
"Ed, ngapain pakek peluk-peluk gini, malah ganggu aku nyuci ni, nanggung ini kurang dikit lagi selesai" ucap Alena
"Biar aku terusin, kamu istirahat dulu aja, lagian kamu juga habis sakit, besok gak usah masak, biar aku belikan di Restoran aja apa yang kamu ingin makan" ucap Edward melepas pelukannya dan mengecup singkat kepala Alena
"Gak perlu Ed, kalau cuma buat makanan untuk berdua aja, aku masih sanggup kok, lagian sering beli diluar itu gak baik, biasanya mereka kan pakek sesuatu yang ada pengawetnya gitu, kurang aman untuk kesehatan" jawab Alena sambil mundur dan duduk di kursi makan menunggui Edward mencuci
Setelah selesai, Edward berdiri di depan Alena
"Mau nonton nggak, mumpung masih jam 8 malam ini"
"Boleh, emang mau nonton apa?"
"Serah kamu" jawab Edward
Mereka berdua akhirnya duduk di sofa didepan TV besar di diruang tengah, ada pilihan film yang Edward kasih ke Alena, dan pilihan film Action dan romantis akhirnya di ambil oleh Alena, beberapa saat setelah menikmati alur cerita film, akhirnya Alena memberanikan diri untuk bertanya ke Edward
"Ed, aku mau tanya, kamu jawab yang jujur dan jangan marah ya" ucap Alena tiba-tiba
"Hem, tanya apa?"
"Waktu aku telepon kamu, kamu ada dimana?"
"Di Rumah Sakit Royal Murrage Hospital Al, emang kenapa?
"Sama siapa?"
"Sendirian sama beberapa dokter di IGD tadi, kenapa sih Al, lama-lama makin aneh deh pertanyaan kamu itu, aku kok masih belum ngerti"
"Beneran gak bohong?" Tanya Alena
"Ya ampun, beneran Al, sumpah demi Alloh, emang ada apa sih Al?"
"Tadi waktu aku telpon, ada suara cewek lagi ber oh ah oh ah gitu, kedengaran lo sampek ke panggilanku"
"Hah, mana ada, ngarang kamu"
Tut
Tv langsung dimatikan sama Alena
"Eh, lagi seru itu Al, ngapain dimatikan?"
"Jawab pertanyaan ku dulu dengan serius!" ucap Alena sambil melototkan matanya, Edward yang melihat itu langsung membenarkan duduknya
"Oke, aku pulang pas lewat IGD tadi, ada orang mau lahiran, ditunggui sama suaminya, terus teriak ah oh ah oh gitu, dah puas?" ucap Edward
"Ngapain juga kamu masuk IGD, penasaran mau lihat orang lahiran?"
__ADS_1
"Kalau orang lahiran gak aku penasaranin, tapi buat kamu biar nanti bisa lahiran itu yang aku penasaran"
"Ih, mulai ngomongnya ngaco"
"Dari tadi kamu duluan yang ngaco"
"Ya habis di telpon, malah dengar orang mendesah kayak gitu"
"Traveling kan pikiran kamu, pengen?"
Alena tidak menjawab dan langsung menghidupkan Tv-nya lagi, didalam hatinya pengen ketawa melihat kekonyolan pikirannya yang menyimpulkan Edward berbuat yang enggak-enggak, Alena juga merasa malu, kenapa jadi bersikap cemburuan kayak gini
"Pengen nggak?, Ditanya malah diem" ucap Edward
"Nggak"
"Nggak apa?"
"Nggak pengen lah Ed, apaan sih"
"Bener?"
ucap Edward sengaja menggoda, biar Alena jengkel dengan muka lucunya, dan kebetulan sekali tayangan yang ditonton pas adegan Ranjang dimana sang cowoknya tiba-tiba mendorong wanitanya untuk melakukan s*x dog*y sty*e di sebuah kamar dan saling mendesah
Edward dan Alena langsung terdiam dan menahan nafas serasa hilang kesadaran melihat tontonan Vulg*r di depan matanya, untung saja sesaat kemudian Alena tersadar dari pikirannya, dengan cepat lari ke kamar dan menguncinya rapat-rapat
Edward yang juga kaget dengan gerakan ngilang Alena masuk ke kamar langsung terkekeh
Edward kemudian lanjut beristirahat di kamarnya, yang sebelumnya menyibukkan pikirannya dengan beberapa kali membaca laporan keuangan perusahaan agar pikirannya kembali normal setelah melihat adegan Hot di film yang baru di tontonnya
*
Pagi hari Alena sudah bagun dan memasak untuk sarapan pagi, kali ini hanya menyiapkan susu, roti panggang yang ditoping dengan sayuran dan daging di dalamnya. Tepat jam 6 pagi keduanya sudah menyatu kembali di meja makan, Alena tidak berani menatap Edward sejak kejadian semalam yang masih membuatnya sedut sedut kalau mengingatnya, sementara Edward hanya senyum-senyum melihat kelakuan aneh Alena
Makan pun di mulai, yang kali ini sangat khusuk, bahkan tidak ada suara apapun, Edward menarik nafas panjang dan siap mengerjai Alena untuk mencairkan suasana
"Al, pengen air putih, tolong ambilkan ya?" ucap Edward dan tanpa suara, Alena segera mengambilkan
"Kurang ini Al, ganti gelas agak besar ya" ucap Edward lagi, dan Alena segera mengganti airnya
"Maaf Al, ganti Teh anget aja ya, aku pengen" ucap Edward lagi, Alena menaik nafas panjang dan membuatkan Edward teh hangat masih dengan mode diam, setelah itu memberikan ke Edward
"Al, ini kurang panas, terlalu dingin" ucap Edward dan kali ini sukses membuat Alena menatapnya tajam, namun Edward membalas dengan senyuman manisnya, Alena segera mengganti teh hangatnya
"Al, ini panas banget lo" ucap Edward lagi dan kali ini akhirnya Alena bersuara
"Sekali lagi kamu masih ribet, aku siramin tehnya ke kamu Ed"
__ADS_1
"Hahaha, akhirnya mau ngomong juga, sini, peluk dulu"
"Apaan sih Ed, gak mau!"
"Heleh, kalau ngambek makin manis kamu tu, pengen aku makan pakek gaya film semalam?" ucap Edward, Alena yang sudah berada diperlukan Edward langsung terdiam menegang
"Jangan macam-macam Ed!" ucap Alena memperingatkan, Edward makin terkekeh melihat muka Alena yang was-was
"Aku cuma bercanda Al, gaya biasa aja kamu belum aku ajari, masak mau gaya yang ekstrim, yang ada kamu bakalan Teriak Kesakitan" ucap Edward
"Apa sih ngomongnya, mesum aja deh kamu" Alena berusaha lepas dari pelukan Edward
"Sudah jangan gerak-gerak, aku cuma pengen peluk istri aja" ucap Edward memeluk erat Alena dari belakang dan menciumi kepalanya, kemudian Edward melepaskan Alena
"Kamu siap berangkat kerja hari ini?" Tanya Edward
"Tentu, aku kangen banget, dah hampir seminggu gak masuk kerja, kamu suruh aku istirahat mulu"
"Nanti berangkat bareng?, Aku antar dulu kamu ke Rumah sakit, aku lanjut ke Diamond Eagle Company, hari ini aku mungkin gak mampir ke Rumah Sakit"
"Gak perlu Ed, aku naik mobil sendiri aja, lagian semalam mobilku dah tak bawa ke sini kok"
"Bener, kamu dah sehat?"
"Udah Ed, aku baik-baik saja"
"Ya sudah, sana bersiap dulu, aku tunggu disini, kita keluar Apartemen barengan" ucap Edward
Alena segera melesat ke kamar dan bersiap, Alena keluar kamar dengan memakai pakaian rapi dan terlihat sangat anggun dan dewasa,dan semua itu tidak butuh waktu yang lama, itu yang membuat Edward makin terpesona dengan Alena, merekapun berjalan bareng keluar dari Apartemen menuju ke parkiran mobil
"Kamu tu cewek, tapi cepet banget kalau dandan, biasanya yang aku sering tau cewek itu lama lo Al, kalau lagi dandan gitu"
"Aku gak suka yang lama-lama makeup gitu, ngabisin waktu, sukanya yang cepet,rapi dan fresh"
"Hem, good, this is my girl, lagian gak pakek makeup aja kamu dah fresh dan cantik banget gitu"
"Aku mah emang dah cantik dari sononya, baru nyadar kalau punya pendamping cantik natural gini, mangkanya jangan suka nglirik istri orang aja" ucap Alena
"Jangan mulai, itu masa lalu, dah move on ini aku"
"Good, this is my boy" ucap Alena sambil tersenyum dan bersiap masuk ke dalam mobilnya
Alena kaget saat Edward tiba-tiba menariknya
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
__ADS_1
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE