
Kirana masih bingung dengan maksud perkataan Alfaro, hingga di dalam perjalanan pulang, dirinya masih berpikir keras untuk mencerna semuanya, sampai di rumah Kirana segera masuk untuk beristirahat
"Gimana perjalanan ngantar Alfaro Kiran, lancar?" Tanya Alena
"Alhamdulillah lancar kak, kak Alena belum tidur?"
"Masih pengen nonton tv" ucap Alena
Keduanya kini sudah duduk santai menonton televisi sambil sesekali berbincang tentang masa depannya atau apapun
"Oh, iya kak, aku heran sama Arini ya, dia tiap ketemu aku selalu intens nanyak soal pak Edward
"Oh ya, benarkah?" Tanya Alena
"Iyak kak, ini tadi juga membuat aku tekejut saat melihatnya sudah main ke rumah ini, padahal baru tadi pagi aku ngasih alamat kakak ke Arini"
"Hem, iya juga sih ya, Arini aneh gitu, tapi sudahlah, niat buruk kalau di dampingi banyak kebaikan di sekitarnya tidak akan bisa terlaksana". Ucap Alena
Tak berapa lama kemudian datanglah Edward yang kini sudah duduk di samping Istrinya, Kirana langsung pamit untuk beristirahat dan masuk ke dalam kamarnya
"Bee, kita nonton dikamar saja, bagaimana?" Tanya Edwar
Alena hanya tersenyum, dia sangat tau sifat Edward yang kadang melarang sesuatu dengan cara yang sangat halus dan membuat dirinya tidak pernah tersinggung
Kini keduanya sudah berjalan masuk ke dalam kamarnya, Alena segera membersihkan diri ditemani oleh Edward ke kamar mandi, setelah itu mereka beristirahat
*
Pagi itu Daniel dan beberapa orang kepercayaannya sudah berada di satu tempat, laporan hasil penyelidikan yang dilakukan secara diam-diam oleh pihak Eagle Company terkait dengan kecelakaan yang menimpa Raka dan Anggel mulai menemukan tutuk terang
"Sepertinya alat ini hanya dimiliki oleh perusahaan yang kita curigai pak Daniel"
"Hem aku sudah menduganya, baiklah simpan semua bukti apapun, dan awasi pergerakan orang di Luxury Company"
"Baik pak"
Kini Daniel segera masuk kedalam mobilnya untuk melanjutkan perjalanan menuju perusahaan Eagle Company
Sampai di perusahaan, Daniel langsung masuk dan menuju keruangan Edward, sejenak Edward terkejut melihat kedatangan Daniel
"Di mana sopan santun mu, ucap salam kalau masuk ke ruangan ku, biar mahluk lain yang mengikuti mu tidak ikut masuk keruangan ini" ucap Edward
"Eh, omongan mu Ed, buat aku merinding, sorry, Assalamualaikum pak Edward" goda Daniel
"Waalaikumsalam, dasar kudanil, ada apa?"
"Kita sudah menemukan titik terang sabotase kecelakaan mobil Raka, semua bukti sudah kita punya, apa yang akan kita lakukan selanjutnya Ed?"
"Hem, aku akan menemui mereka, berani sekali mereka menyentuh orang-orang ku, sudah cukup selama ini kita membiarkan mereka berbuat samaunya sendiri"
"Aku setuju, kita sudah lama menahan diri tidak ikut campur urusan mereka, tapi kali ini mereka sudah keterlaluan, berani merencanakan pembunuhan orang-orang kita" kata Daniel
"Benar-benar harus diberi pelajaran" ucap Edward
"Hubungi pimpinan mereka dan buat janji bertemu hari ini, kalau mereka menolak, kirim video bukti kejahatan mereka" ucap Edward
"Ok, aku keruangan ku dulu Ed"
Daniel keluar dari ruangan Edward kemudian segera melakukan apa yang diperintahkan, Daniel tersenyum sinis dan bersemangat melihat kehancuran Luxury Company
__ADS_1
*
Alena dan Kaisar berjalan masuk menyusuri koridor Rumah Sakit menuju ke ruangan kerjanya
"Al, apa kamu belum waktunya Cuti?" Tanya Kaisar
"Bulan depan, tepat satu bulan sebelum proses persalinan aku akan ambil cuti" jawab Alena
"Hem, syukurlah, aku semakin sesak melihatmu harus berjalan kesana kemari saat bekerja"
"Hehe, tapi aku sangat menyukainya Kai, mereka ikut merasakan suka duka saat aku bekerja keras, aku yakin saat lahir mereka tidak akan menjadi anak yang manja" ucap Alena
"Amin, aku selalu mendoakan kalian sehat dan sejahtera"
"Makasih paman Kai yang tampan, apa paman mau menyentuh ku?" Ucap Alena
"Boleh?"
"Tentu saja, sini tanganmu" ucap Alena sambil menarik tangan Kaisar
Alena menyentuhkan telapak tangan Kaisar keperut Besar Alena sebentar dan benar saja, mereka langsung bergerak sesekali menendang tangan Kaisar
"Al, mereka menendang ku, kalian ingin mengajak paman Kai bertarung rupanya hem?" ucap Kaisar sambil tersenyum
"Masih dalam perut saja sudah gini ya Kai, ntar gede dikit nantangin Dadynya gelut nih "
"Hahaha" keduanya tertawa membayangkan Edward di keroyok sama ketiga anak kembarnya
Tanpa sengaja Alena yang sedang melanjutkan jalannya sambil bercanda dengan Kaisar membahas Edward dan calon anaknya tiba-tiba saja menyenggol seseorang yang berjalan terburu-buru hingga Alena hampir terjatuh, beruntung Kaisar langsung memegangi tubuh Alena
"Hei tuan, perhatikan jalanmu!" Teriak Kaisar dan membuat orang itu berhenti dan membalikan badan dengan wajah penuh Emosi
"Apa, dasar pengawal sia*lan, seenaknya saja main teriakin orang, memangnya siapa kamu ha!" Ucap Rangga
"Dia kakakku, bukan hanya sekedar pengawal ku, dan bagiku, dia lebih berharga daripada seorang laki-laki yang hanya bisa teriak dan memaksakan kehendaknya menyakiti wanita" sahut Alena mendekat ke Rangga
"Maaf nona Alena, apa maksud anda?"
"Tidak usah berlagak bodoh di depanku, apa yang kau lakukan diluar sana aku tidak perduli, tapi sampai berani kau menghina dan menyakiti keluarga dan teman-temanku, kau akan berhadapan denganku, jadi jangan berani menyakiti Ratu, ingat baik-baik perkataan ku!"
Ucap Alena
Kaisar melangkah mendekati Alena kemudian tersenyum ke arahnya
"Terimakasih sudah membelaku Al, jangan membuang energi mu untuk sesuatu yang tidak penting, ayo!" Ucap Kaisar mengajak Alena pergi menjauh dari Rangga yang terkejut dengan perkataan Alena hingga membuatnya merinding
Alena segera masuk keruangan poli bedah dan siap menjalankan tugasnya, sedangkan Kaisar seperti biasanya menunggu Alena di luar sambil mempelajari cara membaca kitab suci dalam handphone nya
Beberapa saat kemudian handphone Kaisar berbunyi dan dilihatnya ternyata dari Alena
"Ada apa Al?"
"Aku pengen yang seger-seger Kai, belikan Es kopyor langganan ku ya"
"Iya, tapi aku kurangi gulanya ya, jangan makan yang terlalu masih saat hamil, Edward berpesan padaku untuk mengawasi makanmu saat diluaran"
"Iya, serah deh, pokoknya es kopyor"
Kaisar segera beranjak dari duduknya, saat melewati ruangan Ratu, kaisar di kejutkan dengan suara pertengkaran dua orang
__ADS_1
"Apa maksudmu!, Berani sekali kau ingin memutuskan pertunangan ini ha!"
"Iya, aku sudah tidak tahan lagi dengan sikap sombong dan kasar mu Rangga" ucap Ratu
"Apa, dasar wanita tidak tahu diri, beruntung papaku mendonorkan ginjalnya dan membuat papamu bisa bernafas sampai sekarang"
"Cukup, aku tau keluargaku berutang Budi yang besar dan tidak mungkin sanggup di bayar dengan apapun, bahkan dengan pertunangan kita sekalipun"
"Dasar kurang ajar, wanita sia*lan, inikah balasanmu atas apa yang dilakukan papaku ha!"
"Aku akan jelaskan semuanya ke keluargamu!"
"Jangan berani!,kau tau , mereka akan terluka dan berfikir aku tidak becus menjaga hubungan ini!"
"Memang ini kenyataanya!"
PLAK
Tamparan keras mendarat di pipi Ratu hingga membuat sudut bibirnya berdarah
"Kau_ , berani kau menamparku Rangga!" Teriak Ratu
Dan Rangga bersiap menampar Ratu kembali, hingga sebuah tangan menghentikan nya
"Kau lagi!, Jangan ikut campur urusanku!" Teriak Rangga
"Jangan memukul wanita kalau kamu seorang laki-laki sejati" ucap Kaisar
"Terserah apa mau ku, breng*sek!" Ucap Rangga
Kaisar segera menyeret Rangga keluar dari ruangan Ratu dan mendorongnya
"Ratu belum menjadi istrimu, jadi tidak ada hak apapun dirimu atas dirinya, aku peringatkan, jangan berani menyakiti teman-teman Alena, atau kau akan tau akibatnya"
"Sialan, kenapa kalian selalu ikut campur urusanku, bang*sat!" Teriak Rangga kemudian berlalu dari tempat itu
Sementara itu, Ratu masih berusaha menahan tangisnya, dia mencari sesuatu untuk mengobati luka di bibirnya, tangannya bergetar berusaha menenangkan dirinya dari rasa takut dengan kejadian yang baru saja dialaminya
Perlahan Kaisar membantu Ratu mengambil kotak obat itu, kemudian memegang tangan Ratu yang masih gemetar, sesaat Ratu terdiam
"Tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa, ada aku disini" ucap Kaisar
Entah dorongan dari mana, tiba-tiba saja Ratu merasa tidak kuat lagi dengan beban hidupnya dan langsung menjatuhkan dirinya, menangis dalam pelukan Kaisar
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1