
Delia kembali melangkahkan kakinya menuju ke meja Daniel dan Natasya
"Boleh aku ikut bergabung?" Tanya Delia
Sontak Daniel dan Natasya terkejut saat mendapati Delia sudah ada di depan mereka
"Honey?" Ucap Daniel
"Kenapa, kalian seperti melihat hantu saja" ucap Delia
"Oh tidak Del, silahkan duduk" ucap Natasya segera membersihkan air matanya dan berusaha tersenyum ke Delia yang kini sudah duduk di depannya
"Sorry honey, aku tadi sudah meninggalkan pesan untukmu" ucap Daniel
Delia masih terdiam dan menatap tajam kearah dua orang di depannya satu persatu
"Bisa jelaskan apa yang terjadi disini?"
"Aku hanya menemani Natasya memesan kue ulang tahun Janeta yang tidak sengaja aku jatuhkan honey"
"Oh jadi begitu, haruskah memesan kue dengan derai an air mata dan juga pegangan tangan?" Tanya Delia membuat Natasya sangat terkejut begitu juga Daniel
"Honey, akan aku jelaskan nanti, ini salah paham saja" ucap Daniel
"Maafkan saya Del, tadi aku hanya sedikit cerita sesuatu saja ke Daniel" ucap Natasya
"Kalian kompak sekali, oke, silahkan di lanjutkan, aku akan kembali ke tempatku, rasanya aku tidak pantas mencampuri urusan orang lain" ucap Delia langsung beranjak dari kursi dan berjalan cepat keluar dari toko dengan menahan amarahnya
"Honey tunggu!" Teriak Daniel sambil mengejar Istrinya dan meninggalkan Natasya begitu saja
Daniel kini mengikuti langkah Delia dan berada di sampingnya
"Honey, aku bisa jelaskan, tidak ada apa-apa antara aku dan Natasya" ucap Daniel
Delia masih terdiam dan terus berjalan tanpa mengucapkan sepatah katapun, hingga akhirnya kembali masuk ke dalam toko sebelumnya untuk menghampiri Raka yang sudah menunggunya
"Syukurlah kalian sudah barengan, tadi Delia nunggu pak Daniel" ucap Raka
"Iya Ka, sorry tadi_" ucap Daniel tertahan
"Sedang melayani wanita Cantik" sahut Delia
"Honey, aku gak ada apa-apa" ucap Daniel
"Ehem, sepertinya sekarang gantian aku yang harus ke Toilet, permisi dulu ya" ucap Raka segera keluar karena tau ada kondisi darurat dengan sepasang suami istri yang ada di depannya
Delia melanjutkan belanjanya tanpa memperdulikan Daniel, dengan menghela nafas, Daniel berusaha untuk bersabar dan mengawasi Delia sambil kemudian duduk di tempat tunggu depan toko bersama dengan Raka
"Apa pak Daniel baik-baik saja?" Tanya Raka yang melihat Daniel terdiam
"Iya, tadi hanya salah paham saja" ucap Daniel kemudian menceritakan kejadian yang sebenarnya
"Wajar kalau Delia marah, dia pasti cemburu melihat suaminya ada di satu tempat bersama dengan wanita, apalagi cuma berdua" ucap Raka
"Tapi aku sudah mengirim pesan padanya Ka"
__ADS_1
"Mungkin saja belum terbaca" ucap Raka
"Bener juga sih"
"Delia itu jarang sekali marah orangnya, kalau nanti pak Daniel bisa menjelaskan dengan tenang dari hati ke hati, pasti Delia akan mengerti, dia hanya sedang kesal saja sekarang" ucap Raka
"Aku tau Ka, mangkanya aku diam saja dari tadi" jawab Daniel
Tak lama kemudian Datang Delia keluar dari pertokoan dan langsung ingin kembali pulang, Raka terkejut dengan keputusan Delia kemudian menoleh ke arah Daniel
"Honey, tunggu!"
"Apalagi, kalau kamu masih mau jalan sama Natasya, silahkan, biar aku pulang sama Raka"
"Honey, kamu itu ngomong apa sih, ikut aku!" Ucap Daniel sambil menyambar tangan Delia dan menariknya ke suatu tempat yang sepi
"Ngapain kita ke sini?!" Ucap Delia kesal
"Duduk dan kita bicara, kita ini sudah dewasa, kalau ada masalah kita bicarakan baik-baik, jangan uring-uringan gak jelas, gak pantas di lihat orang" ucap Daniel yang juga termakan emosi
"Apanya yang gak jelas, aku lihat sendiri dengan jelas bagaimana kamu tadi bersikap gak pantas sama wanita lain"
"Okey, sekarang kamu diam dan dengarkan penjelasan ku dari awal sampai akhir, jangan menyela sebelum aku selesai cerita semuanya, mengerti?" Ucap Daniel yang kemudian langsung bercerita kejadian yang sebenarnya
Delia sempat terkejut saat Daniel menceritakan kalau ternyata Natasya berbicara jujur tentang perasaannya yang mulai menyukai dan merindukan suaminya, di sisi lain Delia sangat bersyukur ternyata suaminya bisa menjaga dirinya dan tidak melakukan hal seperti apa yang dia kira
"Sudah, sekarang kamu boleh bertanya atau protes apapun, aku terima" ucap Daniel di akhir ceritanya
"Emm, gak ada yang mau aku tanyakan lagi" ucap Delia
"Jadi masih marah nggak?" Tanya Daniel
"Iya, nggak marah tapi ngambek minta pulang, lama-lama sama kayak anak kecil minta jajan gak diturutin"
"Apaan sih, mana ada aku ngambek, kita jalan lagi yok, hehe"
"Hem, udah bisa ketawa sekarang, dasar, cemburunya kayak bocah baru pacaran"
PLAK
"Aduh, sakit Honey, main tabok aja" ucap Daniel
"Biar kamu gak ngatain istrimu lagi, dan ingat, jaga jarak sama Natasya, udah tau sekarang dia suka sama kamu, jangan malah di buat salah paham dia" jawab Delia
"Siap honey, tapi jangan suka curiga dan marah lagi, langsung di bicarakan saja kalau ada apa-apa" kata Daniel
*
Sementara itu, ditempat Alena dan Edward berada, ketiga buah hatinya sedang tertawa di sebuah tempat pusat permainan, Kaisar kadang ikut tertawa melihat tingkah lucu ketiganya
"Papa Kai, ikutan dong, seru ni!" Teriak Ailina
"Gak usah, papa Kai tunggu disini saja ya, kalian mainlah"
"Gak seru!, Ayo pa, ikut!" Teriak Ethan
__ADS_1
Sedangkan Evan sudah menarik tangan Kaisar dan akhirnya Kaisar ikutan bermain bersama dengan mereka, tak lama kemudian tampak ketiga bocah itu sangat kelelahan
"Papa beli air minum dulu buat kalian, jangan ke mana-mana" ucap Kaisar kemudian pergi dan menyuruh seorang pengawal menjaga mereka sementara
Ailina melihat ada sebuah tempat seperti taman yang sangat indah namun belum jadi dan kebetulan sepi
"Kak, kita kesana yok" ucap Ailin
"Tunggu papa kaisar dulu Ailin" ucap Ethan
"Cuma deket kak, nanti biar papa Kai nyusul" ucap Evan yang kini sudah lari ke taman itu bersama dengan Ailina, kemudian Ethan dan seorang pengawal yang di tugaskan menjaga mereka ikut menyusul
Namun baru saja mereka berlarian, tiba-tiba saja ada beberapa laki-laki berbadan tinggi besar dan mencurigakan mendekat, sang pengawal langsung pasang badan di depan, tanpa diduga beberapa laki-laki itu langsung menyerang pengawal itu hingga keteteran, sementara Ethan dengan cepat mengamankan Ailina dan Evan di belakang tubuhnya
"Kak, kenapa mereka menyerang paman pengawal kita?" Ucap Ailina cemas
"Aku tidak tau, kalian disini, biar aku ikut membantu" ucap Ethan
Ethan segera melompat dan menendang salah satu orang itu, orang-orang itu sangat terkejut ketika salah satu dari mereka roboh oleh tendangan anak sekecil Ethan
"Sh*it!, Kalian hati-hati, anak itu punya kemampuan yang lumayan" ucap salah satu orang itu
"Tuan Ethan, mundur saja, biar saya yang tangani, ini bahaya tuan" ucap sang pengawal yang sudah terengah-engah
"Paman kalah tenaga sama mereka, akan keteteran tanpa bantuan ku"
Dan benar saja mereka kini menyerang Ethan dan juga sang pengawal, rupanya mereka orang-orang yang sangat terlatih, hingga beberapa kali Ethan juga sempat terkena tendangan
Melihat kakaknya berusaha melawan, Ailina dan Evan memutuskan untuk ikut bergabung dan bertarung, pertarungan kini semakin sengit, ketiga bocah kembar itu luar biasa lincah saat bertarung melawan musuh-musuhnya
Pihak lawan merasa terpojok hingga akhirnya orang-orang itu mengeluarkan senjata dan menodongkannya ke arah ketiga bocah kembar itu dan juga pengawalnya
Pertarungan berhenti, ketiga bocah kembar merapatkan tubuhnya untuk saling melindungi dari senjata, sang pengawal maju melindungi ketiga majikan kecilnya
"Dasar Se*tan kecil, kalian benar-benar merepotkan, jangan ada yang berani bergerak, ikut dengan kami atau kalian akan terbunuh dengan timah panas ini!" Teriak salah satu dari mereka
"Kak, bagaimana ini, Mommy sama Daddy melarang kita menunjukkan kekuatan tenaga dalam yang kita miliki" ucap Ailin
"Tenanglah, jangan menunjukkan kekuatan kita kalau tidak benar-benar terpaksa" ucap Ethan
"Tapi kak, ini sudah darurat kan?" Ucap Evan sambil tersenyum berharap bisa memakai kekuatannya
"Jangan sembarangan memakai kekuatanmu Evan, jaga sikapmu" ucap Ethan
Orang-orang itu bersiap melangkah maju ke arah ketiga bocah kembar, sambil menodongkan senjata hendak menangkap ketiganya, sang pengawal yang menghadangnya langsung di pukul dan di tendang hingga jatuh ke lantai
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE