
Alena kini sudah berada di sebuah kamar tempat merias dirinya, dengan lekat mata Alena tengah menatap pantulan dirinya di sebuah cermin, gaun putih menjuntai indah sudah terpasang di tubuhnya, senyuman mengembang dari bibir Alena di kala hari penting dalam hidupnya akan terjadi hari ini, sebuah pernikahan dengan orang yang sudah sangat Alena cintai dan di hadiri seluruh keluarga, di saksikan oleh semua tamu undangan yang hadir dan terlihat oleh Dunia, Alena menarik nafas dalam-dalam, bibirnya selalu tersenyum sangat manis, apalagi wajahnya sudah terpoles dengan make up yang semakin memperlihatkan aura kecantikannya
"Ayo sayang, semua sudah menunggumu, acara akan segera dimulai dan kau sangat cantik putriku" ucap Jasmine dan membuat Alena makin tersipu
Alena di gandeng oleh Jasmine menuruni anak tangga, sampai di tangga terakhir Abraham segera menyambutnya dan membawanya ke tempat di mana ijab qobul secara Negara akan di langsungkan, senyuman Alena makin mengembang ketika melihat Edward sudah duduk menantinya disana, Edward begitu Tampan dengan Tuksedo hitam yang di kenakan nya, sekilas Alena teringat bagaimana suka duka saat menjalani masa pertemuan dengan Edward hingga air matanya hampir jatuh
Edward sangat terpukau dengan kecantikan Alena, Riasan di wajah dan tubuhnya benar-benar membuat Alena bak seorang Ratu, apalagi Alena tidak pernah menggunakan make up seperti sekarang ini, Edward pun tersenyum bahagia menyambut kedatangan Alena dan duduk di sebelahnya, Edward tau Alena sangat tegang, hingga dengan lembut Edward meyambut tangan Alena dan membelainya sejenak untuk memberikan ketenangan
"Alena ku sangat cantik" ucap Edward lirih dan membuat Alena makin tersipu
"Edward ku juga sangat tampan" sahut Alena lirih
Hingga sang kakek ber dehem dan menormalkan lagi suasana, Abraham, Kyai Rahmat dan Edoardo sudah siap di posisinya, sementara Jasmin, Alex, Reyna dan yang lainnya ikut merasakan ketegangan dan kebahagiaan melihat orang yang di kasihinya akan segera bersatu dalam ikatan yang suci
"Saudara Edward, apa anda sudah siap?" Tanya pak penghulu
"Siap" jawab Edward dengan pasti
"Silahkan bapak Abraham selaku wali dari anak kandung Bapak yaitu nona Alena untuk menikahkan mereka berdua"
Abraham segera beranjak dan bertukar posisi dengan bapak penghulu, kini Abraham sudah berhadapan dengan Edward menantunya, Edward menatap langsung netra Abraham, keduanya saling menjabat tangan, ijab qobul siap di lantunkan
"Bismillahirrahmanirrahim"
"Ananda Edward Runcel Eagle saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Alena Bilqis Nugraha, dengan mas kawin 2 buah Berlian Black Diamond Carbonado dan satu pulau pribadi Ferradura Islan di bayar Tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Alena Bilqis Nugraha binti Abraham Hanzel Brian dengan mas kawin tersebut Tunai!"
"SAH!"
"SAAAH!!"
Disaat itu juga air mata Alena jatuh tak terbendung lagi, perasaan Bahagia yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata terasa penuh di dada Alena, Jasmine sudah menangis sesenggukan meluapkan rasa haru dan kebahagiaan di dalam pelukan Reyna, Alex pun sempat meneteskan air mata melihat kebahagiaan yang di rasakan oleh adik tercintanya Alena, begitu juga dengan Amaya dan Delia, mereka menangis saling berpelukan melihat kebahagiaan sahabatnya, sementara Edoardo dan Daniel juga tersenyum bahagia sambil menyeka air matanya, hari itu semua keluarga besar Nugraha dan Eagle menikmati kebahagiaan yang mendalam atas pernikahan Alena dan Edward
__ADS_1
"Selamat menempuh hidup baru kepada kedua mempelai, dilanjutkan dengan menyematkan cincin pernikahan" ucap pembawa acara pernikahan
Edward tersenyum ke arah Alena, begitu juga dengan Alena, segera Edward membuka sebuah kotak berisi cincin pernikahan, saat melihatnya Alena sangat terkejut karena sebuah cincin dengan hiasan Berlian Black Diamond Carbonado
"Ed, ini_?"
"Stt, mana jari manismu, sini" ucap Edward
Edward meraih jari Alena dan menyematkan cincin di jarinya, begitu juga dengan Alena, dengan lembut dan dalam Edward mencium kening Alena
"Aku mencintaimu Alena ku"
Alena tidak kuasa menahan haru di dalam hatinya hingga meneteskan air mata kembali
Semua berkas-berkas yang ada sudah di tandatangani, kini kedua mempelai melanjutkan acara sungkeman memohon restu secara resmi ke orang tua masing-masing secara bergantian
"Mom, maafkan semua kesalahan Alena, maaf juga sering buat mommy cemas dan menangis" ucap Alena
"Iya sayang, maafkan Mommy juga terkadang tidak bisa melindungi mu sepenuhnya dan pernah membuatmu kecewa" ucap Jasmine
Begitu juga dengan Edward
"Maafkan semua kesalahan Edward Dad, sering membuat Dady kecewa dan belum bisa membahagiakan Dady sepenuhnya"
"Kamu anak yang baik dan bertanggung jawab Edward, Dady juga meminta maaf karena sering membuat kamu kecewa, sering meninggalkanmu dan terkadang tidak mengerti semua kesedihanmu, maafkan Dady boy" ucap Edward
Merekapun akhirnya saling berpelukan erat dan sempat meneteskan air mata
Kini giliran Edward mendapatkan pesan dari Abraham
"Aku pasrahkan Alena padamu Edward aku tidak meminta sesuatu yang aneh padamu, aku hanya meminta jaga dan bahagiakan Alena, jangan pernah menyakiti hati maupun raganya, bersabarlah dengan sikap Alena yang terkadang masih kekanak-kanakan, bicarakan masalah kalian baik-baik jangan dengan emosi, Aku selalu mendukungmu dan siap membantumu, kau sudah aku anggap seperti anakku sendiri Edward"
"Aku berjanji Dad, akan menjaga Alena dengan jiwa dan ragaku, aku akan berusaha menjadi Suami yang bertanggung jawab untuk Istri dan anak-anakku kelak"
__ADS_1
Giliran Alena mendapatkan restu dan pesan dari Edoardo
"Jagalah hati anakku Edward, sekarang kaulah pemilik hatinya, Edward terkadang sangat keras, itu karena dia hidup penuh dengan bahaya dan berusaha mengatasinya sendiri, aku berharap dengan berada di sisimu, Edward akan menemukan kebahagiaan yang lengkap, aku sudah menganggap mu seperti anakku sendiri sayang, jadi jangan sungkan meminta bantuan ataupun hanya sekedar bercerita dengan Dady" ucap Edoardo
"Iya Dad, Alena akan berusaha menjadi pendamping terbaik Edward, berusaha terus belajar menjadi seorang istri yang baik dan bertanggung jawab kepada suami dan anak-anak kelak"
Merekapun akhirnya saling berpelukan, Alena sempat menangis sebentar dalam pelukan Edoardo, tangisan Alena segera berhenti saat Edward mengusap lembut dadanya dan memberikan ketenangan
Setelah acara yang menguras air mata itu selesai, kini akhirnya tiba di acara yang juga ditunggu-tunggu, Alena segera bersiap untuk melempar buket bungan yang sudah berada ditangannya
"Ayo lempar, lempar, lempar, lempar bunganya!"
Teriak riuh dari muda mudi yang bersiap untuk menangkap lemparan Bunga Alena, disana sudah bersiap Daniel, Delia, Amaya dan kerabat lainnya yang masih jomblo
Semua di kaget kan dengan adanya 2 anak kecil yang tiba-tiba ikut di arena penangkapan Bunga, siapa lagi kalau bukan Aftan Brian Nugraha dan Afita Khaira Nugraha, anak dari Alex dan Reyna, Edward dan Alena tertawa melihat duo bocil itu juga beraksi ditengah kerumunan, hingga Akhirnya sang mommy yaitu Reyna segera mengamankan mereka kembali
"SEMUA SIAP, SATU ,DUA, TIGA!"
Bunga pun langsung melesat ke arah kerumunan, dan disana langsung terdengar riuh memperebutkan buket bunga yang di lempar oleh Alena, tak lama kemudian seseorang berteriak
"Aku Dapat, yey!"
Delia berteriak lantang dan disambut dengan sorak-sorai tepuk tangan dari yang lainnya, Daniel menatap kagum ke arah Delia yang terlihat sangat cantik dan mempesona saat tengah tertawa dan berlarian kesana kemari memamerkan bunganya
"Wanita yang sangat cantik" ucap Daniel lirih sambil tersenyum
(Hemh, hatiku serasa dingin-dingin Nyes, akhirnya Author bisa menyatukan mereka berdua)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE