
Edward berteriak kencang saat melihat istrinya meloncat cepat berusaha menyelamatkan Raka
"BEE !'
Beruntung Alena mampu menghindar
"Alena, apa yang kau lakukan, masuk ke mobil, ini bahaya!" Ucap Raka terkejut melihat Alena yang sudah menyelamatkannya
"Mana rasa terimakasih mu Ka, Dasar!"
Ditengah deru nafas yang masih memburu kini datang lagi gumpalan awan hitam lebih besar melesat cepat ke arahnya, Edward mengangkat tangganya dan berusaha menghancurkan awan itu dengan tenaga dalamnya
Namun Kaisar langsung menyerangnya lagi, hingga Edward terhalang untuk menolong istrinya, satu awan hitam berhasil lolos dan melesat cepat menghampiri tubuh Alena
"Tidak, Alena!!"
Teriak Edward berusaha mencegah semuanya terjadi
Kaisar menoleh ke arah Alena dan sangat terkejut ternyata wanita yang dia serang adalah sang Queen, yang sangat dia inginkan, secepat kilat Kaisar berusaha membelokkan serangan awan hitamnya, tapi terlambat, hingga kemudian
Suatu kejadian yang tak terduga terjadi, Awan hitam itu terhenti dan tidak bisa menyentuh tubuh Alena, sebuah pancaran sinar putih keluar dari tubuhnya hingga awan itu menghilang seketika, semua hampir tidak percaya, bahkan Alena merasa terkejut merasakan hal itu
Edward makin murka melihat istrinya hampir saja celaka, dengan kekuatan penuh, kini Edward menyerang Kaisar, pertempuran sengit terjadi, hingga Kaisar merasa terpojok
Satu tendangan tenaga dalam melesat tepat mengenai dada Kaisar yang masih linglung karena bertemu dengan Alena di tengah pertempuran
Tubuh Kaisar terpental dan tersungkur ke tanah sambil ter batuk dan mengeluarkan darah, sesaat kemudian dia berdiri
"Katakan Edward, ada hubungan apa kau dengan wanita ku ?!"
"Apa?, Siapa Wanitamu, dia adalah istriku, Alena Bilqis Nugraha"
"Jadi_, ini tidak mungkin, dia my Queen, dia Milikku!" Ucap Kaisar dengan mata yang memerah
"Aku bukan milikmu baji*ngan, hanya seorang Edward yang bisa memiliki ku, karena dia Suamiku" ucap Alena
"Tidak akan ku biarkan itu terjadi!!" Teriak Kaisar
Kaisar bersiap untuk menyerang lagi, namun sesaat kemudian diingatkan oleh seseorang yang tak lain adalah Rama
"Hentikan, kita mundur dulu, kamu terluka, kalau kau maju, sama saja dengan bunuh diri!"
Akhirnya Kaisar langsung melemparkan gas hitam yang membuat semua ter batuk-batuk dan diapun segera menghilang
Edward bersiap mengejar namun di kejutkan dengan teriakan Alena yang kesakitan sambil memegangi perut bawahnya
"Akh, sakit sekali perutku Ka!"
Raka yang kebetulan berada di dekatnya langsung memegang badan Alena yang hampir terjatuh, Edward meloncat dan segera menggendong Alena
"Ada apa Bee?"
"Perutku honey, sakit sekali"
"Sebaiknya kita bawa dulu Alena ke rumah sakit sekarang juga pak Edward, sepertinya ada yang tidak beres dengan tubuhnya"
Daniel, Raka dan yang lainya segera masuk ke dalam mobil dan mengamankan jalan untuk sampai di rumah sakit Elite Healthy Hospital
"Bertahanlah Bee"
"Ya Alloh, ini sakit sekali honey"
Edward terkejut ketika melihat ada darah yang menetes di paha istrinya
"Bee, kamu mengeluarkan darah, bertahanlah, aku mohon"
Alena tiba-tiba saja merasa tubuhnya lemas dan pandangannya memudar, hingga kemudian jatuh pingsan
"Bee, Bangunlah, Bertahanlah, aku mohon" ucap Edward panik
"Lebih kencang lagi mobilnya, Cepat!" Teriak Edward
__ADS_1
Raka langsung melesatkan mobilnya dengan cepat, dalam hatinya dia memohon kepada sang pencipta untuk menyelamatkan wanita yang sudah rela berkorban untuk nyawanya
"Aku mohon Al, kuatkan dirimu, akan aku lakukan apapun untuk mu Alena, tolong, bangunlah, jangan membuatku takut" batin Raka
Sampai di Rumah Sakit, penanganan yang cepat sebagai pasien exclusif segera di lakukan, semua menunggu hasilnya di depan pintu sebuah ruangan penanganan gawat darurat, hingga tak lama kemudian muncullah sang dokter
"Bagaimana keadaan istri saya dokter?"
"Nona Alena baik-baik saja, hanya tubuhnya masih sangat lemah, walaupun belum sadar tapi masa kritisnya terlewati, dan kehamilannya berhasil di selamatkan"
DUAR
Edward sangat terkejut mendengar kata terakhir yang menyatakan istrinya tengah hamil, Daniel dan Raka juga sangat kaget mendengar hal itu
"Maksud dokter, istri saya hamil?"
"Maaf, jadi tuan Edward belum tau hal ini?"
"Belum dokter"
"Kandungan nyonya Alena kemungkinan masih sangat muda, untuk lebih jelasnya hasil pemeriksaan kandungan akan di jelaskan sebentar lagi oleh ahlinya, silahkan kalau tuan Edward mau menunggu di dalam, saya permisi dulu"
Edward langsung berjalan masuk duduk di samping Alena, diusapnya wajah istrinya dengan lembut hingga air matanya tak terasa mengalir begitu saja, Edward menggenggam tangan Alena sambil membisikkan Doa, serta memanggil namanya untuk segera bangun
Tak lama kedua orang tua Alena dan Reyna datang berlarian menuju ruang perawatan anaknya, Jasmin masuk dan menangis melihat Alena, Abraham berusaha menenangkan istrinya, Reyna mendekat ke arah Alena dan Edward, mengusap pundak Edward dan memberi dukungan
"Alena akan segera sembuh percayalah Edward"
"Hem, terimakasih Rey"
"Aku akan menyalurkan tenaga dalam ku, bisa kau sedikit mundur Ed, aku berharap itu bisa membantu"
"Tunggu Rey, ada sesuatu di tubuh Alena yang tak bisa ku jelaskan, aku sudah mencoba menyalurkan tenaga dalam ku, tapi ada sebuah kekuatan yang berusaha menolaknya, seperti sebuah perisai di tubuh Alena"
"Apa!, Benarkah?, Akan aku coba"
Dan benar saja, saat Reyna menyalurkan tenaga dalamnya, ada sesuatu yang berusaha menolak dari dalam tubuh Alena, Reyna segera menghentikan dan menyimpan tenaga dalamnya kembali
*
Alena seperti sedang terbang di sebuah awan yang putih bersih, dia perhatikan sekitar, tidak ada satu orang pun di sana, langkahnya semakin jauh mengikuti sebuah cahaya, hingga terlihat sosok wanita yang sangat cantik dan memakai gaun putih seperti dirinya, Alena menyipitkan mata sambil berpikir kenapa wajah wanita itu begitu mirip dengan suaminya
"Maaf, anda siapa nyonya, dan ini dimana?" Tanya Alena
Wanita itu tersenyum dan mendekat ke arah Alena, pelukan hangat dari wanita itu dapat Alena rasakan, bahkan bau harum tubuhnya sama persis dengan suaminya
"Terimakasih, kamu sudah menjaga Edward dengan baik"
"Maaf, bagaimana anda tau soal Edward?" Ucap Alena
"Karena aku yang melahirkannya"
"Apa!, Jadi anda_?"
Ucap Alena tertahan dan sejenak mengingat kembali bahwa mommy Edward sudah meninggal
"Jangan takut, aku hanya ingin memberikan sesuatu padamu" ucap wanita itu sambil memberikan tiga mutiara dua berwarna putih dan satu berwarna merah
"Apa ini, kilaunya begitu indah" ucap Alena
"Lindungi dan jagalah dia, aku percaya padamu sayang" ucap wanita itu sambil tersenyum kemudian menghilang
"Nyonya tunggu, nyonya!" Teriak Alena sambil menggenggam mutiara itu
Alena melangkah maju dan sesaat kemudian di sapa oleh seorang wanita tua yang sangat Alena rindukan bertahun-tahun
"Nenek, benarkah ini nenek?"
"Tentu saja manis, kau sudah tumbuh dewasa dan sangat cantik"
"Aku merindukanmu nek" Alena langsung berlari dan memeluk neneknya
__ADS_1
"Nenek juga, tapi ini bukan tempatmu manis, kembalilah"
"Tapi aku bingung harus kembali kemana nek"
"Dengar kan baik-baik suara seseorang yang memanggilmu Alena"
Tiba-tiba saja Alena terhenyak mendengar suara Edward yang membisikkan doa dan menangis memanggil namanya
Saat menoleh kembali sang nenek sudah tidak ada disana, Alena terus mengikuti asal suara Edward yang di dengarnya, hingga berada di suatu tempat dan Alena merasa di hempas kan ke bawah, Alena menarik nafas panjang, merasa paru-parunya terisi kembali oleh oksigen
*
Kedua mata Alena perlahan terbuka, badannya terasa berat, hingga kemudian jari jemarinya berusaha dia gerakkan, dia mendengar suara teriakan suaminya sedang memanggil Dokter
Kini semakin jelas banyak orang yang Alena sayangi berada di sampingnya, Edward masih menggenggam tangan istrinya saat sang dokter memeriksa keadaan Alena, dan di nyatakan baik-baik saja, Jasmin dan Abraham mendekat dan memeluk putrinya, di susul dengan Reyna yang juga memeluk erat tubuhnya
"Hei sudah, kalian jangan menangis lagi, aku baik-baik saja, tadi aku hanya tidur sebentar" ucap Alena
"Kau ini membuat kami cemas sayang, jantung mommy hampir lepas melihatmu tadi"
"Alhamdulillah, kamu sudah sadar dan semuanya baik sayang" ucap Abraham
"Aku bisa tenang sekarang Al, kau benar-benar membuatku sangat takut" sahut Reyna
Tak lama terdengar suara seseorang sedang berlari hingga munculah Alex di depan pintu, dengan tergesa Alex langsung berjalan ke arah Alena dan memeluknya erat-erat
"Kak, aku gak apa-apa" ucap Alena
Alex tidak berkata apapun dan masih memeluk Alena hingga kemudian dia tersenyum sambil berbisik di telinga adik tercintanya
"Mereka sedang menyapaku rupanya Al"
"Maksutnya?" Tanya Alena
Belum sampai Alex menjawab, tiba-tiba masuklah seorang dokter kandungan diantara mereka semua
"Maaf, saya hendak menyampaikan sebuah kabar gembira, dari hasil pemeriksaan yang sudah kami lakukan, saya memberikan bahwa nyonya Edward hamil 4 Minggu"
"APA!"
Sontak semua terkejut kecuali Edward, Daniel dan Raka
"Alhamdulillah"
Ucap semuanya hampir bersamaan
"Dan kandungan nyonya Edward harus extra di jaga, karena kami menemukan lebih dari satu janin yang ada di sana"
"Kembar!!"
Teriak semuanya terkejut
Alena langsung merinding dan mengelus perutnya, sementara Edward langsung menggenggam tangan Alena untuk menenangkannya
"Iya kembar, tapi_"
Suara sang dokter tertahan
Semua terdiam dan bersiap mendengar penjelasan dokter berikutnya dengan jantung yang berdebar-debar
(Maaf, sang dokter Lo ya yang buat ngegantung, Author mah gak ikut-ikut, kira-kira kabar apa ya yang mau di sampai kan lagi?, tunggu di Episode selanjutnya)
(Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE