
Malam itu semuanya langsung panik, bagi Delia, keselamatan Alena dan anak-anak nya lebih penting dari pada pesta pernikahan nya, kedua orang tua Daniel dan Delia langsung mengendalikan acara pesta pernikahan anaknya
semua tamu undangan memaklumi apa yang terjadi, walaupun ada yang barusan datang merasa kebingungan tidak bertemu dengan sang pengantin
Mobil sudah disiapkan oleh Kaisar, saking paniknya Edward memasukkan Alena ke mobil hingga ke jedot pintunya
"Aw, Pelan Honey, kepalaku!" Teriak Alena
"Maaf, maaf Bee, maaf ya" ucap Edward merasa bersalah
"Berangkat Kai!" Teriak Alena
"AW AW, stop Kai, kamu mau bunuh aku ya!" Teriak Delia yang baru saja menginjakkan satu kakinya ke dalam mobil, menjerit ketika Kaisar tiba-tiba saja menjalankan mobilnya
"Maaf Del, kamu gak apa-apa?" Tanya Kaisar
"Gak papa gundulnya, jantung rasanya mau copot!" Ucap Delia
Akhirnya Delia memasukkan gaun panjang nya ke dalam mobil Alena juga, Kaisar langsung menginjak gas hingga membuat semua penumpangnya menjerit kaget
"Kai!, Kamu mau mati!" Teriak Edward kesal
"Lama-lama aku cekek kamu ya Kai, bikin kesel aja" ucap Delia yang berada di sebelahnya
"Udah, kalian jangan berisik, sakit ini, kalian mau aku gampar satu-satu?" Teriak Alena yang semakin kesakitan
Sementara itu Daniel yang membawa mobil sendiri di belakangnya terkejut melihat Kaisar membawakan mobilnya dengan kencang
"Buset, itu kaisar nyetir apa kesurupan ya, cepet banget, dasar" gumam Daniel
Sementara Alex berusaha berkonsentrasi karena pusing mendengar ocehan Jasmine dan istrinya
"Kalian jangan berisik, jalanan rame ini" teriak Alex
"Tapi jangan Sampek kehilangan jejak mobil Alena dong!" Ucap Yasmin
"Iya mom sabar, ini berusaha ngejar!" Teriak Alex
Mobil para pengawal sudah berada di belakang, kini jalanan malam itu langsung ramai dengan suara mobil dari rombongan keluarga Nugraha dan keluarga Eagle
Sampai di rumah sakit, Alena sudah banyak berkeringat dan menahan sakit kontraksi yang semakin sering terjadi, semua petugas di IGD sudah siap menerima kedatangan Alena yang sudah dihubungi sebelumnya oleh Delia
Tampak suasana IGD Langsung riuh dan ramai ketika kedatangan Alena dan rombongannya, belum lagi pemandangan yang membuat para petugas jaga di IGD antara mau ketawa dan cemas ketika melihat Delia yang masih memakai gaun nikahnya dan begitu membahana
"Maaf, ini dokter Delia yang akan Operasi dokter Alena?" Tanya salah satu dokter IGD
"Iya, cepat siapkan Tim dan ruangnya" ucap Delia
"Kak Del, itu bajunya, masak mau operasi pakek gituan" ucap Alena sambil meringis menahan sakit kontraksi nya
"Jangan berisik, aku ganti nanti di kamar operasi pakek baju sana, kamu masih kuat kan, ingat jangan ngejen Al, kamu gak bisa dilahirkan normal, posisi anak-anak mu tidak memungkinkan untuk itu"
"Siap kak, Cepat!" Teriak Alena
Alena segera di bawa ke kamar operasi dan di persiapkan di sebuah ruangan sebelum masuk ke tempat operasi Caesar akan dilakukan, di ruangan itu hanya boleh satu anggota keluarga yang menunggu sampai proses operasi itu selesai dilakukan
__ADS_1
Edward tampak sangat cemas melihat Alena yang menahan sakit berulang kali, hingga mengeluarkan banyak keringat di sekujur tubuhnya
"Bee, tenanglah, atur nafas mu" ucap Edward ikut panik melihat keadaan Alena
"Astagfirullah, sakitnya Honey, sshh!" Ucap Alena
"Bee, maaf aku tidak bisa mengurangi sakitnya, maaf Bee, sabar ya" ucap Edward
Dan Alena terkejut saat merasakan gelombang kontraksi yang tiba-tiba sangat kuat dan sakitnya luar biasa
"Aah, Alloh hu Akbar, honey!!" Teriak Alena dan tangannya langsung menarik baju dan rambut Edward tanpa sengaja
Edward sangat terkejut dan merasa kesakitan, namun demi Alena, Edward tetap tersenyum dan membelai wajah istrinya
"Tenanglah Bee, istighfar ya"
Tak lama kemudian masuklah Delia dan seorang petugas kesehatan lain, Delia terkejut melihat bentuk Edward yang sudah tidak karuan, ingin tertawa tapi tak tega, itulah yang di rasakan oleh Delia, hingga dia hanya tersenyum aneh lalu memberikan penjelasan bahwa akan segera di bawa ke ruangan lain dan dilakukan operasi Caesar
Edward merasa jantungnya berdebar, takut, khawatir dan perasaan lainya yang bercampur aduk menjadi satu
*
Sementara itu di luar semua terdiam dan berdoa
"Sayang, Alena baik-baik saja kan?" Ucap Jasmine ke Abraham
"Tentu saya, dia Putri kita yang sangat kuat, pasti bisa menghadapi hal ini" jawab Abraham
Alex berjalan mondar-mandir nampak cemas, maklum ini adalah pengalaman pertama salah satu keluarga melahirkan dengan cara operasi Caesar, apalagi cara melahirkan istrinya dulu normal semua
"Aku khawatir honey, sungguh"
"Iya, aku tau, tapi kamu juga harus tetap tenang honey, percayalah Alena kuat menghadapi ini" ucap Reyna
Dan Alex kemudian duduk di samping istrinya, Reyna memeluk dan menggenggam tangan Alex
Kaisar yang juga sangat mencemaskan keadaan Alena terkejut saat melihat Ratu, Kirana dan Daniel berlarian menuju ke arahnya
"Bagaimana keadaan Alena Kai?" Tanya Daniel masih ngos-ngosan
"Sudah dilakukan operasi, masih menunggu" jawab Kaisar
"Apa Delia yang melakukan operasi nya?" Tanya Ratu yang sudah duduk di samping Kaisar sambil mengatur nafasnya
"Iya, minumlah dulu Ratu, atur nafas mu" ucap Kaisar sambil memberikan minumannya
Kirana langsung menuju ke arah Jasmine lalu memeluknya erat
"kak Alena pasti baik-baik saja mom" ucap Kirana
"Aku tau, kakakmu itu wanita spesial, pasti bisa menghadapi ini" jawab Jasmine
"Iya mom, pasti" ucap Kirana
Disudut lain, nampak Raka dan kedua wanita yang sangat dia sayangi, melangkah cepat ke arah keluarga Alena berada
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Alena pak Daniel?" Tanya Raka
"Masih dilakukan operasi sekarang ini" ucap Daniel
"Semoga semuanya berjalan lancar" kata Anggel
"Aminn.." sahut semuanya
"Bunda mau ngeluarin adik ya ma?" Tanya Ambar
"Iya, Ambar bantu doa ya, biar bunda Alena dan adik-adik sehat semua"
"Iya ma" ucap Ambar
*
Edward menggenggam tangan Alena, lantunan doa dalam hati Edward ucapkan untuk keselamatan istri dan anak-anaknya, begitu juga Alena yang tak hentinya beristighfar, memohon ketenangan, kelancaran dan keselamatan untuk semuanya
Penyuntikan obat penghilang rasa pun atau yang biasa disebut anastesi dilakukan di lumbal, sesaat kemudian Alena mulai merasakan kakinya tidak terasa
"Alena kau siap?" Tanya Delia
"Iya kak, bismillahirrahmanirrahim"
Edward tersenyum melihat ke arah Alena, memberikan semangat dalam kecemasan yang dia rasakan
Delia memulai operasinya, Edward hanya menatap Alena dan terus melantunkan doa dalam hati, sesekali Edward mencium kening dan bibir Istrinya
Delia masih berkonsentrasi karena operasi kali ini selain seorang sahabat yang sudah seperti adik sendiri yang dioperasi, ada tiga bayi yang membutuh kan tenaga extra bagi Delia untuk menyelamatkan ketiganya tepat waktu, apalagi air ketuban sudah tidak ada sama sekali
Tim yang membantu Delia kali ini juga sangat berkonsentrasi, melakukan tindakan dengan terukur dan terarah, layar monitor menunjukkan semua dalam kondisi normal
Delia masih terus berusaha melakukan yang terbaik, di bukanya perut Alena lapis demi lapis, di bantu dengan tim yang sudah sangat berkompeten
Alena juga sudah sangat pasrah dengan proses operasi yang dia jalani, Edward masih setia menggenggam tangan istrinya
"Sebentar lagi Al, terus berdoa ya" ucap Delia berbicara untuk mengurangi ketegangan
"Iya kak, aku siap menyambut mereka" ucap Alena
"Bismillahirrahmanirrahim Bee, sebentar lagi mereka akan berada di dunia bersama kita" ucap Edward yang hatinya sudah berdebar tidak karuan
Bersambung
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Ikuti juga cerita "SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE