
Keesokan paginya semua sudah bersiap untuk datang ke acara tujuh bulanan Amaya, Kaisar lebih memperketat penjagaan Alena setelah kejadian semalam, Alena memerintahkan Kaisar dan yang lain agar tutup mulut tidak bercerita kejadian malam ini ke siapapun agar jangan sampai terdengar oleh Edward, karena bisa di pastikan jika hal itu terjadi maka Edward akan langsung menjemputnya
Tampak suasana Rumah Amaya sudah banyak tamu yang berdatangan, kehadiran Alena dan rombongan langsung membuat suasana berubah semakin ramai, teriakan Amaya, sambutan hangat Aditama dan keluarga lain tampak sangat bahagia melihat kedatangan Delia dan Alena
Raka dan pengawal nya menunggu keduanya di tempat yang tidak begitu jauh dan masih bisa mengawasi keadaan Alena dan Delia dengan mudah
"Al, gede banget parut kamu ya" ucap Amaya
"Ya jelas, ada tiga junior Edward disini, hehe"
"Dia mah langsung rapel tiga sekaligus Am, maklum tau sendiri suaminya lagi kejar target"
"Hahaha"
Ketiganya tertawa bersama seperti saat dulu masih bersama
Aditama mendatangi Kaisar dan mengajaknya untuk mengobrol sebentar, Kaisar memang terlihat sangat dingin namun saat di ajak untuk membicarakan sesuatu dia akan berubah menjadi sosok yang menyenangkan
"Baik, selamat menikmati acara ini Kaisar, aku akan ikut dalam prosesi acara ini dulu"
"Iya Aditama, silahkan" jawab Kaisar
Acara demi acara segera dimulai, semua tamu dengan khidmat mengikuti proses kegiatan tujuh bulanan itu, Alena dan Delia sesekali saling menatap dengan penuh kebahagiaan melihat akhirnya Amaya bisa berbahagia dengan Aditama
Semua kado yang di bawa oleh Alena dan Delia kini di berikan ke Amaya, keluarga Amaya sangat terkejut dengan pemberian Kado yang sangat banyak dari kedua sahabat itu, namun Amaya hanya tersenyum karena sudah sangat hafal dengan perilaku Delia dan Alena
Selesai acara, para tamu undangan mulai meninggalkan tempat satu persatu
"Kalian berdua nanti malam nginep sini aja ya?" Ucap Amaya
"Kita gak bisa nginep disini Am, Alena bawa rombongan banyak noh" ucap Delia
"Dasar istri sultan, kemana-mana di kawal ni cerita nya?" Kata Amaya
"Hehe, maklum jadi istri Edward itu harus waspada, kamu tau sendiri kan Am"
"Iya tau, mangkanya kamu hati-hati ya Al, jaga baik-baik si Air, Api dan Udara" ucap konyol Amaya
"Hah, emang anakku keturunan Avatar" sahut Alena
"Hahaha" ketiganya langsung tertawa
Kegiatan berbincang ketiga sahabat yang bertemu kembali tak terasa berjalan sampai sore hari, Akhirnya Alena dan Delia pamit untuk kembali ke apartemen karena sudah sangat capek seharian beraktivitas
Perjalanan kembali ke apartemennya terasa tenang beberapa saat sebelum tiba-tiba saja di jalan yang lumayan sepi , mobil mereka di hadang oleh mobil lain yang sudah ada di depannya, Delia sangat terkejut begitu juga dengan Alena
"Ada masalah Kai?" Tanya Alena
"Kalian tetaplah di dalam mobil, jangan ikut keluar" ucap Kaisar kemudian keluar dari dalam mobil
Sementara itu Delia sudah memegang tangan Alena merasa sangat ketakutan
"Tenanglah kak Del, kita akan baik-baik saja" ucap Alena
__ADS_1
Kaisar dan para pengawal sudah bersiap untuk melawan musuh yang sudah menghadang didepannya, pertarungan sengit pun tidak bisa dihindari
Kaisar tidak terlalu sulit menghadapi jika saja mereka tidak di lengkapi dengan senjata api , beberapa kali kaisar harus meloncat, menendang dan menghantam awan hitam untuk melindungi anak buahnya yang hampir saja terkena tembakan
Rupanya kali ini musuhnya membayari para pembunuh bayaran untuk menghabisi Alena dan semuanya, beberapa saat kemudian datang lebih banyak musuh yang dilengkapi senapan canggih, hal itu tentunya membaut kaisar dan para pengawal keteteran
Alena melihat itu dari dalam mobil dan merasa sangat Khawatir, hingga memaksa dirinya terpaksa harus turun tangan
"Al, mau kemana kamu!" Ucap Delia sambil menahan tangan Alena
"Tenang, kak Del dalam mobil saja jangan ke luar" ucap Alena kemudian melepaskan pegangan tangan Delia
Baru saja Alena membuka pintu mobil dirinya dikejutkan dengan peluru yang hampir saja mengenai salah satu kakinya, dan saat itulah Kaisar meloncat dan melindungi Alena
"Apa yang kau lakukan Al, masuk!" Teriak Kaisar
Hujanan peluru kini melesat ke arah Alena dan Kaisar, rupanya mereka juga membawa sniper profesional untuk menghabisi Alena
"Sh*it, sembunyi dimana mereka" ucap Kaisar lirih
"Rupanya mereka membawa penembak profesional untuk membantai kita Kai" ucap Alena
"Kau sebaiknya masuk dalam mobil saja Al, menurut lah, demi keselamatanmu"
"Gak akan, aku juga ber hak melindungi kalian, sudahlah, sekarang kita maju dan akan aku lindungi kamu dengan perisai ku"
Kini Alena mengeluarkan perisai untuk melindungi pengawal dan kaisar dari hujaman peluru dari berbagai arah
Disaat inilah tiba-tiba saja datang alat canggih seperti dron yang dilengkapi dengan senjata, alat itu mendeteksi keberadaan para sniper dan membalas tembakannya
Keadaan berbalik arah, Kaisar dan pengawalnya mampu memukul mundur lawannya, hingga kemudian mereka melarikan diri
Kaisar dan Alena juga terkejut ternyata pemilik drone canggih itu adalah Pak Hari, Alena tersenyum lebar melihat kedatangan pak Hari bersama dengan beberapa orangnya
Kini pak hari sudah berada di depan Alena
"Apa kabar nyonya Edward?" Ucap pak hari
"Baik pak Hari, makasih ya pak sudah membantu kami" jawab Alena
"Dengan senang hati nona Alena, apa kalian semua baik-baik saja?, Aku tidak terlambat bukan?" Tanya pak Hari
"Alhamdulillah kita semua baik dan selamat, pak hari datang tepat pada waktunya" ucap Alena
Kaisar dan pak Hari bersalaman dan menyapa, kemudian semuanya di ajak oleh pak hari ke rumahnya yang ternyata tidak jauh dari sana
Sesampainya di sana, istri pak hari sudah menyambut hangat kedatangan Alena dan rombongan, kini Alena tidak terkejut dengan kehadiran pak hari yang tiba-tiba muncul dan membantu nya tadi, karena ternyata Edward sudah menghubungi pak hari sehari sebelum Alena berangkat ke Surabaya
*
Sementara di tempat lain Redrik mengamuk dan memukuli orang-orang bayarannya yang sudah gagal menghabisi Alena
"Kalian semua bodoh!, Keluar dari ruangan ku sekarang juga!" Teriak Redrik
__ADS_1
Anak buahnya pun segera keluar meninggalkan ruangannya, tak lama kemudian datanglah sekertaris pribadinya yang dengan cekatan memijat kepala Redrik untuk memberikan kenyamanan
"Tenanglah Sayang, istri Edward Runcel Eagle itu memang sangat sulit diatasi Rupanya"
"Iya, aku tidak menyangka akan sesulit ini untuk menghabisi satu orang saja, sial*an!!" Teriak Redrik
"Tenang saja sayang, bukankah masih ada satu cara lagi, aku rasa ini akan lebih menyenangkan"
"Hem, aku tau, sebaiknya aku hubungi wanita itu, apa sudah bisa mendapatkan rambut Alena" ucap Redrik yang kemudian langsung menghubungi Arini
Kurang lebih satu jam kemudian, Arini sudah berada di dalam ruangan kerja Redrik, sang sekertaris keluar dari ruangan dengan segera saat kepergok Arini sedang bercumbu dengan Redrik
"Ini yang tuan Redrik inginkan" ucap Arini sambil menyerahkan bungkusan plastik kecil berisi beberapa helai rambut Alena
"Hem, bagus, ini terimalah!" Ucap Redrik sambil melempar kan uang ke Arini
"Aku peringatkan tuan Redrik, jangan sampai kau menyakiti Edward, kalau Istrinya aku tidak perduli akan kau apakan!"
"Tentu saja nona Arini, aku masih ingat janjiku" ucap Redrik sambil mendekat dan duduk di samping Arini
"Apa kau sudah memikirkan tawaranku menjadi teman tidurku?"
"Jangan harap tuan Redrik!" Ucap Arini sambil menepis tangan Redrik yang beraksi di paha mul*usnya
"kalau kau bisa memuaskan ku, aku akan membayar mu lebih dari yang kau bayangkan nona Arini"
"Sayangnya aku tidak tertarik laki-laki lain selain tuang Edward" ucap Arini dengan tatapan tajam
"Bang*sat!, Berani sekali kau menyebut nama baji"ngan itu di depanku ha!" Ucap Redrik murka dan langsung ******* bibir Arini dengan paksa
"Mmh, lepaskan!"
Arini mendorong tubuh Redrik dan segera berdiri menjauh, sedangkan Redrik tertawa mengerikan melihat wajah Arini yang ketakutan
"Bibirmu sangat manis nona, aku menyukainya, sayang sekali aku belum berminat melakukan hubungan dengan paksa, jadi pergilah!"
Arini langsung berlari pergi meninggalkan ruangan Redrik dengan tubuh yang masih bergetar dan wajah ketakutan
Bersambung
Author hari ini UPDATE LEBIH DARI SEKALI, Ditunggu ya gaes..
Ikuti juga cerita "SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1