
Pagi hari Raka di kejutkan dengan suara deringan handphone miliknya dan membuatnya langsung terbangun, sesaat dirinya tersenyum melihat wajah cantik istrinya yang masih tertidur dengan tubuh polos di bawah selimut sama dengan dirinya, di kecup nya Pelan kening dan bibir Anggel lalu di lihatnya panggilan masuk yang ternyata dari Daniel
"Halo pak Daniel"
"Halo Raka, maaf, aku mengganggu mu sebentar, apa kau sudah berpakaian?"
"Tentu saja belum, saya masih ingin melanjutkannya lagi pak"
"Sh*it, berani kau pamer padaku rupanya ya"
"Saya hanya bicara jujur pak, hehe" ucap Raka
Daniel kemudian menceritakan tentang hasil rekaman video tentang Cellin yang sudah berhasil di ambil oleh anak buah Raka yang dipercayakan membantu Daniel saat Raka masih cuti, dalam Rekaman itu ada sebagian adegan yang mengalami kerusakan, hingga akhirnya Daniel meminta bantuan Raka untuk menanganinya, setelah Raka mendengarkan dengan detail akhirnya diapun menyanggupi untuk menyelesaikan masalah itu, besok pagi Raka memastikan akan mengirim hasil Rekaman itu kembali
"Yang, ada apa, siapa yang telpon?" Tanya Anggel yang sudah memakai baju tidurnya kembali
"Pak Daniel, ada sedikit masalah dengan rekaman videonya, aku berjanji akan menyelesaikannya dan besok pagi akan segera beres"
"Oh, jadi malam ini kau akan lembur mengerjakannya?"
"Tentu saja tidak, itu hal kecil, aku hanya butuh beberapa jam saja, dan jam yang lain untuk menikmati mu kembali sayang"
"Dasar kau ini, semalam sudah berapa kali kau membuatku menjerit yang"
Raka tertawa dan menarik tubuh istrinya ke dalam pangkuannya, Anggel terkejut saat merasakan milik suaminya kini sudah menegang di bawah sana, dan detik berikutnya Raka kembali menikmati tubuh Istrinya dengan duduk di atas sofa, miliknya kini sudah masuk kedalam in*tim Anggel kembali, tanpa bisa menolak, tubuh keduanya kini saling bekerja sama mendapatkan kenikmatan di pagi hari, Raka tersenyum ketika Anggel nampak mempercepat tempo gerakannya hingga kemudian keduanya berteriak melakukan pelepasan bersama
*
Alena berjalan masuk ke ruangan kerjanya dan segera mempersiapkan diri untuk melayani banyak pasien yang sudah mengantri, sesaat dirinya tersenyum mengingat bekas sentuhan Edward yang nakal saat berada di mobil sebelum Alena turun untuk bekerja di Rumah Sakit Elite Healthy Hospital
Saat petugas kesehatan yang tengah membantunya memanggil nama yang sepertinya dia kenal, Alena menghentikan gerakan tangannya yang sedang menulis, hingga kemudian dilihatnya seorang wanita muda yang cantik masuk ke dalam dan kini sudah berada di depan Alena
"Sepertinya kita pernah bertemu nona, apa kau wanita yang waktu itu ada di pernikahan temanku?"
"Ya dokter Alena, Saya Arini, pelayan wanita yang sudah anda selamatkan waktu itu"
"Oh, iya iya, aku ingat, hai Arini, apa kabar, ada yang bisa aku bantu?"
"Baik Dokter, tidak saya sangka dokter spesialis bedah yang ingin saya temui adalah nona Alena"
"Iya begitulah, ada keluhan apa?"
Arini kemudian menceritakan tentang bekas operasi nya dulu di bagian tulang kakinya yang beberapa Minggu ini terkadang ada keluhan, awalnya di sudah periksa ke dokter spesialis Tulang dan kini dirujuk untuk konsultasi di spesial Bedah, Alena segera memeriksa keadaan Arini dan melihat hasil pemeriksaan penunjang lainya, Alena kemudian mejelaskan bahwa keluhannya tidak menunjukkan suatu keadaan yang berbahaya, hanya butuh beberapa waktu untuk istirahat dulu
__ADS_1
"Baik dokter Alena, terimakasih"
"Iya sama-sama, semoga setelah minum obat dan vitamin yang saya resep kan, keadaan mu akan semakin membaik"
Arini segera pamit dan keluar dari ruang kerja Alena, kini pelayanan berlanjut seperti biasanya hingga semua antrian pasien di hari itu sudah habis, Kaisar segera masuk keruangan ruangan Alena
"Jaga kondisimu Al, jangan terlalu capek, kandungan mu semakin besar" ucap Kaisar
"Iya paman Kai, kami bertiga baik-baik saja di dalam sini" jawab Alena sambil tersenyum menggoda Kaisar
"Kau ini, selalu bercanda kalau di bilangi" ucap Kaisar
"Iya Kai, Makasih sudah menjagaku dengan baik, waktunya kita cari makan"
"Sholat dulu, ini sudah dhuhur, nanti biar tenang makan siangnya"
Alena tersentak kemudian tersenyum dan mengucap syukur dalam hatinya, rupanya Dady nya sudah berhasil menuntun Kaisar mencari keyakinan Agamanya, Kaisar menaikkan alisnya saat mendapatkan tatapan aneh dari Alena
"Jangan menatapku seperti itu, kau ingin aku jatuh hati lagi padamu?" Ucap Kaisar
"Ish, kau ini, tentu saja tidak, aku hanya bahagia kamu semakin keren dengan ucapanmu" jawab Alena
"Jangan menyanjungku Al, detak jantungku masih tidak begitu normal kalau kamu berbuat seperti itu"
"Dasar kau, aku memujimu, harusnya kamu juga suka Kai, sudahlah, yok kita sholat dulu"
Kini Alena dan Kaisar sudah berada di kantin, seperti biasa Kaisar akan mencari tempat duduk terpisah dengan Alena, tak lama datanglah Delia setengah berlari menghampiri Alena yang sebelumnya menyapa Kaisar terlebih dulu
"Sudah pesan Al?" Tanya Delia.
"Sudah, kak Delia cepetan pesan gih, biar barengan nanti makannya"
Delia langsung memesan makanan, kemudian kembali lagi di duduk di depan meja Alena, tidak sengaja terlihat bekas ciuman yang merah membiru di leher bagian dalam saat rambut Delia tak sengaja terkena terpaan angin ke belakang
"Tunggu, tanda apa itu di leher kakak?" Tanya Alena yang sudah melotot ke arah Delia
"Apaan sih Al, paling juga di gigit serangga atau apa" ucap Delia berusaha menyembunyikan kebenaran dari Alena
"Kak Del kira aku bocah TK, jangan bilang Daniel yang melakukan ini, jawab kak"
"Ish, apaan sih, jangan bahas ginian disini Al"
"Oh, jadi benar, Daniel yang sudah buat kiss mark di leher kak Delia?" Ucap Alena sedikit kencang dan membuat beberapa orang langsung menoleh
__ADS_1
"Uhuk uhuk"
Kisar sampai tersedak makanannya mendengar jelas perkataan Alena
PLAK
Delia langsung memukul lengan Alena dengan keras
"Sakit kak, main nabok aja!" Ucap Alena meringis kesakitan
"Ya mangkanya mulut kamu itu di rem dikit kalau ngomong Al, dasar, malu-maluin aja kamu tu ya"
"Ya sorry, aku kan juga terkejut, kakak juga sih, ngapain main gituan sama Daniel, kalian belum nikah, Dosa kak"
"Tau, kami khilaf, sudah, jangan di bahas, merasa berdosa banget aku Al" kata Delia
"Awas saja kalau ketemu Daniel, aku getok kepalnya, biar gak main nyosor saja sebelum halal" ucap Alena
"Eh, jangan berani ya, main getok orang aja, yang berhak ngapa-ngapain Daniel cuma aku" ucap Delia
"Mangkanya, gak usah berlagak nolak Daniel segala, enak kan ternyata Daniel?"
"Iya enak, eh, apaan sih kamu Al!" Jawab Delia terkejut
"Hahaha"
Alena tertawa mendengar Delia terjebak pertanyaan nya, sedangkan Kaisar yang juga ikut mendengar tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah usil Alena
*
Sore itu Edward sudah menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap untuk pulang, para pengawalnya sudah bersiap masuk ke dalam mobil kemudian di susul dengan Edward, kali ini Alena sudah pulang duluan karena merasa sangat lelah, saat sedang melintas di sebuah tikungan, tiba-tiba saja ada seorang wanita menyeberang jalan hingga tanpa sengaja mobilnya menyerempet dan wanita itupun terjatuh, mobil Edward langsung berhenti dan pengawal Edward segera keluar untuk melihat keadaannya
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE