
Selesai makan, semua diberesi dan masih di tempat semula
"Habis ini kita langsung balik ke Surabaya, jam 8 kita harus dah jalan" ucap Abraham
"Kamu gak apa-apa kan Al, katanya semalam sempat demam" tanya Reyna
"Nggak kak, udah enakan kok, semalam udah diobati" jawab Alena
"Sama siapa?" Tanya Alex
"Maksud kak Alex?" tanya Alena bingung
"Katanya tadi sudah diobati, siapa yang ngobati?" goda Alex lagi
"Ya minum obat maksudnya kak, tanya apaan sih, bikin orang bingung deh kak Alex ini" jawab Alena
"Semalam aku yang bantu Alena buat minum obat dan ngolesi bekas luka memar di tubuhnya, jadi aku tidur bareng, takut ada apa-apa sama Alena" ucap Edward
Byur
Air yang akan Alena minum langsung tersembur keluar mendengar ucapan Edward yang tanpa dosa
"Uhuk uhuk"
Delia dan Amaya bahkan kesedak bersamaan ketika meminum air digelasnya
"Kamu gak apa-apa Al?" tanya Edward sambil menyodorkan tissue untuk membersihkan mulut Alena, tentu saja wajah Alena sudah berubah seperti tomat saking malunya
"Dasar Edward, ni orang urat malunya dah putus kali ya, ngomong hal pribadi gitu sembarangan saja" batin Alena sambil membersihkan diri dengan tissue
"Oh, jadi kalian semalam udah tidur barengan, pantes itu bibir Alena sampai Jontor gitu, pelan-pelan Ed, kasian Alena tu" ucap Alex berseloroh
"Oh itu, aku cuma meng_" jawab Edward tertahan dengan bungkaman tangan Alena di mulutnya
"Diam Ed, gak usah di ladenin kak Alex" ucap Alena dan kemudian Edward mengambil tangan Alena dari mulutnya
"Sorry, kali ini aku gak bisa jelaskan Lex, takut ada yang murka" kata Edward membuat semua orang tertawa dan tersipu-sipu
"Hem, kamu juga hati-hati sama Alena, dia suka gigit juga kayaknya, itu bibir kamu juga luka, kalian ini mainnya kasar banget" ucap Alex cuek
"Kak Alex!, Apaan sih" teriak Alena makin jengkel sama Alex
"Eh sudah, kalian ini gak ada yang mau ngalah, honey jangan ganggu Alena terus dong, kasian tu mukanya dah merah semua dari tadi" ucap Reyna
"Tapi ingat, kalian memang sudah Sah secara Agama menjadi suami istri, cuman belum resmi secara negara, mommy harap kalau lagi naik-turun kepuncak gunung harap pakai pengaman dulu" sahut Jasmine
"Gunung yang mana maksud Mommy, kami gak ada acara untuk mendaki gunung mom" jawab Edward dengan muka polos, dan membuat beberapa orang di sana pengen tertawa sekaligus mukul kepalanya
"Sudah-sudah, jangan diteruskan lagi, kami ngerti maksud Mommy ok, biar gak tambah panjang urusannya" sahut Alena cepat
"Ehem, sebaiknya kita segera bersiap, kakek kalian sudah dari tadi berkemas, jangan sampai membuatnya lama menunggu" ucap Abraham
*
Semuanya kini sudah bersiap berangkat dan berada di mobil masing-masing, Abraham berpamitan dan memberi pesan kepada beberapa penjaga Villanya, setelah itu kembali ke mobilnya dan berangkat menuju bandara di kota Surabaya
"Perjalanan dua jam nih, lumayan juga ya" ucap Edward lirih
"Hem, kenapa, kalau nanti kamu ngantuk biar aku yang ganti" jawab Alena
"Boleh, kamu jago nyetir juga kan, kata Delia dulu"
"Gak jago juga, cuman biasa aja kemana-mana nyetir mobil sendiri, apalagi duo marmut itu paling seneng nebeng, Suka malas-malasan nyetir"
"Hehe, kalian itu kalau ngumpul lucu tau nggak, tapi seneng juga lihat persahabatan kalian, saling support satu sama lain"
"Begitulah, mereka sudah seperti saudara sendiri Ed"
"Kalau aku?" tanya Edward
__ADS_1
"Kamu Edward kan, emang mau ganti nama?" goda Reyna membuat Edward tersenyum
"Dasar!" Ucap Edward, dan langsung menarik hidung Alena gemas
"Aduh, sakit Ed, main tarik hidung orang aja ih" sahut Alena sambil menggosok hidungnya yang kemerahan
"Ya kamu bikin aku geregetan, coba gak nyetir sudah aku gigit kamu Al"
"Oh ya Ed, nanti jadi nih aku tinggal di apartemen kamu?"
"Ya harus, jangan coba kabur-kaburan lagi, aku ikat kamu nanti di kamar tujuh hari tujuh malam"
"Ish, emang mau ritual, pakek tujuh hari tujuh malam"
"Iya lah, ritual buat Edward junior, seru kan?"
"Pikiran kamu tu ya, masih harus sabar, nanti nunggu resmi dulu, lagian tujuh hari tujuh malam, bisa klenger aku"
"Hahaha, gak akan, nanti kita coba deh, pasti kamu minta nambah, jadi sepuluh hari sepuluh malam"
"Apaan sih Ed, dasar, nggak lah"
"Besok kamu udah mulai kerja ya Al, badan kamu dah sehat bener?, Kalau masih capek, kamu jangan masuk dulu, nanti biar aku yang ngurus ijinnya ke Rumah Sakit"
"Gak usah Ed, aku malah gak enak ini, kesannya kok aku kerja seenaknya sendiri, gak profesional gitu, aku gak suka"
"Ya kan rumah sakit itu milikku, berarti milikmu juga Al"
"Ya gak bisa gitu Ed, arogan nih aku kelihatanya"
"Ya sudah, terserah kamu aja Al"
Keduanya terdiam sejenak, sampai kemudian Alena membuka suara kembali
"Ed, aku minta sesuatu boleh nggak?"
"Apa?"
"Iya, apa sih Al, bikin aku penasaran aja" jawab Edward makin serius
"Soal hubungan kita Ed"
"Kita kan belum berhubungan Al, katanya suruh nunggu sampai nikah resmi dulu" jawab Edward sengaja membuat Alena jengkel
"Edward!"
Teriak Alena mulai jengkel
"Apa lagi Al?"
"Bukan hubungan badan maksudku, pernikahan kita, status antara kita"
"Oh, itu, iya kenapa?"
"Aku pengen dirahasiakan dulu, jangan ada yang tau, kecuali orang-orang terdekat kita"
"Loh kok gitu, emang kenapa?" tanya Edward heran
"Aku pengen kerja dengan namaku sendiri, kalau semua tau siapa aku dan kamu juga suamiku, yang ada mereka akan bersikap lain Ed"
"Lah terus mau sampek kapan kita akan nyembunyikan status kita ini?"
"Sampai aku siap Ed, ya, boleh kan, tolonglah Ed" ucap Alena makin imut dengan mata yang mengerjab-ngerjab menatap dan membuat Edward hampir kehilangan kendali dalam menyetir
"Eh, Awas Ed!"
Teriak Alena kaget merasa mobil agak oleng ke kanan
"Kamu tu, jangan masang tampang mesum gitu mangkanya" ucap Edward
__ADS_1
"Loh, siapa juga yang pasang muka mesum sih Ed, pikiran kamu aja tu"
"Ya udah, oke aku setuju, kita rahasiakan dulu hubungan kita sampai kamu nanti siap"
"Makasih Edward, makin ganteng deh"
"Heh, gak mutu banget ngerayunya"
"Emang kayak apa ngerayu yang mutu itu, coba kasih contoh"
Edward langsung menepikan mobilnya, tentu saja membuat Alena sangat terkejut
"Ed, kenapa ini me_"
Edward langsung meraih muka Alena dan melu*at lembut bibirnya, Alena melebarkan matanya terkejut dengan kelakuan Edward, luma*an itu makin lama makin intens, dan Alenapun terseret di arus panas Perbutan Edward, setelah beberapa lama Edward menghentikan aksinya dan tersenyum melihat wajah Alena yang memerah
Plak
Alena memukul lengan Edward sambil melototkan matanya
"Enak?"
Tanya Edward sambil tersenyum geli melihat wajah Alena
"Apa sih Ed, ini bukan ngerayu lagi, tapi pemaksaan" ucap Alena
"Pemaksaan tapi kamu suka kan?" Jawab Edward
Alena memukul lengan Edward lagi lebih keras, Edward meringis memegangi lengannya kemudian melanjutkan perjalanan lagi
*
Akhirnya sampai juga di Bandara dimana pesawat pribadi keluarga Nugraha sudah siap untuk terbang ke Jakarta, semuanya segera berpamitan dan saling memeluk
"Aku titipkan Alena padamu Ed, ingat, tinggal beberapa hari lagi kalian akan menikah Sah secara hukum negara, jadi hati-hatilah disini, kalian harus saling menjaga dan melindungi" ucap Abraham memberikan wejangan ke Edward
"Baik Dad, kami akan berusaha sebaik mungkin menjalaninya" jawab Edward
"Dan kamu Al, hormati Edward dengan semestinya sebagai suami dan imam mu, jaga sikapmu, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri" ucap Kyai Rahmat
"Iya kek, Alena akan belajar dan berusaha sebaik mungkin menjadi seorang istri"
"Jaga adikku baik-baik Ed, sampai kamu menyakiti hatinya, aku akan turun tangan, pelan-pelan saja ngajari kalau mau bermain di Ranjang, Alena masih belajar"
"Kak Alex!, mulai deh"
Teriak Alena, sementara Edward hanya tersenyum dan memeluk Alex
"Aku akan menjaga Alena dengan nyawaku Lex" kata Edward sambil memeluk Alex dan melepaskan pelukannya kembali
"Aku menyayangimu Cantik, buat Edward bertekuk lutut di hadapanmu Al, aku siap membantumu" ucap Reyna berbisik saat memeluk Alena
"Siap kak, makasih kak Reyna, aku juga menyayangimu" jawab Alena
Jasmine langsung memeluk Alena dengan erat dan melepasnya dengan meneteskan Air mata
"Ingat Al, kalian harus pakai_"
"PENGAMAN!"
sahut Edward dan Alena serempak, membuat semua orang yang ada disana tertawa
Setelah semuanya saling berpamitan akhirnya pesawat pribadi keluarga Nugraha terbang menuju Jakarta
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE