
Hari ini Amaya melangkahkan kaki dengan pasti memulai awal yang baru berusaha membuang nama Aditama dalama hatinya, walaupun untuk saat ini sangat tidak bisa
"Hai Amaya, gimana kabar pagi ini?"
"Ih, apaan sih kak Del, tanyaknya biasa saja kali"
"Hehehe, emang aneh ya?"
"Banget"
"Am, kamu nemani aku di apartemen ku ya untuk beberapa hari"
"Emang kenapa?"
"Ya aku pengen ada teman di apartemen Am, please?"
"Kak, aku tau kak Del membohongiku, kakak takut aku kenapa-napa kan?"
"Heh, enggak kok"
"Nggak usah bohong, kelihatan tuh dari mukanya kak Del"
"Hihihi, emang ya, seorang bidadari sepertiku gak akan bisa berbohong"
"Ih, pagi-pagi dah muji diri sendiri"
"Ya sudah kalau gitu, selamat bekerja, semangat!!"
"Siap kak!!"
Keduanya terpisah di sebuah koridor rumah sakit, dan menuju ke ruangan masing-masing untuk bertugas
*
Alena merebahkan tubuhnya di kamarnya setelah hampir 35 jam perjalanan kembali ke Indonesia
"Capek Bee?"
"Lumayan Honey"
"Apanya?
"Semuanya, badanku rasanya remuk redam, perbuatan kamu itu yang pengen mulu"
"Hehehe, jangan mengingatkanku Bee, aku bisa memakan mu sekarang juga"
Edward menggerakkan tangannya menyingkap gaun Alena dan membelai lembut paha Alena
"Jangan lagi, stop honey!"
Alena langsung menghentikan tangan suaminya yang semakin nakal kemana-mana
Edward terkekeh dan merebahkan tubuhnya di samping istrinya, Alena memiringkan tubuhnya menatap keberadaan suaminya, wajah yang sangat tampan, tegas dan sangat berwibawa, sorot mata yang tajam bisa berubah menjadi sahdu saat di dekatnya, sungguh Alena sangat mengagumi suaminya
"Jangan menatap ku seperti itu Bee"
"Memang kenapa, aku sedang mencetak wajahmu dan memasukkan ke dalam memori ku honey"
"Aku takut kamu sebentar lagi akan khilaf Bee"
"Aku mandi dulu!"
Alena langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi
Di rendamnya tubuh Alena di dalam bathtub, bibirnya tersenyum ketika bayangan penyatuan dengan suaminya terlintas satu persatu di ingatannya
"Ternyata kita ganas juga"
Batin Alena dan menenggelamkan seluruh tubuhnya di dalam bathtub untuk meredam has*ratnya yang tiba-tiba mulai muncul dalam dirinya
Sementara itu Edward dikejutkan dengan suara panggilan masuk dari handphonenya
"Halo Dokter Bagas, ada apa?"
"Maaf pak Edward mengganggu waktu anda, soal Dokter Aditama yang memasukkan kembali lamaran kerja, saya belum berani memutuskan"
"Apa di Royal Murrage Hospital sudah mendapatkan Dokter bedah lagi?"
"Kebetulan belum pak Edward"
"Hem, sebaiknya beri kesempatan Dokter Aditama bekerja kembali, reputasi pekerjaannya juga sangat bagus"
__ADS_1
"Saya juga berpikir demikian, kalau begitu saya akan segera melakukan penggilan kembali ke Dokter Aditama"
"Iya, baiklah"
Tut Tut Tut
Panggilan diakhiri tepat saat Alena baru keluar dari kamar mandi
Edward tersenyum melihat tubuh istrinya sudah segar kembali, Alena berjalan dan duduk di depan cermin hias, Edward merengkuh Alena dari belakang dan kini ikut duduk dengan memeluk istrinya dari belakang di depan cermin
"Bee, harum badanmu aku suka, segar"
"Honey, jangan cium-cium leher gini, geli aku ni"
"Sorry, cium Bee"
CUP
Alena langsung menoleh ke samping dan Edward mendaratkan ciumannya di bibir Istrinya
"Jadi balik langsung hari ini ke Surabaya kan?"
"Hem, pesawat pribadiku sudah siap, semua yang perlu di bawa juga sudah di rapikan, tinggal berangkat Bee"
Kini Edward dan Alena bersiap menuju bandara untuk terbang kembali ke Surabaya
*
Aditama sudah menata kembali barang-barang dan berkas-berkas yang dibawanya di apartemen miliknya, setelah mendapat telpon dari Dokter Bagas langsung, tentang wawancara yang akan di lakukan jam 2 siang, kini Aditama semakin bersemangat menata hidupnya kembali
"Amaya tunggu aku, aku akan membayar semua perbuatan ku padamu" batin Aditama sambil tersenyum
*
Alena dan Edward sudah didalam pesawat dan siap untuk terbang ke Surabaya
"Masih lelah Bee?"
"Nggak honey, aku gak apa-apa"
"Ini minumlah, air madu jahe anget, untuk mengisi kembali energimu"
"Tenang Bee, Aditama sudah kembali"
"Apa!"
"Dokter Aditama melamar kembali kerja di Royal Murrage Hospital"
"Benarkah honey, Alhamdulillah, tapi_"
"Jangan khawatir, Dokter Aditama sebenarnya laki-laki yang baik, cuman khilaf saja karena terpesona dengan istriku ini"
"Ish, kau ini"
"Sungguh Bee, kau harus lebih berhati-hati, pesona dan kecantikan mu itu luar biasa, laki-laki mana yang tidak tergila-gila padamu Hem?"
"Aku gak butuh itu, Cukup Edward Runcel Eagle saja yang harus tergila-gila padaku"
Edward sudah tidak bisa lagi menahan has*ratnya yang dari pagi di tahan mati-matian ketika berada dekat dengan istrinya, dengan cepat Segera menarik Alena ke dalam pangkuannya
"Apa yang kamu lakukan Honey, ini dalam pesawat"
"Kalian semua keluar, jangan ada yang masuk" ucap Edward tiba-tiba
Tentu saja kini ruangan penumpang itu langsung sepi dan hanya ada mereka berdua
"Waktu kita hanya 45 menit Bee, cepat!"
"Maksudnya,_?"
Alena terkejut dengan apa yang dilakukan suaminya
Edward langsung melorotkan baju atas Alena hingga kedua bukit kembarnya menyembul keluar tepat di hadapan Edward, dengan pelan Edward membuka hijab Alena dan melihat rambut indah istrinya yang kini sudah tergerai indah, perlahan Edward melu*mat dan mense*sap puncak bukit kembar istinya, Alena memekik dan men*desah
Masih dengan memangku tubuh istrinya, tangan Edward langsung ikut bekerja menyingkap gaun bawah Alena dan melepaskan sesuatu yang menutupi bagian in*tim istrinya, Alena mengge*linjang seketika saat jari jemari suaminya bermain nakal di bawah sana
"Bebaskan baju bawahku Bee, waktu kita tidak banyak, ucap Edward lirih"
Alena tersadar dan segera melakukan apa yang diperintahkan oleh suaminya, dan akhirnya semua terjadi dengan indah di dalam pesawat pribadi Edward Runcel Eagle
Suara desa*han dan era*ngan mengalun indah saat keduanya mencapai puncak, Alena mereng*kuh Suaminya erat hingga membuat pusakanya benar-benar masuk sedalam-dalamnya ke dalam in*tim dirinya, keringat membanjiri tubuh keduanya, suara nafas yang memburu masih terdengar dari mereka
__ADS_1
Edward mengelus lembut punggung istrinya untuk memberikan ketenangan kembali, Alena masih belum beranjak dari pangkuan Edward
"Ingin lagi Bee?"
"Cukup honey, aku sangat lelah sekarang"
"Hehehe, aku kira masih ingin lagi, mumpung masih ada waktu 10 menit lagi"
"Jangan macam-macam honey, aku masih ngos-ngosan ini"
"Hahaha"
Edward tertawa melihat Alena mengeluh dan menyerah
Dengan pelan Alena turun dari pangkuan Edward dan merapikan bajunya kembali, begitu juga dengan Edward, keduanya kini duduk seperti tidak terjadi apapun dan bersiap untuk landing
Saat keduanya turun dari pesawat dan menuju ke ruang tunggu di bandara banyak pasang mata yang menatapnya penuh dengan kekaguman, laki-laki yang sangat berwibawa dan tampan rupawan sedang menggandeng wanita yang pesona dan kecantikannya luar biasa, sungguh pemandangan yang indah dan sayang untuk di lewatkan
Edward duduk di ruangan khusus yang sudah di sediakan oleh bandara dan terpisah dari yang lain
"Bee, aku ingin ke Toilet sebentar, kalau ingin keluar tunggu aku dulu"
"Iya honey"
Alena merasa dirinya sagat kehausan dan ingin minuman kemasan yang disukainya, kebetulan sekali saat menoleh ke luar ada sebuah kantin yang agak jauh dan terlihat sedikit ramai
"Aku pergi dulu sebentar, bilang ke pak Edward ya" ucap Alena ke salah satu pengawalnya
"Saya harus mengantar nyonya, nanti tuan Edward akan marah kalau nyonya keluar sendirian"
"Ya sudah, ayok, jangan terlalu dekat denganku, kamu bisa mengatur jarakmu"
"Baik nyonya"
Alenapun tersenyum senang dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantin, dan benar saja di sana ada minuman yang mengandung Vitamin C dosis tinggi kesukaannya
Saat Alena akan mengambil minuman itu, tiba-tiba saja seseorang mengambilnya terlebih dahulu dan Alena pun sangat terkejut
"Eh, itu minumanku!"
Teriak Alena dan segera berbalik, dengan jarak yang sangat dekat Alena sudah berhadapan dengan seseorang yang sepertinya pernah dia lihat
"Ternyata benar, ini memang kau nona cantik ku"
Kata orang itu sambil melepaskan kaca mata hitam dari wajah Alena
"Apa yang kau lakukan, lancang, sini!"
Alena mengambil kembali kaca matanya
"Apa kau tidak ingat padaku?" Ucap laki-laki itu sambil memberikan botol minuman Alena
"Maaf, saya tidak mengenal anda, minggir!"
"Benarkah?"
Laki-laki itu bukannya minggir malah mengungkung tubuh Alena hingga berjarak hanya beberapa senti saja
Alena sangat terkejut dan langsung melakukan serangan dengan cepat, namun lebih mengejutkan lagi ketika laki-laki itu dengan mudah mematahkan serangan Alena, keadaan Alena kian terjepit dan terkungkung oleh tubuh laki-laki itu
"Lepaskan, jangan kurang ajar, aku memperingatkan mu!" Ucap Alena yang mulai cemas
Pria itu mendekati wajah Alena, bibirnya hampir saja menyentuh bibir Alena, beruntung secepat kilat Alena menolehkan wajahnya ke samping Sambil terus meronta
"Wanita yang sangat spesial rupanya, tapi sayang, tenaga dalam mu tidak ada apa-apanya bagiku Nona, kau adalah Ratu ku, dan aku adalah Kaisar mu, sampai berjumpa lagi Queen"
Kata-kata itu sangat jelas terdengar di telinga Alena, hingga akhirnya dia menghilang meninggalkan Alena yang tengah ketakutan luar biasa
"Ya Alloh, orang itu sangat menakutkan, aku merasakan Aura dingin dan tenaga dalam yang mengerikan dari dalam tubuhnya, siapa sebenarnya dia, KAISAR??"
Alena segera bergegas dan pergi membayar minumannya kemudian berjalan cepat masuk ke ruangan dimana Suaminya berada
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1