
Alena berbelanja keperluan pribadi nya di sebuah mall dengan mengajak Kirana dan juga di dampingi oleh Kaisar, saat sedang asik berjalan dan berbincang dengan Kirana tiba-tiba saja tubuhnya di tabrak oleh seseorang, Kaisar yang kebetulan berada di belakang Alena langsung menahan tubuh Alena yang hampir terjatuh
Alena membenarkan posisi berdirinya dan menoleh ke arah orang yang menabraknya, laki-laki itu seperti tersihir saat melihat kecantikan wajah Alena hingga terdiam tidak mengeluarkan suara apapun, hingga detik berikutnya suara nyaring seorang wanita yang menggandengnya mengejutkan semuanya
"Kau ini kalau jalan jangan asal nubruk laki orang dong, sengaja goda kamu ya?" Teriak sang wanita
"Nona, jaga ucapanmu, bukannya pasanganmu ini yang menabrak ku?" Ucap Alena heran
"Apanya, aku lihat sendiri kamu sengaja kan, ya kan beb?"
"Maaf nona, jangan menuduh orang sembarangan, tuan ini yang menabrak duluan, silahkan meminta maaf dan jaga pandanganmu tuan!" ucap Kaisar mulai agak meninggi
"Sudah, kita pergi aja deh, malu kalau ribut di tempat umum, banyak orang" ucap Alena hendak pergi
"Dasar wanita penggoda, masih punya mau loe?"
PLAK
Kirana yang dari tadi sudah menahan dirinya langsung menampar wanita itu dengan keras
Alena terkejut saat Kirana menampar wanita itu, dan segera menarik tubuh Kirana kembali di sampingnya, wanita itu langsung teriak tidak terima dan terlihat ada beberapa security yang datang, Kaisar sudah berada di depan Alena dan Kirana untuk melindungi
"Pak, tangkap wanita itu, dia sudah menamparku"
Kedua security menoleh ke arah Kirana dan sagat terkejut ketika melihat sosok Alena di sana, kini kedua security itu berjalan agak maju dan menunduk hormat menyapa Alena
"Selamat datang nyoya, maaf kalau ada gangguan dalam berbelanja di Mall ini, kami akan mengatasi hal ini, silahkan melanjutkan belanjanya"
"Iya pak, terimakasih, kami tidak membuat keributan, silahkan cek CCTV, akan terlihat disana" ucap Alena lembut dan kemudian melanjutkan langkahnya bersama Kaisar dan Alena
"Kak Alena hebat, para security bahkan sangat hormat denganmu" ucap Alena
"Mall ini milik keluarga Eagle juga, apa kau tidak tau?" Ucap Alena sambil tersenyum
"Apa!!" Ucap Kirana dan Kaisar bersamaan
Sementara wanita itu sangat terkejut dengan apa yang baru saja dialaminya begitu juga laki-laki yang ada di sampingnya, saat security berniat membantu dengan keluhan yang diajukan tadi, sontak keduanya menolak dan berjalan pergi
"Dasar, kamu percaya nggak kalau nyonya Edward yang membuat masalah?" Ucap security ke teman satunya
"Tentu saja tidak, Bu Alena orangnya itu baik, lembut dan gak pernah nge hina kita walau pun bawahannya, masak mau buat masalah ma wanita sok cantik kayak gitu"
"Hahaha" keduanya langsung tertawa sambil kembali ke tempatnya
Alena masih terus berjalan bersama dengan Kirana, banyak mata kaum adam yang tidak membuang kesempatan untuk menikmati pandangan indah wajah cantik Alena, dan itu semua membuat Kaisar menjadi kelabakan, hingga akhirnya Kaisar serasa mau menyerah
"Sebaiknya kita pulang saja, lain kali belanja sama suami kamu saja Al, aku takut salah membiarkan banyak mata menikmati mu"
Alena dan Kirana berhenti melangkah dan menoleh ke Kaisar
"Kamu itu makin mirip kak Alex ma Edward, selalu cerewet kalau mengantarku belanja Kai" ucap Alena
"Iya, tumben Kakak bisa cerewet banget, hehehe" sahut Kirana
Kaisar mengurungkan niatnya berdebat karena ada suara telpon masuk dan ternyata dari Edward
"Bagaimana Kai, apa semua aman?"
"Tidak, aku setuju dengan mengurung Alena dirumah saja, di luar terlalu beresiko" ucap Kaisar
"Apa, maksud nya?" Jawab Edward kaget
__ADS_1
"Istrimu ini selalu membuat banyak mata laki-laki sibuk memandangnya, aku nyerah, gak mungkin juga seluruh mata di mall ini aku colok semua"
"Hahaha" terdengar Edward tertawa
"Kenapa kau malah tertawa?" Tanya Kaisar heran
"Kau baru sekali saja sudah pusing Kai, bayangkan bagaimana denganku yang setiap hari seperti itu saat berjalan bareng dengan Alena" jawab Edward
Sejenak Kaisar diam dan berpikir
"Benar sekali, pantesan Edward begitu posesif terhadap istrinya" batin Kaisar
"Kai, kau masih disana" ucap Edward
"Iya, tapi istrimu ini susah untuk diajak pulang"
"Tentu saja, dia tidak akan mau untuk pulang, kecuali kau mau bertarung dengannya"
"Hehh, mana mungkin aku melakukan itu Ed, sudahlah, apa kau bisa memberiku ide untuk mengatasi masalahku ini?, Aku tidak bisa mengendalikan semua mata yang memandang istrimu"
"Tentu saja, beli saja masker untuk dia pakai, biasanya dia mau, aku sering seperti itu saat keluar bersama Alena di tempat umum"
"Hem, baik, akan ku lakukan, apa tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan?"
"Carilah wanita untukmu disana Kei, banyak wanita cantik di mall"
"Ide yang buruk"
"Memang kenapa, apa hatimu masih untuk Alena?"
"Tenang saja, aku sudah mengendalikannya, tidak mungkin aku memaksakan perasaanku ke wanita seperti Alena"
"Bagus, aku percaya padamu Kai, dan sebaiknya segera temukan wanita pengisi hatimu"
"Tidak mungkin, Alena ku paling cantik Kai"
"Kalau begitu biarkan aku dengannya" ucap Kaisar sengaja menggoda
"Jangan berani, atau aku akan menghabisi mu!" Jawab Edward
"Hahaha, aku bercanda Ed" ucap Kaisar kemudian menutup telponnya
Kaisar segera pamit untuk keluar saat Alena dan Kirana sedang memilih sesuatu untuk di beli, dan tak lama kemudian Kaisar datang dengan membawa 2 masker berwarna hitam untuk di berikan ke Alena dan Kirana, keduanya heran dan ingin menolak, tapi semua terpaksa menerima saran Kaisar saat dia mengatakan Edward yang menyuruhnya, Kaisar tersenyum lega, kini masalahnya sudah teratasi
Perjalanan mengelilingi mall terasa sangat mengasikkan bagi Alena apalagi di temani dua orang yang sangat membantunya, hingga tiba saatnya jam makan siang, tentu saja Alena yang sedang hamil sudah sangat kelaparan, setelah melakukan sholat Dhuhur di tempat yang sudah di sediakan di dalam Mall, Alena segera masuk di resto yang ada di dalam Mall, kini mereka sudah duduk bertiga dan masih menunggu pesanan makanan datang
"Pesanannya banyak banget kak, muat nanti perutnya?" Tanya Kirana
"Muat lah, kalau gak habis kan ada kamu sama Kaisar, bantu ngehabisin ya" ucap Alena enteng
Sedangkan Kirana dan Kaisar terkejut dan saling pandang, tanpa protes sedikit pun, karena mereka tau, ini pasti efek kehamilan kembar tiganya, Alena terkejut saat merasa melihat sosok yang dia kenal sedang berada di tempat itu dan agak jauh dari dirinya
"Bukannya Itu Daniel, siapa wanita wanita yang sedang bersamanya?" Batin Alena masih mengamati
Tak lama kemudian Kaisar ikut menoleh ke arah pandangan Alena yang sepertinya menyelidiki sesuatu, Kisar juga terkejut di sana melihat Daniel, dan begitu juga dengan Kirana
"Bukannya itu Daniel, teman Edward?" Tanya Kaisar
"Hem, sepertinya begitu" jawab Alena
"Bukannya dia kekasih kak Delia?" Tanya Kirana
__ADS_1
"Iya" jawab Alena singkat
"Terus siapa wanita yang sedang menempel di dekatnya?" Tanya Kaisar
"Kalau itu hanya Daniel yang tau, aku gak kenal" ucap Alena
"Tunggu, bukannya wanita itu yang membuat masalah dengan Kita tadi kak?" Ucap Kirana
"Benarkah?", Oh, iya sepertinya bener katamu Kiran" sahut Alena setelah mengingat sesuatu
"Mereka sepertinya dekat?" Ucap Kaisar
"Sudahlah, bukan urusan kita, semoga dia hanya teman atau kolega bisnis saja, bukan hal buruk " jawab Alena
Mereka bertiga kemudian menikmati makan siangnya, Alena menikmati makannya sedikit demi sedikit dan habis, sedangkan Kirana sampai geleng-geleng kepala melihat dengan elegan Alena menghabiskan porsi jumbonya, Kaisar menghela nafas takut terjadi sesuatu dengan Alena yang makan sebanyak itu, hingga Kemudian Alena tersenyum ke arah Kaisar yang sedang terbengong melihatnya
"Mau kemana?" Tanya Kaisar saat melihat Alena berusaha berdiri
"Kasir, udah selesai kan makannya?"
"Sudah, kuat jalan?" Tanya Kaisar menemani Alena berjalan di belakangnya
"Kuat lah, aku masih muda Kai, belum nenek-nenek"
"Bukan itu, takut gak kuat jalan melihatmu sudah hamil gitu, ditambah makanan sebanyak itu masuk ke perut kamu"
Alena berjalan ke arah Kasir dan kebetulan melewati Daniel yang sedang makan bersama seorang wanita, sampai dengan Alena membayar di kasir Daniel masih belum menyadari keberadaannya hingga saat kembali lagi, Daniel sangat terkejut melihat Alena berjalan ke arahnya
"Alena?!" Ucap Daneil
"Hai Niel" jawab Alena
"Kamu ada di sini dari tadi?" Tanya Daniel sambil berdiri
"Iya, kita udah pada kelar makannya, ini mau balik jalan lagi" jawab Alena
"Halo Kaisar, kau juga ikut?" Tanya Daniel
"Tentu saja, aku pengawal pribadi Alena"
"Oh, baguslah"
Sementara itu tiba-tiba saja perempuan yang makan bersama Daniel langsung berdiri menatap tajam ke arah Alena dan kemudian berjalan mendekati Daniel
"Oh, iya kenalkan, ini sahabat ku Cellin" ucap Daniel
Alena tersenyum dan menjabat tangan wanita itu sambil menyebutkan namanya, sementara Kaisar hanya menatap muak dengan wanita yang pakaiannya menempel sekedarnya saja
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE