Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 44


__ADS_3

"Edward, lepas ih, sakit ini tanganku" ucap Alena jengkel


"Nggak, kamu itu kalau gak dipaksa gini susah nurutnya"


"Iya, tapi mommy tadi telpon ngira kita berbuat yang nggak-nggak didalam kamar, sekarang diputus ini telponnya"


"Ya telpon balik aja, biar aku yang jelaskan, cepet, ribet amat kamu tu"


Alena segera menghubungi kembali mommy nya dan langsung diangkat oleh Jasmine, Alena langsung memberikan handphonenya ke Edward


"Halo, Alena!, awas saja kalau sampai kamu hamil diluar nikah, aku bunuh kalian!" Bentak Jasmine penuh dengan emosi


"Ehem, maaf tante, ini saya Edward"


"Apa, siapa?, Ini masih handphone Alena kan, ngapain kamu yang pegang"


"Ini Alena ada di depan saya Tante" ucap Edward dan kemudian teriak melihat Alena membuka tasnya dan memasukkan kembali bajunya ke dalam lemari


"Al, ngapain kamu buka, bajunya_!"


Bentak Edward spontan dan tentu saja terdengar jelas oleh Jasmin di dalam telepon


"Apa!, Kalian ini ngapain, kenapa Alena pakai buka-bukaan baju segala, jangan macam-macam!" teriak Jasmine


Edward terkejut dan langsung menyambung pembicaraan lagi dengan Jasmine


"Maaf Tante, ini hanya salah paham saja"


Edward berteriak lagi saat paha Alena hampir terbentur pojok meja ketika mundur hendak membereskan bajunya


"Al, paha kamu!" ucap Edward tanpa dosa, dan dapat kita bayangkan bukan, bagaimana dengan Jasmin yang mendengar jelas itu semua wkwkwk


"Akan aku bunuh kalian!" teriak nyaring suara Jasmine mengagetkan Edward


"Maaf Tante ini hanya salah paham, saya_"


"Diam!, Besok kita ke Surabaya, jemput di bandara, aku akan buat perhitungan dengan kalian!" ucap Jasmine dan langsung menutup sambungan teleponnya


"Gimana Ed, beres kan ngomong sama mommy?"


"Beres, siap-siap saja kita di bunuh sama mommy kamu"


"Hah, kok bisa, emang kamu bilang apa sih tadi, kok makin runyam ini urusannya"


"Ya mangkanya kalau ada orang ngomong, kamu itu jangan aneh-aneh, pakek mondar mandir ngurusi baju, jadinya aku gak konsen, malah bikin salah paham mommy kamu"


"Terus?"


"Beresi baju kamu, cepet ikut aku ke Apartemen, sekarang!"


"Aku gak mau, please, aku di apartemen kak Delia aja ya, di sana kan dekat sama tempatmu Ed"


"Kau ini, ya sudah, cepetan, besok siap-siap jemput keluarga kamu di bandara"


"Hah, kok besok, ngapain mereka ke sini?"


"Ya tanya sendiri sana, emang aku yang punya keluarga, ayok, cepet Al!"

__ADS_1


"Iya, iya, sabar lah, ini dah kelar"


Alena dan Edward segera meluncur ke Apartemen Delia, setelah mengantarkan Alena masuk ke Apartemen Delia, Edward segera menuju ke Apartemennya sendiri


*


Alena merebahkan tubuhnya di kamar Delia


"Eh ini anak perawan mau magrib ngapain pakek rebahan segala, nanti ketiduran lo" ucap Delia


"Kak Del, aku lagi pusing ni"


"Kenapa, kalau masih sakit kenapa tadi main kabur-kaburan segala?"


"Bukan itu, soal aku sama Edward"


"Loh kalian kenapa, masih pacaran kan, apa mau putus, jangan aneh-aneh lo, bisa dibabat habis kamu sama kakakmu pak Alex itu"


"Iya itu yang aku pusingkan, sebenarnya aku sama Edward gak ada hubungan apa-apa kak"


"Apa!, Ya Alloh ya Robbi, Al, kamu kalau bercanda jangan keterlaluan ya, bisa di becek kayak sambal lele kamu sama keluargamu, aduh, ikut stres aku ni"


"Ish, jangan lebay deh kak"


"Eh, lebay gundul mu, gak ingat kejadian kemaren, pak Edward hampir mati ditangan kakakmu, kita yang lihat hampir shock tau, enak aja ngatain aku lebay, pengen aku jitak aja kepalamu itu Al"


"Aduh, makin brisik deh, aku ceritain semuanya ya, kakak diam dan dengarkan"


Akhirnya Alena menceritakan segalanya, sampai dimana masih sangat ragu dengan hati Edward yang sepertinya masih untuk suami kakaknya yang bernama Reyna, tentang perasaan Alena sendiri, Alena mengakui ada perasaan nyaman dan suka jika berada di dekat Edward, namun untuk sebuah hal yang bernama cinta, Alena sendiri masih belum tau


"Banget Kak, aku mah gak ada apa-apanya, mangkanya aku khawatir, apa bisa Edward melupakannya dan melabuhkan hatinya ke wanita lain"


"Tapi kan Reyna cintanya ke pak Alex Al, mana mungkinlah mereka berdua aneh-aneh"


"Ish, kak Del ini, ya mana mungkin kak Reyna mengkhianati kak Alex, nyawa saja dia berikan kalau kak Alex mau, kak Reyna itu wanita luar biasa kak"


"Hem, jadi penasaran, benar saja pak Edward susah move on"


"Ih, kak Del, makin buat aku ragu ni ah!"


"Hehe, maaf-maaf, yang bisa memutuskan cuma kamu dengan hatimu Al, kakak nyerah, hanya selalu berdoa yang terbaik buat kamu syantik, aku yakin, wanita langka seperti kamu ini akan mendapatkan seseorang yang sangat spesial"


"Amin, tapi kata-kata kak Del kok buat aku berasa seperti hewan langka yang hampir punah ya"


"Ha ha ha" keduanya tertawa bareng


Selang beberapa jam kemudian Amaya datang dan berteriak girang melihat Alena sudah kembali berkumpul


"Pokoknya besok kalian ikut aku ke bandara jemput keluargaku, jangan ada yang nolak, Awas!" ucap Alena


"Tapi Al, kita takut, malu juga gitu, gak pede ni" ucap Delia


"Ih, ngapain gitu, mereka juga manusia, sama kayak kalian!" Sahut Alena


"Iya, tapi keluargamu itu bukan orang biasa, kalau mereka gak mau nrima kita, gimana?" ucap Amaya


"Kalian itu ngomong apa, ngawur aja, sudah besok harus ikut, jam 4 sore, katanya penasaran sama keluarga ku, giliran diajak ketemu pada banyak alasan ini itu" ucap Alena

__ADS_1


"Iya, iya, siap deh kita, dari pada ngadepin kamu yang uring-uringan gini, makin heboh dunia persilatan" ucap Delia


"Makasih cantik- cantikku" ucap Alena sambil mengecup pipi kedua temannya


"Ih, kamu tu menjijikkan Al, geli tau!" teriak Amaya


"Tau ni anak, main sosor aja, jadi merinding aku ni, ih dasar!" Sahut Delia sambil mengelap pipinya


*


Edward bersimpuh didalam doanya sehabis sholat isya, berharap yang terbaik, merelakan hatinya, berusaha untuk ikhlas menerima jalan takdir yang diberikan


"Ya Alloh, berikan aku jalan yang terbaik, aku ikhlas menerimanya apapun takdir yang kau berikan pada hambamu ini, Amin" doa terakhir yang Edward panjatkan


Selesai beribadah, Edward langsung keluar kamar dan ikut bergabung dengan pak Hari di depan TV


"Pak besok jam 4 sore kita akan menjemput keluarga Nugraha di bandara"


"Hah, ada apa tuan?, kok mendadak sekali?"


"Mereka ingin membahas hubunganku dengan Alena, entahlah pak, aku saja rasanya masih tidak percaya, semua ini terjadi begitu saja"


"Saya belum pernah bertemu langsung dengan keluarga Nugraha tuan, kok saya merasa ndredeg gitu ya"


"Pak hari itu ngomong apa, mereka gak seperti yang di bayangkan, yah, terkadang memang terkesan sangat kejam, tapi itu hanya untuk orang-orang yang berbuat jahat pada mereka saja, selebihnya, mereka keluarga yang welcome dengan siapapun"


"Oh, Alhamdulillah, semoga Aman"


Edward tersenyum melihat kepanikan di wajah pak Hari, sesaat kemudian terdengar bunyi handphone Edward dan segera diangkat


"Halo, ada apa Al?"


"Ed, sudah tau kan jam jemput keluargaku besok?"


"Kenapa harus tau, itu kan keluargamu, ngapain aku ikut jemput" Edward sengaja membuat emosi Alena


"Hah, apa kamu bilang Ed, ini semua terjadi gara-gara kamu ya, apa aku jujur aja kemereka biar kamu di hajar masal sama mereka, mau?!"


"Ngomong jujur saja, kalau kamu berani, aku sih sudah ngomong jujur sama Alex, memang nya aku doang yang akan di hajar, kamu juga pasti iya, kita bonyok bersama"


"Hah, jujur gimana Ed?"


"Ya jujur kalau aku dah nyium dan nikmatin bibir kamu"


"Dasar kamu Ed, aku ke apartemen mu sekarang, mau buat perhitungan!"


Tut Tut


Sambungan handphone dimatikan oleh Alena


"Tuan Edward, kenapa cari masalah saja sama nona Alena, saya gak ikut-ikut" ucap pak Hari sambil menggelengkan kepala


"Tenang pak, aku paling suka lihat dia itu mencak-mencak, lucu banget, hahaha" jawab Edward sambil tertawa


Bersambung


Terimakasih, jangan lupa jejak dukungannya (Like, Komen, Vote, Hadiah dll)

__ADS_1


__ADS_2