Telpon dari handphone Alena


"Nih, pak bos kamu telpon"


Alena segera mengangkat telponnya


"Siapa pembalap itu!" Suara Edward nge gas di telepon


"Waalaikumsalam, telpon kok langsung gas pol, salamnya mana honey?"


"Iya, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, aku juga gak tau sama si Valentino ini honey, ketemu juga dua kali ini doang"


"Jauhi arena balap, gak usah terlalu dekat dengan pembalap itu Bee"

__ADS_1


"Siap komandan, Laksanakan!"


"Bee, aku serius ya, atau aku ke sana sekarang juga!"


"Eh, jangan-jangan, iya honey, Siap, yang nge fans bukan aku, tapi Kak Delia noh, aku cuman diajak saja tadi"


"Ya sudah, tetap bawa pengawal kemanapun Bee"


"Iya Honey, ini aku bawa, ada di belakangku nih pada"


"Ingat harus hati-hati dan jaga diri Bee"


"Iya iya, siap Edita"


"Alpan!!" Teriak Edward


"Hehe, iya honey, sorry, ini kita mau keluar dari sirkuit, pulang"


"Ya sudah, hati-hati dijalan Bee"


Akhirnya percakapan keduanya diakhiri


Kelimanya kini segera berjalan meninggalkan arena balap, sampai di tempat parkir Aditama dan Amaya ijin untuk duluan karena ada suatu hal yang akan dilakukan, begitu juga dengan Raka yang pamit untuk berpisah di sana dan menuju ke tempat latihan menembak


"Tunggu-tunggu, Ka aku ajari nembak ya?" Ucap Alena


"Hah, serius Al?"


"Serius Ka, kamu tau sendiri kan gimana kehidupanku sebagai istri Edward, banyak bahaya tu, harus bisa jaga diri sendiri"


"Oke siap, tapi bilang sama pak suami kamu dulu, soalnya latihan tembak nanti aku mesti megang tubuh kamu"


PLAK


Delia memukul Raka


"Aduh, Del, seneng banget sih kamu Mukuli aku"


"Biar otak kamu gak mesum mulu"


"Bukan mesum, tapi memang gitu cara latihannya, nanti aku perlu benerin posisi tubuh kamu ma tangan kamu Al, mangkanya izin dulu sama pak Edward, biar gak panjang urusannya"


"Iya sudah, nanti aku izin, kalau di bolehin nanti aku kabari, besok kita latihan, aku siap tiap sore habis pulang dari Rumah Sakit, Ok?"


"Siap" jawab Raka


*


"Ngapain sih Dit, senyumnya gitu amat"


"Lagi seneng aja, akhirnya kita bisa bersama lagi Am"


"Iya, Alhamdulillah, jangan Sampek nyakiti aku lagi"


"Gak mungkin Am, aku sudah sadar kamu itu segalanya buat aku"


"Makasih Dit"


"Aku yang Makasih, sudah kamu kasih cinta yang begitu besar Am"


Aditama memarkir mobilnya setelah sampai di Tempat wisata yang sangat Asri dan sejuk, sebuah Taman Bunga dengan keindahan yang luar biasa


"Wah, bagus banget Dit"


"Keren ya, aku tau kamu pasti suka"


Keduanya kini berjalan masuk ke dalam tempat wisata yang kebetulan tidak begitu Rame, Aditama menggenggam tangan Amaya saat berjalan menikmati pemandangan hamparan bunga yang sangat indah, hingga sampai di sebuah gazebo dan duduk disana, Amaya masih berdiri dan tersenyum lebar menikmati pemandangan


Saat membalikkan badan tiba-tiba saja disana sudah ada Aditama yang berjongkok dan memegang sebuah kotak cincin


"Maukah kamu menikah denganku Dokter Amaya putri Sartika?"


DEG


Jantung Amaya langsung berdetak kencang, hatinya membara dan bersuka ria, dengan meneteskan air mata Amaya menjawab


"Aku Mau menikah dengan mu Dokter Aditama Raharja"


Aditama langsung tersenyum bahagia dan menyematkan sebuah cincin di jari tangan Amaya, keduanya langsung berpelukan erat, Aditama menghapus air mata Amaya


"Maaf kan aku sayangku, atas semua sikapku yang kemaren menyakitimu" ucap Aditama


"Aku maafkan, terimakasih sudah mau menjadikanku pendamping hidupmu sayang" sahut Amaya


Aditama mendekatkan bibirnya dan melu*mat lembut bibir Amaya, kini keduanya saling menikmati ciuman panas di tengah dinginnya udara di taman Bunga yang sangat indah


*


Valentino mencari keberadaan Alena hingga kemudian menyerah, sementara itu Anggel langsung menghampiri dan menanyakan tentang siapa Alena

__ADS_1


"Val, apa tadi itu, aku melihat siapa yang kamu maksud dengan Alena, apa kamu sudah gila, dia istri Seorang Edward Runcel Eagle"


"Aku tau Anggel, dan aku tidak bisa mengontrol diriku saat melihatnya"


"Jangan bilang kamu mengejarnya, jangan cari masalah Val, masih banyak wanita cantik di luar sana!"


"Tapi tidak seperti Alena, dia wanita spesial, dia luar biasa, aku benar-benar tidak bisa keluar dari pesonanya Anggel"


"Aku tau, Tapi kamu ingat Val, dia istri seorang Edward, apa kau lupa itu?"


"Apa kau mengenal suaminya?"


"Tentu saja, siapa yang tidak mengenal seorang Edward di dunia bisnis, bahkan kami berlomba-lomba untuk mendapatkan kerja sama dengan beberapa perusahaan besarnya yang bisa dikatakan menguasai kawasan Eropa"


"Heh, entahlah, aku benar-benar jatuh dalam diri Alena, aku tidak tau lagi apa yang bisa aku lakukan"


"Jauhi Alena saat ini juga, kalau kamu tidak ingin mati sia-sia, suaminya bahkan bisa dengan mudah menghancurkan karirmu dengan hitungan detik Val"


"Sudahlah, yok kita pulang, aku sangat capek" ucap Valentino


"Tuan Valen, tunggu, ini nomer kontak nona Alena, saya mendapatkannya tadi saat mengisi peserta yang masuk daftar VIP"


"Baiklah, terimakasih pak"


Ucap Valentino sambil tersenyum bahagia


"Jangan bilang aku tidak memperingatkan mu ya Val" ucap Anggel


*


Jam 7 malam, Aditama Sampai di kontrakan Amaya


"Aku langsung pulang yang"


"Kamu mandi dulu saja, biar seger dikit, gak ngantuk nanti nyetir mobilnya"


Ucap Amaya


Kemudian Aditama mengangguk dan segera numpang mandi di kamar Amalia, sesaat kemudian Aditama keluar dengan sudah memakai pakaian bersihnya, Amaya membuatkan teh hangat dan segera diminum oleh Aditama, Amaya berada di balkon sambil duduk di kursi kecil, tiba-tiba saja Aditama memeluknya


"Rasanya aku sudah berpisah denganmu kalau sudah berduaan gini yang"


"Nanti kalau sudah nikah, kita akan bersama terus Yang, gak usah khawatir hem?"


Aditama memandang lekat wajah kekasihnya, perlahan mendaratkan ciumannya, sesaat kemudian melu*mat nya pelan, Amaya membalasnya hingga akhirnya permainan lidah pun terjadi, saling mensesap, ******* bahkan menggigit kecil, semuanya kini melebur, tanpa terasa Aditama dan Amaya berjalan tanpa melepaskan ciumannya menuju ke tempat tidur


Tangan Aditama dan Amaya serasa bergerak sendiri saling memberikan sentuhan, Aditama menyibak penghalang bagian bawah Amaya, Amaya mende*sah merasakan sensasi luar biasa saat tangan Aditama membelai lembut di bawah sana


Ciuman Amaya kini menjelajah di dada bidang Aditama, tak mau kalah, Aditama langsung mengamankan area dada Amaya hingga kedua bukit kembar terpampang nyata di depan matanya, dengan lembut Aditama menyusuri nya perlahan dengan ciuman dan gigitan kecil hingga meninggalkan jejak disana


Keduanya kehilangan kesadarannya saat hasrat sudah benar-benar menguasai alam pikiran nya, Aditama memposisikan miliknya tepat di depan Int*im Amaya, saat menggeseknya pelan, Amaya memekik pelan


"Ahk!"


Suara desa*han Amaya membuat Aditama semakin kehilangan Kendali, luma*tan di puncak bukit kembar Amaya secara inten, Sesuatu miliknya yang sudah tegak berdiri berusaha di masukkan perlahan, namun tiba-tiba ada suara dering dari handphone Amaya dan mengagetkan keduanya


Aditama segera beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Amaya langsung menyelimuti dirinya, sambil meraih handphone nya


"Halo, assalamualaikum Am, kamu dah Sampek rumah kan"


"Waalaikumsalam, iya Al, aku baru saja Sampek kontrakan ini"


"Okey, ya sudah, aku khawatir aja tadi, kok perasaanku gak enak, makanya aku telpon kamu"


"Oh, iya Al, makasih ya"


Tut Tut Tut, sambungan Telepon terputus


Aditama keluar dari kamar mandi dan segera mencium kening Amaya


"Sorry yang, aku hampir kebablasan tadi"


"Aku juga, sebaiknya kita harus lebih mengendalikan diri Yang, sampai kita menikah nanti"


"Iya, maaf ya, aku pergi dulu, segera tidur, jangan begadang, besok ketemu di Rumah Sakit Ok"


"Hem"


Aditama mencium puncak kepala Amaya dan segera pergi


(Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2