
Alfaro yang tengah tertawa langsung di tendang kakinya oleh Kirana, hingga membuat dirinya teriak kesakitan
"Sh*it!, Sakit Bocil, setiap ketemu suka sekali kau menendang ku, dasar kau!"
"Apa?!" Sahut Kirana pergi begitu saja meninggalkan Alfaro yang tengah menahan sakit di kakinya
"Gila, tendangan nya lumayan juga" ucap Alfaro meninggalkan tempat itu
*
Tiga hari setelah Arini tinggal di apartemen yang di belikan oleh Alena, dirinya merasa sangat senang namun juga begitu merindukan sosok laki-laki yang sudah menolongnya, dilihatnya wajah Edward yang ada dalam handphone nya, Arini tersenyum tipis saat hatinya juga merasa sakit melihat kenyataan bahwa laki-laki yang membuat hatinya bergetar sudah memiliki seorang istri, ada rasa tidak rela yang kadang menyeruak dan ingin memiliki Edward seutuhnya
"Bu, sudah tiga hari ayah Edward tidak menghubungi kita, apa ayah masih sibuk?"
"Tentu saja sayang, ayah Edward itu orang yang pekerjaannya banyak"
"Kenapa gak dikerjakan disini saja, nanti Ambar bantu"
Arini tertawa mendengar celoteh anaknya yang sangat lucu dan polos, Ambar terus saja meminta Arini untuk menghubungi Edward karena ingin berbincang dengannya, hingga akhirnya Arini memberanikan diri untuk mengirim singkat ke handphone Edward, hampir 2 jam pesan dari Arini akhirnya mendapat balasan dari Edward yang menuliskan bahwa dirinya juga merindukan Ambar dan akan menghubunginya nanti malam dengan Videocall, hati Arini sangat senang dan kemudian mengabarkan ke Ambar
"Sayang, Ayah Edward akan menghubungi kita nanti malam"
"Asik!, Ambar nanti malam mau pakek baju yang bagus Bu, biar ayah Edward lihat kalau Ambar cantik seperti yang dibilang ayah"
"Iya sayang" jawab Arini kemudian ikut bermain dengan Ambar
*
Latihan tenaga dalam dan bela diri oleh Edward maupun Kaisar di sore hari membuat keduanya mengeluarkan banyak keringat, serangan dari keduanya saling menghantam dan membuat para pengawal terkesima dengan kekuatan mereka, tenaga dalam Kaisar memang tidak bisa dianggap remeh walaupun masih kalah dengan Edward
Tampak Alena tersenyum penuh maksud ketika melihat kedua laki-laki itu sedang bertarung di depan matanya, perlahan Alena mendekat dan kemudian meloncat ikut bertarung di dalamnya, saat Edward menyerang Kaisar, Alena mengeluarkan perisainya membantu Kaisar
"Bee, apa yang kamu lakukan?"
"Aku juga ingin latihan bersama kalian" ucap Alena
"Al, kamu sedang hamil, menyingkirlah" ucap Kaisar
"Kau ini, aku sudah membantumu tadi, ayolah, biarkan aku ikut latihan Kai, kita lawan Edward bersama, Bagaimana?" Ucap Alena
__ADS_1
Kaisar tersenyum penuh kemenangan karena Edward kali ini tidak mungkin tega menolak keinginan istrinya
"Baiklah, apa Edward mengijinkan?" Tanya Kaisar
"Ish, kalian ini, ya sudah tapi hati-hati dengan gerakan mu Bee, ingat kamu sedang hamil besar" ucap Edward
Dan pertarungan pun di lanjutkan kembali, pengawal yang ikut melihat kini semakin bertambah banyak, dan kebanyakan mereka malah mendukung tim Kaisar dan Alena, satu serangan mengunci dari Edward mampu melumpuhkan gerakan Kaisar, Alena terkejut Edward menyerang dengan kecepatan penuh hingga tak bisa dilihat olehnya, saat akhirnya Edward menangkap tubuh istrinya dan
CUP
Edward mengunci gerakan istrinya lalu mencuri ciuman dari bibir Alena
Edward tersenyum saat melihat Alena terkejut dan membelalakkan mata ketika mendapat ciuman dari suaminya di depan banyak orang, Edward memberikan kode ke semua pengawalnya untuk segera pergi, sedangkan Kaisar yang sudah berdiri dari jatuhnya hanya menggelengkan kepala melihat kelakukan Edward dan Alena
"Sebaiknya kalian jangan membuat panas suhu udara sore ini" ucap Kaisar
Edward tersenyum berjalan sambil merangkul pinggang istrinya
"Sorry Kai, kalau aku membuatmu panas di sore hari"
"Tenang saja honey, kelihatanya Kaisar bentar lagi akan ketemu jodohnya, ya kan Kai?" Ucap Alena
"Jangan bicara sembarangan Al" jawab Kaisar sambil ikut berjalan masuk ke dalam rumah, terlihat di sebuah meja ada minuman segar dan buah yang sudah di bersihkan oleh bik Asih, Alena tersenyum dan duduk sambil menikmati buah di padu dengan minuman segar
"Maaf, ada yang ingin aku bicarakan" ucap Kaisar
"Ada apa Kai, sepertinya serius sekali" tanya Edward
"Iya, aku sudah kau gaji banyak sekali Edward, dan Kirana juga sudah punya penghasilan sendiri, kami berencana untuk membeli sebuah apartemen Nyang akan kami tinggali"
Alena tampak terkejut dengan perkataan Kaisar
"Memang kenapa Kai?, Kamu sama Kirana gak betah tinggal sama kita?" Tanya Alena
"Bukan itu maksudku Al, kita sangat berterimakasih dan senang tinggal disini, rasanya sudah menemukan keluarga sendiri, tapi kita merasa gak enak kalau merepotkan mu terus" jawab Kaisar
"Apa maksudmu, justru dengan adanya kamu di rumah ini, kami merasa aman dan ada teman untuk saling berbagi Kai" ucap Edward
"Iya, tapi aku tidak ingin keberadaan ku menggangu keluarga kalian" ucap Kaisar
__ADS_1
"Kamu dan Kirana juga keluargaku, jadi jangan banyak alasan lagi, kamu dan Kirana gak boleh keluar dari rumah ini kecuali kalian sudah berkeluarga atau ada hal yang sangat penting dan mengharuskan kalian meninggalkan rumah ini" ucap Alena
Kaisar menatap Edward berharap untuk membantunya membujuk Alena, namun Edward hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya tanda diapun tidak berani membantah omongan Alena, Akhirnya Kaisar pasrah kemudian melanjutkan menikmati minuman dan buah yang ada di depannya
Alena tersenyum penuh kemenangan, sesaat kemudian dirinya berjalan keatas masuk ke dalam kamar kemudian mandi sore hari untuk menyegarkan tubuhnya
Seperti janji Edward kepada Arini bahwa dia akan menelpon malam hari, dengan segera Edward megambil handphone dan kemudian melakukan panggilan Videocall bersama dengan Alena, ada keterkejutan dari wajah Arini ketika Alena yang kini tengah menyapa Ambar, sedangkan Edward ada di belakangnya tersenyum sambil memeluk Alena dari belakang
"Ayah Edward kapan main kerumah Ambar?"
"Maaf ayah sama bunda masih sibuk, nanti kalau ada waktu luang, pasti kita akan segera ke sana" ucap Edward
"Baiklah ayah, aku merindukanmu" ucap Ambar
"Iya, ayah dan bunda juga, oh iya dimana ibumu?", Bunda Alena ingin berbicara dengan ibu Arini sebentar" ucap Edward
Arini segera menyapanya, Alena tersenyum menanyakan kabar sekaligus memberi kabar baik bahwa Arini di terima kerja di butik mamanya Delia, Arumi Saraswati, Arini tersenyum senang karena sudah mendapatkan pekerjaan
Edward dan Alena juga melakukan cium jauh kepada Ambar, salam dari Alena dititipkan ke Ambar untuk di sampaikan ke Arini, karena Arini beralasan masih sibuk membersihkan sesuatu, sesaat kemudian panggilan di putus oleh Edward
Edward langsung menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar, dan membaringkan di tempat tidur perlahan Edward mencium bibir Alena, melu*matnya pelan dan dalam
"Kau menginginkan ku honey?" Tanya Alena
"Boleh?" Ucap Edward
Alena tersenyum dan membalas ciuman Suaminya, perlahan keduanya saling membebaskan diri dari pakaian yang dikenakan, hingga keduanya kini polos dan siap melakukan penyatuan, Edward memberikan sentuhan dan ciuman di bagian int*im istrinya, hingga kini mulai terdengar desa*han yang saling bersahutan, perut Alena yang membuncit di belai dengan lembut oleh Edward, sesaat Edward menciuminya dan menyapa anak-anaknya agar tetap tenang berada di dalam sana
Merasa sudah siap, Edward membuka kaki istrinya dan memasukkan perlahan miliknya
"Honey!, Ooh," Alena berteriak merasakan kenikmatan saat pusaka suaminya masuk sempurna ke dalam sana, Edward segera menghujami Alena dengan pusakanya berkali-kali, keduanya kini saling mend*esah dan kadang berteriak, hingga akhirnya keduanya terhempas dalam puncak kenikmatan bersama-sama
Bersambung
Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE