Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 136


__ADS_3

Senyum Edward mengembang saat istrinya akhirnya datang dan berjalan ke arahnya, sedangkan Raka masih setia berjalan di belang Alena, pelukan hangat dan ciuman mesra dari Edward selalu diberikan untuk istrinya


"Kita pindah ke mobilku Bee"


"Iya honey"


"Ka, ikut denganku" ucap Edward


"Baik pak Edward" jawab Raka


Perjalanan hampir 20 menit berlalu dan akhirnya sampai di Mansion keluarga Nugraha, Edward dan Alena mengucap salam sebelum masuk, rupanya semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang tengah, terdengar teriakan Aftan dan Afita berteriak sambil berlari berebut memeluk Alena


"Eh, jangan berlarian gitu, hati-hati nanti kalian menyakiti Aunty!!" Teriak Reyna


Alena tertawa senang sambil menciumi kedua pipi keponakannya itu, sedangkan Edward memegangi tubuhnya takut akan terjadi sesuatu


"Aunty, mereka pengen bermain denganku, ucap Aftan tiba-tiba"


"Iya, mereka juga menyapaku" sahut Afita


Semua orang yang disana sontak terkejut mendengar perkataan kedua bocah cilik itu


"Jangan terkejut, bukannya kau juga bisa merasakan keberadaan mereka Lex?" Ucap kyai Rahmad


"Iya kek, apa mereka mempunyai kekuatan itu juga?"


"Bukankah mereka Anakmu, kenapa kamu sangat terkejut" ucap Kyai Rahmad


Alex dan Reyna saling pandang kemudian tersenyum menatap kedua anaknya


Alena segera berlari memeluk Kyai Rahmad, Edward juga menyusulnya, ada sesuatu yang luar biasa saat Kyai Rahmad memeluk cucu perempuannya, sebuah kekuatan yang dahsyat dan membuat kyai Rahmad terperanjat


"Ada apa kek?" Tanya Alena juga terkejut melihat reaksi sang kakek saat di peluk nya


"Keturunan Nugraha mempunyai kekuatan yang luar biasa semua"


"Apa kakek bisa merasakan nya?" Tanya Edward


"Hem, mereka istimewa, dan kekuatan gabungan ketiga anakmu tidak akan ada yang bisa menandingi nya"


"Apa?!"


Ucap semua orang yang ada di sana


"Sudahlah, sebaiknya kalian berdua segera mandi dan ikut berbincang disini, kakek kangen sekali"


"Oh, siap Kek, aku keatas dulu"


"Saya permisi dulu kek" ucap Edward


Setelah keduanya naik ke atas, tampak sekali perubahan raut wajah Kyai Rahmad begitu cemas, dia teringat dengan penglihatan yang di dapatnya beberapa hari lalu


"Katakan pada ku, apa kalian sempat bersinggungan dengan seseorang yang mempunyai kekuatan hitam?"

__ADS_1


"Ada apa Kek, bagaimana kakek bisa tau?" Ucap Alex


"Kekuatan Alena dan ketiga anaknya sudah ditandai oleh seseorang ber kekuatan hitam yang sangat kuat, kakek masih belum tau siapa sebenarnya mereka"


"Ya Alloh, itu berarti mereka menginginkan Alena dan juga bayinya kek?" Tanya Reyna


"Itu benar, karena anak yang masih ada dalam kandungan lebih mudah untuk menarik kekuatannya masuk ke dalam klan kekuatan Hitam"


"Jadi, mereka menginginkan Alena dan anak-anak nya untuk masuk menjadi anggota mereka" ucap Abraham


"Astagfirullah, sayang, bagaimana bisa mereka mengetahui keberadaan Alena dan anak-anaknya, kita harus bagaimana?" Ucap Jasmine


"Tenanglah sayang, kita akan melindungi Alena dan cucu kita, mereka tidak akan dengan mudah mendekati Alena" ucap Abraham menenangkan istrinya


"Iya mom, aku juga pasti akan melindungi Alena dan keponakanku, keluarga kita akan bersatu untuk menjaga Alena"


"Kekuatan Klan Eagle juga sangat dahsyat, aku ingin orang tua Edward juga mengetahui hal ini, semakin banyak orang-orang kuat di sekeliling Alena, itu akan lebih baik" ucap kyai Rahmad


"Nanti aku akan menceritakan semua kepada Edward kek, apa Alena juga perlu tau hal ini?"


"Sebaiknya ceritakan saja, dengan begitu dia akan lebih bisa berhati-hati lagi" ucap Kyai Rahmad


"Aku juga berpikir seperti itu Ayah"


Ucap Abraham


"Biar nanti aku dan Reyna yang akan menceritakan hal ini ke Alena" sahut Jasmine


Tak lama kemudian Kyai Rahmad menginginkan semua informasi tentang keterlibatan keluarganya dengan seseorang yang mempunyai kekuatan tenaga dalam dari klan ilmu hitam, Edward dan Alena yang juga sudah berkumpul disana segera menceritakan semuanya, Alena juga memberikan informasi soal kekuatan awan hitam yang luar bias dari seseorang yang bernama Kaisar


Sejenak Kyai Rahmad terdiam dan menggabungkan semua informasi yang didapat dari semua orang yang ada disana


"Sepertinya aku sudah mulai mengetahui siapa mereka, klan ilmu hitam itu adalah anak dari sahabatku yang terbunuh saat bertarung denganku berapa puluh tahun yang lalu, apa kau masih ingat Abraham?"


"Apa, jadi mereka Klan ilmu hitam yang dipimpin oleh Rangga ayah?"


"Sepertinya begitu, aku yakin Rangga juga ingin membalas dendam kematian ayahnya, dia mengira aku yang membunuhnya"


"Apa kakek dan Daddy bisa menceritakan semuanya, kami juga ingin mengetahuinya" ucap Alex


Kyai Rahmad dan Abraham menceritakan semua kejadian di masa lalu, dimana dirinya mempunyai sahabat yang juga mempunyai Ilmu tenaga dalam, sayangnya dia lebih memilik menggunakan untuk kejahatan, hingga akhirnya memutuskan untuk berbelok ke klan Ilmu hitam, permusuhan berawal dari sini, sahabatnya sering melakukan pembunuhan untuk memaksa seseorang untuk masuk ke dalam klan nya, hingga kyai Rahmad akhirnya menghentikannya


Pertarungan tak terelakkan lagi, hingga akhirnya sahabatnya kalah dan termakan oleh kekuatan hitamnya sendiri, sampai di akhir cerita, Kyai Rahmad menghela nafas panjang dan terlihat matanya berkaca-kaca, sangat kelihatan betapa kejadian itu membuat hatinya masih sangat terluka, Abraham dan Jasmine memeluk Kyai Rahmad memberikan ketenangan


"Ayah tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin kalian sampai menimbulkan dendam keturunan dan berkepanjangan, jadi, hindari jangan sampai kita membunuh seseorang bagaimanapun besarnya kekuatan yang kita miliki" ucap Kyai Rahmad


Semuanya mengangguk penuh hormat, kini perbincangan beralih ke pembicaraan ringan dan penuh canda tawa, Alena selalu menggoda kedua keponakannya hingga merengek-rengek dan kadang menjerit-jerit, Edward menenangkan dan memperingatkan Alena untuk tidak keterlaluan menggoda kedua bocah kecil itu


Hingga tak terasa kini sudah jam sembilan malam, semuanya beranjak ke kamar masing-masing untuk beristirahat, kecuali Alex dan Edward yang masih ingin ngobrol beberapa hal penting


"Ed, sebaiknya segera beri tahu Dady mu tentang hal ini, aku khawatir dia juga akan terkena imbasnya"


"Aku tau Lex, besok aku berencana memberi tahu Dady dan juga pamanku, saudara kembar Dady Edoardo"

__ADS_1


"Oh, iya, aku dengar kembaran Dadymu juga mempunyai kekuatan yang sama, bahkan kalau bergabung akan menjadi kekuatan yang luar biasa"


"Iya begitulah Lex, anaknya juga mempunyai kekuatan seperti ku, bahkan wajahnya mirip sekali denganku"


"Oh ya, apa Alena sudah pernah melihatnya?"


"Tidak, memang kenapa?"


"Aku takut dia nanti akan keliru mengira dia suaminya, hahaha"


"Kau ini, mana mungkin adikmu itu bisa keliru, dia hapal betul semua yang ada di tubuhku"


"Benarkah?, Aku penasaran, apa yang akan terjadi saat Alena melihat sepupumu nanti"


"Jangan membuatku resah Lex, Adikmu itu hanya milikku, dia hanya tertarik padaku, hanya Edward Runcel Eagle, tidak ada yang lainya"


"Hahaha, sudah aku mau tidur, kau, pergilah istirahat, Alena pasti sudah menunggumu, jangan sampai dia nantinya akan memilih sepupu itu"


"Breng*sek kau Lex!"


Edward makin geram dengan ucapan Alex, sedangkan Alex hanya menertawakan nya, Edward langsung pergi menuju ke kamar menyusul Alena


Edward sudah berada di kamarnya dan melihat Alena sudah tertidur pulas tanpa memakai selimut dan laptop yang masih menyala di sebelahnya, Edward menggeleng dan membereskan semuanya


Melihat Alena yang tertidur seperti bayi sangat menyenangkan bagi Edward, dia merebahkan tubuh di samping istrinya, menatap wajah cantik seorang Alena, tangan Edward menyusuri lekuk wajah istrinya dengan lembut


"Bagaimana bisa ada wanita secantik dirimu Bee, sangat sempurna Alloh menciptakan mu" batin Edward


Alena merasa sedikit terganggu degan sentuhan suaminya hingga akhirnya terbangun dan membuka matanya malas


"Honey, apa yang kau lakukan, aku ngantuk sekali, jangan menggangguku"


"Aku hanya ingin menikmati wajah cantik istriku saat tidur Bee"


"Sudahlah, ayok tidur honey"


"Iya, aku peluk ya, aku juga ingin menaruh tanganku di perutmu, biar mereka nanti mengenal sentuhan Dady nya"


CUP CUP CUP


Edward menciumi wajah dan perut istrinya, kemudian menarik Alena untuk tidur dalam pelukannya


Bersambung


Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2