
Alena dan Delia di ajak untuk makan siang di restoran depan Rumah Sakit Royal Murrage Hospital oleh Amaya
"Kamu itu kenapa sih Al?" Tanya Delia
"Aku jengkel sama Edward kak, tadi pagi aku gak mau berangkat di kerjain hingga telat ngantor, pengering rambut gak tau di buang kemana sama dia"
"Trus masalahnya dimana?"
Ya kan aku jadi basah basahan kak, nembus gitu di hijab aku, malu aku kan, dikira macem-macem"
"Kenyataannya kan memang macem-macem Al"
Nggak kak, sumpah tadi pagi cuma satu macem doang model Bercintanya
BRUG
Pelayan resto yang mendengar langsung menubruk meja saking kagetnya
"Dasar mulut kamu itu Al, lihat itu gara-gara perbuatan kamu pada nubruk meja noh" ucap Amaya
"Hehehe, salah mereka kenapa dengerin pembicaraan orang"
"Mulut kamu itu los banget kalau ngomong, dasar!" Sahut Delia
"Udah jangan cerita lagi, kita udah pada gerah ini, awas ngomongnya kalau Vul*gar ya" ancam Amaya
"Maksutnya gerah kenapa sih kalian ini, aku mau curhat ini kak"
"Cara cerita kamu itu, bikin sesuatu di dalam diri kita berkedut-kedut Al, bikin panas dingin tau nggak" jawab Delia
"Ooh, jadi kalian pada Horny!" Ucap Alena lagi agak keras
PRANG!
Kini beberapa pelayan yang sedang membereskan meja makan tanpa sengaja menjatuhkan tempat makan saking terkejutnya mendengar perkataan Alena
Delia dan Amaya langsung membungkam mulut Alena sambil menatap Alena tajam mengancam
"Hehehe, maaf, maaf, aku gak akan ngomong lagi dah" ucap Alena tanpa dosa
Kemudian ketiganya langsung menyantap makanan yang sudah disediakan, tak lama datanglah Exel dan Amalia bergandengan tangan dengan mesra masuk ke dalam Restoran itu juga, Delia melihatnya dan langsung Kepo
"Aish, ada pasangan kekasih mesra banget tu lihat!" Ucap Delia
Sontak Amaya dan Alena langsung menoleh, dan ikut terkejut melihatnya
"Kita panggil aja, biar ikutan gabung ma kita, biar rame" sahut Alena
Alena langsung memanggil mereka, Amalia kaget saat melihat teman-teman nya sudah tersenyum dan memberikan kode untuk bergabung, Amalia dan Exel akhirnya ikut bergabung dan pembicaraan seru pun akhirnya terjadi
"Asik ya, kalau ngumpul gini seru" ucap Alena
"Hem, Rame, tambah semangat hidup" sahut Delia
"Ngomong-ngomong kalian mesra banget, apa ada yang belum kamu ceritakan ke kita nih Amalia?" Tanya Amaya
"Ehem, sebenarnya kita sudah tunangan dan sebentar lagi akan menikah"
Sontak ketiga trio gesrek itu langsung rame, dan hampir membuat keributan yang mengundang banyak mata akhirnya memperhatikan mereka
"Sudah kalian jangan ribut gitu, malu dilihat sama orang tu" ucap Amalia
"Wah, kita kayaknya di salip kanan, salip kiri ini Am" ucap Delia
"Mangkanya gak usah balapan, biar gak di salip mulu" ucap Alena
"Ya pengennya gitu, tapi mau gimana lagi, belum ketemu jodoh ,ya nggak Am" ucap Delia
"Tul" jawan Amaya
"Nggak usah tal tul tal tul..noh lihat, pangeran mu lagi jalan kesini" ucap Alena
Semuanya terkejut dan serentak menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Alena, dan rupanya Aditama sudah hampir mendekati meja makan mereka
"Halo semua, boleh bergabung?" Ucap Aditama
"Tentu saja, silahkan Dokter Aditama" ucap Exel
"Oh, ada dokter Exel dan dokter Amalia juga rupanya" ucap Aditama yang dengan santai langsung duduk di dekat Amaya
"Hai Am, sudah makan?" Tanya Aditama pelan
"Sudah, ini nunggu yang lainnya belum pada selesai"
"Jangan makan pedas, ingat keluhan lambung kamu, sering kambuh nggak?"
"Nggak, aku sudah ngurangi makan pedas kok"
Kini pembicaraan keduanya mengalir dengan baik, Alena dan Delia saling pandang dan tersenyum bahagia melihat kedekatan mereka lagi
"Al, tolong kamu hubungi pak Edward" ucap Delia
__ADS_1
"Ngapain?" Tanya Alena
"Peringatkan dia, jangan sampai ke sini dan ikut gabung ma kita"
"Memang kenapa sih kak?" Tanya Alena tidak mengerti
"Aku bisa mati ngenes kalau semua pasangan ada disini Al, gak kasian kamu sama diriku ini?"
"Xixixi, iya, jangan khawatir kak, Edward lagi sibuk ngurus kepindahannya besok, jadi gak akan sempat ke sini"
"Alhamdulillah"
Namun kenyataan tidak seindah harapan, baru saja Delia mengucap syukur, tiba-tiba saja handphone Alena berdering dan terdengar Edward ingin mengajaknya makan siang, Alena langsung mengatakan kalau lagi ngumpul makan siang di restoran dekat dengan Rumah Sakit Royal Murrage Hospital, tentu saja Edward ingin bergabung dengan istrinya
"Maaf kak, Edward pengen ikutan gabung, hehehe"
"Yah, mampus dah aku Al, nangis-nangis dah aku habis ini"
"Tenang kak, kita cuman makan doang, aku sama Edward gak akan bercinta disini kok" ucap Alena los bablas
"Uhuk-uhuk"
Hampir semua yang ada di sana tersedak makanan dan minuman masing-masing
"Yah, kumat nih anak" ucap Delia sambil memijit keningnya
Sementara yang lain hanya saling pandang satu sama lainnya
Edward sudah tiba di Restoran yang ternyata tidak sendiri melainkan bersama Raka, Delia yang melihat keberadaan Raka sangat senang, karena ada teman jomblo se nasip dengannya
"Selamat siang semua, rupanya para dokter sudah pada ngumpul disini hem?"
"Selamat siang, selamat bergabung pak Edward dan juga Raka, sini Ka, duduk dekat aku aja" ucap Delia
Edward langsung duduk di dekat Alena
CUP
Dengan cuek Edward mencium bibir istrinya
Semuanya terdiam membisu menyaksikan apa yang di lakukan Edward, tak ada satu orangpun yang berani protes, sedangkan Alena hanya tersenyum nyengir sambil menatap teman-temannya
"Sudah di pesankan makanannya Bee?"
"Sudah, kamu pengen kepiting asam manis kan honey?"
"Hem, nanti bantu aku mengupasnya ya" ucap Edward
Kini Semua menikmati hidangan yang ada di atas meja, sambil sesekali berbincang kecil membicarakan sesuatu
"Aditama, bagaimana kabar mommy Amita dan Dady Jordi?" Tanya Amalia
"Om Jordi dalam perawatan dari lumpuhnya, sedangkan Tante Amita, begitulah, tetap liar dan belum berubah" jawab Aditama
"Apa mereka ada di indo?"
"Nggak, mereka ada di Spanyol, aku minta maaf dengan apa yang menimpamu Amalia, aku meminta maaf atas nama keluargaku karena tingkah laku tanteku"
"Sudahlah, aku sudah membuka lembaran baru bersama dengan Exel"
"Hem, sebaiknya jangan mengingat lagi masa lalumu sayang" sahut Exel
Edward akhirnya bicara setelah beberapa saat hanya mendengar saja
"Hem, jadi kamu masih keponakan nyonya Amita, Dit?"
"Iya pak Edward, kebetulan Tante Amita adik kandung mamaku"
"Oh, jadi begitu"
"Yah begitulah, tapi sepak terjang tanteku sangat tidak baik, dan hal itu yang dulu sempat membuat keluarga bercerai berai"
"Maksudnya?" Tanya Alena
"Tante Amita selalu haus akan harta, hingga menggunakan segara cara untuk menguasai seluruh harta keluarga, kakek dan nenekku hingga jatuh sakit melihat bagaimana Tante Amita tega menyakiti saudara-saudaranya sendiri"
"Oh jadi seperti itu Dit?" ucap Amaya sempat terkejut
"Oh iya pak Edward, saya ingat sesuatu, sebelum saya pulang, saya sempat mendengar Tante merencanakan sesuatu untuk mencelakai Anda"
"APA!"
Semua serempak kaget mendengar perkataan Aditama
"Kenapa?" Tanya Alena
"Sepertinya Tante masih tidak terima dengan apa yang terjadi dengan Om Jordi" ucap Aditama
"Oh, jadi begitu?" Ucap Edward santai
"Iya pak Edward, saya harap anda lebih berhati-hati" ucap Aditama
__ADS_1
"Iya, terimakasih informasi dan peringatan nya" jawab Edward
"Honey, kamu harus hati-hati, aku jadi takut sendiri" ucap Alena
"Seperti inilah kehidupan Edward Runcel Eagle, bukannya kehidupan kakakmu juga sangat mirip dengan suami mu ini hem?" Ucap Edward sambil tersenyum ke arah Alena
"Iya, tapi aku takut juga, pokok kamu harus hati-hati honey"
"Jangan khawatir, aku pasti bisa menghadapi semuanya, selama aku tinggal nanti, kamu juga harus lebih hati-hati Bee"
"Pasti Honey"
Sesaat kemudian nampak Alena menginginkan buah anggur yang ada di tengah meja, namun tidak bisa karena tangganya sangat kotor dengan bekas bumbu kepiting asam manis
"Kamu ingin anggur Bee?"
"Iya, tapi tanganku kotor semua Honey"
"Aku bantu Bee"
Tiba-tiba saja Edward menyuapi Alena buah anggur menggunakan mulutnya karena tangganya juga kotor gara-gara makan kepiting asam manis, Alena terpaksa memakan buah anggurnya dari luma*tan bibir suaminya
Sontak semua yang ada di sana langsung membelalakkan mata menatap tak percaya dengan apa yang dilakukan Edward kepada Alena, hingga akhirnya mereka bernafas kembali sambil mengipas-ngipaskan tangan mereka sendiri
"Uh, panas ya Am" ucap Aditama sambil menarik nafas panjang dan menatap Amaya
"Rasanya AC di ruangan sini mati ya?" Ucap Exel sambil menatap Amalia
"Ka, minta menu Es kopyor yok, biar pikiran kita jadi adem" ucap Delia
"Wow, rasanya kayak permen nano nano ya Del?" Sahut Raka
Sementara itu Edward tetap cool dan cuek menikmati makan siangnya kembali, sedangkan Alena hanya senyum senyum sambil memperhatikan tingkah aneh teman-temannya
*
Malam telah tiba dan di sebuah mansion besar milik keluarga Jordi Setiawan yang ada di Jakarta, terdengar suara erangan dan ******* Nafas yang memburu dari balik kamar Amita Kirana sang nyonya pemilik mansion
"Oh aku sangat puas Rama"
"Aku juga nyonya Amita"
"Uang sudah aku kirimkan ke rekening mu, bagaimana dengan rencana kita untuk menghabisi Edward?"
"Semua sudah di atur sedemikian rupa nyonya, kita akan melakukannya di Jakarta karena mulai besok Edward akan kembali ke Jakarta"
"Hem, baguslah, semakin cepat akan semakin baik"
"Iya nyonya aku sudah tidak sabar membalaskan sakit hatiku karena dia sudah berani memecat ku dari perusahaannya"
"Tenanglah, setelah semuanya berjalan lancar, kau akan dapat memiliki Diamond Eagle Company kembali"
"Iya nyonya, saya sudah tidak sabar dengan hal itu"
"Oh iya, apa pembunuh bayaran yang kamu ceritakan itu sudah ada disini?"
"Besok dia akan tiba di sini nyonya, sementara akan saya carikan tempat dulu"
"Tidak usah, aku ingin dia sementara waktu tinggal di mansion ini bersamaku, hitung-hitung sekalian menjagaku"
"Baik nyonya, nanti akan saya beri tahu"
*
Di tempat yang lain, seorang wanita sedang mengamuk di sebuah Apartemen di temani dengan seorang laki-laki macho dan sangat tampan sekaligus seorang pembalap internasional yaitu Valentino Ramos
"Dasar wanita ja*lang, kurang ajar, beraninya mereka melakukan semua itu di depanku!!" Teriak Monalisa
"Sudahlah Beb, kendalikan emosimu" ucap Valentino
"Aku tidak mau tau Valen, gunakan segala cara untuk membuat si Alena breng*sek itu jatuh dalam pelukanmu, saat itu berhasil, akan aku berikan Apartemen mewah ini dan juga apapun yang kau inginkan"
"Wow, benarkah?, aku terima tawaranmu beb" ucap Valentino
"Besok Edward sudah pindah ke Jakarta, setelah itu sebaiknya segera lakukan rencana mu"
"Beres Beb, serahkan padaku"
Dan seperti biasa, Keduanya segera melakukan penyatuan di atas ranjang, desa*han dan Teriakan kenik#matan saling bersahutan di dalam apartemen itu, bahkan mereka melakukannya di manapun yan mereka suka, hingga akhirnya keduanya terhempas di dalam tempat tidur kembali
(Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1