
Setelah melihat semua rekaman Cctv, ketiganya kini sudah bersiap untuk kembali lagi ke ruangan tengah dan bergabung dengan yang lainnya
"Apa yang kalian dapatkan?" Tanya kyai Rahmad
"Seperti yang kakek katakan, mereka menggunakan rambut Alena untuk melakukan aksi tel*uhnya" jawab Edward
"Apa!, rambutku?, siapa yang melakukan itu honey?" Tanya Alena terkejut
"Seseorang yang sudah kau selamatkan Al, lain kali berhati-hati lah dengan orang-orang yang ada di sekitar mu" ucap Alex
"Sebentar, aku makin bingung, Kaisar, tolong katakan dengan jelas, jangan hanya ngasih kode gak jelas dan susah aku pahami seperti yang di bilang Edward dan kak Alex!" Ucap Alena kesal
"Iya, katakan dengan jelas orang nya saja, kalian ini jangan main tebak-tebakan disaat genting seperti ini!" Sahut Jasmine
"Tunggu, jangan bilang Arini yang sudah melakukan hal itu" ucap Kirana
"Siapa lagi ini Arini, kalian ini sebenarnya ngomongin siapa sih?!" Kata Jasmine semakin jengkel
"Benar sekali, Arini Bee, dia yang mengambil helai Rambut mu saat berkunjung di rumah ini beberapa hari yang lalu" ucap Edward dan membuat Alena sangat terkejut, dia tidak menyangka Arini akan berbuat sekejam itu padanya
"Ceritakan siapa Arini" ucap kyai Rahmad
Edward kemudian menceritakan semuanya tentang Arini, bagaimana dia bertemu, kedekatan dengan anaknya sampai akhirnya Alena tidak tega melihat kehidupannya dan membantunya membelikan apartemen lalu mencarikan pekerjaan
Alena kemudian juga menyambung cerita Edward dimana semua perhatian yang diberikan oleh suaminya ternyata membuat benih cinta di dalam hati Arini yang membuatnya nekad untuk menjebak suaminya dan sekarang ingin membunuhnya
Alex kemudian mengutarakan pemikirannya, dimana tidak mungkin seorang Arini yang hanya wanita biasa dan tidak punya kuasa berani melakukan itu semua kalau tidak ada orang-orang kuat di belakangnya, yang punya maksut dan tujuan untuk menghancurkan Edward maupun Alena
"Aku rasa ada benarnya juga perkataan mu Alex" ucap Edoardo
"Aku juga sepemikiran denganmu Lex" sahut Abraham
"Masalahnya adalah, siapa dalang utama dibalik semua ini" ucap Kyai Rahmad
"Ya Alloh, kenapa selalu saja ada orang-orang yang berniat jahat ke keluarga kita" ucap Jasmine
"Karena kita adalah keluarga Nugraha dan Eagle, siapa yang tidak mengenal nama besar dan kekuasaan keluarga kita, walaupun sebenarnya kita tak mau, orang-orang seperti itu akan terus datang dan pergi berusaha menghancurkan kita, untuk itu rasa yang kuat dalam keluarga ini sangat penting"
"Iya ayah, Keluarga adalah hal terpenting dalam menghadapi semua cobaan yang datang" sahut Edoardo
__ADS_1
"Dan jangan pernah membuat keluarga kita bercerai berai karena masalah dunia, itu akan menghancurkan kita" ucap Abraham
"Dan saya, juga Kirana, mengucapkan banyak terimakasih sudah di jadikan anggota keluarga ini" kata Kaisar
"Kami tau tidak akan bisa membalas ini semua, dengan apapun, tapi kami akan menjaga keluarga ini dengan nyawa kami sekalipun" ucap Kirana
Kyai Rahmad dan yan lainya tersenyum mendengar perkataan Kaisar juga Kirana, sementara Jasmin langsung memeluk Kirana kembali dan mencium keningnya
"Mommy tidak akan membiarkan satu orang pun menyakiti kau dan juga Kaisar, karena kalian anak-anak mommy" ucap Jasmine
Edward dan Alex menepuk bahu Kaisar sambil tersenyum
"Kau sudah kami anggap saudara kami sendiri Kai" ucap Edward
"Kita akan saling menjaga satu sama lain, Alena juga sudah menganggap mu seperti kakak sendiri" ucap Alex
"Terimakasih" ucap Kaisar
Sesaat kemudian Kaisar memeluk Alex dan Edward sejenak lalu, melangkah ke arah Alena
"Jangan berani menyentuh Alena!" Ucap Edward memperingatkan
Dan semuanya langsung tertawa, sementara Kaisar hanya menggelengkan kepala sambil kemudian mencium tangan Jasmine
Edward berada di belakang Alena dan menempelkan kedua tangan tepat di punggung istrinya untuk menyalurkan tenaga dalamnya yang bisa menetralisir serangan ilmu hitam, tak lupa lantunan doa juga terdengar lirih dari Edward seperti yang di perintahkan oleh kyai Rahmad
*
Sementara itu di tempat lain, Redrik dan sang guru spiritual nya juga sudah bersiap, dengan membakar sesuatu yang berbau menyengat dan sangat khas membuat isi ruangan itu kini berubah semakin menyeramkan
Kembang tujuh rupa di campurkan menjadi satu di sebuah tempat yang sudah berisi Air, perlahan sang guru mengucap kan rapalan aneh yang sulit dimengerti, Redrik juga membantu merapal kan sebuah bacaan, keduanya kini tampak begitu serius dan saling bersahutan
Arini begidik ngeri, seluruh tubuhnya terasa merinding, ada hawa aneh yang tiba-tiba saja dia rasakan, ruangan dan bacaan yang dilantunkan saling berpadu dan terasa sangat mencekam
Setelah kurang lebih setengah jam aktifitas itu dilakukan, kini giliran Arini yang terkejut ketika Redrik dan guru nya terdiam dan memandangnya dengan sorot tatapan yang sangat tajam
"Kini giliran mu, pasrahkan dirimu seutuhnya untuk makhluk gaib yang akan membantu kita" ucap Redrik
Sejenak Arini terdiam, ada rasa takut yang seketika datang, ada sekilas perasaan menyesal dihatinya, namun bayangan Edward membuatnya langsung membutakan mata hatinya
__ADS_1
"Baik, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Arini
"Aku akan memanggilnya dengan darahmu, setelah itu kita akan meninggalkanmu di sini sendirian, penuhi segala keinginan mahluk itu atas dirimu, aku pastikan setelah dia puas, dia akan membantu kita"
"Apa!" Tunggu, apa maksud kalian aku harus melayaninya seperti melakukan hubungan int*im?" Tanya Arini
"Iya, bahkan lebih dari itu, sudahlah, jangan cerewet, kau ingin memiliki Edward atau tidak ha!" Bentak Redrik
Arini sangat terkejut dengan penjelasan yang diberikan kedua laki-laki yang ada di depannya, namun semuanya sudah terlambat, nasi sudah jadi bubur, hingga akhirnya Arini nekad melanjutkan langkahnya tanpa berpikir resiko akan menimpanya kelak
"Baiklah, lakukan, Aku siap!" Ucap Arini tegas
Dan Redrik pun tersenyum tipis, dia merasa kali ini pasti rencananya akan berhasil, di goresannya tangan Arini bagian tengah, kemudian meneteskan darah itu bercampur dengan campuran bunga tersebut
Arini merasa aneh, bahkan saat tangannya tergores dia tidak merasakan sakit sana sekali, Arini kini di suruh tidur terlentang, tak berapa lama kini Redrik dan sang Guru merapal kan kembali sebuah bacaan dan sesaat kemudian tercium bau yang sangar wangi dan menyengat
Redrik dan sang guru saling pandang dan mengangguk, setelah itu mereka segera keluar ruangan
"Ingat pesanku, puaskan dia, jangan sampai mengecewakan " ucap Redrik
Arini merasa sangat takut, dan benar saja, ada mahluk gaib yang datang dengan perawakan tinggi besar, Arini berusaha tenang, dan mengendalikan nafasnya, matanya di tutup rapat, karena tidak ingin melihat pemandangan yang mengerikan
Mahluk itu mendekat, tangannya yang terasa sangat dingin mulai memegang lengan Arini, dan dengan kasar baju Arini di koyak, Arini sagat terkejut dan sempat meronta, namun semuanya terlambat, tubuh polosnya kini di buat pemuas oleh ***** mahluk ghaib itu, penyatuan yang dilakukan sangat menyakitkan bagi Arini, dia bahkan berkali-kali teriak minta tolong untuk menghentikannya, tapi tentu saja semuanya percuma, hingga akhirnya dia tak sadarkan diri
Tak berapa lama, pintu ruangan itu terbuka dengan sendirinya, mahluk itu menyuruh Sang guru dan Redrik untuk masuk
Redrik sangat terkejut saat melihat keadaan Arini yang sangat mengerikan, tubuh polosnya kini terkapar di lantai, banyak sekali luka lebam, bahkan ada darah yang keluar dari kemalu**nnya
Bersambung
Author hari ini UPDATE SETIAP HARI
Ikuti juga cerita "SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE