Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 157


__ADS_3

Tiba saatnya pernikahan Raka dan Anggel dilaksanakan juga, sungguh hari yang sangat membahagiakan bagi keduanya, semua tamu undangan, Keluarga dan para sahabat datang ikut menyaksikan momen terpenting dalam kehidupan pasangan pengantin ini, Edward yang di minta sebagai saksi pernikahan sudah duduk dengan setelan jas dan wajah datar nya namun penuh dengan sejuta pesona


Alena dan yang lain juga hadir disana dengan gaun yang serasi dengan suaminya, kehamilannya membuat badan dan wajah Alena semakin segar dan menampakkan aura kecantikan sejatinya, seperti biasanya saat di keramaian Alena dan Edward selalu jadi fokus pandangan setiap orang, karena keduanya benar-benar manusia berwajah bak Dewi dan dewa di sebuah cerita


Prosesi pernikahan berlangsung dengan lancar, semua berjalan sesuai dengan yang di rencanakan sebelumnya, Isak tangis haru dan bahagia memenuhi gedung pernikahan itu, selang beberapa waktu kemudian acara melempar bunga pun berlangsung, kini semua orang yang masih jomblo menempatkan posisi untuk bersiap menangkap Bunga dari sang pengantin


Edward terkejut mendapati istrinya sudah nongol di tengah keramaian itu, hingga akhirnya dia menggelengkan kepala sambil melangkah menjemput istrinya di sana


"Kamu kenapa ada di sini Bee?" Tanya Edward


"Pengen ikutan honey" ucap Alena dengan wajah menggemaskan


"Ini untuk yang belum nikah, kamu bahkan sudah mengandung anakku sekarang" ucap Edward


Yang lain terkekeh mendengar mereka berdua berdebat


"Tapi aku pengen honey"


"Gak usah, kasih kesempatan yan lain, ayok ikut aku" ucap Edward kemudian menggandeng tangan istrinya untuk keluar dari kerumunan


Alena kini sudah duduk di jaga oleh Edward disampingnya, sedangkan Delia masih asik duduk di belakang Alena dan tertawa geli melihat tingkah aneh Alena, namun tiba-tiba saja Daniel sudah duduk berada di dekatnya


"Gak ikutan nangkap bunga?" Tanya Daniel


"Nggak, banyak bunga di sana, ngapain pakek berebut"


"Aku ikut ya, siapa tau aku dapat" ucap Daniel


"Ikut aja, kenapa ijin aku?"


"Ya kan nanti kalau dapat, kamu yang akan aku nikahi" ucap Daniel sambil berlalu pergi begitu saja


Sedangkan Delia melongo mendengar perkataan Daniel barusan


"Gila, seenaknya aja mau nikahi orang" ucap Delia


Alena yang mendengar dengan jelas perkataan Daniel terkekeh sambil menoleh ke arah Delia yang nampak kesal, Edward hanya tersenyum menoleh sesaat ke Delia


"Tak doakan Daniel yang dapat bunganya kak" ucap Alena


"Bodo, mau dia dapat apa enggak" ucap Delia cuek tapi mencuri-curi pandang ke arah Daniel yang sedang berjuang di tengah-tengah kerumunan


Sementara itu di pintu masuk terlihat Ratu sedang berjalan di dampingi oleh seorang laki-laki yang kabarnya adalah tunangannya, Kaisar yang juga duduk tak jauh dari Edward melihat sejenak kedatangan Ratu, tak lama kemudian Ratu tersenyum ke arah Alena dan menuju ke tempat nya


"Al, Edward, maaf aku telat ,tadi masih nunggu tunangan ku" ucap Ratu sambil menjabat tangan Edward, kemudian memeluk Alena dan Delia, setelah itu kembali lagi untuk memanggil tunangannya


"Ini kenalkan tunangan ku Rangga Winata" ucap Ratu


Alena, Edward dan Delia segera berdiri dan bersalaman saling memperkenalkan diri, saat melihat Alena Rangga terkesima dan mengulurkan tangannya, Alena hanya tersenyum dan menangkup kan ke dua tangan di dadanya, Rangga terkejut dan menarik kembali uluran tangannya


Edward hanya tersenyum kemudian menyalami Rangga, sesaat Rangga terdiam seperti memikirkan sesuatu

__ADS_1


"Edward, suami Alena" ucap Edward mengenalkan dirinya


"Rangga, apa mungkin Anda Edward Runcel Eagle?" Tanya Rangga terkejut


"Begitulah, apa anda mengenal saya?" Ucap Edward


"Wowh, tentu saja, siapa yang tak kenal dengan nama besar anda tuan Edward" ucap Rangga sok akrab


"Terimakasih" ucap Edward


Tak lama kemudian munculah Daniel berlarian membawa bunga dan mendekat ke arah Delia sambil berteriak


"Delia, aku akan menikahi mu!"


Sontak semua tamu yang ada disana langsung memandang ke arah Daniel yang kini sudah mempersembahkan buket bunga di hadapan Delia


"Apa kau mau menikah denganku my love?" Ucap Daniel dan sukses membuat Delia melebarkan matanya karena terkejut sekaligus memberikan peringatan ke Daniel untuk menyudahi aksi konyolnya


"Jawab!, Jawab!, Jawab!"


Teriak orang-orang yang melihatnya


Delia makin panik dalam senyumannya, hatinya masih sakit dengan masalah yang di hadapi dengan Daniel, mana mungkin sekarang harus menjawab pernyataan konyol Daniel, Akhirnya Delia bersuara


"Maaf semuanya, saya tidak bisa menjawab sekarang, karena ada masalah diantara kami yang belum terselesaikan, jadi mohon maklum ya"


"HUUU!"


Ratu ikut tertawa melihat kekonyolan temannya, kemudian pamit pergi ketika Rangga mengajaknya pindah ke tempat lain, Edward tersenyum ke arah Daniel yang kini sudah duduk tenang di samping Delia, sementara Kirana mengajak Kaisar untuk ikut mendekat dan bergabung dengan Delia dan Alena


"Jadi kau sudah siap menikahi kak Delia Niel?" Tanya Alena


"Tentu saja, tapi gak tau sama Delia nya, mau apa enggak" jawab Daniel


"Nikah apaan, lalu urusan si Celuler itu gimana?" Ucap Delia jengkel


"Cellin, kok jadi Celuler, itu jaringan telepon Del" ucap Daniel sambil tersenyum


"Bodoh lah, serah aku mau manggil apa" sahut Delia


"Sebentar lagi kelar urusanku ma Cellin, kamu tunggu saja, kita baikan ya Del?" Ucap Daniel


"Emang kapan kita gak baik, aku cuma males aja ketemu ma nrima telpon dari kamu" jawab Delia


"Ya jawabnya nyolot gitu, masak baik-baik saja, harusnya sama kekasih itu yang mesra?" Ucap Daniel


Delia diam saja dan bersikap cuek dengan omelan Daniel yang membuat kupingnya panas, sementara itu Edward yang duduk di depan Daniel menarik tubuh Alena ke dalam pelukannya dan membuat hati Daniel makin senat senut melihatnya, begitu juga dengan Delia yang beberapa kali berusaha membuang pandangannya


"Pengen?" Tanya Daniel menggoda


"Iya, pengen Nabok kamu, mau?" Ucap Delia sukses membuat Kaisar dan Kirana tertawa

__ADS_1


Disisi lain Ratu sedang berada di sebuah tempat di mana banyak sekali makanan dan minuman yang memang disediakan untuk para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut, dan saat itu Alena sedang berjalan melewati mereka menuju ke toilet, Rangga yang sedang asik memperhatikan Alena tak sengaja menabrak seorang pelayan wanita yang membawa minuman hinga tumpah mengenai baju mahalnya


PRANG


"Brengsek!, Apa yang kamu lakukan ha!" Teriak Rangga membuat semua tamu kini menatap ke arahnya, begitu juga Alena yang langsung menghentikan langkahnya


"Maaf tuan, saya tidak sengaja, dan anda yang berjalan mundur menabrak saya" ucap pelayan wanita itu


"Kurang ajar, kau sudah membuat baju mahal ku rusak dan kini kau menuduh aku yang melakukan kesalahan"


BYUR


Rangga menyiram pelayan yang sedang jongkok mengambil pecahan kaca gelas yang berhamburan, sontak semua orang disana langsung terkejut dengan apa yang dilakukan Rangga kepada pelayan wanita itu


"Tuan, anda sudah keterlaluan!" Teriak pelayan itu yang sudah basah kuyup tersiram air


"Berani kau wanita sialan!" Teriak Rangga dan sesaat kemudian mengangkat tangannya bersiap memukul wajah pelayan wanita itu


Beruntung sebuah tangan langsung memegang erat tangan Rangga sehingga tidak bisa memukul wanita itu, Rangga sangat terkejut ketika ternyata tangan Alena sudah mencengkram erat tangannya, tatapan tajam mata Alena mampu menembus manik mata Rangga hingga membuatnya antara kagum dan merinding


"Jangan berani memukul wanita, kamu itu laki-laki, jaga martabat mu tuan Rangga" ucap Alena penuh penekanan dan membuang tangan Rangga


Ratu yang sudah sangat malu dengan kejadian itu langsung memperingatkan tunangannya itu


"Rangga sudah, malu dilihat banyak orang, kendalikan emosi mu" ucap Ratu lirih


"Diam!, Kau tidak lihat wanita ini berani melawanku!" Bentak Rangga sambil menatap wanita yang sudah berdiri di belakang Alena dengan wajah yang ketakutan


"Kalau kau berani menyentuh wanita ini, hadapi aku dulu" ucap Alena dan membuat nyali Rangga langsung menciut


Tidak ingin dirinya di permalukan, Rangga langsung menyeret Ratu pergi meninggalkan acara pernikahan itu, Raka dan Anggel langsung ikut turun dan melihat keadaan Alena dan wanita itu, sementara Edward hanya melihat dari kejauhan sambil tersenyum


"Wanitaku selalu mempesona dan tak terkalahkan" ucap Edward lirih


Kaisar dan Kirana saling menatap dan tersenyum mendengar Edward memuji istrinya, sementara Delia dan Daniel menarik nafas lega melihat kejadian yang menegangkan sudah berlalu


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan, muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2