Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 203


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Edward


Alena segera pergi menuju ke kamarnya disusul dengan Edward yang kini sudah berada di belakangnya, Edward membantu Alena untuk melepaskan pakaiannya dan menyiapkan air hangat di dalam Bathtub yang akan digunakan oleh istrinya untuk berendam sebentar merilekskan badannya


Malam ini terasa sangat panas, hingga Alena ingin berendam sejenak di dalam bathtub sebelum tidur malam


"Bee, sebaiknya kamu segera mandi, sudah aku siapkan air hangat untuk mu" ucap Edward


"Thanks honey, Aku akan segera mandi, Apa kau mau membantuku?" Ucap Alena menggoda


Edward tersenyum sambil mengamati tubuh Alena yang kini terlihat seksi dengan hanya memakai handuk putih yang dililitkan di tubuhnya


"Hem, Apa kau sedang menggodaku, Bee?"


"Bisa dibilang begitu Honey, Apa kau sudah mulai tergoda denganku?"


"Tentu saja Bee, tanpa kau menggoda, aku selalu menginginkanmu" Ucap Edward sambil tersenyum


Edward segera menyusul istrinya dan membantunya mandi, sejak kehamilannya yang semakin besar Edwar sangat protektif menjaga Alena saat melakukan kegiatan apapun, maklum kehamilan kembar tiganya itu membuat Alena susah bergerak dan berjalan seperti biasanya, namun demikian Alena selalu bersyukur dan berusaha tidak bermalas-malasan, karena dia sadar bahwa anak-anaknya sudah bisa belajar sejak dalam kandungan


*


Pagi ini dokter yang merawat Arini sudah menentukan diagnosa bahwa Arini mengalami gangguan kejiwaan yang lumayan parah, kadang dia tertawa, sedih dan menangis


Pagi itu sengaja Edward membawa Alena untuk melihat keadaan Arini di rumah sakit, kebetulan sekali disaat yang sama sang dokter yang merawat ingin memberitahu kan keadaan Arini yang harus melanjutkan perawatan di Rumah Sakit Jiwa dalam waktu yang tidak sebentar


"Jadi Arini akan segera dipindahkan ke rumah Sakit Jiwa untuk mendapatkan perawatan dokter?" Tanya Alena


"Begitulah dokter Alena, saya rasa anda sudah sangat memahami akan hal ini"


"Iya saya mengerti dokter, dan sebaiknya memang harus disegerakan agar Arini cepat mendapatkan perawatan yang dibutuhkan" ucap Alena


Sang dokter itupun akhirnya segera mengurus kepindahan pasien atas nama Arini ke Rumah Sakit Jiwa terbaik untuk mendapatkan perawatan


Edward dan Arini mengikuti proses kepindahan Arini hingga ke Rumah Sakit yang dituju, setelah melakukan administrasi dan sebagainya, keduanya kini menuju ke perusahaan Edward, Alena yang kebetulan masih libur bekerja ingin ikut dengan suaminya


Tepat jam 11 siang keduanya sudah berada di perusahaan Eagle Company, tampak Daniel sudah menyambut kedatangan Edward bersama dengan Kaisar dan pengawalnya, Raka juga sudah berada di perusahaan itu bersiap mengawal Edward kemanapun


Alena memanggil Raka dan juga mengajak Kaisar masuk ke dalam ruangan kerja Edward, hingga semuanya kini sudah berada di dalam ruangan


"Aku dan Alena baru saja melihat keadaan Arini, untuk saat ini dan beberapa tahun ke depan mungkin Arini akan tinggal dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa" ucap Edward

__ADS_1


"Sekarang yang aku cemaskan adalah keadaan Ambar, tidak mungkin anak sekecil itu harus hidup sendirian, dia juga membutuhkan keluarga yang lengkap untuk mengobati segala trauma hidupnya" ucap Alena


"Kita ingin Ambar hidup dengan merasakan kebahagiaan, jadi aku dan Alena memutuskan untuk mengadopsi Ambar" sahut Edward


"Tunggu, maaf saya harus menyela pembicaraan pak Edward, saya mohon demi istri saya pak, biarkan Ambar kami yang adopsi, kasihanilah Anggel, dia sangat menginginkan seorang anak saat ini, apalagi sekarang ini saya dan Anggel sangat menyayangi Ambar" ucap Raka memohon


Edward dan Alena masih terdiam


"Kalau menurutku, Ambar lebih pas diadopsi oleh Raka, mengingat musibah yang dialami Anggel, apalagi sebentar lagi kamu akan direpotkan dengan kelahiran anak-anak mu Ed" ucap Daniel


"Aku juga setuju dengan Daniel, ikatan batin antara Ambar dan Anggel sudah kuat, itu akan lebih memudahkan Ambar beradaptasi dengan lingkungan barunya" ucap Kaisar


"Baiklah, aku juga tidak keberatan kali Raka dan Anggel yang akan mengadopsi Ambar, tapi karena keadaan Arini yang seperti itu, kau harus mencari wali dari keluarga Ambar untuk proses adopsi Raka" kata Alena


"Terimakasih Al, aku akan mencari informasi tentang keluarga Arini dan segera mengurus proses adopsi secara sah, agar tidak ada masalah di kemudian hari" ucap Raka


Kemudian Raka segera keluar dan memberitahu Istrinya tentang rencana pengadopsian Ambar, tentu saja Anggel langsung menangis bahagia mendengar hal ini


Sementara Daniel kembali keruangan nya untuk melanjutkan pekerjaannya, begitu juga dengan Kaisar yang kini sudah berjaga di luar bersama dengan pengawal yang lainnya


Tidak ingin membuang waktu dan kesempatan, Raka segera menghubungi anak buahnya dan orang-orang yang pernah dia kenal untuk membatunya mencari informasi tentang keberadaan keluarga Arini, Selain itu dirinya juga melakukan pencarian melalui informasi yang ada di media sosial


*


Alena tersenyum melihat wajah serius suaminya yang kini tengah meneliti beberapa berkas yang akan ditandatangani, dirinya ingin merebahkan tubuhnya sebentar hingga sesaat kemudian membuka ruangan Rahasia di dalam ruang kerja Edward


Dengan langkah pasti Alena masuk kedalam ruangan itu, dirinya nampak tersenyum ketika melihat ruang rahasia yang sangat tertata dengan Rapi, senyuman tipis terlihat dari bibir Alena saat mengingat kejadian panas yang dulu sering dilakukannya bersama Edward diruangan itu


Perlahan Alena merebahkan tubuhnya sambil menyalakan Tv dan melihat berita, betapa terkejutnya Alena saat wajah cantik Kirana ada di dalam berita itu, rupanya penampilan Kirana semalam dalam acara fashion show mampu menggebrak dunia permodelan saat ini, hingga namanya kini melambung, Alena tersenyum saat melihat betapa Kirana sangat terlihat menjaga cara berpakaiannya yang lebih tertutup dari pada model yang lain


Namun demikian tampak aura bintang dari gestur tubuh dan cara bicara Kirana


"Kau luar biasa Kirana, semoga kariermu akan semakin melesat, aku tidak sabar menunggu hal itu" batin Alena


Merasa bosan di dalam ruangan saja, Alena berniat untuk keluar dan mencari udara segar dengan berjalan-jalan bersama Kaisar, namun dirinya sangat terkejut ketika tiba-tiba saja Edward sudah masuk duluan ke dalam ruangan itu sebelum Alena sempat keluar dari sana


Edward langsung mencium bibir Alena yang sudah ada di depannya dengan lembut, kini ciuman itu berubah menjadi luma*tan yang dalam dan hangat, tangan Edward memegang tengkuk istrinya sambil memperkuat ciumannya, lidahnya kini sudah masuk menjelajah ke dalam mulut Alena


Alena yang mendapat serangan mendadak dari suaminya sempat gelagapan mengatur nafasnya


"Tunggu honey, kau ini kenapa?" Tanya Alena kaget

__ADS_1


"Tentu saja aku menginginkanmu Bee, hadirnya kamu di ruangan ini mengingatkan ku kejadian panas yang dulu beberapa kali kita lakukan disini, dan aku menginginkan hal itu lagi, Sekarang" ucap Edward


"Dasar kau ini, baik, kali ini harus hati-hati oke, ada anak-anak mu yang sudah hampir brojol beberapa Minggu lagi" ucap Alena


"Siap Bee, akan aku lakukan dengan pelan my love, kalian tenanglah ya, Dedy ingin menikmati mommy dulu, jangan nakal" ucap Edward


Perlahan Edward melepaskan semua kain yang menempel di tubuh istrinya, kemudian menciumi wajah bibir dan turun ke bukit kembar istrinya yang tampak sangat mon*tok dan menawan, di remasnya bukit kembar itu perlahan hingga Alena tampak mulai mend*esah perlahan, kini tubuh polos Alena sudah berada di atas meja, Edward semakin menggila melihat kemo*lekan tubuh istrinya


Perlahan kaki istrinya di angkat di atas meja dan dibukanya, tampak milik Alena terpampang nyata di depannya, Edward menyusuri milik istrinya dengan menggunakan usapan lidahnya, sesekali menghisapnya pelan hingga membuat Alena makin tidak karuan


"Aah, honey, ini sangat nikmat" ucap Alena


Edward hanya tersenyum dan kemudian mengelus perut besar istrinya sambil menyiapkan sang pusaka yang sudah menegang di depan int*im Alena, perlahan Edward memasukkan miliknya sambil memandang tubuh polos istrinya yang terlentang indah di atas meja, dengan posisi berdiri Edward terus memasukkan sang pusaka dengan sempurna


"Ohh, Bee, milikmu sangat hangat dan nikmat" ucap Edward


Tangan Edward beralih memegangi pinggang istrinya dan kemudian melakukan gerakan yang membuat tubuh istrinya terguncang mengikuti irama keluar masuk pusakanya kedalam int*im istrinya


"Honey ohh, aku mau keluar"


"Keluarkan Bee, jangan di tahan, aku juga hampir_ssh, Ahh"


Gerakan Edward makin lama makin cepat dan akhirnya keduanya berteriak mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa


Edward tersenyum puas sambil berdiri di tepian meja dan sang pusaka masih menancap di dalam sana, begitu juga Alena yang masih tergeletak diatas meja sambil mengatur kembali nafasnya, keduanya saling pandang dan tertawa kecil lalu Edward melepaskan miliknya dari dalam tubuh Alena, kemudian keduanya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersuci


Bersambung


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Ikuti juga cerita "SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2