
Alena datang ke Apartemen Edward dan langsung masuk karena sudah tau pasword pintu Apartemen Edward
"Edward!"
Teriak Alena sambil nyelonong masuk ke ruang tengah mencari keberadaan Edward
"Kamu, kenapa gak jawab, aku panggil-panggil" tanya Alena jengkel
"Apa?, Datang kerumah orang gak sopan, ucap salam kek"
"Assalamualaikum!" ucap Alena sambil manyun
"Waalaikumsalam salam" jawab Edward lirih banget bahkan hanya sayup-sayup nyampek ketelinga Alena
"Kamu itu jawab kok gitu sih, gak niat banget"
"Kamu juga ngucap salam gak ikhlas gitu" jawab Edward
"Ish, apaan sih kamu Ed, gak jelas"
"Kamu itu yang gak jelas"
"Edward!"
Teriak Alena lagi
"Heh, ini rumah orang ya, bukan pasar, ngapain teriak-teriak"
"Besok harus ikut jemput keluargaku!" ucap Alena
"Pemaksaan" jawab Edward
"Apa kamu bilang, ini semua juga gara-gara kamu ya, aku sudah pusing, tolong jangan bikin aku tambah pusing Ed"
"Kalau minta tolong itu yang baik, bukan asal mangap gitu, ayo ulangi!"
"Ih, kamu itu kayak nganggep aku ini anak kecil, gak mau!"
"Ya sudah, besok jemput sendiri saja, aku gak mau ikut"
"Edward!"
Teriak Alena lagi
"Diam gak, sekali lagi kamu teriak, aku bungkam mulut kamu pakek mulutku, coba saja kalau berani" ancam Edward
"Ish, tolonglah Ed, besok ikut ya, aku bisa di bantai sama mommy, kalau sampai kamu gak ikut Ed" ucap Alena dan duduk di dekat Edward
"Hem"
"Hem gimana sih Ed, ikut besok ya, ya Ed, please?" Mohon Alena dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Edward dan menatapnya dengan tatapan memelas
Edward terkesima dengan pemandangan di depan matanya, wajah cantik dan lucu Alena yang berpadu dengan indah dan sangat menggoda, jantung Edward berdetak kencang, insting kejantanan seorang laki-laki langsung menyeruak dan mengganggu pikirannya
"Shit, bocah ini benar-benar bisa membuatku gila, berusaha merayuku rupanya, hem" batin Edward
"Kena kau Edward, pasti kamu gak bisa menolak keinginanku" batin Alena semakin mendekatkan wajahnya dengan berani
Tiba-tiba Edward tersenyum tipis dan menyenggol tangan Alena hingga wajah Alena terjatuh menyentuh wajah Edward, dan
CUP
__ADS_1
bibir Alena jatuh tepat di bibir Edward, Alena langsung melebarkan matanya terkejut dan berniat menarik bibirnya, namun Edward segera menahan tubuh Alena,
"Emmh"
Tangan Alena meronta dan memukul-mukul dada Edward, hingga deheman pak Hari membuat Edward menghentikan perbuatannya
"Ehem!"
"Jangan berbuat mesum di tempat umum" ucap pak Hari sambil segera berlalu pergi
"Edward!"
Teriak Alena lagi, dan menendang kaki Edward dengan keras
"Au, Shit!, Keterlaluan kamu Al, ini sakit sekali tau!"
"Biar kapok, sekalian mau aku patahin kaki kamu, biar gak kurang ajar"
"Eh, siapa yang kurang ajar, bukannya kamu yang mencium ku, kenapa jadi kamu yang marah"
"Kau menjebak ku, kau benar-benar minta dihajar!" teriak Alena dan langsung menyerang Edward dengan gerakan yang sangat cepat, namun tentu saja Edward dengan mudah bisa mematahkan serangan Alena sambil tersenyum, hingga Edward mengunci gerakan Alena dalam pelukannya
Edward tersenyum tipis melihat Alena meronta-ronta minta di lepaskan, dan mendekatkan bibirnya lagi seakan ingin *****#* bibir Alena, dengan cepat Alena merapatkan bibirnya, menahan nafas dan memejamkan mata dengan raut wajah cemasnya
Edward hanya memegang bibir Alena pelan, sambil berbisik
"Besok aku akan menemanimu, pulang dan istirahatlah, latihan hari ini sudah cukup"
Alena tetap memejamkan mata sesaat setelah Edward melepaskan kuncian tubuhnya, Edward dengan langkah pelan meninggalkan Alena yang masih diam bagai patung
"Nona Alena, apa nona baik-baik saja?" ucap pak Hari menyadarkannya, dan dengan langkah cepat Alena ngacir keluar dari Apartemen Edward menahan malu dengan merutuki perbuatan Edward
"Dasar bocil, berani-beraninya mencoba merayuku" batin Edward
*
Keesokan harinya, jam 3 sore Alena dan kedua sahabatnya sudah bersiap-siap, Delia dibuat jengkel dengan kelakuan Alena yang super ribet dan berjalan mondar mandir dan membuat tegang suasana
"Eh Al, kamu kalau masih mondar mandir dan masang tampang cemas kayak gitu, mending kita gak ikut deh" ucap Delia jengah
"Iya ni anak, bikin kita makin jantungan aja nih, kamu ngapain sih, ribet amat, lagian yang kamu jemput itu keluarga kamu sendiri Al, ngapain panik gitu, heran aku tu" sahut Amaya
"Ish, kalian itu diam Napa sih, gimana aku gak panik, mereka datang dengan tujuan maksa anaknya buat nikah, ya jelas aku stres lah" jawab Alena
"Eleh, disuruh enak malah stres, aneh" ucap Amaya
"Apanya yang enak, dasar otak kamu mesum kan?" sahut Alena
"Ya kan bener, nikah itu enak lo katanya, kamu bisa merasakan surga dunia, aku aja ngebayangin, gimana enaknya ya, Sampek disebut surga dunia?" ucap Amaya
"Ish, jaga otak, jangan ngeres" sahut Alena nonyor pelan kepala Amaya
Sesaat kemudian terdengar bel pintu apartemennya Delia berbunyi
"Nah itu pasti pak Edward ni, cepet buka Al!" ucap Delia
"Ngapain di buka, kita langsung keluar aja, gak perlu nyuruh si kampret itu masuk" jawab Alena sambil jalan keluar diikuti dengan Delia dan Amaya
"Emang kenapa sih Al, gak sopan banget deh kamu" ucap Delia sambil berjalan
"Yang ada dia nanti kalau masuk malah membuat ulah" jawab Alena cuek
__ADS_1
"Ulah gimana maksudnya?" tanya Amaya bingung
"Ish, sudah, jangan berisik" jawab Alena sambil membuka pintu
Edward dan pak Hari sudah berada di depan pintu dengan berpakaian rapi, setelan jas yang sangat cocok untuk Edward membuatnya terlihat begitu menawan
Alena, Delia dan Amaya terpaku menatap ciptaan Tuhan yang sangat sempurna berada di depan matanya
"Sudah mantenginnya, kayak orang gak pernah lihat cowok keren saja" ucap Edward cuek sambil berjalan di dampingi pak Hari yang terkekeh melihat tingkah laku ketiga wanita itu
"Ish, pede sekali, dasar, arogan banget jadi orang" ucap lirih Alena sambil berjalan di belakang Edward
"Ya Gusti, itu manusia gantengnya kebangetan Al, kalau kamu gak mau, berarti kamu gak normal Al, beneran deh, sumpah" ucap Delia berjalan di sebelah Alena
"Gila kak, sempurna banget ciptaannya ya, aku Sampek hampir melayang tadi lihatnya" ucap Amaya yang berjalan di samping Delia
*
Akhirnya mereka berlima sampai di bandara dan bersiap menyambut kedatangan keluarga Nugraha yang tentu saja dengan pesawat pribadinya
Sesaat kemudian sebuah pesawat pribadi mendarat, Edward dan Alena segera berdiri diikuti dengan yang lainya
Dengan pengamanan ketat, para penumpang yang ada di pesawat itu turun, disana terlihat 3 orang laki dengan wibawa yang sangat luar biasa, dan 2 orang wanita yang kecantikannya diatas rata-rata, di tambah 2 bocah kecil yang menggemaskan sedang berlarian
Alena, Edward dan lainya segera menyambut dan memberikan salam, sementara Delia dan Amaya serasa tidak bisa menggerakkan badannya, saking kaget, terkejut, takut dan kagum bercampur menjadi satu
"Itu siapa Al, kok diam kayak patung gitu?" Tanya Jasmine setelah memeluk Alena
"Itu sahabat Alena mom, bentar aku bawa ke sini dulu" Alena langsung menghampiri Delia dan Amaya sambil memukul lengan keduanya
"Kalian ini kenapa, kayak orang linglung gitu, kesambet setan Bandara ya, ayok" Alena langsung menyeret kedua temannya
Sampai di dekat keluarganya, kedua teman Alena langsung berkeringat dingin, saking shock nya
"Kenalkan saya Del, Delia" ucap Delia sangat gugup
"Saya, anu, itu, saya Amaya " ucap Amaya tak kalah gugup sampai hampir lupa namanya sendiri
"Xixixi, kalian itu kenapa, lucu banget deh, sini, peluk Tante, anggap Tante mommy kalian juga" ucap Jasmine tersenyum dan langsung memeluk Delia dan Amaya bergantian, disaat itulah Delia dan Amaya serasa hampir pingsan
Beruntung Alena langsung menyadarkannya dengan Ancaman
"Kalau kalian Sampek pingsan, aku tinggal disini, awas ya!"
Sontak kedua teman Alena berusaha untuk menguatkan dirinya, sementara yang lainya tertawa melihat tingkah konyol Alena dan kedua sahabatnya
Akhirnya mereka semua langsung meluncur ke hotel mewah yang ternyata juga milik keluarga Nugraha
Bersambung
Terimakasih, jangan lupa jejak dukungannya
Tinggalkan LIKE
Tinggalkan KOMEN
Tinggalkan VOTE
Tinggalkan HADIAH
Jangan lupa Klik FAVORIT ya
__ADS_1