
Sehabis subuh dan berdoa bersama semua anggota keluarga ada yang bersantai dan juga beristirahat kembali setelah kerja keras yang dilakukan semalam, bahkan semuanya belum sempat tidur sama sekali
Sementara itu asisten rumah tangga di bantu beberapa orang pengawal sedang menyiapkan berbagai hidangan dan juga minuman hangat campuran madu dan rempah untuk mengembalikan stamina tubuh agar segar kembali
Pagi masih gelap, Alena kini kembali ke kamarnya yang sudah di rapikan kembali oleh bik asih setelah kejadian semalam, tampak Alena sangat kelelahan hingga Edward kemudian langsung membopongnya dan menidurkan Alena di atas kasur
"Tidurlah dulu Bee, ini masih sangat pagi, kau kelihatan sangat capek"
"Hem, kau juga honey, semalam kita semua belum tidur sama sekali"
Edward tersenyum lalu membaringkan tubuhnya di dekat Istrinya, perlahan Edward membenahi posisinya dan kini sudah membawa Alena tidur di dalam pelukan hangatnya
"Semua sudah berlalu Bee, tidurlah dengan nyenyak, aku akan menemanimu" ucap Edward
"Makasih honey"
Belaian mesra dari Edward membuat Alena merasa semakin tenang dan nyaman dalam tidur lelapnya, Edward menghentikan gerakan tangannya saat merasakan sudah tidak ada lagi pergerakan dari tubuh istrinya
"Rupanya kau sudah terlelap Bee, cepat sekali, kamu pasti kelelahan, dan kalian anak-anak Dady yang pinter, jangan terlalu banyak bergerak dulu ya, biar mommy kamu bisa istirahat " ucap lirih Edward sambil sesekali membelai rambut dan perut Alena
*
Pagi hari yang sangat cerah, Raka tersenyum melihat istrinya sedang memasak di dapur untuk membuat sarapan paginya, kemudian Raka mendekat dan memeluk istrinya dari belakang dengan perlahan, di kecup nya tengkuk Anggel hingga terdengar suara tawa yang keluar dari bibir Istrinya
"Kenapa ketawa yang?" Tanya Raka
"Aku geli yang, kamu itu, mancing-mancing ya?" Jawab Anggel
"Nggak, tapi kalau terpancing, Ayok!!" Jawab Raka lirih di telinga Anggel
"Yang!, Jangan gitu ih, merinding akunya" ucap Anggel
Bukannya diam, tangan Raka semakin kemana-mana, dan kini sebuah remasan lembut dan hangat dirasakan Anggel di kedua bukit kembarnya
Raka tersenyum merasakan istrinya sudah mulai merespon sentuhan nya, leng*uhan lirih terdengar dari mulut Anggel, Raka tersenyum dan memindahkan satu tangannya mengusap lembut milik istrinya yang berada di bawah sana
Sesuatu yang tadinya biasa saja kini sudah tegak dan mengeras sempurna, Anggel mematikan kompor gasnya, dirinya tidak mau ambil resiko kalau sampai masakannya gosong dan menimbulkan rumah terbakar
Aktifitas berlanjut, senyuman Raka makin lebar saat mendapati jari tangannya yang sempat masuk ke dalam intim istrinya itu sudah sangat basah, yang berarti Anggel sudah siap melakukan penyatuan
"Kau sudah sangat basah yang, apa kau siap aku masuki, hem?" Bisik Raka lirih diikuti oleh gerakan tangannya yang kini sudah membebaskan bagian bawah istrinya dari kain yang tadi masih menempel
"Ssh,emh, lakukan yang, aku sangat menginginkannya" ucap Anggel lirih
__ADS_1
"Buka kakimu yang, aku akan memu*askan mu pagi ini" ucap Raka yang kini sudah melepaskan baju bagian bawahnya, sehingga pusakanya kini terpampang nyata dan siap untuk melakukan penyatuan
Perlahan Anggel mencondongkan tubuhnya diatas meja makan dan membuka kakinya lebar hingga tampak miliknya yang siap untuk dimasuki oleh suaminya
Raka segera mengusap int"im istrinya dengan lembut, perlahan pusakanya dimasukkan, sambil di selingi remasan tangannya di salah satu bukit kembar istrinya
Saat Raka mendorong miliknya masuk dengan kuat dan dalam, sejenak terdengar suara pekikan dari Anggel dan membuat nya berhenti sejenak
"Sakit yang?" Tanya Raka masih dengan memeluk istrinya dari belakang
"Sedikit" ucap Anggel, yang kemudian merasakan hangat sentuhan suaminya menjalar ke seluruh tubuhnya, hingga membuatnya makin menegang dan mend*esah
Perlahan gerakan penyatuan dilakukan oleh Raka kembali, kini keduanya menikmati rasa yang luar biasa saat sang pusaka begitu bergerak aktif dan kuat melesak masuk berulang kali, hingga sesaat kemudian membuat keduanya terlempar di puncak kenik*matan dan berteriak bersama
Keduanya tertawa kecil ketika menyadari aktifitas paginya di sela-sela kegiatan masak menyiapkan sarapan, setelah membersihkan diri keduanya sarapan bersama dan Raka bersiap untuk bekerja
Tanpa sengaja Anggel melihat berita di media sosial tentang keberadaan Ambar anak dari seorang Arini yang kini sedang di larikan ke Rumah sakit karena suatu insiden yang masih di selidiki oleh pihak kepolisian
"Yang, Ambar!!" Teriak Anggel histeris sambil menunjukkan berita itu ke Raka
"Ya Alloh, apa yang terjadi yang?" Tanya Raka
"Aku tidak tau yang, sebaiknya kita segera menghubungi Alena"
"Sudah yang, kita saja yang menuju ke rumah sakit itu, kasian Ambar, siapa yang akan menjaganya" ucap Anggel sambil berlari ke kamar, ganti baju dan langsung ikut suaminya masuk ke mobil dan meluncur ke Rumah sakit
Sampai di Sana Anggel berlari kecil karena sudah tidak sabar untuk mengetahui keadaan Ambar, hingga kemudian Anggel melihat seorang anak kecil meringkuk di sudut ruangan tunggu sambil menundukkan wajahnya dan menangis
"Yang jangan berlari, kakimu belum sembuh total" ucap Raka memperingatkan Anggel yang langsung berlari melihat keadaan Ambar yang membuat hatinya ikut merasakan sakit
Namun tanpa perduli peringatan suaminya, Anggel langsung berlari dan memeluk Ambar sambil ikut menangis
"Sayang, ini mama Anggel, tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa" ucap Anggel sambil memeluk erat tubuh Ambar
Sementara Raka langsung menuju ke ruang perawatan ICU dan menanyakan pada perawat yang berjaga untuk menyala apa yang terjadi dengan Arini
Penjelasan dari perawatan itu membuat Raka tercengang dan kemudian langsung keluar dari ruangan untuk menemui istrinya yang kini sedang memangku Ambar sambil memeluknya
Anggel memberikan kode mata saat Raka mendekat agar tidak membicarakan keadaan ibu dari Ambar yang sudah mulai tenang, sedangkan pengasuh Ambar sudah ijin pulang untuk beristirahat
Ambar melihat ke arah Raka sambil tersenyum yang dipaksakan
"Papa Raka juga disini?"
__ADS_1
"Iya Ambar, papa sama Mama Anggel mau nemani dan jaga Ambar, Ambar sudah makan?"
"Belum pa"
"Ya sudah, papa Raka keluar cari makan dulu ya buat Ambar?" ucap Raka
Ambar mengangguk dalam pelukan hangat Anggel yang membuatnya tenang
*
Sementara itu Delia yang juga baru tau tentang berita Ambar di media sosial, langsung menghubungi Alena jam 8 pagi, namun saat itu Edward yang menerima nya karena Alena masih tidur pulas
Kini Delia bersama Daniel dan juga Edward bersama pengawalnya sudah menuju ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan Ambar dan juga ibunya
Kebetulan sekali Raka baru saja masuk di ruangan tunggu sambil membawa makanan untuk Ambar, melihat Edward, Daniel dan Delia di ruang informasi
Raka langsung menghampiri mereka lalu mengajaknya bareng untuk melihat keadaan Ambar dan ibunya, Ambar berlari menuju ke arah Edward dan langsung memeluk Edward sambil menangis, Edward menggendongnya sambil mengelus punggung nya agar Ambar segera tenang
"Ayah, ibu Arini kenapa, Ambar sendirian" ucap Ambar sambil menangis
"Siapa bilang Ambar sendirian, banyak yang menemani Ambar, ibu Arini sedang sakit, nanti kalau sembuh bisa kumpul lagi sama Ambar, jadi Ambar harus sabar dan kuat ya, gak boleh cengeng" ucap Edward
"Iya, Ambar anak pintar kan ayah?"
"Tentu saja" jawab Edward
Ambar langsung berhenti menangis, Anggel menghampirinya kemudian menawari Ambar untuk disuapi, Ambar tersenyum dan beralih dalam gendongan Raka, kini Anggel sudah menyuapi Ambar perlahan sambil bercerita lucu untuk mengalihkan kesedihan Ambar
Bersambung
Author hari ini UPDATE SETIAP HARI
Ikuti juga cerita "SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1