Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 94


__ADS_3

Kini semuanya menuju ke Mansion keluarga Nugraha, sampai di ditempat semua segera masuk dan berbincang di dalam


"Maaf karena semua sudah sampai, sebaiknya kita undur diri dulu untuk mempersiapkan segalanya" ucap Edoardo


"Baiklah Edo, apa yang kita rencanakan di pernikahan anak kita nanti semoga lancar" Jawab Abraham


"Amin, pasti lancar, kita akan ketemu lagi nanti" ucap Edoardo sambil memeluk Abraham


Jasmine tersenyum bahagia melihat suami dan besannya saling berpelukan dan terlihat akrab


Lain halnya dengan Edward dan Alena


"Al, kita ketemu Minggu pagi ya?" Tanya Edward malas


"Iya, kan emang acara pesta pernikahan hari Minggu kan, kamu lupa?"


"Bukan itu, kok lama banget ya?"


"Apanya lama, cuman 3 hari doang, belum tiga minggu, tiga bulan, tiga ta_"


CUP


Edward langsung menarik tubuh Alena ke dalam pelukannya dan menciumnya dengan lembut


"Aku kangen" bisik Edward melepas ciumannya dan berbisik di telinga Alena


"Nanti kita kan bareng terus Edita, belum juga pisah, dah bilang kangen" ucap Alena masih dalam pelukan Edward


"Hemh, aku suka bau tubuhmu Alpan" ucap Edward sambil menghirup dalam-dalam bau tubuh Alena dengan menempelkan hidungnya di leher Alena


"Sudah ah, geli ini, sana pulang dulu, kasian Dady Edoardo dan Daniel nungguin kamu tu"


"Oke, aku pulang dulu"


"Iya, jaga diri disana, banyak istirahat Ed, jangan suka begadang, makanan juga di jaga, inget kamu barusan terluka"


"Iya, banyak banget pesen nya, cium lagi ya?"


"Eh, gak ada, lihat tu Dady kamu jalan kesini"


Akhirnya Edward dengan terpaksa hanya memeluk Alena dan mencium keningnya, setelah itu pamit undur diri ke semua orang


Dikamar Alena semua para wanita sedang berkumpul


"Besok semuanya fitting gaun ya" ucap Jasmine


"Siap mom, mudah-mudahan, gak banyak yang editing ya" sahut Reyna


"Memang Dimana fitting bajunya?" Tanya Alena


"Di mansion kita aja" jawab Jasmine


"Kalian juga harus siap besok jam 8 pagi" Reyna ke Dalia dan Amaya


"Iya, siap kak Rey" ucap Delia


"Jangan khawatir kami akan selalu siap untuk Alena" sahut Amaya

__ADS_1


Sesaat kemudian Reyna dan Jasmine pun pergi, Alena dan kedua sahabatnya tidur bersama di dalam kamar mewah milik Alena, Sementara itu Edward berulang kali menghubungi Alena dan kedua sahabatnya tapi tidak diangkat, akhirnya dengan terpaksa menghubungi Alex


"Ada apa, malam-malam gini telpon Ed?" Ucap Alex


"Sorry, Alena baik-baik saja kan, aku menghubunginya berkali-kali tapi tidak diangkat"


"Bentar, aku ke kamarnya dulu" jawab Alex masuk ke kamar Alena dan mendapati Alena dan kedua temannya tidur dengan pose yang lucu, Edward segera memfoto dan mengirimkan ke Edward


"Tuh, udah aku kirim foto wanita kamu yang lagi tidur dengan muka yang berantakan" ucap Alex


"Hahaha, makasih Lex, bagiku dia sangat cantik dengan pose apapun" jawab Edward


"Dasar bucin, udah aku tutup dulu, minggu kita ketemu lagi" ucap Alex dan menutup sambungan telepon


*


Hari ini Mansion keluarga Nugraha sangat ramai kedatangan para desainer yang di sewa untuk merancang gaun pernikahan Alena dan para pengiringnya


Semua orang sudah mencoba gaun masing-masing yang bernuansa putih modern dan hasilnya cukup memuaskan, kali ini giliran gaun sang pengantin bernuansa putih menjuntai menampilkan aura kemewahan sejati, sungguh semua orang terpana melihat Alena memakainya, Delia dan Amaya mengabadikan momen tersebut, kemudian sengaja mengirimkan ke Edward


Tawa canda di acara fitting baju semakin ramai, semua orang tidak ada yang tidak bahagia, guyonan dan celotehan dari semua rombongan desainer juga mengisi kegembiraan acara itu, mansion keluarga Nugraha benar-benar bak sebuah istana yang kedatangan tuan putrinya, Jasmine sempat meneteskan air mata melihat keindahan pemandangan di dalam keluarganya, setelah Alex, kali ini Jasmine akan melepaskan anak perempuan satu-satunya untuk dibawa oleh suaminya


"Hei sayang, kenapa menangis Hem?" Ucap Abraham sambil memeluk Jasmine


"Ini tangisan bahagiaku sayang, ternyata Alena ku sudah dewasa, bahkan sudah harus dimiliki oleh seorang laki-laki yaitu suaminya"


"Hem, dia tetap gadis kecilku, kasih sayangku tidak akan pernah berubah untuknya" ucap Abraham


"Begitu juga aku sayang, rasanya sedih juga harus melepaskannya, nanti pasti dia akan ikut Edward kemanapun"


"Tenang, nanti malam kita buatkan Alex dan Alena adik lagi, bagaimana?"


"Me*sum ku hanya dengan istriku tercinta, Jasmine Agatha Nugraha"


Keduanya tertawa bahagia, saling berpelukan dan menatap semua kebahagiaan yang ada di depan mata


*


Di mansion Keluarga Eagle


"Ada apa Ed, dari tadi seperti memikirkan sesuatu?" Tanya Edoardo


"Gak ada Dad, semua persiapan pernikahanku sudah beres kan?" Tanya Edward


"Sudah 95 persen"


"Loh kok, terus yang 5 persen?"


"Lima persen, adanya kedua penganten, kalau gak ada mereka mana jadi 100 persen" ucap Edoardo sengaja menggoda anaknya


Edward hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya, tak lama kemudian datanglah sahabatnya Daniel dan tentu saja langsung membuat heboh


"Hai bro, bagaimana keadaan calon pengantin ha?"


"Baik, dari mana saja kamu ini, keluyuran, ditunggu dari tadi baru nongol sekarang" ucap Edward


"Emang kenapa, kangen?"

__ADS_1


"Ih, najis, ngapain kangen sama loe"


"Eleh, dulu sebelum ada Alena, siapa yang loe ribetin, gue mulu kan?"


"Mana ada, kamu itu yang ngribetin hidup orang"


"Ish, sudah, jangan ribut, aku pusing, kebayang ma seseorang terus dari kemaren"


"Ya sama, ini malah seharian Alpan belum menghubungi juga"


"Alpan?, Sahabat baru kamu, oh jadi kamu udah punya teman baru, trus melupakan aku gitu?"


"Eh Bang*sat, kelakuan kamu kayak seorang kekasih cemburu aja, menji*jikkan, lagian siapa yang punya teman baru , Alpan itu maksudku Alena"


"Ha, kok jadi Alpan?"


"Itu bukan urusanmu, terus siapa yang kamu bilang tadi buat kamu kebayang-bayang?" Tanya Edward


"Temannya Alpan, cantik banget ya itu orang, mirip sekali sama model terkenal di zamanya, Arumi Saraswati"


Edward langsung menahan tawa, melihat kebodohan Daniel yang masih belum menyadari kalau Delia anak dari Arumi Saraswati


"Ngapain kamu nahan tawa gitu, ada yang lucu?" Tanya Daniel


"Nggak ada, memang kadang asmara itu mengurangi kecerdasan seseorang"


"Maksudnya?"


"Hais, sudahlah, nanti kamu juga akan tau sendiri"


Sesaat kemudian terdengar notifikasi pesan masuk dari handphone Edward, dengan cepat Edward mengambilnya dan membuka kiriman sebuah foto


"Oh my God, Alpan Cantik banget Edward, Gila!" Ucap Daniel dari arah belakang Edward


"Dasar kampret, minggir nggak loe, mau aku tendang?!" Ucap Edward terkejut mendengar Daniel bicara mengagumi kecantikan Alena


"Hehe, sorry, aku kan juga penasaran Ed"


Edward terdiam dan membuka handphone nya lagi, jantung Edward berdegub kencang saat melihat Foto Alena bak seorang Ratu, dengan kemewahan baju pernikahan berwarna putih menjuntai


"Alena, aku merindukanmu" ucap lirih Edward tanpa sadar dan sayup-sayup terdengar oleh Daniel


"Aku juga Edward" ucap lirih Daniel, dan membuat buyar lamunan Edward


"Sh*it!, Dasar teman lak*nat, pergi kau Daniel!"


Buk


Edward melempar bantal sofa ke arah Daniel yang sudah lari tunggang langgang


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2