
Edward melu*at bibir Alena sebentar, kemudian melepasnya kembali
"Tadi belum morning kiss, hati-hati dijalan, hubungi aku kalau dah nyampek"
Belum lagi Alena masih kaget dengan kecupan Edward, Alena dikejutkan dengan kemunculan duo marmut yang tiba-tiba di depannya
"Astagfirullah!, Dasar kalian, bikin aku kaget tau!"
"Ehem, morning kiss ni ye" goda Amaya
"Sampek lupa tempat, main cipak ***** aje neng" ucap Delia
"Kalian ini ngapain sih, dasar duo marmut, muncul dari tanah aja kalian ini ya, tiba-tiba nongol, ngagetin orang"
"Hahaha" kedua teman Alena langsung tertawa
Ketiganya akhirnya berangkat bersama menuju ke tempat kerja di Royal Murrage Hospital
*
Edward tiba di kantor dan langsung menghubungi Alena
"Halo Al, kamu dah nyampek, ini aku baru nyampek kantor"
"Halo Ed, iya udah, aku lanjut dulu ya, pasien di IGD lagi rame ini, mau bantu yang lain"
"Ok Al, jaga diri, jangan kecapekan"
"Ok Ed"
Tut Tut, sambungan di putus oleh Alena
Edward segera masuk ke ruangannya dan disana sudah ada pak Hari yang sudah menunggu kedatangan Edward
"Pagi tuan Edward"
"Pagi pak hari, bagaimana agenda hari ini, ada pertemuan penting?"
"Ada tuan, dengan Nona Monalisa dari perusahaan pemasok Berlian Queen Diamond Zerald"
(mbak Monalisa ini sudah pernah nongol di eps.8 ya gaes)
Seketika wajah Edward berubah malas
"Memangnya gak bisa pak Hari sendiri yang menemui Monalisa, kenapa harus saya?"
"Itu permintaan nona Monalisa tuan, katanya ada barang baru yang banyak diminati banyak kalangan milyarder di dunia, dan nona Monalisa ingin anda sendiri yang hadir dan melihatnya"
"Ya sudah, aku akan datang, sebenarnya aku malas kalau harus bertemu dengan wanita yang satu ini pak"
"Memang kenapa tuan?"
"Apa pak hari gak lihat, bajunya aja merangsang sahwat gitu, belum lagi kebiasaan nempel-nempel gak jelas gitu, kayak ulet bulu aku lihatnya"
__ADS_1
"Bikin gatel ya tuan?"
"Gak lagi, bikin pengen nubruk aja aku ini, gemes gitu pak, dikira aku ini gak normal apa"
"Harus kuat tuan, ada nona Alena tu"
"Kalau aku kuat aja pak, takut dianya gak kuat, trus bugil di depanku, kalau udah gitu pas setan numpuk ngegoda, beh, bisa bablas ini pak"
"Hahaha" pak hari langsung tertawa ngakak
"Ya sudah, nanti akan selalu saya dampingi tuan, kita jaga jarak sama nona Monalisa" ucap pak Hari di jawab dengan anggukan dari Edward
"memang ya pak, wanita satu ini kayak gak kerasan pakek baju, bawaannya pengen polosan aja" gerutu Edward lagi sambil menyiapkan diri untuk bertemu dengan Monalisa pemilik perusahaan Queen Diamond Zerald
Pak hari hanya terkekeh sambil geleng-geleng kepala mendengar omongan Edward, setelah semuanya siap, merekapun segera berangkat dengan beberapa orang dari perusahaan, sampai di sebuah hotel semua tim langsung masuk menuju ruangan pertemuan yang sudah disediakan
"Hai honey, Miss you" ucap Monalisa menyambut kedatangan Edward, semua orang yang ada disana sudah gak heran lagi melihat tingkah Monalisa kalau ketemu Edward, suka manja kayak anak TK
"Hai, sudah siap, bisa kita langsung mulai?" Jawab Edward dingin seperti biasanya, dan itu membuat Monalisa makin tergila-gila dengan Edward
Pertemuan pun berjalan dengan lancar, kesepakatan antara kedua perusahaan akhirnya terjalin dengan baik, semua surat-surat kontrak kerjasama segera diselesaikan hari itu juga, tentunya keuntungan yang diraup akan cukup fantastis dengan kerjasama antara dua perusahaan Berlian yang cukup terkenal
"Ed, bisa nanti malam mengantarku jalan-jalan, aku juga akan tinggal lebih lama disini, sekalian mencari Apartemen" ucap Monalisa
"Aku gak bisa Mon, sebaiknya kamu cari jasa Apartemen saja, anak buah kamu yang asli sini kan juga ada" jawab Edward
"Tapi Ed, aku ingin kamu yang menemaniku, bukan yang lain" ucap Monalisa sambil mendekat ke Edward dan menempelkan tubuhnya di dada Edward, sambil mengelus rahang Edward dengan lembut
"Aku gak bisa Mon, maaf ya" ucap Edward sambil menurunkan tangan Monalisa dan menjauhkan tubuhnya
"Kenapa?, Ada yang marah kalau kamu sama aku?"
Rasanya Edward ingin berteriak kalau dia sudah mempunyai istri yang sangat cantik bak bidadari yaitu Alena, tapi apa daya Edward sudah berjanji untuk merahasiakan semua itu sampai Alena siap
"Gak ada, aku gak bisa aja ok"
"Tapi Ed, Aku_"
"Mari tuan Edward, anda sudah ditunggu di acara rapat selanjutnya" ucap pak hari menyela pembicaraan Monalisa
"Ok, aku pamit dulu ya Mon"
Monalisa hanya diam cemberut tidak menjawab kata-kata Edward
Sementara Edward langsung tersenyum ke pak Hari yang sudah menyelamatkannya dari paksaan Monalisa, setelah itu langsung kembali ke perusahaanya
*
Alena pontang panting membantu banyaknya pasien yang masuk ke IGD, sesekali hampir bertubrukan dengan Amaya, dan keduanya saling tersenyum, sementara itu para perawat dan dokter umum yang cowok pada ngerumpi di sela-sela kesibukannya melayani pasien
"Aku tu kalau ada Dokter Alena piket di IGD, jadi semangat banget lo, rasanya gak pengen pulang"
"Sama Bro, gak usah nyentuh, disapa sama senyumannya aja, beh, pengen aku jilatin deh kamu"
__ADS_1
"Anjir, jijik gue, ngapain Lo mau njilatin gue"
"Lah adanya cuma elo, kalau aku jilatin dokter Alena yang ada bisa langsung ke surga gue"
"Eleh, iya kalau ke surga, kalau nyangkut di tepi neraka dulu gimana?"
"Mending nyangkut, kalau langsung masuk nerakanya, mampuslah, ngeri deh ah gue"
"Hahaha" kedua perawat itu tertawa bareng dan langsung tersedak saat Alena lewat dan tersenyum ke arah mereka
Sementara itu omongan dari group dokter umum yang cowok beda lagi
"Hatiku Rasanya Nyes, lihat Dokter Alena bro, itu sempurna banget kecantikannya"
"Bener tu, ditutupin rapet gitu aja, aura masih kepancar gitu ya bro, apalagi Sampek kebuka, aish"
"Bang*at, aku jadi traveling mbayanginya"
"Anjir, kalau ketauan Dokter Alena abis lu"
"Jadi debu deh, coba aja kalau berani, hahaha"
"Gila ya emang dokter Alena tu, ilmu bela dirinya gak tanggung-tanggung, bisa babat habis kepala lu"
"Eh, kok pala gue, kepala lu tu, yang isinya traveling mulu"
"Hahaha" ketiga dokter itu ketawa bareng, sambil sesekali mencuri pandang ke arah Alena
Sementara Amaya hanya geleng-geleng kepala melihat rekan-rekannya udah pada nyuri-nyuri pandang ke Alena
"Hati-hati lo Al, banyak buaya darat disini"
"Mereka bukan buaya, tapi kadal" ucap Alena
"Untung bukan cicak ya"
"Hahaha"
Kini Alena dan Amaya tertawa barengan
Tentu saja semua kaum Adam yang melihat Alena dan Amaya tertawa langsung blingsatan gak karuan
Sesaat kemudian IGD dikejutkan dengan suara ambulan yang membawa seseorang yang bersimbah darah terkena luka tembak di lengannya, dan luka robek di perut dan dadanya, Alena segera berteriak memimpin dan segera berlari menuju ke brankar yang membawa pasien tersebut
Betapa Alena terkejut tak percaya, mendapati pasien itu adalah seseorang yang dia kenal
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1